AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
BERBICARA DENGAN PAK YANB


__ADS_3

Tapi Peter harus alami hal yang sama dengan Marco, malah dia lebih parah.


Dia harus menggantikan Marco terus mendorong kereta Andi.


Meskipun hatinya sedang kecewa berat..


Andi pura-pura tidak tahu, juga pura-pura tidak mendengarnya.


Meski ucapan Nicole sangat jelas hingga Doni dan Toni pun bisa mendengarnya.


Doni dan Toni jelas bisa menebak sendiri setelah menguping ucapan Nicole, ke Peter dan Marco.


Kedua orang itu berusaha menutupi mulut mereka sendiri, agar tidak sampai kelepasan sehingga suara tawa mereka keluar.


Nicole sendiri tidak ambil pusing, dia sudah terlalu sering menghadapi pria pria yang tertarik dan berusaha ingin mendekatinya.


Berbagai type pria udah sering dia lihat dan hadapi, jadi baginya ini hal biasa.


Nicole menggunakan mobil Wrangler mengantar mereka menuju lokasi, di mana pabrik yang di rencanakan itu akan di bangun.


Saat Andi dan rombongannya tiba di lokasi jam sudah menunjukkan pukul 5.30 tapi para tukang yang bekerja di sana.


Tidak terlihat ada tanda tanda akan berhenti kerja ataupun mencari peluang untuk beristirahat.


Mereka terus bekerja dan bekerja tanpa henti.


Andi diam diam merasa kagum dengan etos dan cara kerja buruh buruh lokal sini.


Bila dari kuli bangunan saja seperti ini, Andi yakin kelak proses produksi pabrik motor roda 3 nya di sini pasti akan mampu memenuhi permintaan berapa pun dari pasar, dengan catatan asal bahan bakunya dan suku cadangnya ready.


Apalagi saat di ajak dan di jelaskan oleh Nicole luas area pabrik, yang akan di bangun secara bertahap itu begitu luas.


Sehingga akan sanggup menampung mesin dalam skala yang sangat banyak.


Peter sebagai kepala bagian produksi langsung berkata,


"Bos 3 hari berkeliling mengawasi proses produksi di sini aku pasti mampus.."


Mendengar komentar Peter yang lainpun langsung tertawa kecuali Toni.


Toni sebagai bagian tehnisi lapangan dia pun membenarkan ucapan Peter tadi.


Andi sambil tersenyum berkata,


"Di sini gak sama dengan New York dimana semua cuma kamu dan wakil mu yang mengawasi semua proses."


"Makanya kamu harus segera mungkin melakukan perekrutan, orang orang berbakat yang bisa kamu percaya dan arahkan sesuai keinginan, yang kita rencanakan..'


"Bekerja lah dalam teamwork, maka semua akan jadi mudah."

__ADS_1


"Ubah orientasi kalian dari pengawasan langsung, menjadi pengawas lewat laporan bawahan."


"Dengan di bantu monitor CCTV dan lain lain semua akan jadi mudah.."


ucap Andi menjelaskan.


Peter dan yang lainnya mengangguk, menyetujui nasehat Andi.


Nicole diam diam sambil nyetir ngelirik kearah Andi dengan penuh kagum.


"Nicole boleh tolong pinggirkan mobil kita sebentar, aku ingin melihat lihat proses finishing di sebelah sana."


Nicole mengangguk dia memarkirkan mobilnya, lalu mereka semua turun dari mobil berkeliling, melihat lihat tukang tukang yang sedang bekerja.


Setelah berkeliling dan melakukan pengamatan.


Andi pun berkata ke Nicole,


"Nicole aku ingin berbicara sedikit dengan kepala proyek pengerjaan konstruksi pembangunan pabrik ini bisa. ?"


Nicole mengangguk dan berkata,


"Bisa, bentar ya pak Andi.."


Nicole langsung melakukan panggilan telepon, tak lama kemudian, dia berkata.


"Pak Yang kamu di mana ? aku sedang ada di blok A 7 kamu bisa kemari sebentar..?"


ucap Nicole kemudian mematikan HP nya.


Lalu dia menoleh kearah Andi dan berkata,


"5 menit Pak Yang akan kemari."


Andi sambil menganggukkan kepalanya, dia kembali berkeliling dengan menggerakkan kursi roda nya sendiri.


Terkadang Andi bertanya ke para tukang yang sedang bekerja itu.


Tapi Andi hanya bertanya, tidak memprotes maupun menyuruh mereka begini dan begitu.


Tidak sampai 5 menit seorang pria yang mengenakan seragam proyek, lengkap dengan sepatu boot dan helm proyek.


Datang ketempat mereka menggunakan sebuah sepeda, setelah memarkirkan sepedanya, sambil tersenyum lebar.


Dia berjalan menghampiri Nicole, dan berkata,


"Nona besar Wang apa kabar ? kenapa anda bisa ada disini ?"


Andi diam diam melirik kearah Nicole, Andi yang cerdas dari ucapan kepala proyek Yang.

__ADS_1


Dia sedikit curiga jangan-jangan Nicole adalah putrinya Bos Wang sendiri, yang sedang menyamar menjadi asisten ayahnya sendiri.


Tapi Andi tidak berkata apa-apa, justru bagi Andi bila benar Nicole adalah putrinya Bos Wang, dia malah senang.


Jadi semuanya akan jadi transparan, dan Bos Wang bisa memberikan penilaian langsung lewat laporan putri nya.


Tapi reaksi Nicole berbeda,


Dia langsung mendeliki kepala proyek Yang, sehingga kepala proyek itupun langsung bungkam.


"Begini pak Yang, ini saya mau perkenalkan direktur utama, yang nantinya akan bertanggung jawab penuh atas pabrik otomotif yang akan di bangun disini."


"Beliau adalah pak Andi Huo, Pak Andi Huo ingin berbicara sedikit dengan pak Yang.."


ucap Nicole memberi penjelasan, sekaligus memperkenalkan jabatan Andi.


Andi hanya tersenyum dan mengangguk kan kepalanya, kearah Pak Yang, lalu dia mengulurkan tangannya menyalami Pak Yang.


Setelah berbasa-basi sejenak memuji muji kemampuan dan cara kerja anak buah pak Yang.


Selanjutnya Andi baru mulai mengemukakan berbagai hal dan tata letak ruangan yang akan lebih memudahkan proses produksi nya kelak.


Dari hal umum hingga hal hal terkecil Andi memberikan pendapatnya ke Pak Yang, begitu juga Peter dan Toni.


Mereka berdua pun ikut terlibat memberikan pendapat mereka, yang di catat oleh pak Yang satu persatu.


Andi pengamatan nya benar benar sangat detil hingga hal hal terkecil, seperti pinggiran tembok atau pun les pinggir kaca ruangan dan tembok di bawah jendela.


Andi menyatakan jangan di buat datar, tapi dibuat miring agar debu yang nempel lebih mudah di bersihkan.


Pak Yang sendiri diam diam sangat kagum dengan jalan pikiran Andi, termasuk letak stop kontak listrik yang di minta di pasang di atas, jangan di bawah, untuk menghindari bila saat banjir lubang stop kontak tidak terendam banjir.


Setelah Andi Peter dan Toni selesai menyampaikan pendapatnya, pak Yang pun, dengan hati-hati menyampaikan ulang apa yang mereka pesan dan telah di catat olehnya.


Setelah berunding apa yang bisa dan tidak bisa, dan menyampaikan apa yang menjadi keputusan mereka bersama.


Pak Yang meminta dengan Sopan agar Andi Peter dan Toni membubuhkan tanda tangan persetujuan pelaksanaan proyek yang mereka pesan.


Andi diam diam sangat kagum dengan cara kerja pak Yang, yang sangat teratur dan rapi.


Tidak terlihat kesan asal asalan,


Pantas saja pekerja pelaksana di bawahnya sangat semangat dan berdedikasi dalam bekerja.


Dan yang membuat Andi kagum, Pak Yang sangat low profile, dia kemana mana menggunakan sepeda untuk keliling peninjauan proyek.


Bila hal ini terjadi di kota asalnya, Andi yakin seorang kepala proyek yang begini besar.


Pasti tidak akan bersedia berkeliling dengan sepeda, mereka pasti akan datang kelokasi seperlunya saja.

__ADS_1


Sisanya diserahkan ke mandor bangunan, mereka datang dari pergi pasti akan menggunakan mobil.


__ADS_2