
"Terpikir lah tentunya, lihat saja tadi saat kita mau masuk komplek, yang mobil hanya cukup klakson langsung dikasih lewat dan di beri hormat lagi."
"Lah kita, udah isi buku tamu dan di catat dan ditanya ini itu, ID masih aja di tahan, benar benar kebangetan."
"Tiba di sini sama aja, yang mobil boleh bebas parkir, tiba di motor, di suruh parkir di sini.. tempat yang anjing pun males lewat.."
keluh Berry mengeluarkan unek-unek nya."
"Tapi mau gimana lagi,? saat ini.duit ku masih jauh dari cukup untuk beli sebuah mobil mewah seperti Lamborghini."
"Bahkan duit mu saja belum cukup, apalagi duit ku.."
ucap berry terus terang.
"Jadi terpaksa terima nasib lah bro.."
ucap Berry sambil nepuk pundak Andi.
"Beli yang bekas emang gak dapet ya ?"
tanya Andi polos.
Berry tertawa sambil merangkul bahu Andi dan berkata,
"Untuk beli ban nya saja mungkin cukup duit ku.."
"Gini bro,.. harga barunya sekitar 9M sedangkan harga bekasnya sekitar 3M, sedangkan harga seri terbarunya yang seperti di sana itu.."
ucap Berry sambil menunjuk kearah sebuah mobil yang terparkir di depan rumah mewah itu.
"Itu harganya mencapai 37M,
Jadi kesimpulannya aku tidak sanggup beli, hanya sanggup berkhayal dan mengikuti informasi nya saja."
"Tapi kalau kamu berminat kurasa yang bekas kamu masih sanggup, gimana klo kamu yang beli."
"Biar aku jadi sopir gratis untuk mu ? gimana ? deal..?"
ucap berry semangat sambil mengulurkan telapak tangannya kedepan wajah Andi.
Andi menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Aku tidak bisa berr, uang ku tidak boleh di gunakan sembarangan.."
"Itu adalah uang yang akan di gunakan untuk menolong nya, aku mana boleh menghamburkannya sembarangan.."
Berry sudah tahu persis cerita tentang Andi dan Viona, sehingga dia hanya bisa menghela nafas panjang dan berkata,
"Aku salut dengan mu bro, andai aku adalah perempuan, sumpah aku pasti akan menikah dengan mu.."
__ADS_1
"Dasar menjijikkan Hoeekkk..!...amit amit..!"
ucap Andi langsung menjauh.
Berry tertawa tawa melihat reaksi Andi.
Mereka berdua sambil bercanda masuk kedalam rumah mewah tersebut.
Tapi saat ingin masuk mereka kembali di hentikan oleh bodyguard tadi.
Mereka menatap Andi dan berry dengan tatapan penuh kecurigaan.
Tapi saat Berry menunjukkan kartu anggotanya, mereka baru tersenyum dan berkata,
"Maafkan sikap kami, ini demi keamanan agar wartawan tidak menyusup kemari.."
Berry tersenyum dan berkata,
"Tidak apa-apa kalian hanya menjalankan tugas, kami mengerti."
Padahal di dalam hati, berry memaki-maki, "dasar biadab bilang aja karena kami datang naik motor."
"Emangnya bila wartawan ingin kemari dan tahu lokasinya, mereka bisa masuk sampai kesini, bos mu juga tidak bodoh dasar Taul.."
"Tanpa memiliki kartu anggota, mereka juga tidak bisa melewati gerbang depan yang berpagar besi otomatis.'
"Taruhlah mereka bisa masuk kemari, mereka juga tidak akan bodoh sampai datang kesini naik motor."
tapi semua ini tentu saja, hanya Omelan dalam hati Berry, yang kesal dengan realitas hidup yang berlaku di jaman edan ini.
Manusia pertama di lihatnya dari penampilan dan cara berpakaian, setelah itu baru bawaannya apa..
Tidak perduli orang itu kaya atau kere, dengan penampilan itu, mereka akan dapatkan penghormatan dari para anjing penjaga dan penjilat ini..
Berry yang tentu saja pernah datang kemari, dia sangat mengenali lokasi yang sedang mereka masuki.
Tanpa kesalahan Berry berhasil mengajak Andi tiba di lokasi tempat pertarungan, yang di adakan di dalam sebuah kolam renang, yang airnya sudah di keringkan.
Hanya di bagian paling dalam dari kolam tersebut di genangi air setinggi lutut.
Berry langsung bergerak menuju panitia dan mencoba mendaftarkan Andi.
Begitu mendengar berry datang mewakili Andi, dengan penuh semangat panitia langsung memberikan daftar calon lawan Andi , yang ternyata mencapai 20 orang.
Berry memilih 3 orang dengan imbalan bayaran terbesar yaitu rata rata 500 juta per pertandingan.
Tapi saat meneliti pasar taruhannya berry sangat terkejut, ternyata Andi namanya mulai tenar, pasar taruhannya kini tidak seperti kemaren lagi.
Kini Andi hanya di hargai pasar taruhan 1 ; 2 saja.
__ADS_1
Setelah menemukan 3 lawan buat Andi dan mendaftarkan nama Andi.
Berry pun mulai bergerak mencari informasi tentang lawan lawan Andi.
Setelah mendapatkan data yang cukup akurat dan lengkap Berry pun bergegas pergi mengabari Andi.
"Di,.. lawan pertama mu adalah the Blade, dia adalah juara bertahan 5 kali.
Keunggulan nya, adalah pergerakan tangan dan kakinya setajam pedang.
Untuk itu kami harus berhati-hati, agar jangan sampai terbelah dua, oleh setiap serangan nya yang sangat mematikan.
Setelah menyampaikan informasi yang dia ketahui di ruang ganti
Andi dan Berry pun melangkah mendekati arena.
Saat namanya disebut, Andi pun melompat kedasar kolam renang dan mendarat dengan ringan di dalam sana.
Menanti kedatangan lawannya dengan sangat tenang.
Saat Blade sudah tiba, dan langsung ikut melompat ke dalam kolam renang kosong itu.
Andi melihat Blade adalah seorang pria berkulit hitam, yang sepertinya adalah ahli pedang.
Karena peraturan di sini adalah bertarung tanpa senjata.
Blade terpaksa maju dengan menggunakan sepasang kaki dan tangan nya yang setajam sebuah pedang langka.
Blade adalah seorang pria kulit hitam yang bertubuh tinggi kekar dan atletis.
Begitu wasit memberi kode, dengan cepat Blade bergerak menyerang Andi, dengan tebasan kedua tangannya yang sampai mengeluarkan suara mencicit.
Andi tidak berani berayal, dia selalu memilih menghindari setiap serangan yang Blade lepaskan kearahnya.
Andi kembali menggunakan Langkah menyesatkan, untuk menghindar dan memperhatikan setiap gerakan serangan yang di lepaskan oleh the Blade.
Setelah mempelajari beberapa saat, Andi baru mulai membalas menyerang.
Di suatu kesempatan, saat The Blade menebaskan tangannya secara miring dari atas kebawah, mengarah ke leher dan bahu Andi, mirip bacokan pedang katana yang sedikit di miringkan.
Andi memiringkan tubuhnya, sehingga Sambaran itu lewat di samping tubuhnya,
Dengan sigap Andi menendang tangan yang sedang menebas Kebawah dengan kaki kirinya.
Sedangkan kaki kanannya bersarang dengan tepat kearah dagu The Blade.
Blade langsung terpental kebelakang, tapi sebelum dia jatuh rebah keatas tanah, dia sempat memberikan sebuah sabetan tendangan kearah dada Andi.
Baju di bagian dada Andi langsung robek besar, kulit dada sampai ke perut Andi mengalami luka gores yang cukup dalam, dan terus menerus mengucurkan darah.
__ADS_1
Blade yang terpental jatuh keatas tanah, langsung melenting kan tubuhnya bangkit berdiri dalam posisi siaga menghadapi serangan berikutnya dari Andi.
Andi kembali mulai melangkah mengelilingi, the Blade yang berdiri di tengah tengah dalam posisi siaga.