
Andi terkejut saat melepaskan pegangan tangan Susi yang halus dan lembut, di dalam telapak tangannya ada selembar kertas kecil yang berisi nomor HP dan Wa Susi.
Andi buru-buru memasukkan tangannya kedalam saku celana.
Susi sebenarnya sangat cantik, orangnya tinggi putih dan langsing, wajahnya sangat mirip dengan artis cantik BCL.
Tapi di dalam pandangan Andi, Susi hanya seorang atlit badminton yang mengagumkan permainannya, tak ada perasaan lebih.
Tentu tidak bisa di bandingkan dengan Viona kekasih idamannya itu.
Andi kembali kepinggir lapangan menghampiri Sarah dan berkata,
"Selanjutnya lawan kita siapa Sar..?"
"Belum tahu di, tapi di papan daftar pemain yang lolos ada pasangan Wiwi dan Lili."
"Semoga saja kita tidak langsung bertemu mereka."
"Kenapa emangnya, ?"
tanya Andi sambil membereskan barang-barang perlengkapannya kedalam tas.
Karena ada kemungkinan mereka akan pindah ke lapangan lainnya.
Sarah menatap Andi dengan heran dan bertanya,
"Kamu hoby badminton, kenapa bisa tidak mendengar nama mereka..?"
Andi nyengir dan berkata,
"Aku cuma asal tepak saja, aku mana kenal dengan atlit-atlit badminton..."
Sarah tertawa dan berkata,
"Asal tepak, kamu pikir lagi pake raket anti nyamuk.."
"Wi Wi dan Lili itu atlit nasional yang sudah berulang kali tampil di ajang kejuaraan dunia."
"Mereka sudah sempat memenangkan beberapa kali pertandingan bergengsi di ajang pertandingan dunia.."
"Kalau Susi sepupu Rio tadi, adalah atlit pemain tunggal, kalau Wi Wi dan Lili ini justru adalah atlit ganda campuran asli."
"Mereka pagi siang malam selalu berpasangan, jadi kekompakannya sudah tidak bisa di ragukan lagi."
Andi sambil tertawa berkata,
"Maksud mu mereka pipis dan boker pun sama-sama ?"
"Iss dah.., aku serius nih.."
ucap Sarah sewot.
Andi tertawa dan berkata,
"Sudah jangan sewot lagi, nanti tambah cantik, kaki ku bisa lemas."
Sarah tertawa senang,.. sambil memukul lengan Andi dia berkata,
"Dasar gombal.."
Mereka berdua sambil tertawa dan bercanda berjalan menuju bangku penonton, di mana Viona dan Santi duduk menunggu.
"Sar kamu serius gak mau nyicip sedikit, ? aku ada simpan beberapa bakso untuk kalian berdua.."
__ADS_1
ucap Viona sambil tersenyum lebar.
"Kamu serius..? di dalam gedung ini dilarang keras bawa makanan loh ."
"Kamu simpan di mana tuh barang ?"
tanya Sarah penasaran.
Sambil tertawa nakal Viona membuka tasnya dan menunjukkan sebungkus plastik transparan yang terlihat jelas baksonya.
Wangi semerbak bikin laper pun keluar, begitu tas Viona di buka.
"Aduh ampun deh..kamu Vi, tapi wanginya bikin gak kuat deh.."
ucap Sarah tak berdaya.
Andi sambil tersenyum berkata,
"Udah kalian bertiga ke depan sebentar, makan dua tiga biji bakso, rasanya gak kan masalah.."
"Biar aku yang menunggu pengumuman pertandingan selanjutnya."
"Nanti aku akan nelpon kamu bila ada perlu."
"Makasih ya di.."
ucap Sarah sambil tertawa gembira.
Lalu mereka bertiga buru-buru keluar dari gedung.
Sampai di depan Sarah makan dengan lahap, tapi dia hanya berani makan 4 butir bakso ukuran kecil saja.
Dia takut kekenyangan, bila makan bakso jumbonya, sehingga bisa mengganggu pertandingan selanjutnya.
"Vi makasih ya.."
ucap Sarah sambil mengembalikan bungkusan yang masih ada mie bihun dan bakso gedenya ke Viona.
Viona tersenyum dan berkata,
"Ahh santai saja, tadi kebetulan Andi beli tiga mangkok, daripada mubajir jadi aku simpan satu bungkus buat kalian, jaga-jaga kalau ada yang lapar.."
"Nih minum dulu,"
ucap Viona sambil memberikan sebotol air mineral ke Sarah.
Sarah menerimanya sambil tersenyum dan langsung meminumnya.
Di dalam hati Sarah berpikir kedua saingannya ini, meski sedikit ceplas-ceplos, tapi mereka merupakan teman yang baik.
Mereka bukan orang munafik, yang seringnya menilai pertemanan dari tebal tipisnya kantong.
Sarah di dalam hati memutuskan, dia akan mencoba menerima pertemanan dengan mereka kelihatannya asyik.
"Yuk kita kembali kedalam jangan kelamaan.."
ucap Santi memotong percakapan Viona dan Sarah.
Mereka bertiga pun kembali kedalam, tapi baru saja mereka masuk, HP Sarah bunyi.
Saat di lihat panggilan datang dari Andi, Sarah pun buru-buru mengangkatnya dan berkata,
"Ya di,... kami baru saja masuk, kamu di mana ?"
__ADS_1
"Lapangan 7, tebak siapa lawan kita ?"
tanya Andi sambil tertawa.
"Jangan bilang lawan kita Wi Wi dan Lili."
tanya Sarah terkejut.
Terdengar suara tawa Andi diseberang sana, dan berkata.
"Tepat sekali jawabannya.." Ha..ha..ha..ha..!"
"Dasar,... masih bisa tertawa..."
"Ok aku kesana sekarang.."
jawab Sarah panik sambil buru-buru melangkah ke lapangan 7.
Santi dan Viona mengikutinya sambil bertanya,
sebenarnya apa yang terjadi.
Sarah pun menjelaskan perihal lawan mereka saat ini.
Mendengar penjelasan Sarah, meski mulut meminta Sarah tenang dan percaya diri.
Tapi dihati Santi dan Viona sangat deg-degan, dan tegang.
Ini pertandingan masih semi final, tapi sudah mirip final saja.
Semua penonton sudah duduk menunggu di lapangan 7, siap menantikan duel maut Andi Sarah melawan pemain Nasional, yang sudah sangat terkenal namanya.
Santi dan Viona sedikit kesulitan mencari tempat duduk, tapi akhirnya mereka berhasil menemukan tempat duduk, meski duduknya sedikit jauh.
Andi sedang bersiap-siap turun kelapangan, tapi matanya tak pernah lepas dari Viona, yang sedang kesulitan mencari tempat duduk.
Setelah Viona berhasil menemukan tempat duduk, Andi baru bisa dengan tenang masuk kedalam lapangan pertandingan.
Karena Andi tadi sengaja memperlambat gerakannya, menunggu Viona mendapatkan tempat duduk.
Maka begitu masuk ke lapangan, undian siapa yang berhak mendapatkan servis pertama pun langsung di mulai.
Andi beruntung memenangkan servis pertama, Andi menggunakan raket barunya, raket bekasnya yang berat di simpan nya dulu.
Rencananya dia baru akan gunakan raket itu, saat babak penentuan nanti.
Pertandingan di mulai dengan Andi memberikan servis ke Wi Wi, begitu servis bola pendek Andi lepaskan.
Secepat kilat Wi Wi langsung maju memberikan tekanan kearah kiri Sarah.
Begitu Sarah mengangkat bola keatas, Lili langsung melakukan Smash keras Ke arah kanan Sarah.
Kedua orang ini sudah mempelajari pertandingan Andi dan Sarah, di pertandingan sebelumnya.
Jadi mereka sudah tahu kelemahan Team Andi Sarah, jadi begitu mulai mereka langsung memberikan tekanan.
Sarah berhasil menangkis Smash keras, yang Lili lepaskan, tapi karena kurang sempurna, bola sedikit tanggung.
Wi Wi tidak menyia-nyiakan kesempatan, dia segera maju melompat sambil melepaskan pukulan keras dan mematikan kearah Andi secara mendadak.
Tidak ada yang melihat bagaimana Andi menangkis bola tersebut, tahu-tahu bola sudah terbang ke ujung kanan Wi Wi.
Wi Wi sangat terkejut, posisi nya, tidak memungkinkan dia untuk mengambil bola tersebut.
__ADS_1
Untungnya Lili bergerak cepat menyambut bola tersebut.