
Andi dan Mimi, berdiri menunggu Maya yang sedang pipis di balik pohon.
Tak lama kemudian, Maya pun muncul, berjalan mendekat kearah Andi dan Mimi.
"Kak Andi aku juga tiba-tiba merasa ingin.."
ucap Mimi malu malu.
"Andi tersenyum dan berkata, pergilah, aku akan berjaga di sini bersama Maya."
Mimi pun buru-buru pergi ketempat Maya tadi, kini Maya yang berdiri di samping Andi.
Maya mengeluarkan sebotol air mineral dan memberikan ke Andi, sambil berkata.
"Kak minumlah dulu, sedari tadi kulihat kakak belum minum."
Andi tanpa ragu menerima botol tersebut, dan berkata.
"Terimakasih .."
Andi langsung membuka tutup botol dan hendak meminum air di dalam nya.
Tapi pergerakan tangannya tertahan oleh Sarah yang tiba-tiba muncul dan berkata,
"Di...tunggu, ini aku ada juice jeruk kamu minum ini aja."
"Maaf Maya, sepertinya air mineral ini lebih cocok buat mu, nih minumlah."
ucap Sarah sambil merebut botol ditangan Andi, lalu menukarnya dengan sebotol juice jeruk.
Sarah menyodorkan botol air mineral itu ke Maya dan memberi kode agar Maya meminumnya sendiri.
Maya terlihat sedikit ragu, kemudian dia menatap Sarah dengan tajam dan berkata,
"Apa maksud mu, kamu berpikir aku akan meracuni Andi.?"
"Sudahlah kalian jangan bertengkar karena masalah kecil, ini cuma salah paham saja."
ucap Andi menengahi.
"Aku akan minum Juice dan air mineral dari kalian berdua, jangan ribut lagi ok..?"
ucap Andi mencoba melerai pertengkaran.
Tapi Sarah tidak perduli dengan sikap Andi, dia balas menatap Maya dengan tajam dan berkata,
"Aku tidak mengatakan minuman mu beracun, kamu yang bicara sendiri."
"Kalau memang kamu merasa minuman itu tidak beracun.."
"Kamu minum saja sendiri sekarang, aku akan berlutut minta maaf pada mu atas sikap ku barusan.."
ucap Sarah tidak mau kalah.
Mimi yang baru saja datang, bertanya pada Maya temannya.
"May apa yang terjadi..?"
Dengan wajah cemberut, Maya berkata.
"Orang ini datang-datang mencari masalah, menuduh ku yang tidak tidak."
Mimi menoleh kearah Sarah dan berkata,
"Hei kamu cepat minta maaf pada teman ku, sebelum aku benar-benar marah."
"Kamu mau apa ? coba saja kalau berani..!"
ucap Sarah tidak mau kalah.
__ADS_1
"Udah-udah kalian ini apa-apaan sih, kita ini teman semua, kenapa jadi begini..?"
ucap Andi mencoba menengahi.
"Mimi Maya Sarah kalian bertiga tenang dulu, jangan terbawa emosi, ada apa-apa lebih baik kita bicarakan secara baik-baik.."
ucap Andi mencoba menengahi.
Sarah menarik tangan Andi agar berdiri di belakangnya, Sarah seperti seekor induk ayam yang siap bertarung karena anaknya di ganggu.
"Kalian berdua jangan banyak omong, kalau berani habiskan air itu, aku akan berlutut menyembah dan minta maaf pada kalian.."
"Tapi bila tidak, enyahlah kalian dari hadapan ku, sebelum aku menghajar kalian.."
ucap Sarah menahan amarahnya.
"Minum ya minum, siapa takut...!"
"Bersiaplah berlutut minta maaf pada kami.."
ucap Mimi emosi, dia lalu menegak setengah botol itu kedalam perutnya.
Maya hanya bisa menatap dengan terkejut, dia sebenarnya ingin mencegah sahabatnya.
Tapi sudah terlambat, lagi pula dia tidak berdaya mencegah Mimi, itu hanya akan menunjukkan boroknya sendiri.
Dengan ragu dia menerima botol air mineral bekas minum Mimi barusan.
Dengan agak ragu Maya meneguknya sedikit kedalam mulutnya.
Tidak di sangka Sarah dengan gerakan cepat, mendorong ujung botol ke arah mulut Maya.
Sehingga sisa setengah botol langsung tumpah masuk kedalam mulut Maya.
Karena terkejut, Maya jadi tersedak sehingga minuman itu, hampir sebagian besar telah berpindah ke dalam perutnya.
Mimi kini menatap kearah Sarah sambil tersenyum penuh kemenangan dan berkata,
"Cepat berlutut minta maaf lah..!"
ucap Mimi sambil menunjuk kedepan kakinya.
Sarah sedikit meragu, apa aku salah lihat.
tidak aku yakin mereka memasukkan entah apa kedalam minuman itu
Aku sangat yakin itu, lihat saja sikap Maya yang takut-takut saat minum di dalamnya pasti ada sesuatu yang tidak beres.
Batin Sarah.
"Ya benar, aku harus mengulur waktu, mungkin obatnya belum bereaksi.."
gumam Sarah didalam hati.
"Kalau aku tidak mau, kamu mau apa ?"
ucap Sarah tersenyum mengejek
"Kamu...kamu...!"
ucap Mimi gagap karena terlalu kesal, dia merasa Sarah mempermainkan dia dan Maya.
Mimi sudah bergerak hendak menerjang kearah Sarah dengan penuh emosi.
Tapi tiba-tiba dia memegang kepalanya dan berkata,
"Aduh kenapa kepala ku pusing gini.."
"Ahhh gerah...!"
__ADS_1
ucap nya sambil melepaskan kancing baju atasnya.
Maya juga terlihat tidak jauh dari Mimi,dia juga sempoyongan berdiri tidak tetap.
Sambil memegang kepalanya, dia juga mengeluhkan hal yang sama dan hendak melepaskan bajunya.
Melihat gelagat kedua gadis itu yang tidak beres, Andi bergerak cepat menotok jalan darah mereka.
Menghentikan pergerakan mereka berdua, wajah kedua gadis itu terlihat merah padam, dari mulutnya terdengar suara rintihan tidak jelas.
"Kamu awasi mereka, aku pergi mencari bantuan.."
ucap Andi lalu berlari cepat kearah acara api unggun.
Sarah hanya mengangguk kecil, dia terus merekam tingkah Mimi dan Maya yang bersikap tidak wajar.
Tak lama kemudian, Bobby dan beberapa panitia datang bersama Andi.
Ketika sampai di sana, Mimi dan Maya kini terbaring diatas tanah, menggelinjang seperti cacing kepanasan.
"Apa yang terjadi ?"
tanya Bobby bingung.
"Gak usah bingung by, mereka cuma terkena efek racun obat perangsang mereka sendiri."
"Kamu temani aja mereka berdua malam ini, besok pagi juga sembuh.."
ucap Sarah cuek.
"Dasar kamu Sar,..suka ngawur deh.."
Bobby menatap kearah Andi meminta pendapat, Andi menghela nafas dan berkata,
"Tidak ada jalan lain, kita bawa dan ceburkan mereka ke sungai kecil sebelah sana."
"Kamu serius di...air di sana sangat dingin apalagi malam-malam begini, tar kalau mereka kedinginan dan sakit gimana ?"
tanya Bobby ragu.
"Apa kamu punya ide atau solusi lain ?"
tanya Andi balik.
Sarah tertawa dan berkata,
"Sudahlah di... kasih kesempatan ke Bobby aja rejeki ini,... biar sama-sama enak.."
Sarah tertawa cekikikan melihat respon Bobby yang mempelototinya.
Sarah dan Bobby memang cukup akrab, makanya dia berani bercanda dengan Bobby sesuka hati.
"Kalau kamu yang begini, aku mau lah berkorban sedikit, kalau mereka ogah.."
ucap Bobby membalas candaan Sarah.
"Mimpi loe sana Wek...Wek..!!"
ucap Sarah membalas ledekan Bobby.
"Udah kalian ini..ayo kita cepat urus mereka, kalau telat bisa fatal, lihat mereka sudah semakin gawat kondisinya.."
ucap Andi sambil menunjuk kondisi Mimi dan Maya.
Bobby dengan tak berdaya, memberi.kode ke panitia lain dan berkata,
"Ayo kita bawa ke sungai.!"
Lalu mereka beramai-ramai menggotong tubuh Mimi dan Maya, untuk di masukkan ke sungai yang berair dangkal berarus deras dan sangat dingin.
__ADS_1
.