AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
STAND BONEKA


__ADS_3

"Kakak selalu ragu dengan perasaan kakak sendiri, apakah kakak sebenarnya telah jatuh cinta pada mu, atau kakak hanya menganggap mu sebagai penggantinya.."


"Hal inilah yang menyebabkan kesalahpahaman di antara kita.."


'Kakak baru menyadari sepenuhnya, bahwa kakak telah sepenuh hati jatuh cinta pada mu, setelah kita berdua berpisah."


"Karena kemunculan kakak mu secara tiba-tiba dalam keadaan seperti itu.."


"Di mana dia sedang sangat membutuhkan ku.."


ucap Andi sambil meminggirkan mobilnya.


Lalu dia menghadap kearah Violin dan menatap kedua mata Violin dengan serius.


Untuk menunjukkan semua perasaan nya lewat tatapan mata ke mata.


Violin membalas menatap kearah depan tatapan bahagia dan penuh haru.


Sesaat kemudian mereka berdua tidak tahu siapa yang memulai nya, mereka saling mendaratkan ciuman mesra meluapkan seluruh perasaan cinta mereka.


Ciuman mesra yang penuh gelora, keinginan yang sama sama terpendam selama ini.


Mereka seolah olah tidak pernah puas saling memangut dengan lembut dan penuh perasaan.


Sepasang mata mereka terpejam rapat menikmati momen bahagia yang sudah lama mereka nantikan.


Saat Andi mulai terpancing dan bergerak semakin liar dan penuh nafsu.


Violin menahan dada Andi dan berbisik,


"Cukup.kak,..bila di teruskan, kita bisa melewati batas.."


Mendengar bisikan Violin Andi bagaikan di siram air dingin, perlahan-lahan meski enggan dia berusaha mengendalikan diri.


Mundur menjauhi Violin dan berkata,.


"Maafkan kakak Lin,.. kakak,.."


Violin tersenyum dan berkata,


"Tidak apa-apa kak,.."


"Kak sepertinya kita berada di daerah perbukitan, pemandangan di luar cukup indah kita turun yuk,.."


ucap Violin dengan cepat mengalihkan perhatian Andi.


Andi tersenyum dan mengangguk, lalu berkata,


"yuk,. kita turun dan lihat lihat.."


Mereka berdua turun dari mobil, sambil berangkulan mesra, mereka berdiri di pinggiran pembatas jalan.


Melihat kearah bawah di mana banyak lampu berkelap kelip yang berasal dari perkotaan di bawah bukit.


"Kak seandainya kak Viona sembuh dan tidak jadi pergi, apa yang akan kakak lakukan..?"


tanya Violin tanpa menoleh.


Andi tersenyum pahit dan berkata,


"Jujur saja bila itu terjadi, berarti aku akan mengubur cinta kita dalam dalam.."

__ADS_1


"Berusaha memberikan yang terbaik untuk nya, hingga dia pergi dulu atau aku pergi dulu.."


"Bila aku pergi dulu, dia akan punya kenangan indah bersama ku.."


"Bila dia pergi dulu, aku akan pergi hidup menyendiri, menanti hari itu tiba.."


"Apa kakak tidak punya keinginan untuk menemui ku lagi..?"


tanya Violin pelan.


Andi menggeleng pelan, dan berkata.


"Keinginan itu tentu ada, tapi aku tidak boleh egois, aku tidak boleh menjadikan mu seperti cadangan."


"Tidak Lin, kakak hanya akan mencari tahu kabar mu dari jauh saja.."


"Bila kamu bahagia, kakak pun turut bahagia.."


"Itu namanya mencintai tidak harus memiliki.."


"Bila kamu dan dia tidak bahagia dan sudah berpisah.."


"Kakak akan diam diam menjaga dan melindungi mu dari jauh tanpa harus kamu menyadarinya.."


"Kakak akan terus mencintai mu, tapi cukup kakak sendiri saja yang tahu."


Violin menyandarkan kepalanya ke bahu Andi dan berkata,


"Terimakasih kak, kini Violin sudah paham sepenuhnya."


"Tuhan masih mengasihi kita, sehingga dia mempertemukan kita kembali.."


"Tuhan tidak akan pernah mengecewakan harapan pasangan, yang saling mencintai dengan tulus dan sepenuh hati.."


Andi mengangguk dan berkata,


"Sebelum kita pulang bagaimana bila kita jalan jalan ke street food.."


"Rasanya kita sudah lama gak main kesana.."


"Boleh,.. di sana biasanya juga ada pasar malam, kakak harus menangkan boneka untuk ku ya kak ?"


ucap Violin gembira.


Andi tersenyum dan berkata,


"Asal kamu suka, aku akan berusaha.."


Mereka berdua kembali ke mobil, lalu kendaraan Andi pun meluncur ketempat yang mereka ingin tuju.


Setibanya di lokasi, dengan gembira Violin menarik tangan Andi dan menunjuk kearah Es Krim.


Andi mengangguk mengerti, dia pun mengajak Violin mendekat kearah stand Ice Cream, Andi membeli dua es krim satu buat Violin satu buat dirinya.


Tapi sambil jalan Andi lebih banyak membiarkan Violin mencicipi es krimnya yang beda rasa.


Andi hapal violin, memang sangat menyukai Ice Cream BR.


Sehingga Andi tidak berusaha berebut dengan nya.


Andi sangat menikmati momen kebahagiaan yang terlihat jelas di wajah kekasih kecilnya itu.

__ADS_1


Violin dengan riang menunjuk kesana kemari, sebentar naik kuda kudaan.


Sebentar menonton acara kabaret, kemudian berpindah lagi ketempat lain bermain tabrak tabrakan mobil.


Lalu berpindah lagi ke stand melempar bola kearah lubang yang bergerak bila tepat masuk lubang yang di incar.


Sesuai dengan nomor urut yang di incar maka bisa menangkan hadiah boneka, biskuit, coklat ataupun minuman ringan.


Violin mencoba nya beberapa kali, karena gagal terus, dengan wajah cemberut dia berkata,


"Gak mau tahu, pokoknya bila kak Andi, gak menangkan boneka Teddy bear besar itu untuk ku.."


"Aku tidak mau pulang..titik..!"


ucap nya merajuk.


Andi tersenyum dan berkata,


"Baiklah mana bola nya, biar aku coba.."


Andi sekali lihat sudah tahu bahwa lubang khusus untuk memenang hadiah Teddy bear yang diinginkan oleh Violin, itu sengaja sedikit di kecilkan ukuran nya.


Sehingga bola yang di lempar tidak mungkin bisa masuk.


Itu adalah akal akalan dari pemilik stand yang tidak mau rugi.


Andi mencoba melempar, lemparan pertama nya gagal.


Violin langsung membanting kaki dengan kesal, lalu dia membayar dan membeli 3 bola lagi, dengan wajah tidak puas.


Andi mencobanya, lemparan kedua pun kembali gagal.


Meski terlihat gagal, tapi sebenarnya Andi secara diam diam sedang memperbesar lubang masuk bola secara tidak kentara.


Akhirnya pada lemparan ketiga masuklah bola Andi.


Violin langsung jerit jerit dan melompat lompat gembira.


Bahkan dia melompat kedalam pelukan Andi dan menciumi kedua pipi Andi dengan gembira.


Andi hanya bisa tersenyum pasrah, pemilik stand dengan senyum kecut terpaksa memberikan boneka beruang besar itu buat Violin dan mengucapkan selamat buat Violin.


Dia lalu menggantinya dengan boneka beruang lainnya.


Di tangan Andi masih ada tersisa dua bola.


"Masih mau boneka lagi gak ?"


tanya Andi sambil tersenyum.


Violin melihat boneka beruang pengganti nya tidak sebesar pertama tapi warnanya sangat imut dan lucu


Sehingga dia langsung berkata,


"Coba aja, aku masih mau.."


Andi mengangguk lalu melemparnya, bola nya kembali masuk ke lubang..


Sekali ini si pemilik stand langsung curiga, dia mengecek bola dan lubang masuk.


Setelah nya, dia menyerahkan boneka kedua kepada Violin, tapi setelah nya, dia sengaja membiarkan hadiah utama nya kosong

__ADS_1


Sehingga Andi harus mengincar lubang lain.


Melihat kelicikan pemilik stand itu Andi menjadi keki, masih ada satu hadiah lain yaitu rice cooker tapi tingkat kesulitannya jauh lebih tinggi


__ADS_2