
Andi menghampiri semua wanita tua muda hingga gadis kecil.
Beberapa gadis muda bahkan yang ada pacar di sampingnya, mereka sedikit kaget dan malu malu, dengan wajah merah mereka menerima bunga dari Andi.
Bahkan pria di samping mereka sempat dongkol dan ingin memarahi Andi.
Tapi saat mereka melihat Andi, bukan hanya memberikan kepada wanita di samping mereka saja.
Tapi hampir seluruh wanita yang naik di atas kapal wisata ini, semuanya menerima bunga dari Andi dan ucapan selamat yang sama, rasa dongkol mereka pun mereda, tidak jadi menegur Andi.
Nicole yang mengikuti Andi hanya bisa tersenyum dan menggelengkan kepalanya, melihat apa yang sedang Andi lakukan.
Dia pun kini mengerti mengapa Andi tidak memberikan semua mawar di tangan Andi untuk nya.
Rupanya Andi ingin berbagi kebahagiaan hari kasih sayang untuk semuanya, bukan hanya khusus untuk dirinya saja.
Ada rasa kagum dengan sikap yang Andi ambil, tapi juga ada sedikit rasa kecewa.
Karena dia sebenarnya sangat berharap Andi hanya memberikan perhatian untuk dirinya seorang saja.
Andi membagikan hingga bunga ditangannya nya habis, baru di menoleh kearah Nicole, dan berkata.
"Ayo kita kembali,.."
Nicole sambil tersenyum menganggukkan kepalanya, lalu dia maju menggandeng lengan Andi dengan manja.
Mereka berdua berjalan kembali ketempat duduk mereka sebelumnya.
Sambil duduk di samping Andi, Nicole menatap wajah Andi dari samping kemudian berkata,
"Di,.. apa rencana mu selanjutnya, bila proyek pabrik kedua selesai ?"
Andi menoleh menatap Nicole dan berkata,
"Tentu saja melanjutkan proyek ke 3 ke 4 dan selanjutnya dan seterusnya."
Mendengar jawaban Andi, Nicole pun menghela nafas dan berkata,
"Di,.. apa kamu tidak pernah berpikir untuk memiliki sebuah keluarga kecil..?"
Andi termenung, menatap kearah awan.
Setelah hening beberapa saat Andi baru berkata,
"Tentu saja ada, siapa pun pasti berharap akan ada seperti hari itu.."
"Tapi tidak semua orang bisa bernasib beruntung memilikinya.."
"Sayangnya aku adalah termasuk salah satu di antara orang yang kurang beruntung itu ."
"Mungkin aku sudah di ditakdirkan selamanya akan hidup sendirian, hingga waktu ku habis di dunia fana ini.."
Andi lalu menoleh menatap kearah Nicole dan berkata, sambil memaksakan sebuah senyum.
"Tapi tidak apa, aku tetap sangat bersyukur."
__ADS_1
"Karena dalam keadaan tersulit sekalipun, aku selalu memiliki sahabat sahabat baik, yang dengan setia selalu menemani ku melewati hari hari sulit ku.."
"Benar tidak ?"
ucap Andi sambil tersenyum.
Nicole menganggukkan kepalanya dan berkata pelan,
"Benar sekali di,.."
"Nicole hari ini kamu sibuk gak ? kalau gak aku ingin kamu temani aku jalan jalan mengenali tempat wisata di Nanjing bisa ?"
tanya Andi
Nicole tersenyum senang dan berkata,
"Tenang saja, semua bisa di atur.."
"Aku nanti akan meminta sekretaris ku merescedule kegiatan ku hari ini.."
Andi menatap kearah Nicole dengan serius dan berkata,
"Tidak apa-apa gitu ? kalau menganggu kita atur lain hari saja.."
Nicole menatap Andi dan berkata,
"Kenapa kamu tiba tiba ingin jalan jalan, agak tidak biasanya..?"
"Biasanya kamu selalu sibuk dengan kerjaan mu, hampir gak punya waktu buat bersantai.."
"Kamu benar, tapi itu dulu karena sedang rintis dan belum stabil.."
"Tapi kini beda, semua sudah stabil, pabrik kedua juga sudah jadi, berapa pun order yang datang kita sudah bisa penuhi, tanpa harus pusing lagi.."
"Aku juga sudah angkat beberapa orang kepercayaan, untuk menggantikan ku, aku hanya tinggal mengontrol saja."
"Karena banyak waktu luang, aku jadi kepikiran untuk mengisinya dengan menikmati wisata di Nan Jing ini.."
Nicole mengangguk dan berkata,
"Bukan masalah, aku malah senang."
"Aku sendiri juga sudah lama tidak pernah berwisata dengan puas, karena selalu sibuk kerja.."
"Jadi ini malah sangat kebetulan, nanti habis dari sini kita bisa main ke Fuzi Miao."
"Tempat nya cukup bagus, selain itu kita juga bisa berdoa meminta ketentraman hidup."
"Kabarnya temple di sana selain pemandangannya indah, banyak orang yang berdoa di sana rata rata permintaan mereka terkabulkan.."
ucap Nicole memberikan penjelasan dengan penuh semangat.
"Makasih ya Nicole,.."
ucap Andi sambil menatap kearah Nicole penuh terimakasih.
__ADS_1
Nicole tertawa santai dan berkata gak perlu terimakasih,
"Lagipula sebagai Tour guide mu, aku juga gak gratis.."
"Sekarang kak Andi kan sudah mapan duit sudah banyak, nanti semua pembayaran tiket wisata termasuk konsumsi ku hari ini, semua menjadi tanggungan kak Andi.'
Andi pun tertawa mendengar candaan Nicole.
"Kaya sih belum, mapan ya biasa saja, tapi kalau cuma untuk sekedar traktir sahabat baik, untuk itu sih masih adalah.."
Tiba-tiba terdengar bunyi klakson kapal di bunyikan.
"Nah itu kapal sudah hampir merapat yuk kita bersiap siap.."
ucap Nicole cepat, sambil memeriksa ulang barang barang bawaannya, jangan sampai ada yang tertinggal.
Andi membantu melihat lihat, setelah sudah di pastikan tidak ada yang tertinggal, kedua orang itupun mengikuti arus untuk turun dari kapal.
Berdasarkan petunjuk dari Nicole, akhirnya mereka tiba juga di halaman parkir Fuzi Miao.
Setelah memarkirkan mobilnya, kedua orang itu turun dari mobil, dan berjalan santai memasuki halaman depan kuil, yang terlihat megah.
Nicole mengajak Andi melewati gerbang depan kuil, yang mengingatkan Andi dengan film serial silat yang pernah dia tonton saat SMA dulu.
Gerbang depan kuil agak mirip dengan gerbang aliran Taoisme di film Si Tiaw Eng Hiong dan Return of Condor Heroes.
Setelah melewati gerbang utama, di halaman sebelah dalam terlihat banyak di hiasi lampion gantung warna merah berbagai model yang lucu dan unik.
Di bagian tengah halaman depan ada sebuah tempat dupa raksasa berbentuk kuno.
Yang lagi lagi mengingatkan Andi akan cerita film semi God semi devil, di mana tempat dupa yang besar dan berat itu di jadikan seperti mainan untuk adu kekuatan tokoh utama dalam film tersebut.
Andi mengikuti Nicole menyalakan lilin dan dupa, setelah memanjatkan doa ke langit, mereka berdua pun menancapkan dupa di tangan mereka, ketempat dupa raksasa itu.
"Nicole kenapa aku merasa seperti sedang ada di dunia persilatan ya ?"
ucap Andi sambil tersenyum.
Nicole pun tersenyum lebar dan berkata,
"Tempat ini memang sering di jadikan tempat shooting film kolosal, jadi gak heran bila suasananya mirip mirip di film silat."
"Itu lihat di belakang kita, rombongan itu sepertinya sebentar lagi akan melakukan shooting film disini.."
"Ayo kita cepat masuk kedalam sebelum tempat ini tar di tutup dari umum, karena ada shooting film.."
ucap Nicole sambil menarik Andi untuk ikut masuk kebagian dalam kuil
"Ehh tunggu,.. Nicole lihat gadis yang berpakaian putih itu sangat mirip dengan mu.."
ucap Andi.
Nicole tersenyum dan berkata,
"Ya,.. itu Yang Mi, emang banyak yang bilang gitu."
__ADS_1
"Ayo kita masuk, jangan perdulikan mereka.."