AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
HUA LUNG JIE


__ADS_3

Berry saat tiba di depan gedung kantor Andi, karena tidak memiliki tanda pengenal, dia kesulitan untuk masuk.


Petugas keamanan tidak mengijinkan Berry masuk, meski Berry menunjukkan kartu anggota nya yang di New York ke mereka.


Dan menjelaskan dia adalah teman Andi pimpinan gedung tersebut.


Tapi petugas keamanan tetap bersikeras, tidak mengijinkan Berry untuk masuk.


Hal ini karena berita tentang Andi korupsi dan masuk penjara, sudah tersebar kemana-mana, bahkan hingga petugas keamanan level rendah sekalipun, sudah mendengar tentang kasus ini.


Karena menemui titik buntu, Berry terpaksa menghubungi Nicole.


Begitu tersambung terdengar suara heran dari Nicole.


"Ya,.. halo dengan siapa ya ?"


"Nicole,.. ini aku Berry teman dekat Andi, Direktur operasional Andi Automotif cabang New York."


"Ya ada apa ya Pak berry,? kamu di mana saat ini ?"


"Aku saat ini ada didepan gedung kantor Andi, Andi menyuruh ku membereskan barang-barang pribadinya.."


"Tapi satpam di sini tidak ijinkan aku untuk masuk, karena tidak punya kartu anggota.."


ucap Berry memberi penjelasan ke Nicole.


"Baik gak masalah, kamu tunggu di sana."


"Sekarang juga aku akan meluncur kesana.."


ucap Nicole lalu memutuskan sambungan telpon nya..


Tidak sampai setengah jam, Berry yang sedang berdiri di depan pos satpam,. tiba-tiba di kejutkan oleh klakson mobil BMW warna putih.


Berry buru buru menoleh kearah mobil yang mengklakson nya barusan.


Saat kaca mobil BMW putih itu diturunkan, Berry langsung berdiri bengong menatap sesosok wajah cantik di hadapannya.


"Berry kan ? ayo cepat masuk,.. jangan bengong aja.."


ucap gadis itu sambil tersenyum.


"Ehh ohh iya,.."


ucap Berry gugup.


Lalu buru buru berlari memutari mobil tersebut, dan membuka pintu mobil, lalu duduk di sebelah Nicole yang sedang mengemudikan mobil tersebut.


"Kenalkan Nicole Wang Ling,"


ucap Nicole sambil menyodorkan tangan nya yang putih dan halus kehadapan Berry.


Berry buru buru menyalaminya dan berkata,


"Berry,.. maaf nona Wang aku jadi merepotkan mu.."


"Gak perlu sungkan, bisnis papa ku di New York masih mengandalkan mu.."


"Jadi bila perlu apa jangan sungkan katakan saja, bila aku bisa aku pasti akan membantu.."

__ADS_1


Berry tersenyum lebar dan berkata,


"Kalau begitu aku tidak akan sungkan lagi, habis ini bisa tidak Nicole mengantar ku ke alamat ini..?"


Nicole melihat sebentar alamat tersebut dan berkata,


"Bisa,.. Kalau boleh tahu Berry mau kesana cari siapa ?"


"Tempat itu sedikit kumuh dan banyak premannya.."


ucap Nicole sambil membawa mobilnya melewati pos satpam begitu saja,


Nicole langsung membawa mobilnya menuju basemen parkir mobil.


"Biasa tugas dari Bos Andi lagi, bila bukan dari dia, aku yang baru tiba mana tahu soal tempat itu ."


Nicole mengangguk kecil, sambil memarkirkan mobilnya, dia pun berkata.


"Yuk kita keatas, kantor kak Andi ada di lantai 100.."


Berry mengangguk kemudian dia pun turun dari mobil Nicole, mengikuti Nicole menuju lift yang langsung membawa mereka ke lantai 100.


Setiba di lantai 100 Nicole pun melangkah keluar dari lift diikuti oleh Berry yang berjalan di sampingnya.


Nicole menyapa Vera dengan santai, lalu membuka pintu ruang kerja Andi, melangkah masuk kedalam.


Suasana di kantor Andi terlihat sepi, hanya ada tumpukan berkas yang semakin menggunung setelah Andi tidak ada di tempat.


Dengan di tahannya Andi, dan ke 4 orang kepercayaan Andi resign, sebenarnya perusahaan ini dalam masalah besar.


Dengan lumpuhnya perusahaan ini, Bos Wang seperti sedang dipotong tangan kanannya oleh lawan bisnisnya.


Nicole berharap lewat bantuan Berry, masalah yang di alami oleh Andi bisa cepat di atasi.


Selagi Berry mulai sibuk membereskan barang Andi, Nicole melakukan panggilan ke Bodyguard ayahnya..


Begitu tersambung, Nicole pun berkata,


"Paman Fei, aku sekarang ada di kantor Andi Automotif Company.."


"Bisa tidak paman segera kemari, karena sebentar lagi aku harus pergi ke Hua Lung Jie,. aku membutuhkan pengawalan paman di sana.."


"Baik nona besar, ditunggu,.. aku segera kesana."


ucap Afei cepat.


Setelah menutup telpon nya, Afei memberi kode pada tiga rekannya yang lain.


Mereka langsung bergerak cepat.masuk kedalam mobil dan bergerak menuju Gedung kantor Andi Automotif Company.


Berry membereskan dengan hati hati semua barang Andi, terutama dua barang Kramat itu, patung dan jam tangan, karena berry paham betul.


Betapa pentingnya kedua barang itu bagi Andi.


Setelah beres, Berry baru mencari rak buku tingkat ketiga dan buku kuning yang Andi maksud.


Dengan tanpa kesulitan, Berry menemukan yang di carinya dan menyimpannya secara hati hati.


Setelah beres baru berkata ke Nicole yang terlihat sedang sibuk mengerjakan tugas Andi.

__ADS_1


"Ayo nona Wang, kita lanjut ke Hua Lung Jie."


Nicole mengangguk dan berkata,


"Sebentar kita tunggu paman Afei kemari dulu baru kesana,."


Berry mengangguk, lalu dia pun duduk membantu memeriksa beberapa berkas yang ada di meja dekat sofa penyambut tamu.


Beberapa waktu berlalu hingga terdengar bunyi pintu di ketuk,


"Tok,..Tok,..Tok,..!"


"Silahkan masuk,!'


jawab Nicole.


Pintu terbuka terlihat Vera masuk kedalam ruangan sambil membawa 4 orang pria bertubuh sedang berambut cepak pendek.


"Nona Nicole, mereka sudah tiba.."


ucap Vera hormat.


Nicole tersenyum dan berkata,


"Bukan masalah, kembalilah ketempat mu Vera."


Setelah itu sambil tersenyum Nicole menoleh kearah ke 4 pria itu, dan berkata,


"Paman kalian sudah datang, ayo kita berangkat sekarang.."


Keempat orang itu hanya mengangguk, tanpa banyak bersuara.


"Ayo Berr kita lanjut.."


ucap Nicole santai


Berry dengan gembira segera bangun dari duduk nya.


Lalu mengikuti Nicole meninggalkan tempat tersebut.


Di belakang Berry mengikuti 4 orang pria berwajah dingin..


Sesaat kemudian terlihat 2 mobil BMW hitam dan putih bergerak meninggalkan gedung kantor Andi Automotif Company.


Kedua mobil itu langsung bergerak memasuki kawasan Hua Lung Cie, saat tiba di gerbang jalan, kedua mobil mewah itu terpaksa di parkir ditepi jalan.


Karena untuk memasuki Kawasan yang ramai dan padat penduduk itu, mereka terpaksa meneruskan perjalanan dengan berjalan kaki.


Kehadiran Nicole yang sangat cantik dan seksi, tentu langsung mengundang perhatian orang orang kasar dan preman di sana.


Tapi mereka tidak berani bergerak sembarangan mencari masalah, saat melihat 4 orang berambut cepak, berwajah dingin berjalan mengawal Nicole dan Berry.


Berry menelan ludahnya sendiri, saat melihat suasana sekitarnya.


Di dalam hati Berry sangat bersyukur. Dia tadi menghubungi Nicole.


Bila dia tadi langsung datang ketempat ini seorang diri, sebelum bertemu dengan pak Kho, dia pasti sudah babak belur di hajar orang orang yang ada di sekitar mereka.


Saat mereka sedang berjalan, tiba-tiba dari arah depan ada seorang pria yang berlari kencang sambil merangkul sebuah tas, dia langsung menerjang kearah nicole

__ADS_1


__ADS_2