
"Sekarang paham kamu pak tua,..?"
ucap Andi sambil tersenyum sinis.
Andi sebenarnya sangat marah, di tuduh makan nasi lembek, dia paling jengkel dengan gosip ini.
Padahal kapan pula, dia pernah makan nasi lembek.
Semua kekayaan nya, adalah berkat jerih payahnya sendiri, tidak pernah sekalipun dia menikmati keuntungan karena dia dekat dengan Nicole Wang Ling.
Lagipula di dalam hati, Andi cuma anggap Nicole adalah sahabat baik saja, tidak lebih.
Di Dunia ini bila ada gadis yang dia cintai dengan sepenuh hati selamanya, ya cuma satu, yaitu tunangan kecilnya Violin.
Di luar itu semua hanyalah teman akrab saja, tidak ada perasaan lebih.
Wang Jin dengan sangat marah, langsung menampar Wang Xing dan berkata,
"Kamu,.. kamu,.. mengapa begitu bodoh dan mengecewakan ku.."
Sesaat kemudian Wang Jin, dengan tubuh gemetar menahan emosi menunjuk kearah Andi dengan sangat marah dan berkata,
"Kau,... kau,...sungguh,..sungguh,..!"
Belum selesai kata katanya, Wang Jin sudah memegangi jantungnya, tubuhnya terhuyung-huyung kebelakang.
Kemudian tubuhnya jatuh terjengkang kebelakang dengan sepasang mata mendelik keatas.
Setelah kejang kejang sesaat diatas lantai.
Saat Wang Xing berlari kesamping nya berteriak,
"Paman,...paman,...paman,..kamu kenapa paman,..!"
"Ambulance,..cepat panggilkan ambulance..!!"
teriak Awang Xing panik.
Nicole yang terkejut dengan kejadian tak terduga tersebut hanya berdiri terpaku di tempat.
Andi bergerak sigap berlari kearah pintu meeting, berteriak memanggil petugas keamanan, sambil mengeluarkan hpnya menelpon kerumah sakit untuk memanggil ambulance.
Tapi saat Andi kembali lagi kedalam ruangan, Wang Xing terlihat sedang menangis histeris, sambil terus mengguncang dan memanggil manggil pamannya yang tak bergerak lagi.
Satpam yang ikut berjongkok di sebelah Wang Xing, mencoba meraba nadi di leher kakek Wang Jin.
Sesaat kemudian dia mengangkat kepalanya menatap kearah Andi, yang baru saja masuk, Satpam itu menggelengkan kepalanya.
Andi pun tahu kakek itu, saking emosinya, terkena serangan jantung dan langsung lewat.
Wang Xing setelah menangis histeris beberapa saat, lalu dia mengangkat wajahnya menatap kearah Andi dengan penuh dendam.
Sambil berteriak,
"Pembunuh,..kau pembunuh,..! kembalikan nyawa paman ku,..! bangsattt...!!"
Wang Xing langsung menerjang kearah Andi ingin mencekik Andi.
__ADS_1
Kedua Satpam di dekatnya tidak sempat mencegah nya, karena tubuh mereka di dorong oleh Wang Xing hingga jatuh terduduk kebelakang.
Andi menggeser tubuhnya sedikit kesamping, menarik kedua tangan Wang Xing kedepan sambil menendang kedua lutut Wang Xing.
Tubuh Wang Xing langsung terbang tak terkontrol, saat mendarat wajahnya langsung mencium lantai.
Sebelum Wang Xing sempat bangun melanjutkan amukannya, kedua tangannya telah ditelikung kebelakang oleh dua orang Satpam yang di jatuhkan nya tadi.
Mereka memasangkan borgol ketangan Wang Xing dan meringkusnya untuk di bawa ke pos keamanan..
"Pak hubungi pihak berwajib, untuk di tangani dengan baik.."
ucap Andi tenang.
Kedua Satpam itu mengangguk lalu dengan kasar setengah di seret Wang Xing di bawa pergi oleh kedua Satpam meninggalkan ruang meeting.
Kini di ruang meeting hanya tersisa tubuh Wang Jin yang tergeletak tidak bergerak lagi, dan Nicole yang sedang menangis sedih dalam pelukan Andi.
Sesaat ambulance dan polisi hampir tiba bersamaan ditempat itu.
Setelah memastikan Wang Jin memang telah mati, pihak medis membiarkan pihak kepolisian memeriksa kondisi Wang Jin terlebih dahulu.
Setelah selesai mereka baru mengevakuasi Wang Jin dari ruang meeting.
Sedangkan Nicole dan Andi yang di dampingi pengacara perusahaan, diinterogasi secara terpisah oleh pihak kepolisian.
Andi menceritakan dengan jujur semua kejadian mulai dari awal,.Nicole ditempat terpisah juga menceritakan hal yang sama.
Setelah melakukan interogasi, mengumpulkan semua barang bukti, termasuk CCTV pihak kepolisian pun meninggalkan tempat tersebut.
Andi memanfaatkan situasi tersebut, untuk sekalian memberikan semua barang bukti tuduhan terhadap Wang Xing ke pengacara perusahaan..
Setelah kejadian tersebut, karena tidak di temukan barang bukti yang menunjukkan Andi membunuh Wang Jin, kasus pun ditutup.
Wang Jin dinyatakan meninggal karena serangan jantung.
Sedangkan Wang Xing yang menghadapi beberapa tuntutan berat, akhirnya di jebloskan ke penjara.
Seluruh asetnya di sita oleh Group Wang.
Sebagai pihak pemenang kasus.
6 bulan kemudian setelah kasus heboh itu selesai, ditepi danau Xuan Wu disebuah kapal wisata tradisional.
Terlihat dua orang muda mudi sedang duduk santai sambil makan es krim dan ngobrol.
"Nicole bagaimana 6 bulan ini,? ayah mu sudah pulih kesehatannya ?"
tanya Andi sambil menatap kearah Nicole.
"Sudah di,.. ayah baik baik saja,..dia sering menyebut mu, ingin mengundang mu makan malam bersama di rumah.."
"Tapi kamu terlalu sibuk 6 bulan ini,.."
"Kapan kamu ada waktu, mainlah kerumah di,."
ucap Nicole santai sambil makan es krim ditangannya.
__ADS_1
Andi terdiam sejenak, lalu berkata.
"Baiklah Nicole,.. besok malam,.. besok malam aku akan main kerumah mu.."
"Serius kamu di,..?"
ucap Nicole gembira.
Andi tersenyum dan mengangguk,lalu berkata,
"Sebelumnya bukan aku tidak mau, tapi kamu kan tahu sendiri pabrik baru itu, benar'benar sangat menyita waktu ku."
Nicole tersenyum dan berkata,
"Tidak apa-apa, ayah dari awal juga tahu kamu tipe pekerja keras, bila misi dan proyek belum selesai."
"Kamu tidak mungkin bisa di suruh berhenti ditengah jalan."
Andi tersenyum dan berkata,
"Syukurlah kalau kalian semua mengerti.."
"Ohh ya, kamu sendiri bagaimana,? kudengar Omzet Group Wang mulai meningkat pesat 6 bulan ini.."
"Bahkan perbulannya kini sudah mencapai laba 100 juta USD."
Nicole tersenyum dan berkata,
"Apapun tak pernah lewat dari pengawasan mu.."
Andi membalas senyum Nicole dan berkata,
"Aku juga cuma dengar dengar dari gosip saja.."
"Kamu benar di,.. setelah kamu berhasil menghilangkan si Wang Xing duri dalam daging itu.."
"Semua berjalan dengan lancar, omzet dan pesanan terus meningkat, pengeluaran juga berhasil di pangkas banyak, sehingga otomatis laba pun banyak mengalami peningkatan.."
"Itu semua adalah berkat kegigihan kecerdasan dan kerja keras mu.."
ucap Andi sambil tersenyum.
"Di,.. kamu kok wajahnya terlihat agak pucat akhir akhir ini,? jangan terlalu capek kerja jangan terlalu di paksakan bawa santai aja.."
"Kesehatan jauh lebih penting.."
ucap Nicole sambil menatap Andi dengan cemas.
Andi tersenyum dan berkata,
"Tidak apa-apa, tak perlu cemas."
"Aku mungkin hanya kecapekan saja, bila sudah beristirahat beberapa hari nanti juga akan sembuh sendiri."
ucap Andi sedikit berbohong.
Kenyataan nya, adalah sakit kepala Andi bila malam tiba semakin hebat, dosis aspirin yang di minumnya pun terus bertambah kian hari kian banyak.
__ADS_1
Bahkan kini, harus di bantu dengar obat tidur yang rutin diresepkan oleh dokter syaraf langganan Andi.