AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
PERUNDINGAN


__ADS_3

Selesai menelpon pengacara Perusahaan yang bernama David Chiang, Nicole menatap ke Andi dan berkata,


"Sudah beres apa langkah kita selanjutnya ?"


Andi tersenyum tenang dan berkata,


"Menunggu,.."


"Maksudnya ?"


tanya Nicole penasaran.


"Menunggu kedatangan pengacara, dan pihak kepolisian.."


ucap Andi singkat.


Nicole mengangguk kemudian berkata,


"Sebenarnya apa yang terjadi ?"


Andi menyerahkan HP nya ke Nicole dan berkata,


"Semua bukti ada di dalam rekaman, intinya tuntutan penduduk hanya karena rumah mereka banjir.."


"Pabrik kita pembuangan air nya masuk kerumah warga, sisanya adalah ulah pekerja yang di pecat lalu menjadi provokator."


"Selain itu Wang Xing juga turut andil memperkeruh suasana."


Mendengar di sebutnya nama Wang Xing, Nicole pun mengerutkan alisnya.


Lalu dia mulai buka rekaman HP Andi yang didapat nya dari Joni secara diam diam.


Tak lama kemudian selesai Nicole menonton, 3 mobil polisi Anti huru hara dan mobil pengacara David Chiang tiba di lokasi.


Seorang polisi yang dari pakaiannya kelihatannya cukup berpangkat berjalan beriringan dengan David Chiang menghampiri mobil Nicole.


Nicole yang melihat kedatangan mereka lewat kaca spion mobil, dia pun berkata,


"Mereka sudah datang ayo kita turun untuk sambut mereka."


Andi mengangguk, dan memberi kode kepada anak buahnya untuk turun.


Marco turun duluan, karena dia bertugas menyiapkan kursi roda buat Andi.


Setelah kursi roda siap Andi pun melompat untuk duduk di kursi roda.


Marco kemudian mendorong kursi roda, di mana Andi sedang duduk berjalan sejajar dengan Nicole untuk menyambut kedatangan David Chiang dan perwakilan dari pihak kepolisian.


Setelah berhadapan Nicole langsung menyalami mereka berdua dan memperlancar dirinya, Andi dan rombongannya.


"Aku Nicole, ini Andi Marco Peter Toni Doni, mereka adalah rekan kerja ku.."


"Senang bertemu Pak David Chiang, maaf sama pak siapa ya ?"


ucap Nicole sambil menyalami polisi yang berdiri di samping pengacara David Chiang.


"Nona Nicole, disebelah ku ini adalah kepala inspektur polisi Jimmy Huang."


Nicole sambil tersenyum berkata,

__ADS_1


"Senang berkenalan dengan anda pak Jimmy.


Jimmy Huang tersenyum dan mengangguk kecil, menanggapi ucapan dari Nicole.


Sedangkan Andi dan rombongannya satu persatu bersalaman dengan Pengacara David Chiang.


Baru di lanjut dengan menyalami Inspektur polisi Jimmy Huang.


Setelah berbasa basi sejenak, Andi pun mulai menjelaskan semuanya kepada pengacara David Chiang dan Kepala inspektur polisi Jimmy Huang.


Setelah mendengarkan penjelasan dan bukti yang Andi berikan, Jimmy Huang pun permisi pergi mengatur pasukan Anti huru hara, bersiap siap mengikutinya menuju lokasi demonstrasi.


Setelah itu rombongan Polisi yang di pimpin oleh Jimmy Huang pun bergerak maju dengan tongkat dan Tameng di tangan maju mendekati lokasi demo masyarakat.


Melihat kedatangan rombongan polisi yang bersenjata lengkap, masyarakat tidak terlihat takut.


Mereka semua malah bersiaga dengan senjata ditangan siap menyambut pihak kepolisian.


Dari pihak masyarakat di barisan paling depan terlihat ada 4 kepala desa, mereka adalah kepala desa Tan Lim Lie dan Cia.


Di samping mereka berempat terlihat seorang pria berusia 60 tahun berwajah gagah, dia lah Tang Lung jagoan yang sangat di segani di wilayah selatan ini.


Di sebelah Tang Lung, terlihat putranya dan Joni berdiri sejajar.


Jimmy Huang memberi kode agar pasukan Anti huru hara,berhenti di tempat.


Lalu dia di iringi oleh pengacara David Chiang Nicole Andi Marco Peter Toni dan Doni.


Maju menghampiri perwakilan dari para pendemo.


Joni melihat kehadiran Andi dan Marco di rombongan pemilik pabrik, dia sedikit mengerutkan keningnya.


Tang Lung yang maju kedepan memberi hormat kearah Jimmy Huang dan yang hadir di sana lalu berkata,


"Aku mewakili penduduk di sini menyampaikan keberatan kami, kami semua sepakat melarang pabrik ini beroperasi di wilayah kami..!"


Jimmy Huang mengangguk dan berkata,


"Nama ku Jimmy Huang, aku adalah kepala inspektur polisi wilayah selatan ini.."


"Maaf kalau boleh tahu saya berbicara dengan..?"


"Nama ku Tang Lung.."


ucap Tang Lung singkat.


Jimny Huang mengangguk lalu berkata,


"Pak Tang Lung kedatangan kami sebenarnya adalah ingin berdialog secara damai.."


"Bila tidak dalam keadaan terpaksa, aku tidak akan mengijinkan bawahan ku bergerak menggunakan kekerasan.."


Tang Lung menatap tajam kearah Jimmy Huang dan berkata,


"Apa yang ingin di bicarakan..?"


"Begini pak Tang Lung, bagaimana bila pak Tang Lung, kepala desa di sini dan beberapa perwakilan masyarakat desa di sini ikut dengan kami ke lokasi pabrik untuk berdialog.?"


"Kenapa harus berdialog di pabrik, kenapa tidak di sini saja didepan umum jadi semua bisa mendengar langsung dengan jelas..?"

__ADS_1


tanya Tang Lung polos.


"Masalah ini menyangkut beberapa masalah privasi, yang tidak baik di bicarakan di tempat terbuka ini..'


"Jadi kami lebih menyarankan agar diadakan pembicaraan di tempat tertutup saja demi kebaikan bersama."


"Bagaimana pak Tang Lung..?"


tanya Jimmy Huang.


Tang Lung melihat kearah belakang dan berkata,


"Bagaimana menurut kalian..?"


4 Kepala desa terlihat ragu,.yang maju pertama adalah Joni.


Dia langsung buru-buru maju dan berkata,


"Tidak perlu lah dialog, apalagi pembahasan di lokasi pihak lawan.."


"Lebih baik sampai kan saja tuntutan kita, bila setuju deal."


"Bila tidak, gak ada yang perlu di bicarakan lagi.."


Selesai berbicara Joni menatap kearah keempat kepala desa Tan Lim Lie dan Cia juga putra Tang Lung, meminta dukungan.


Kelima orang itu mengangguk kearah Joni.


Kepala desa Cia maju kedepan dan berkata,


"Ucapan Joni ada benarnya, buat apa kita berdialog di tempat lawan."


"Kurasa cukup sampaikan tuntutan kita di sini beres.."


Tang Lung terlihat ragu menatap kearah teman temannya.


Di saat dia terlihat meragu, Andi pun maju kedepan di bantu oleh Marco.


Andi dari sebelah Jimmy Huang, dia berkata,


"Bila teman teman pak Tang Lung curiga dengan niat baik kami tidak apa-apa.."


"Menurut ku itu wajar wajar saja.."


"Bagaimana bila kita cari tempat netral saja, semisalnya di restoran terdekat atau di mana pun yang kalian suka, jangan khawatir katakan saja.."


"Kami akan mempertimbangkannya.."


Ucapan Andi yang bersahabat dan ingin menempuh jalan damai, membuat Tang Lung semakin ragu.


Di dalam hati dia sedang menimbang nimbang, bila bersikeras dan terjadi bentrok dengan aparat.


Akhirnya yang rugi adalah mereka, bila ada jalan lain, kenapa tidak mencoba mendengarkan nya.


Dia kembali melihat kearah rekannya meminta pendapat.


Keempat kepala desa tidak bersuara, begitupula dengan putranya.


"Sudahlah tidak perlu repot-repot buang buang waktu, tolak saja pabrik ini beroperasi di sini kan beres.."

__ADS_1


"Cuma bikin resah aja, toh manfaatnya buat kita apa,? sedang dalam proses pembangunan saja gak ada penduduk sini yang diterima bekerja di sana.."


__ADS_2