AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
ANDI DI PAKSA MENUNJUKKAN KEBOLEHAN BERNYANYI


__ADS_3

Selesai makan mereka pun beramai-ramai pergi ketempat karaoke.


Saat tiba di lokasi Nicole memimpin rombongan itu masuk kedalam, Nicole menghampiri meja resepsionis.


Setelah berbicara sebentar, tak lama kemudian seorang pegawai menjadi penunjuk jalan, mengantar rombongan tersebut menuju sebuah ruangan yang cukup besar.


Di dalam terlihat sudah hadir 4 gadis cantik dan seorang pemuda tampan yang dari penampilannya terlihat berasal dari kalangan elit.


Melihat pemuda itu, Nicole sedikit mengerutkan alisnya, menatap kearah keempat temannya.


Keempat temannya menggelengkan kepalanya dan mengangkat bahu, tanda mereka tak berdaya dan tidak tahu menahu dengan hal itu.


Pemuda itu sambil tersenyum lebar berkata,


"Jangan salahkan mereka, kami kebetulan bertemu di sini dan ikut bergabung.."


"Kita dulu teman sekolah teman lama, sudah lama gak bertemu kamu gak mungkin begitu perhitungan, sampai gak bisa terima aku ikut bergabung kan ?"


Nicole menghela nafas panjang dan berkata,


"Terserah,.. masa lalu tak perlu di ungkit, asalkan kamu tidak bikin ulah merusak suasana silahkan saja.."


Andi dan rombongannya menangkap sepertinya ada sesuatu yang tidak beres antara pemuda itu dan Nicole.


Mereka karena tidak saling mengenal dan tidak tahu urusan, mereka memilih diam saja.


Pemuda itu tersenyum lebar menanggapi Ucapan Nicole dan berkata,


"Ok,.. ok,.. kamu ratunya malam ini, aku ikut saja."


Pemuda itu lalu membawa gelas berisi anggur merah, menyerahkan ke Nicole dan berkata,


"Dahulu memang salah ku, untuk itu aku wajib meminta maaf pada mu.."


"Dengan meminum anggur ini, anggap lah semua masalah tak pernah terjadi, ok..?"


ucap pemuda itu sambil menghabiskan minuman di tangannya.


Setelah itu sambil tersenyum dia membalikkan gelas kosong ditangan nya ke bawah.


Nicole tanpa berkata-kata, dia menerima gelas itu, lalu dengan sekali tegak habislah, anggur merah di dalam gelasnya.


Lalu dia pun membalikkan gelas kosong ditangannya, dan mengembalikan gelas kosong itu kepada pemuda itu.


Setelah mengembalikan gelas kosong ke pemuda itu, Nicole menoleh kearah Andi dan berkata,


"Pak Andi kenalkan ini teman lama ku Riki Chu.."


"Riki mereka ini teman ku, Andi Peter Toni Doni dan Marco.."


ucap Nicole mencoba mengenalkan mereka.


Andi yang maju duluan mengulurkan tangannya dengan senyum ramah dan berkata,


"Aku Andi senang berkenalan dengan mu Riki.."

__ADS_1


Riki menyambut uluran tangan Andi sambil tersenyum lebar dia berkata,


"Sama sama pak Andi saya juga ikut senang."


Lalu Riki berturut-turut menyalami Peter Toni Doni dan Marco.


Setelah memperkenalkan Riki, Nicole kemudian melanjutkan memperkenalkan Andi dan rombongannya satu persatu ke empat gadis cantik teman baiknya.


"Kenalkan ini teman baik ku, Sivia, Sani, Rubi, dan Elena.."


ucap Nicole memperkenalkan keempat gadis cantik itu ke Andi dan rombongannya.


Keempat gadis itu cantik cantik tidak kalah dengan Nicole, hanya saja terhadap Andi mereka sedikit kurang sreg, karena keadaan Andi yang pake kursi roda.


"Ini pak Andi kakinya kenapa ?"


tanya Silvia saat bersalaman sambil melirik kearah sepasang kaki Andi.


Andi tersenyum tenang dan berkata,


"Kecelakaan saat berolahraga."


Sivia menganggukkan kepalanya, lalu dia beralih menyalami yang lain nya.


Sani maju menggantikan Sivia menyalami Andi dan berkata,


"Apa kata dokter pak Andi,? apa masih bisa di sembuhkan..?"


Andi menggelengkan kepalanya dan berkata,


Mendengar ucapan Andi, Sani berpura-pura tersenyum simpati dia berkata,


"Jangan berkecil hati pak Andi, tetap semangat yang penting happy.."


Andi mengangguk dan berkata,


"Terimakasih Sani.."


Begitulah berturut turut Rubi dan Elena menyalami Andi, lalu beralih ke Peter Toni Doni dan Marco.


Mereka setelah berkenalan, mengambil tempat duduk berdampingan mengobrol dan bernyanyi bersama dengan gembira.


Sedangkan Riki sengaja mengambil tempat duduk menghadang di antara Andi dan Nicole.


Andi tidak terlalu ambil perduli, karena dari awal dia memang tidak memiliki niat untuk mendekati Nicole.


Bagi Andi selama nya dia tidak akan pernah bisa melupakan kekasih kecilnya itu sampai kapan pun juga, dia tidak akan pernah siap menerima kenalan baru mengisi hidupnya sekalipun kakinya sembuh kelak.


"Pak Andi pilihlah lagu mu, ikut bernyanyi lah, jangan diam aja.."


ucap Nicole sambil menyerahkan mic ke Andi.


Nicole melewatkan Riki yang duduk di sebelahnya.


Andi menggelengkan kepalanya sambil tersenyum pahit dia berkata,

__ADS_1


"Kalian saja, aku biar jadi pendengar saja.."


"Ya sudah kalau pak Andi gak mau gak usah di paksa, biar aku saja.."


ucap Riki cepat sambil menyambar mic dari Nicole.


Lalu dia pun memilih lagu yang dia kuasai dan mulai bernyanyi dengan penuh semangat.


Suaranya cukup bagus dan keren, membuat semua yang hadir sedikit terpesona dengan lagu yang dia bawakan.


Hanya Nicole, yang tidak terlalu menanggapi lagu khusus, yang dinyanyikan oleh Riki khusus untuk nya itu.


Setelah Riki menyelesaikan nyanyian nya, semua yang hadir pun bertepuk tangan dan memuji suaranya.


Hanya Nicole yang menanggapinya dengan cuek, malah Nicole kini memanfaatkan Riki yang berdiri untuk menyanyi.


Dia menggeser duduknya merapat ke arah Andi, lalu memberikan mic yang satunya lagi ke Andi dan berkata,


"Menyanyikan pak Andi satu aja please.."


Melihat tatapan mata penuh permohonan dari Nicole, Andi tidak tega untuk menolaknya.


Dan dia pun berkata,


"Baiklah, satu lagu saja.. aku sudah lama tidak bernyanyi, tidak tahu masih bisa atau tidak.."


"Kalau kurang bagus, aku minta maaf duluan.."


ucap Andi merendah.


Nicole memberi jempol untuk menyemangati Andi.


Peter Toni Doni dan Marco pun bertepuk tangan memberikan dukungan ke bos mereka.


Andi milih lagu I ke Jen Ding Hau ( Seorang diri juga cukup baik ), ini adalah lagu favorit yang akhir-akhir ini sering Andi dengarkan disaat sedang bersantai dan melamun.


Begitu Andi mulai menyanyi,.suasana pun menjadi hening, hanya terdengar iringan musik dan suara Andi yang menyatu dengan iringan musik, yang terdengar begitu merdu dan menyayat hati yang mendengarnya.


Semua orang terdiam, menghayati arti lagu yang sedang Andi bawakan.


Bahkan Rubi dan Elena tidak sanggup menahan diri untuk tidak meneteskan air mata mendengar lagu yang Andi bawakan itu.


Nicole terus menatap kearah Andi dengan penuh kagum dan bersimpati, dia mengerti dengan jelas.


Lagu yang dipilih oleh Andi, adalah lagu yang sama persis dengan perasaan Andi saat ini.


Seolah-olah lagu itu mewakili jeritan perasaan Andi yang tersimpan rapat rapat di hatinya.


Andi tidak perduli dengan tanggapan orang di sekitarnya, dia terus bernyanyi dengan serius hingga selesai.


Setelah itu sambil tersenyum Andi mengembalikan mic ditangannya ke Nicole.


Begitu lagu Andi selesai terdengar suara tepuk tangan bergemuruh di seluruh ruangan.


Dan mereka semua berteriak dengan kompak,

__ADS_1


"Lagi,..! Lagi,..! Lagi,..! Lagi,...!"


__ADS_2