AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
MENOLONG KAKEK TUA


__ADS_3

Perkiraan Andi pria tua itu, umurnya tidak akan kurang dari 70 tahunan, bila dilihat dari rambutnya yang sudah putih semua itu


"Maaf pak ini nomer tiket ku, boleh saya lihat tiket bapak..?"


tanya Andi sopan.


Pria tua itu menatap Andi dari atas sampai kebawah dan berkata,


"Anak muda aku duduk kereta ini sudah puluhan tahun mana mungkin aku salah ."


"Sudahlah lebih baik kamu cari tempat duduk lain saja, kan masih banyak yang kosong.."


Andi menghela nafas mencoba bersabar menghadapi orang tua keras kepala di hadapannya.


"Pak begini saja, bapak boleh tetap duduk di sini, mari kita bertukar tiket saja."


"Bapak boleh ambil tiket ku, biar aku pakai tiket bapak saja.."


Bapak tua itu dengan ekspresi tidak senang mempelototi Andi, dan berkata,


"Hei orang asing,! kamu tuli ya, !? aku sudah bilang tempat duduk banyak yang kosong, kenapa kamu masih cerewet di sini !?"


"Mentang mentang lihat aku sudah tua, kamu mau cari masalah dengan ku !? kamu pikir aku takut dengan mu..!?"


ucap pak tua itu marah sambil bangkit dari kursinya.


Melihat keributan tersebut, seorang petugas kereta api, buru buru menghampiri Andi dan bertanya.


"Ada masalah apa tuan.?"


Andi mengangkat tangannya keatas dan melangkah mundur menjauhi bapak tua tersebut.


Dan berkata kepada petugas kereta itu,


"Tidak ada apa-apa, hanya salah paham kecil saja, bukan masalah."


Andi pun melangkah mundur menjauhi tempat itu,.dia mengambil tempat duduk yang lain.


Tapi sialnya tempat duduk yang Andi duduki selalu ada isinya, sehingga Andi harus berulang kali meminta maaf dan pindah pindah tempat duduk.


Hingga bangku terakhir yang Andi duduki ternyata tetap ada pemiliknya.


Andi sambil menghela nafas panjang, terpaksa keluar dari gerbong tersebut.


Pindah ke gerbong lain, ternyata di sini juga sama.


Setelah mengecek kesana kemari, ternyata semua gerbong yang sesuai dengan kelas tiket Andi semuanya penuh.


Andi mencoba mendatangi gerbong yang kelasnya lebih rendah satu tingkat dari tiket yang dia miliki.


Ternyata di sini pun sama, semua tempat duduk penuh.


Andi akhirnya terpaksa menuju ke gerbang dengan kelas tiket paling rendah dan paling murah.


Di sini Andi akhirnya menemukan sebuah tempat duduk kosong.

__ADS_1


Kini Andi pun sadar mengapa kakek Negro itu ngotot tidak mau pindah dan ngotot tidak mau menunjukkan tiketnya.


Rupanya inilah alasan sebenarnya, kakek itu sengaja membeli tiket murah, duduk di tempat gerbong tiket kelas mahal.


Tujuannya cuma satu, ingin memancing keributan, bila orang tersebut mengalah, dia pun beruntung ."


"Bila orang yang di hadapinya, sama sama ngotot, dia baru pindah ketempat duduk lain


Syukur syukur tempat itu ada yang kosong, maka dia akan beruntung.


Andi tersenyum sendiri, sambil mengeleng gelengkan kepala nya


Inilah jalan kehidupan pikir Andi, berbagai tipe dan tingkah laku manusia, baik tua muda sama saja tidak ada bedanya.


Ada yang tulus ada yang licik ada yang baik ada yang jahat, ada yang sopan ada yang kasar.


Usia tidak mempengaruhi, semua tergantung pilihan orang itu sendiri.


Andi menyimpan tas punggung dan kopernya ditempat yang.di sediakan.


Lalu duduk di sana tanpa mengeluh, meski gerbong ini sumpek dan agak bau.


Tapi Andi bersikap santai, dia memilih menikmati perjalanan, menikmati pemandangan alam indah, yang di suguhkan dengan perasaan tenang.


Setelah kereta sampai di tujuan, di kaki pegunungan Alpen, Andi pun dengan tenang turun dari kereta tersebut.


Andi tidak mengikuti kereta yang masih terus melanjutkan perjalanan sampai puncak gunung.


Andi lebih memilih turun di daerah kaki gunung ini, mencari cari informasi apakah ada rumah yang terpencil dan sederhana ingin di jual.


Sedang di pukuli dan di intimidasi oleh beberapa pemuda bule bertubuh tinggi besar.


Mereka yang pada dasarnya memilki struktur tubuh tinggi besar, menjadi semakin terlihat besar, saat mereka mengenakan jaket tebal untuk menahan cuaca dingin di kaki gunung Alpen.


Andi awalnya ingin pergi, tapi melihat kakek tua itu di dorong dan di pukuli.


Hati Andi menjadi tidak tega, akhirnya Andi berjalan menghampiri sambil berteriak,


"Hei apa yang kalian lakukan !? lepaskan dia,..!"


Keempat Bule itu menoleh kearah Andi kemudian mereka tersenyum mengejek dan salah satu dari mereka berkata,


"Hei muka kuning,. !! ku sarankan kamu jangan usil,.. cepat tinggalkan tempat ini sebelum terlambat..."


Andi tersenyum dingin dan berkata,


"Tinggalkan dia, maka aku akan pergi.."


"Dasar cari mati,..! minta di hajar kamu !?"


teriak salah satu dari mereka marah.


Dia langsung bergerak maju, menghampiri Andi sambil melepaskan hook kanannya melayang kearah wajah Andi.


Andi sedikit merunduk menghindar, lalu menyarangkan siku tangannya kearah bagian telinga penyerangnya itu, sambil melepaskan sebuah sodokan.lutut kearah ulu hatinya.

__ADS_1


Tubuh si penyerang nya, langsung tumbang meringkuk diatas tanah.


Melihat kejadian tersebut, ketiga rekannya, langsung mengeluarkan pisau kecil ditangan mereka.


Mereka bersiap maju mengepung Andi, tapi sebelum.niat mereka terlaksana, terdengar teriakan dari seorang petugas polisi yang sedang berpatroli.


"Hei,..! berhenti,..! apa yang sedang kalian lakukan..!?"


teriak petugas itu sambil berlarian menghampiri tempat itu, tangan kanannya sudah bersiaga di pinggang siap menarik pistol.


Melihat hal itu, ketiga orang itu langsung menyimpan kembali pisau mereka.


Mereka dengan terburu-buru membantu rekan mereka yang masih meringkuk diatas tanah untuk bangun berdiri.


Lalu mereka membawanya melarikan diri dari tempat itu.


Sebelum pergi salah satu dari mereka menunjuk wajah Andi dan berkata,


"Awas kamu,.. tunggu pembalasan kami.."


Saat polisi itu tiba di dekat Andi dan pak tua itu, dia segera berkata,


"Kalian berdua tidak apa apa ?"


"terimakasih pak, kami baik baik saja.."


ucap Andi tenang


"Apa yang sebenarnya terjadi ?"


tanya polisi itu, sambil menatap wajah Andi dan pak tua itu secara bergantian.


Andi menatap pak tua itu sekilas kemudian berkata,


"Aku tadi hanya melintas, secara kebetulan melihat mereka sedang menganiaya dia.."


"Apa penyebabnya, aku sendiri juga kurang tahu.."


Polisi itu kini menatap kearah pak tua itu dan berkata,


"Sebenarnya apa masalah bapak dengan mereka."


"Sebenarnya bukan masalah besar, aku berhutang kepada mereka tidak bisa bayar.."


"Mereka memaksa ku untuk bayar, karena aku tidak punya uang untuk membayarnya, merekapun memukuli ku, begitulah ceritanya.."


ucap pak tua itu memberi penjelasan.


"Pak kalau tidak ada urusan lain boleh aku pergi sekarang..?"


tanya Andi ke petugas polisi itu.


Polisi itu mengangguk dan berkata, "Baiklah kalian boleh pergi, tapi waspadalah terhadap mereka.."


"Mereka adalah berandalan setempat, yang sering berulah dan meresahkan masyarakat daerah ini.."

__ADS_1


__ADS_2