
Sementara itu pak Dion langsung berdiri dari duduknya dan membungkukkan badannya sambil berkata dengan kaget.
"Non Sarah kenapa anda bisa kemari ?"
"Kenapa saya gak boleh kemari ?"
tanya Sarah sambil melihat kearah Pak Dion.
Pak Dion sangat terkejut, dia buru-buru mengklarifikasinya,
"Eh bukan itu maksud saya non Sarah, anda jangan salah paham."
"Maksud ku, kalau ada perlu apa-apa, non Sarah tinggal telpon biar kami yang datang ke rumah.."
"Bukankah Anda yang menyuruh teman ku itu, menelpon ku agar kemari."
ucap Sarah santai.
Pak Dion kembali terkejut dia segera berkata,
"Jadi maksudnya Non Sarah yang memenangkan pertandingan itu..?"
"Kenapa gak percaya ? atau saya gak pantas ?"
tanya Sarah dengan jutek.
"Ehh ini...aku...maaf...maaf non..aku..."
ucap pak Dion gugup serba salah.
Sarah ini termasuk putri dari nasabah utama Bank mereka, bila sampai tersinggung dan ayahnya memutuskan kerjasama dengan banknya.
Maka jamin besok dia dan istrinya tidak perlu lagi bekerja di bank ini.
"Andi segera berdiri menengahi, dan berkata,
"Sudahlah Sar jangan mempermainkan pak Dion lagi, pak Dion disini mengundang kita untuk tanda tangan kontrak jadi brand ambassador eksklusif bank mereka."
"Gimana kamu mau kan..?"
Sarah tersenyum menatap Andi dan berkata,
"Kalau aku gak mau, apa mesti terburu-buru aku kemari sampai ninggalin kelas kuliah ku."
"Ahh ...!"
Andi terkejut mendengar ucapan Sarah, dia tidak tahu harus berkata apalagi.
Dia benar-benar merasa sangat tidak enak hati, apalagi teringat sikapnya tadi ditelpon yang agak ketus, Andi semakin merasa tidak enak hati dengan Sarah.
"Sar maaf aku benar-benar tidak tahu,.. kamu ada..."
"Sudahlah di,... gakpapa santai aja."
ucap Sarah memotong kata-kata Andi.
"Tapi sikap ku tadi..."
ucap Andi merasa tidak enak hati.
Sarah kembali memotong ucapan Andi dan berkata,
"Sudahlah di,.. lupakan saja, aku juga bercandanya agak sedikit kelewatan tadi."
"Pak Dion mana kontraknya yang harus kami tanda tangani, ? kapan pemotretan nya ? bisa sekarang ?"
tanya Sarah sambil menatap tajam kearah Pak Dion.
"Ini..ini kontraknya,..Non Sarah bisa baca dulu..."
"Kalau tidak ada masalah setelah tanda tangan, kita bisa langsung ke studio pemotretan.."
__ADS_1
ucap Pak Dion tidak berani menunda-nunda.
Sarah menerima dan membaca isi kontrak, setelah itu dia berkata,
"Kontrak ini cukup bagus cuma kontraknya terlalu kecil.."
"Untuk si Wi Wi dan Lili saja setahu aku, sekali jepret bayaran mereka 100 juta, masak kami berdua yang sudah mengalahkannya cuma di hargai 10 juta."
"Begini saja kamu pikir lagi saja, berikan harga yang pantas, atau aku akan mencari bank lain untuk teken kontrak."
"Kurasa bank Y tentu akan dengan senang hati menerima kontrak kerja sama dari kami.."
"Apalagi kalau papi dan kakek tahu aku sudah jadi ikon Bank Y, mereka tentu akan sangat gembira dan berterimakasih pada bank Y."
"Baik-baik Non Sarah tunggu sebentar di sini, aku akan segera pergi mengurus nya."
ucap pak Dion kemudian dengan buru-buru meninggalkan ruangan tersebut.
Tiba di depan pintu, dia tiba-tiba menoleh dan berkata,
"Morin tolong layani tamu-tamu penting kita dengan baik.."
"Baik pak.."
ucap Morin sambil menganggukkan kepalanya.
Pak Dion setelah tiba di ruangannya, dia segera menelpon atasannya di kantor pusat, setelah berunding beberapa saat ditelpon.
Dia sendiri yang merubah isi draftnya dengan sibuk di depan layar komputernya.
Setelah itu dia tersenyum puas, lalu segera membawa draft perubahannya keruangan di mana Sarah Andi dan Viona sedang menunggunya.
Begitu masuk kedalam ruangan, melihat pelayanan Morin kepada para tamunya,Pak Dion tersenyum puas.
Sepeninggalnya pak Dion tadi Morin dengan sigap, langsung menyiapkan berbagai penganan buat para tamu itu.
Meja yang berada di hadapan Andi Sarah dan Viona penuh dengan berbagai jenis kue dan makanan kecil.
Mereka tanpa sungkan menghabiskan beberapa potong kue, dan berbagai jenis gorengan yang di siapkan buat mereka.
Sarah juga ikut menikmatinya, tapi dia cuma makan sepotong saja, gak berani banyak.
Karena sebagai atlet pola makannya harus dijaga dan ditakar.
Sarah dengan heran menatap Andi dan berkata,
"Di,.. kamu. termasuk atlet kan, ? tapi kok makannya gak dijaga, tar gendut loh.."
Andi tersenyum dan berkata,
"Aku kan bukan atlet Sar, lagipula asal yang masuk dan yang keluar seimbang, gak bakalan jadi gemuk kok.."
Ketika mereka sedang ngobrol santai,
pak Dion datang sambil tersenyum ramah dan menyodorkan proposal kontrak yang telah dia revisi ke Sarah dan berkata,
"Non Sarah ini proposal kontrak baru nya, tolong di baca dulu..."
Sarah mengangguk dia melihat sekilas, lalu mengerutkan alisnya.
Melihat ekspresi yang di tunjukkan oleh Sarah, Pak Dion hatinya menjadi ketar ketir, dia terus meremas jari tangannya sendiri.
"Di...kita main ke bank Y yuk, aku kenalkan dengan paman Bactiar.."
Mendengar ucapan Sarah, ekspresi wajah pak Dion langsung pucat, dia buru-buru berkata,
"Apa...apa masih ada yang salah no. Sarah, kalau ada keberatan, kita bisa rundingkan ulang."
Sarah kembali duduk dan menatap pak Dion dengan dingin dan berkata,
"Saya tadi sudah bilang di awal, Wiwi dan Lili sekali jepret 100 juta, kami berdua mengalahkan mereka."
__ADS_1
"Saya percaya anda bisa menilai sendiri, tapi responsif anda sangat mengecewakan, jadi apa lagi yang mau di rundingkan.."
"Pak Dion menyobek selembar kertas kecil dan menulis sebuah angka dan berkata,
"Non Sarah bagaimana kalau segini, aku tidak bisa berikan angka 100 juta, bila aku ajukan angka itu pasti habis aku kena maki."
"Bagaimana pun Wiwi dan Lili, mereka sudah memenangkan cukup banyak ajang internasional, aku benar-benar tidak sanggup.."
ucap Pak Dion sedikit memelas.
Posisinya serba salah maju salah mundur salah, dia sudah berikan angka max, bila masih tidak ok, dia hanya bisa bersiap-siap.
Membersihkan mejanya, sore ini, dan mencari pekerjaan lain mulai besok.
Sarah melihat angka di kertas kecil itu, kemudian mengangguk dan berkata,
"Ini masih lebih baik dan menunjukkan itikad baiknya,..."
"Baiklah ini saja.."
ucap Sarah seakan-akan terpaksa dan kasihan dengan posisi Dion.
Dion buru-buru menyalami Sarah, lalu buru-buru pergi memperbaiki draftnya, tak lama kemudian dia kembali lagi, menyerahkan draft kontrak ke Sarah.
Sarah melihat sekilas, mengangguk lalu dia berikan ke Andi.
Andi sedikit terkejut melihat isi kontrak tersebut, dia dan Sarah cuma di potret saja, dan mengucapkan beberapa patah kata yang di siapkan dalam sesi pengambilan gambar.
Langsung menerima uang sebesar 80 juta, ini sungguh tidak masuk akal.
Tapi semua ini menjadi masuk akal karena campur tangan Sarah.
Sekali lagi di dalam hati Andi benar-benar sangat berterimakasih kepada Sarah.
Andi menatap kearah Sarah dengan tatapan penuh rasa terimakasih, saat mengembalikan proposal kontrak itu padanya.
Melihat tatapan Andi Sarah sambil tersenyum berkata,
"Sudah ah di,.. jangan menatap ku seperti itu, tar aku jatuh cinta lagi."
"Bisa-bisa aku yang nanti nawarkan kontrak ke kamu.."
ucap Sarah sambil tertawa.
Andi tersenyum Canggung dan berkata,
"Makasih banyak Sar, tapi maaf aku sudah tanda tangani kontrak mati dengan nya."
Andi merangkul Viona kedalam pelukannya sambil menatap Sarah dengan tegas.
Mengisyaratkan bahwa dia seumur hidup hanya akan memilih bersama Viona.
Viona tersenyum bahagia menatap Andi.
Pak Dion berdehem membersihkan tenggorokannya, kemudian berkata,
"Bagaimana kontraknya?, kalau ok.?"
"Kita bisa tandatangani, setelah itu bisa langsung segera di mulai proses pemotretan nya."
Sarah mengangguk setuju begitu pula Andi, mereka berdua langsung menandatangani kontrak tersebut.
Setelah itu mereka masing-masing memegang kopi draft tanda tangan kontrak tersebut.
Lalu mereka menuju ke sebuah ruangan yang telah di ubah menjadi studio pemotretan.
Andi dan Sarah setelah di rias oleh penata rias, mereka mulai mengikuti proses pemotretan sampai pengambilan video.
Dalam acara tersebut Andi diwajibkan bersikap mesra terhadap Sarah, di mana semua gambar Andi, selalu memegang pinggang Sarah dan harus terus berdempetan dengan Sarah.
Beberapa kali saking dekatnya, Andi harus menempelkan senjata rahasianya ke b*kong Sarah, hal ini sempat membuat wajah Sarah dan Andi menjadi merah karena malu.
__ADS_1
.