
"Tapi anaknya,..anak mu itu,..?"
tanya Vivian Lim dengan wajah pucat..
"Anaknya, belum tentu anak ku, dia pernah di bawa sama bajingan itu.."
"Anak gak jelas itu, aku gak mau..!"
ucap Rio geram.
"Kita masih muda, kita bisa bikin sendiri, buat apa ambil resiko gak jelas.."
ucap Rio tanpa perasaan.
Vivian menghela nafas panjang, dan mengangguk.
Diam tak berkata-kata lagi dalam pelukan Rio.
Sementara itu Viona yang sedang di tangani akhirnya melewati masa kritis.
Viona berhasil di selamatkan nyawanya, tapi bayinya yang 8 bulan lebih, tidak berhasil terselamatkan.
Hanya bisa diangkat keluar dari dalam kandungan Viona.
Rio dan Vivian Lim yang mendapat kabar tersebut dari team medis mereka sangat lega.
Dan segera meninggalkan rumah sakit, membiarkan Viona seorang diri di sana.
Saat Viona sadar, mendapatkan dirinya hanya terbaring seorang diri dengan perut kempes.
Dia langsung panik dan berteriak histeris memanggil manggil suster yang bertugas menjaganya.
"Suster,.. ! suster,..! mana anak ku,..! tolonglah anakku...!! hu,..hu,.hu,..hu,.. aku mau anak ku,..!"
"Dia masih kecil, kasihan dia,..!"
"Jangan ambil dia dari sisi ku,..! aku lah yang salah bukan dia,..! selamatkan lah dia,..hu,..hu,..hu,..!"
"Dokter,..! Dokter,..! suster,..! Suster ,..! kalian di mana..!"
Jeritan dan teriakan histeris Viona, membuat beberapa suster langsung datang menenangkannya.
Karena tidak berhasil dan Viona terus meronta histeris mencari anaknya.
Akhirnya dokter yang menanganinya operasi pun di hubungi.
Melihat kondisi Viona, para dokter itu pun memberikan bius penenang untuk nya.
Hal itu di lakukan selama beberapa hari, hingga Viona sudah lebih tenang, mereka baru menyampaikan keadaan yang sebenarnya.
Akibat guncangan kesedihan hebat itu pikiran Viona menjadi terganggu .
Karena biaya medis Viona menumpuk, akhirnya pihak rumah sakit menghubungi Rio.
Rio melunasi semua nya, tapi selanjutnya Viona langsung di kirim ke RSJ swasta.
Rio hanya menanggungnya beberapa bulan, karena tidak di bayar, Viona pun di kirim ke RSJ pemerintah.
Tidak selang lama, Viona pun di kirim ke panti rehabilitasi orang cacat.
Viona karena mengalami keguguran pendarahan hebat akibat kecelakaan, tidak mengalami penangan dan perawatan yang baik.
Akhirnya cedera lama itu berubah menjadi infeksi dan akhirnya menjadi kanker ganas.
Viona mengakhiri ceritanya ke Santi dan Sarah, sambil menangis pilu dalam pelukan mereka berdua.
Setelah sekian lama cerita duka ini terpendam dalam hatinya, akhirnya berhasil dia keluarkan juga lewat cerita nya ke kedua sahabat baiknya.
Mereka bertiga menangis sedih saling berpelukan.
__ADS_1
Beberapa waktu kemudian setelah melepaskan semua duka kesedihan nya lewat tangisan panjang.
Akhirnya perasaan Viona pun menjadi jauh lebih lega.
Perlahan lahan dia mulai bisa menenangkan diri, Santi dan Sarah setelah memberikan kalimat hiburan, mereka juga mengalihkan topik pembicaraan ke hal hal yang menggembirakan.
Sehingga perlahan lahan Viona akhirnya mulai bisa tersenyum kembali.
Apalagi setelah Andi kembali ke sisinya, Viona pun pulih kembali, tidak terlalu bersedih lagi.
Dia mulai bisa tertawa ceria mengikuti acara barbeque yang di adakan di halaman samping rumah James.
Tiga pria bertugas mengurus proses pembakaran, sedangkan 3 wanita bertugas membantu mengurus persiapan bahan bahan buat di bakar.
Sambil bakar bakar mereka bersantap dan ngobrol sambil minum bir.
Tapi untuk Viona spesial di sediakan salad dan juice buah oleh Santi.
Karena Santi kurang setuju Viona ikut makan makanan kurang sehat itu.
Tapi karena Viona sangat ingin mencicipi nya, Andi spesial bakar hingga benar benar matang, baru memberikan sedikit untuk Viona sekedar cicip.
Santi yang melihat hal itu hanya menggelengkan kepalanya tak berdaya.
Dia memang paham bagaimana kerasnya Viona bila menginginkan sesuatu.
Dia juga paham bagaimana Andi selalu memanjakan kekasih itu.
Andi sendiri setelah berbicara dengan James di ruang kerjanya.
Selanjutnya mereka memilih menghindari pembicaraan menyangkut Violin, untuk menjaga perasaan Viona sepenuhnya.
Setelah acara kumpul kumpul itu selesai.
Menjelang Andi dan Viona kembali ke mobil mereka untuk kembali ke apartemen mereka.
"Besok kalian berdua punya rencana kemana ?"
Andi dan Viona saling pandang, mereka dengan kompak menggelengkan kepala, sebelum kembali menatap kearah Santi.
Santi sambil tersenyum lebar berkata,
"Bagaimana bila kita pergi ke KC, melakukan Hi king bersama, lalu kita minum dan makan di susu murni di kota L.?"
"Seperti yang dulu pernah kita lakukan bersama-sama.."
ucap Santi antusias.
Tapi Sarah menarik tangan kakak iparnya dan menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Gila loe kondisi Viona mana bisa kesana..?"
James tertawa dan berkata,
"Kalau itu kamu terlalu meremehkan suaminya.."
"Biar dia gendong kita semua, kecuali istri ku ya,.."
ucap James sambil tertawa penuh arti.melirik kearah Santi.
Yang langsung di sambut delikan mata Santi dengan wajah sedikit merah.
James hanya tertawa dan berkata,
"Andi tidak akan kesulitan sama sekali.."
Dragon Wong juga mengangguk setuju dan sependapat dengan James.
Andi berjongkok di samping Viona dan berkata,
__ADS_1
"Kamu setuju dengan ajakan Santi, kamu ingin pergi gak,..?"
Viona tersenyum dan berkata,
"Aku tentu saja mau, tapi kondisi ku seperti kata Sarah tadi akan menyulitkan mu.."
Andi tertawa dan berkata,
"Kalau kamu ingin gal.kain tak perlu khawatir.."
"Supaya adil bagaimana bila masing-masing pria menggendong pasangannya sendiri.sendiri.?"
ucap Andi sambil tersenyum menantang.
Kemudian dia melanjutkan berkata,
"Bagi yang tidak bersedia atau tidak sanggup maka pasangannya boleh di titipkan ke aku.."
Andi tersenyum nakal menatap kearah James dan Dragon.
James langsung mengacungkan tinjunya ke Andi dan berkata,
"Nih,.. loe mau bikin cinta lama nya kambuh lagi..tak akan ku biarkan.."
"Aku bisa menggendong nya sendiri, tak perlu repotin kamu.."
"Aduhhhh,..!"
jerit James tiba tiba.
Karena pinggang nya sudah di cubit oleh Santi dengan gemas, sambil berkata,
"Apa yang kambuh,..? ayo jawab sekali lagi..!"
"Ampun ampun sayang, gak ada sayang, ini otak ku yang kambuh sedang kurang beres..."
Semua yang hadir pun semua tertawa melihat James yang kena batunya.
"Awas loe di,.."
sungut James ke Andi...
Andi dan Dragon hanya menanggapinya dengan tertawa.
Sarah sambil tersenyum lebar berkata,
"Ya sudah di putuskan begitu saja, besok jam 6 pagi kumpul di lokasi.."
"Para bapak bapak silahkan bersiap siap bekerja keras ok..?"
"Ok,.. siapa takut,.."
ucap James cepat.
Andi dan Dragon juga sama sama mengangguk.
Andi sambil tersenyum berkata,
"Ya sudah kalau begitu besok sampai bertemu di lokasi.."
"Yang terlambat kena denda traktir makan makan di sumur ok,..?"
"Ok,...!!"
jawab semua nya kompak sambil acungkan jempol kedepan.
"Baiklah kalau udah sepakat, aku sekalian pamit pulang dulu, Viona perlu istirahat buat acara besok.."
Yang lain pun mengangguk dan melambaikan tangan kearah Andi.
__ADS_1