AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
MARCEL SIKRIBO BROKOLI


__ADS_3

Sejenak suasana menjadi hening, Andi dan Viona masih berpelukan, masing-masing seolah berat melepaskan nya.


Andi yang menyadari ini sudah sangat malam, Viona tentu sudah capek lelah ingin beristirahat.


Kalau mereka sampai digerebek warga, ini bisa merusak masa depan Viona.


Dengan mengeraskan hati, Andi memberikan sebuah ciuman lembut dibibir Viona.


Andi hanya menyentuhnya dengan lembut, setelah itu dia melepaskan pelukannya dan menjauh dari Viona sambil berkata,


"Vi sudah malam kamu masuklah istirahat, barang-barang di motor jangan lupa di bawa."


"Aku pulang dulu, sampai ketemu besok bye Miss U..."


Viona mengangguk dan berkata,


"Pulang lah di, makasih sampai ketemu besok Miss U To."


Viona menatap bayangan punggung Andi, hingga menghilang dari garasi, dia baru mengambil barang dan makanan yang tergantung di motornya.


Setelah itu, dia pun melangkah masuk kedalam kost-kostsan nya yang sudah sepi.


Melihat lampu kamar Santi yang masih menyala, Viona memanggil Santi dengan suara tertahan..


"San..! San..! sudah tidur kah..?"


Terdengar suara pintu dibuka dari dalam, kemudian Santi menongolkan kepalanya.dari balik pintu dan berkata,


"Gila loe ya, pergi dari pagi baru pulang sekarang ? kemana aja kalian ?"


"Jalan-jalan lah ..."


ucap Viona dengan mimik lucu, sambil mengangkat kantong ditangannya di depan muka.


Santi tersenyum, sambil menggelengkan kepalanya dia berkata,


"Ayo masuk,"


kemudian dia membuka pintu lebih lebar, agar Viona bisa masuk ke kamarnya.


Viona langsung mencari posisi duduk yang nyaman di kasur Santi, sambil memeluk guling Santi, dia duduk bersandaran ke tembok.


Setelah menutup pintu, Santi pun berkata,


"Ku pikir kamu gak kan pulang lagi, nginap di sana, besok aku tinggal menghadiri acara kalian di penghulu jadi saksi.."


ucap Santi sambil tertawa.


Viona langsung menimpuk Santi dengan boneka didekatnya.


Santi menyambutnya sambil tertawa,


"Eit jangan rusak properti ku ya ... kamu sih enak, ada Andi buat dipeluk, "


"Lah aku cuma hanya ada ini, kalau rusak, siapa yang akan menemani malam ku yang sepi .?"


Viona sambil tertawa berkata,


"Lah Marcel kan ada..?"


"Ogah si kribo brokoli itu Ihh jijik.."


ucap Santi sedikit bergidik membayangkan Marcel..

__ADS_1


Viona tertawa lebar dan berkata,


"Jangan suka begitu, tar jodoh benaran loh.."


"Hoeekk...! Hoeekk..! Pei...Pei..Pei..! gak Sudi aku.."


ucap Santi sedikit ngeri membayangkan si Marcel.


Dia langsung membayangkan, kelak dia di kelilingi oleh 3 bocah laki dan 1 bocah perempuan, yang semuanya berambut mirip Marcel.


Dia seolah-olah melihat sekumpulan brokoli hitam, sedang menari-nari di dekatnya.


"Ihhhh ..!"


teriak Santi ngeri, badan nya sedikit mengigil dan bergidik mirip orang habis pipis.


Viona tertawa ngakak melihat reaksi Santi.


Marcel adalah cowok yang sekelas dengan mereka, dia kelihatannya menyukai Santi, setiap hari selalu memberikan coklat ke Santi.


Tidak perduli bagaimana Santi menolak nya,


dia tetap akan berikan ke Santi sebatang SQ.setiap harinya.


Hal inilah yang membuat Santi sering mendapatkan ledekan dari teman-teman nya yang lain.


Hal in membuat Santi semakin alergi dengan kehadiran Marcel yang terus mendekatinya.


Dari kejadian ini, yang paling beruntung adalah Pei Pei si gendut, yang juga menjadi teman akrab Santi dan Viona.


Dia selalu mendapatkan jatah SQ gratis dari Santi, hampir setiap hari.


Santi mengobrol dan mendengarkan cerita Viona sambil makan bungkusan makanan, yang di bawa oleh Viona untuknya.


Sehingga Santi terlihat makan dengan lahap, tanpa berani memubajirkan makanan tersebut.


Santi makan dengan lahap dan tak berhenti memuji kelezatan makanan tersebut.


Viona di dalam hati tertawa senang, melihat reaksi sahabat nya yang polos.


Keesokan paginya, saat Andi keluar dari kelas perkuliahan nya, terlihat seorang gadis berdiri bersandarkan tiang beton, sedang tersenyum manis kearah Andi.


Melihat gadis yang menunggu nya di sana, hati Andi sangat bahagia hingga tidak bisa berkata-kata.


Andi melangkah mendekati gadis itu yang tak lain adalah Viona.


Karena Viona masuk lebih awal perkuliahannya, jadi saat selesai duluan, dia langsung datang mencari dan menunggu Andi di depan kelas nya.


Melihat Andi berjalan menghampirinya, Viona langsung maju merangkul lengan Andi dengan mesra dan berkata,


"Kita kemana nih,? sekarang baru jam 9.30 perkuliahan ku baru di mulai jam 12 nanti."


Andi sambil tersenyum berkata,


"Santi mana kok gak kelihatan..?"


"Kenapa kangen sama Santi ? ya sudah sana ke lantai dua, dia di sana kok.."


ucap Viona sewot, sambil melepaskan pelukannya, dan memunggungi Andi dengan bibir cemberut.


Andi tersenyum lebar, menanggapi sikap Viona yang justru membuat nya merasa bahagia.


"Vi kamu jangan salah paham, aku mencari Santi ingin minta tolong ke dia."

__ADS_1


"Aku ingin dia ikut ke tempat pertandingan badminton Kamis malam nanti, aku tidak bisa tenang bertanding, kalau ada pria lain yang mendekati mu."


"Kalau ada Santi kan, dia bisa menemani dan menjaga mu, saat aku tanding nanti.."


ucap Andi memberi penjelasan.


Viona membalikkan badannya dan tersenyum manis sambil berkata,


"Baiklah ayo kita cari Santi di lantai dua.."


Andi mengangguk, mereka berdua pun berjalan bergandengan tangan menuju lantai dua.


Di mana mereka langsung melihat Santi sedang berdiri menatap kearah lapangan basket, ditemani oleh seorang pria berambut kribo berkulit hitam seperti arang.


"Vi siapa pria itu, pacar baru Santi ya ?"


ucap Andi sambil tersenyum.


Viona tertawa dan berkata,


"Namanya Marcel orangnya lucu dan nekad,


Dia berasal dari IJ, mungkin pertukaran pelajar, aku juga kurang jelas."


"Yang aku tahu dia menyukai Santi.."


ucap Viona sambil tertawa..


Andi memandang Viona dengan serius dan berkata,


"Terus Santi membalasnya ?"


Viona mencubit lengan Andi dengan gemas dan berkata,


"Ya gak lah, kamu pura-pura bego apa ? yang Santi suka kan cuma kamu.."


Andi hanya meringis kecil menahan sakit cubitan Viona, mendengar penjelasan Viona.


Andi pun berkata,


"Aku sungguh berharap Santi bisa menemukan pria lain mendampingi, mencintai, dan menyayangi nya."


"Aku tidak mungkin, hati ku seumur hidup ini, selain kamu tidak bisa di isi gadis lain lagi.."


ucap Andi serius.


Viona tertawa senang, dia menarik tangan Andi dan berkata,


"Ayo kita hampiri mereka.."


Andi mengangguk pasrah mengikuti tarikan Viona.


"San..! San...! San...! lihat siapa yang datang..!"


teriak Viona dari jauh sambil melambaikan tangannya kearah Santi.


Melihat kedatangan Andi, Santi sangat terkejut dan grogi, dia tidak tahu mau berkata apa soal Marcel, yang menyebalkan dan terus memaksa bersama nya.


Seperti lalat yang sudah di usir, tapi tetap aja nekad terus menempel tidak mau pergi.


Andi tersenyum lembut dan berkata,


"Apa kabar San ?"

__ADS_1


__ADS_2