AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
AKHIR NASIB RIO


__ADS_3

Tapi Rio yang memiliki kecepatan kegesitan dan kekuatan besar.


Dengan mudah menghindari serangan berbahaya yang di lepaskan oleh Andi.


Bahkan saat Rio menyambut serangan tapak Andi dengan tinjunya.


Mereka sama sama terdorong mundur, ini membuktikan Rio mampu mengimbangi Fu Mo Se San Cang.


Kemenangannya dalam kecepatan dan kegesitan tetap membuat Andi tertekan di bawah angin.


Dan selalu menjadi bulan bulanan serangan Rio.


Andi yang menyadari Rio menggunakan doping, dia hanya bisa berusaha mengulur waktu.


Hingga doping Rio kehilangan khasiatnya.


Andi yakin menggunakan doping selain ada batas waktunya, bayaran efek samping yang harus di tanggung juga tidak ringan.


Andi terus menggunakan langkah ajaibnya berusaha menghindari serangan dari Rio.


Selain itu Andi juga menggunakan tehnik meminjam tenaga lawan seperti Tai Chi, untuk mengurangi daya tekan Rio.


Dengan ilmu meminjam tenaga lawan ini, Andi bisa melempar Rio kesana kemari, sambil menghindari serangan Rio dan menguras tenaganya.


Menghadapi taktik Andi, Rio menjadi sangat gusar dan berusaha memaki dan melontarkan ejekan untuk memanas manasi hati Andi.


Tapi kini cara itu sudah tidak mempan terhadap Andi, Viona telah tiada.


Tidak ada lagi hal lain yang bisa mengusik perasaan dan pikiran Andi lagi.


Bagaimana pun usaha Rio memancing dan meledek Andi semuanya hanya sia sia.


Di dalam pikiran Andi hanya satu, yaitu bagaimana pun caranya, dia akan pastikan Rio tidak akan bisa keluar dari tempat ini dalam keadaan baik.


Andi sudah bertekad akan membuatnya mati segan hidup tak mau.


Karena pancingannya tidak pernah berhasil, lama kelamaan Rio sendirilah yang menjadi emosi dan tidak bisa menahan diri untuk sabar.


Dia menjadi terlalu over mengekspos kekuatannya yang tidak pernah bisa menemui sasaran nya.


Hal ini secara tidak langsung sangat mempercepat efek obatnya lebih cepat habis ketimbang waktu normal nya.


Rio yang terus merasa tenaganya seperti tiada habisnya, dia menjadi lupa diri dan terus memboroskan tenaganya.


Dia terus berusaha memojokkan Andi, Andi yang terlihat jatuh bangun menghadapi Rio.


Sebenarnya dia justru dalam kondisi prima, dia hanya sedang membuat dirinya terlihat kerepotan.


Sehingga Rio terus terpancing untuk mengejarnya.


Dan kelihatannya Rio memang sangat termakan oleh pancingan Andi.


Dia terus berusaha menekan Andi, bahkan Rio mulai menggunakan tehnik kuncian menjatuhkan Andi agar melakukan ground fighting, tapi semua percuma.


Karena tubuh Andi licin seperti belut, sangat sulit untuk ditangkap.aoalagi di jatuhkan.


Andi selalu berhasil melepaskan diri membuat Rio menjauh darinya .


Bahkan dalam beberapa kesempatan saat Rio membentangkan kedua tangannya ingin menangkapnya.

__ADS_1


Andi justru menggunakan jaring besi di belakangnya sebagai pijakan, melompati terkaman Rio, sambil melepaskan tendangan kearah kepala belakang Rio .


Sehingga Rio jatuh nyungsep kearah pagar kawat besi, Andi memanfaatkan situasi itu, berbalik menekan punggung Rio dari belakang, kemudian dengan bebas menyarangkan Tapaknya yang berkekuatan dahsyat menghantam ginjal Rio secara berulang-ulang.


Meski Rio memiliki kekebalan tapi organ dalam yang tergetar hebat berulang kali tetap saja mengalami cedera.


Rio yang tidak merasakan, hanya karena pengaruh efek obat, bila efek obat nanti hilang, kondisinya pasti fatal.


Rio berusaha mengikutkan tangannya kearah belakang dan berbalik untuk menyerang Andi.


Tapi serangannya hanya menemui tempat kosong.


Andi sudah mundur menjauhinya, berdiri disana menatapnya sambil tersenyum mengejek.


Rio sambil berteriak marah kembali maju untuk menyerang Andi, tapi tetap saja gagal hanya memukul angin.


Ronde pertama berlalu, ronde kedua pun berlalu, hingga ronde ketiga di mulai.


Akhirnya kondisi Rio mulai perlahan lahan terlihat melemah.


Situasi ini mulai di manfaatkan oleh Andi, untuk mulai balas menyerang.


Kini giliran Rio yang mulai jatuh di bawah angin, melihat situasi ini, baik pelatih Rio maupun istri Rio mereka berulang kali melempar handuk putih ke tengah lapangan.


Selain wasit tidak perduli, handuk itu juga selalu ditendang oleh Andi keluar dari lapangan.


Dalam satu kesempatan Andi memecah diri menjadi 12 bayangan menyerang Rio yang sudah hampir ada dititik penghabisan.


Andi datang dari dua belas arah masing masing bayangan menyarangkan satu pukulan ketitik berbahaya di tubuh Rio.


Setiap selesai menyarangkan pukulan, bayangan itu menyatu kembali ke tubuh Andi.


Andi baru meluncur dengan tapak Ketiga belas menghantam bagian bawah perut Rio.


Tubuh Rio langsung terpental dalam posisi meringkuk berlutut di atas kanvas.


Kedua tangannya di gunakan untuk memegangi bagian bawah perutnya yang kesakitan hebat.


Wajahnya terlihat aneh karena sedang menahan nyeri yang sangat luar biasa.


Tidak sampai di sana, Andi maju memberikan tendangan ke dagunya, hingga tubuh Rio jatuh terlentang di atas kanvas.


Andi mengangkat kakinya menginjak lutut Rio dengan kuat.


"Kreekk,.."


terdengar bunyi tulang pecah.


"ARGHHH,..!!"


teriak Rio kesakitan.


Pelatih, kru Rio, Vivian Lim dan bodyguard mereka ingin menerobos masuk kedalam lapangan.


Tapi mereka langsung di cegah oleh para penjaga anak buah Dragon Wong yang berbadan besar dan berwajah dingin.


Mereka semua di dorong mundur menjauhi arena.


Sedangkan di dalam arena Andi berkata,

__ADS_1


"Yang tadi buat kamu menipu ayah Viona..!"


"Yang ini buat kamu memaksa Viona menandatangani kontrak..!"


"Kreekk,..!"


"Arghhh,..!!"


kembali terdengar suara tulang patah dan jerit memilukan dari Rio.


Kedua tempurung lutut dan sambungan tulang nya, telah remuk di injak oleh Andi.


"Yang ini buat kamu memperkosanya,..!"


ucap Andi sambil menginjak sambungan mata kaki Rio hingga remuk.


"Kreekkk,..!!"


"Arghhh,..!"


jerit Rio kesakitan.


"Yang ini buat kamu menikahinya untuk menyakiti dan menyia nyia kan nya,..!"


ucap Andi sambil kembali menginjak mata kakinya yang lain.


"Kreekkk,..!!"


"Arghhh...!!"


Rio kembali berteriak kesakitan.


Efek obat membuat Rio masih segar, tidak bisa pingsan.


Andi kembali melanjutkan ucapannya.


"Yang ini buat kamu yang membuatnya kehilangan anak dan harapan hidupnya..!"


Andi menginjak sambungan bahu Rio hingga hancur.


Kali ini akhirnya Rio pingsan tidak sadarkan diri lagi.


Tapi Andi belum mau berhenti, dia pindah ke posisi bahunya yang lain menginjaknya sampai hancur dan berkata,


"Yang ini buat kamu yang membuatnya meninggal dalam penyakit penuh kesengsaraan..!"


Setelah menyelesaikan pembalasannya, Andi pun keluar dari arena, berjalan menghampiri gadis cantik yang berdiri di sana, sedang menantinya.


Gadis itu terus menatap kearah Andi, dengan tatapan mata sedih, tapi bibirnya terus berusaha menyunggingkan senyum kearah Andi.


Airmata nya sudah jatuh menitik membasahi wajahnya tanpa terbendung.


Setelah berhadap hadapan, zandi maju memeluknya dan berkata,


"Terimakasih kamu sudah datang untuk ku.."


Gadis itu hanya berdiri diam sambil berusaha menahan suara tangisannya.


"Mari kita tinggalkan tempat ini..'

__ADS_1


ucap Andi sambil merangkulnya, berjalan menuju ruang ganti.


__ADS_2