
"Kalian berdua..?"
tanya Sarah sambil menatap tangan Andi dan Viona, yang saling bergandengan tangan.
Andi sedikit malu, dia mau melepaskan pegangan tangannya.
Tapi Viona menahannya, dia malah sengaja menarik Andi merapat ke dirinya.
nsting wanita Viona mengatakan Sarah tadi sedang berbohong soal kakinya, kemaren dia meminta Andi menemaninya jalan-jalan.
Dia menggunakan kakinya yang sakit sebagai alasan, kelihatannya Sarah juga menyukai dan tertarik dengan Andi, sama seperti sahabatnya Santi.
Kalau dulu dia mungkin tidak akan ambil pusing, tapi saat ini dia tidak akan melepaskan Andi begitu saja dengan gadis lain.
Dia mulai suka terhadap Andi, meski dia belum mau akui dia juga mencintai Andi, sama seperti Andi yang sangat mencintai nya.
Dia juga belum mau menerima Andi sebagai kekasih nya, dia masih ingin mendalami dan memahami Andi.
Dia belum merasa yakin, dia takut salah memberikan cinta pertamanya, yang nanti hanya akan mengundang kekecewaan dan kesedihan bagi dirinya.
Viona menjawab nya dengan cepat,
"Andi mengatakan tempat ini sangat menarik, karena ini hari Minggu, kita sama-sama sedang santai tidak ada perkuliahan."
"Jadi tadi sehabis makan siang bersama, kita terus kemari jalan-jalan.."
"Kamu sendiri kesini sama siapa Sarah ?"
tanya Viona balik.
Sarah mengigit bibirnya sambil tersenyum pahit berkata,
"Aku kesini sendirian Vi..gak da yang mau nemenin.."
Viona tertawa dan berkata,
"Bisa aja kamu Sarah, ya udah kamu cari barang mu, kita gak ganggu.."
"Kita jalan dulu ya bye.."
ucap Viona sambil sengaja menggandeng Andi berlalu dari sana.
Andi tak berani menolak, dia bagaikan kerbau di cocok hidung, cuma bisa melangkah mengikuti Viona.
Andi menatap Sarah dengan tidak enak hati, tapi dia tidak bisa apa-apa.
"Tunggu Di..!"
teriak Sarah tiba-tiba.
Andi kembali menoleh, dan menahan langkah nya, Viona terpaksa ikut berhenti.
"Kamis malam di klub badminton ku ada pertandingan ganda campuran, kamu ikut ya ? temani aku main, hadiah utamanya 30 juta loh.."
Andi sedikit menelan ludah mendengar jumlah hadiahnya, dia tentu sangat ingin ikut, dia ingin mendapatkan hadiah utama itu.
__ADS_1
Tapi bila Viona tidak setuju, dia tidak akan berani mengiyakan nya.
Berapa pun hadiahnya, bila membuat Viona tidak bahagia, Andi tidak akan melakukannya.
Dia ingin mendapatkan hadiah itu, tujuannya cuma satu, yaitu bisa memberikan sesuatu buat Viona agar dia senang dan bahagia.
Andi sadar berjalan dengan Viona dengan kantong pas-pasan itu tidak mungkin.
Bila mengandalkan uang kiriman orang tuanya, itu jelas tidak mungkin.
Andi juga tidak bakal berani membuka mulut menyusahkan orang tuanya.
Agar dia bisa bersenang-senang dan berpacaran dengan Viona.
Satu-satunya jalan adalah dia harus mencari pemasukan tambahan, apapun itu, dia akan lakukan.
Yang penting dia bisa membuat Viona senang dan bahagia.
Dari tatapan Andi kepadanya, Viona tahu Andi sangat tertarik untuk mengikutinya, tapi tanpa persetujuan dari nya, Andi tidak berani mengambil keputusan.
Viona memang tidak suka Andi dekat-dekat dengan Sarah, yang terlihat sangat menyukai Andi.
Tapi Viona tahu, dia juga tidak boleh egois, dia harus memberikan kepercayaan kepada Andi.
Memberi Andi sedikit ruang bernafas, tidak boleh terlalu mengekangnya.
Sambil tersenyum Viona mengangguk ke Andi dan berkata,
"Tapi aku ikut menjadi pendukung mu, boleh gak.?"
Sarah mengerti, bila dia memaksa, Andi pasti milih melewatkan kesempatan ini.
Sambil menghela nafas pelan, dia berkata,
"Boleh saja, Vi kamu tunggu di kost Andi ya, jam 5 sore aku jemput, kalian bersiap-siap jangan telat, ok ?"
Andi tersenyum senang, dia mengangguk cepat, Viona pun mengangguk sambil tersenyum.
"Ok kalau begitu, sampai ketemu Kamis sore nanti.."
ucap Sarah,
Kemudian dia asal mengambil dua grips tanpa milih lagi.
Dia langsung berjalan menuju kasir.
Kalau bisa memilih, Sarah lebih suka Santi yang hadir ketimbang Viona.
Tapi mau bilang apa, Andi kelihatannya benar-benar menyukainya.
Hal itu terlihat sekali, saat di pertandingan badminton kampus.
Di tambah dengan Pertemuan mereka hari ini, Sarah yakin kedepannya bila dia ingin ajak Andi jalan, bila tidak ada Viona, Andi pasti akan menolaknya.
Sarah saat duduk di belakang setir, dia berdecak kesal sendiri, sambil memukul setir dengan kesal.
__ADS_1
Entah kenapa hatinya menjadi BT, tapi dia tidak tahu mau kesal dengan siapa, Andi gak mungkin, Viona cihh gak level bantah Sarah sendiri.
Lalu dia melaju meninggalkan halaman parkir gedung sport station tersebut, dengan mobil Maybach hitamnya.
Sarah berasal dari keluarga kaya raya, uang baginya tidak masalah, itu cuma hal kecil.
Kakeknya adalah orang terkenal yang pernah dua kali terpilih sebagai wakil presiden di negara ini.
Jadi bisa ke bayang Sarah berasal dari keluarga kelas apa.
Sarah sejak kecil sangat di manja oleh kakeknya.
Keluarga dari pihak ibunya juga bukan orang sembarangan di negara ini.
Rata-rata keluarga ibunya berasal dari kalangan militer.
Kakek luarnya adalah jendral bintang 4, yang sudah pensiun, sedangkan kedua pamannya kini juga adalah Jendral bintang 4, yang masih aktif.
Satu di angkatan udara, satunya lagi di angkatan darat.
Ibunya sendiri, sampai kini masih aktif di kepolisian, dengan pangkat Komisaris besar.
Hanya ayahnya saja, yang tidak aktif di pemerintahan, ayahnya lebih memilih konsentrasi mengurus bisnis kakeknya.
Kalau saja Andi dan Viona jeli, mereka akan tahu, semua tamu yang datang ke toko ini, semuanya datang dengan mobil.
Di lapangan parkir motor, hanya motor Andi dan Viona lah, yang datang sebagai pengunjung, sisanya adalah motor para karyawan gedung ini.
Sebagai cucu orang terkenal, Sarah tidak mungkin berbelanja disembarang tempat.
Mari kita tinggalkan Sarah yang sedang pulang kerumah, dengan moodnya yang lagi kurang baik.
Kita melihat Andi dan Viona yang terlihat sangat gembira dan bahagia, mereka bergandengan tangan melihat berbagai barang yang di jual oleh toko yang super lengkap itu.
Karena melihat Viona sangat tertarik dengan baju senam, yang di jual di sana, Andi pun membelikan satu set pakaian senam buat Viona.
Harga satu set itu mencapai 750.000, Viona awalnya menolaknya karena harga pakaian itu termasuk sangat mahal.
Tapi Andi diam-diam menyuruh karyawan membungkus dan membayarnya.
Lalu barang itu Andi titipkan di kasir.
Setelah puas berkeliling, saat mau keluar dari gedung, Andi baru mengambil barang titipan nya.
"Apaan yang kamu beli itu di..?"
tanya Viona heran,
Karena dari tadi Andi hanya mengikutinya keliling, Andi tidak terlihat menyentuh atau tertarik dengan apapun.
Tapi kini kok bisa tiba-tiba, dia menenteng kantong belanjaan.
Sambil tersenyum lembut, Andi berkata.
"Ini untuk mu, terimalah..."
__ADS_1
"Anggap saja ini kado pertama kita jalan-jalan bersama."