AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
KEMUNCULAN JAMES DI RUMAH


__ADS_3

Pergi menggugurkan kandungan, memikirkannya pun dia tidak berani, apalagi pergi melakukannya.


Lagipula mau pergi ke klinik mana, dia sama sekali tidak tahu dan tidak mengerti.


Mau bertanya pada orang, mau bertanya dengan siapa hal memalukan seperti ini.


Santi menggelengkan kepalanya tidak berani berpikir lebih jauh, dia hanya bisa berdoa semoga jangan sampai terjadi.


Bila terjadi benar-benar kiamat dunia ini baginya.


Santi berusaha terlihat gembira tanpa beban, dia duduk di samping kasur Sarah.


Menepuk-nepuk pipi Sarah dan berkata,


"Hei bangun..bangun..dasar pemalas..ayo bangun matahari sudah naik tinggi nih.."


Sarah perlahan-lahan membuka matanya menatap Santi dengan wajah bingung berkata,


"Ehh kamu San,.. emang sekarang jam berapa ?"


"Jam 9 sudah,... lapar gua nih..ayo bangun mandi, temani gue cari sarapan yuk .."


Sarah menatap Santi dengan tatapan bingung dan berkata,


"Kamu kelaparan kenapa kesini ? kenapa gak ke dapur saja..di sana pasti banyak makanan kok.."


Santi tersenyum canggung dan berkata,


"Malulah gue Sar, ini kan rumah mu mana berani gue keliaran sendirian mencari makan.."


Sarah bangun duduk sambil tersenyum lebar berkata,


"Siapa yang begitu berani mati, berani menertawai calon kakak ipar ku, ayo katakan biar kubereskan dia untuk mu.."


Wajah Santi langsung merah, tiba-tiba dia jadi teringat kejadian memalukan semalam.


Wajah nya langsung muram, kini kalau pun kakak Sarah benar menyukainya, dengan kondisi dirinya yang seperti ini.


Mana ada muka dia berani menerima perasaan kakak Sarah, semua itu kini tinggal khayalan saja.


Dengan pura-pura cemberut menutupi rasa sedih dan minder nya.


Santi mencubit pinggang Sarah dengan gemas dan berkata,


"Berani lagi kamu mengejek ku... rasakan ini.."


"Aduh..aduh..aduh..ampun ha..ha..hi..hi..aduh geli stop...ampun San ..ampun..!"


jerit Sarah sambil tertawa tawa dan berusaha menahan tangan Santi.


Lalu sambil tertawa dia langsung berlari masuk ke kamar mandi.


Tak lama kemudian terlihat Sarah dan Santi turun ke lantai dasar, berjalan menuju dapur.


Sampai di dapur baik Sarah maupun Santi terbelalak kaget, melihat seorang pria bertubuh tinggi besar berpakaian rapi lengkap dengan setelan jas hitamnya.


Pria yang berwajah tampan tapi sangat dingin itu, terlihat sedang asyik makan nasi goreng seorang diri di sana.

__ADS_1


Melihat kedatangan Sarah dan Santi, pria yang berwajah dingin itu tiba-tiba menoleh kearah Sarah dan tersenyum lembut sambil berkata,


"Selamat pagi Sarah..maaf kedatangan kakak yang tiba-tiba pasti mengagetkan mu.."


"Gimana kabar mu akhir-akhir ini..?"


tanya Pria itu santai sambil makan, seolah-olah tidak melihat kehadiran Santi di sana.


Sedangkan Santi sangat terkejut dan menatap dengan penuh curiga kearah kakak Sarah yang muncul tiba-tiba.


Jangan-jangan dia lah pelakunya semalam, pikir Santi di dalam hati.


Kenapa bisa begitu kebetulan, dia muncul di sini setelah semalam terjadi sesuatu dengan diri ku dikamarnya, batin Santi dengan penuh curiga.


Dia menatap pria itu dengan tatapan penuh selidik.


Tapi pria itu benar-benar sangat dingin, dia bahkan seperti tidak perduli dengan kehadiran Santi di sana.


Jangankan menoleh melihat kearah Santi, bahkan melirik pun tidak, dia menganggap kehadiran Santi seperti angin lalu saja baginya.


Benar-benar sombong orang ini pikir Santi, tapi diam-diam Santi harus akui, selain sepasang matanya yang mencorong menakutkan.


Sisanya harus Santi akui, kakak Sarah ini benar-benar sangat tampan dan gagah.


Bahkan Andi dan Rio pun lewat begitu saja, tidak ada artinya di banding kakak Sarah ini.


Berbeda dengan Santi, Sarah langsung berteriak dengan gembira, dan langsung berlari maju memeluk dan mencium pipi kakaknya sambil berkata dengan penuh kegembiraan.


"Kakak ...kakak.. akhirnya kakak pulang juga..Sarah benar-benar rindu dengan kakak..!"


"Kapan kakak pulang ? kenapa tidak mengabari Sarah ? kakak selama ini di mana saja ?"


"Hei..hei..hei..kamu sudah besar tidak malu apa ? memeluk kakak seperti ini..?"


"Awas nanti pacar mu bisa marah.."


ucap James sambil tersenyum lembut.


"Perduli..kamu kan kakak ku wekkk..!"


"Lagipula Sarah gak punya pacar tuh.."


Sambil tertawa lebar, Sarah melirik kearah Santi dan berkata,


"Lagipula calon kakak ipar ku, juga gak akan marah melihat kita seperti ini.."


James mengerutkan alisnya yang tebal menatap adiknya dengan heran dan berkata,


"Apa maksud mu ?"


Sarah sambil tertawa tidak memperdulikan pertanyaan kakaknya, dia langsung menghampiri Santi dan menarik tangan Santi.


Santi wajah nya menjadi merah, dia tentu sangat malu, dia berusaha meronta menolak sambil mendeliki Sarah.


Tapi Sarah seakan-akan tidak perduli, dia pura-pura bodoh sambil tertawa, dia tetap menyeret Santi mendekati kakaknya dan kemudian berkata,


"Ini kak kenalkan namanya Santi, kalau kakak sama dia, jamin dia gak bakal cemburu sama kita ."

__ADS_1


Santi mendeliki Sarah dan menginjak kaki Sarah dengan gemas.


Wajah nya sudah merah seperti kepiting rebus menahan malu.


Tapi Sarah hanya meringis, kemudian dia tertawa tawa nakal, tidak memperdulikan reaksi sahabatnya.


Bila saat ini ada lobang, Santi pasti akan melompat ke dalam lobang,


untuk bersembunyi.


Dia benar-benar sangat malu dan mati kutu di buat Sarah, yang ternyata sangat nakal bila sedang bersama kakaknya.


James menggelengkan kepalanya menanggapi sikap adiknya.


Kini James menghentikan makannya, kemudian dia berdiri dari duduknya.


Mengulurkan tangannya kearah Santi sambil berkata,


"Kenalkan nama ku James, jangan pedulikan adik ku yang nakal ini.."


"Maaf bila kehadiran ku membuat mu kurang nyaman.."


Santi kini baru sadar setelah James berdiri di hadapannya, ternyata James begitu tinggi, dia yang biasanya sudah terhitung tinggi dibanding gadis-gadis lainnya.


Tingginya sendiri sudah 175 cm seperti tinggi seorang peragawati, tapi di hadapan James dia tetap terlihat pendek.


Karena tinggi James ternyata mencapai 2 meter.


Dengan kepala tertunduk malu dan wajah semakin merah, Santi yang merasa jantungnya hampir copot.


Terpaksa mengulurkan tangannya yang gemetar, menyambut uluran tangan James.


James menggenggam tangan Santi yang gemetar dengan hangat dan lembut.


Tapi hanya sebentar, kemudian dia melepaskan pegangan tangannya dan berkata,


"Senang berkenalan dengan anda nona Santi.."


"Baiklah saya permisi dulu, silahkan kalian teruskan.."


Tanpa menghiraukan teriakan dari adiknya, James langsung berjalan meninggalkan tempat tersebut.


Sesaat kemudian terdengar deru kendaraan nya meninggalkan kediaman keluarga Sarah.


Sarah kini menatap kearah Santi dengan kecewa dan merasa bersalah kemudian berkata,


"Maafkan sikap kakak ku San.. dia memang seperti itu..tapi percayalah sebenarnya hatinya sangat baik.."


"Dia hanya kurang suka bergaul.."


ucap Sarah sedikit lesu.


Santi yang sudah mulai bisa menguasai perasaannya sendiri setelah James pergi.


Sambil tersenyum dia menepuk pundak sahabat nya mencoba menenangkannya dengan tatapan penuh pengertian.


JAMES KAKAK SARAH

__ADS_1



__ADS_2