
Mendengar ucapan Santi yang hanya bermaksud membalas menggoda nya balik.
Tidak tahu kenapa perasaan Sarah menjadi sedih.
Dengan tersenyum pahit yang sedikit di paksakan, Sarah menahan perasaan nyeri di hatinya, dan berkata.
"Aku mau dia nya tidak mau, aku bisa gimana ?"
"Tidak mungkin kan ? aku yang berinisiatif melompat ke arah wajahnya.."
ucap Sarah sambil tersenyum getir.
Yang terlihat lebih miri orang meringis kesakitan, di banding tertawa.
Santi sangat menyesal, dia benar-benar tidak menyangka candaan nya.
Justru sangat melukai perasaan sahabatnya.
"Sar maaf ya...aku..aku tidak bermaksud.."
ucap Santi tidak enak hati.
Sarah menengadah menatap langit, lalu menghapus dua butir air bening di matanya.
Kemudian menatap kearah Santi sambil memaksakan diri Tersenyum dia berkata,
"Tidak apa-apa San, lupakan saja.."
"Kamu tidak salah, aku lah yang terlalu sensi..dan cengeng."
"Lupakan saja.."
Lalu Sarah mempercepat langkahnya dengan berlari kecil meninggalkan Santi dan James.
Sarah tidak ingin ada yang melihat kesedihan nya, biarlah dia sendiri yang tahu dan menyimpannya di dalam relung hatinya yang terdalam.
"San sarah kenapa ? apakah dia benar-benar jatuh cinta pada Andi.?"
tanya James sambil melangkah ringan.
Santi mengangguk dan berkata,
"Benar..Sarah memang sangat mencintai Andi, tapi dia juga sadar Andi hanya mencintai Viona seorang."
"Jadi dia berusaha menekan dan menyimpan perasaannya sendiri, dan berusaha merelakan Andi untuk hidup berbahagia bersama Viona."
"Tapi di luar dugaan, kini Andi tidak bisa bersama Viona."
"Mungkin karena melihat kesedihan dan kekecewaan Andi, Sarah jadi tidak bisa menahan diri untuk tidak ikut bersedih."
"Perasaan yang sungguh rumit.."
ucap James sambil menghela nafas.
__ADS_1
Setelah berhasil membantu semua peserta wanita menyeberangi sungai.
Andi dan para panitia pun, berlari cepat kebagian depan, sebagai pembuka jalan.
Setelah beberapa kali menyeberangi sungai kecil berarus kuat, akhirnya rombongan Hiking tiba juga di pos ketiga.
Masing-masing kemudian langsung naik kedalam bis yang tersedia di sana.
Di dalam mobil yang di tumpangi Andi Viona Sarah Santi James dan Rio.
Panitia sambil bermain gitar, mengajak para penumpang menyanyikan lagu gelang si paku gelang dan di akhiri dengan lagu sayonara.
Lagu itu dinyanyikan sepanjang jalan oleh seluruh peserta hiking dan panitia hingga bis tiba di dekat kampus.
Suasana berlangsung dengan sangat ceria dan gembira sepanjang perjalanan.
Hingga menjelang memasuki kampus, Andi menggunakan harmonika yang di pinjam dari panitia.
Untuk meniupkan sebuah lagu perpisahan yang berjudul kini tibalah saatnya berpisah, lagu tersebut meski sedikit kuno.
Tapi saat di bawakan oleh harmonika yang di mainkan dengan penuh perasaan oleh Andi, menjadi terasa sangat menyentuh perasaan semua orang yang berada dalam bis tersebut.
Suasana yang tadinya gembira dan ceria,
kini sontak berubah jadi pilu dan menyedihkan, begitu lagu tersebut Andi alunkan lewat suara harmonika nya
Alunan suara harmonika yang sendu dan slow membuat perasaan para penumpang di dalam bis terhanyut dalam jalan pikiran masing-masing.
Lagu itu seolah olah mewakili perasaan Andi, yang sebentar lagi akan berpisah dengan mereka semua, tanpa tahu kapan baru mereka bisa berkumpul kembali seperti saat ini.
Viona dan Sarah tidak dapat menahan runtuhnya airmata mereka sendiri, saat mendengar suara musik harmonika yang di tiup oleh Andi.
Santi juga menangis sambil bersandar di bahu James, yang dengan setia selalu menemaninya.
Sampai lagu yang di bawakan oleh Andi berakhir, satu persatu para peserta hiking berjalan kedepan, menyalami Andi dan para panitia, baru mereka turun dari bis yang mereka tumpangi.
Tiba giliran Viona, Viona tidak lagi dapat menahan diri, setelah menyalami Andi, dia langsung maju memeluk Andi dan menangis tersedu-sedu dalam pelukan Andi.
Rio yang melihat keadaan ini, meski kesal.
Tapi dia memilih diam saja,
Hal ini dia lakukan untuk memperbaiki image dirinya didepan Viona, bahwa dia sekarang bisa bersikap lebih dewasa dan gentle.
Setelah beberapa saat membiarkan Viona menangis dalam pelukan Andi.
Rio baru maju menyentuh bahu Viona dengan lembut, saat Viona menoleh kearahnya.
Dia memberi kode tak berdaya.
Mengingatkan Viona akan antrian orang-orang yang berada di belakang mereka, masih sangat banyak dan panjang.
Viona mengangguk mengerti, dia pun melepaskan pelukannya dari Andi dan berkata,
__ADS_1
"Sampai jumpa di..."
Setelah itu dia pun turun dari bis dengan berat hati, saat tiba ditangga terakhir, Viona kembali menoleh ke belakang menatap Andi sekali lagi sebelum dia akhirnya meninggalkan bis di mana Andi berada.
Viona berjalan bergandengan tangan bersama Rio meninggalkan bis, Andi sempat melihat sekilas lewat jendela kaca mobil.
Sambil menyalami satu persatu penumpang yang akan turun, diam-diam Andi menghela nafas kecewa.
Untuk melepaskan kesedihan yang menghimpit perasaannya.
Sarah sengaja menunggu hingga seluruh penumpang sudah turun semua, dan kini bis telah sepi,. hanya tersisa dia dan Andi.
Dia baru berlari maju menubruk kedalam pelukan Andi dan menangis tersedu-sedu di sana.
Melepaskan semua perasaan nya, yang dia tahan-tahan selama ini.
Sarah berpikir bila bukan saat ini, dia tidak akan punya kesempatan untuk berbagi perasaan ini lagi bersama Andi.
Andi membalas pelukan Sarah dengan lembut, sambil membelai rambut Sarah dengan lembut.
Andi membiarkan Sarah menangis sepuas-puasnya, untuk melepaskan semua tekanan yang menghimpit perasaannya.
Andi berpikir mungkin dengan melepaskan semua kesedihan nya, lewat tangisan. Perasaan sahabatnya akan menjadi lebih ringan dan akan jauh lebih baik daripada dia terus menahannya.
Saat merasakan tangis Sarah sudah mereda tinggal sesunggukkan kecil saja.
Andi baru perlahan-lahan mendorong Sarah menjauhinya, sambil menatap Sarah dengan lembut, Andi berkata,
"Sar kamu selama nya, adalah sahabat terbaikku, sampai kapan pun dan dimana pun."
"Aku akan selalu mengingat dan mengenang mu sebagai sahabat terbaikku."
"Percayalah suatu hari kita pasti akan kembali berkumpul bersama lagi."
"Kalaupun kamu tidak datang mencari ku, aku sendiri yang akan datang mencari mu kesana."
"Semua Budi dan kebaikan mu, selamanya aku tidak akan pernah bisa lupa, aku akan menyimpan semuanya disini dan disini.."
ucap Andi sambil menunjuk kepala dan dadanya.
Sarah tersenyum manis menatap Andi dan berkata,
"Ada ucapan mu ini, meski kita tidak bisa bersama menjadi sepasang kekasih."
"Tapi hati ku sudah jauh lebih bahagia."
"Berjanjilah jangan pernah lupakan aku."
ucap Sarah sambil mengacungkan jari kelingkingnya kehadapan Andi.
Andi mengulurkan jari kelingkingnya untuk di satukan dengan Sarah dan berkata.
"Aku berjanji pada mu Sar.."
__ADS_1