
Karena tidak ada sahutan dari dalam Viona membuka pintu yang tidak terkunci pelan-pelan.
"Ceklek...! Di..di...!"
Pintu terbuka Viona melihat kamar Andi kosong, Viona membuka pintu lebar-lebar lalu melangkah masuk kedalam.
Viona melihat-lihat kamar Andi,
secara tidak sengaja dia melihat tempat sampah Andi, yang penuh dengan kotoran ukiran kayu.
Viona membungkuk memeriksanya,
"Ampas kayu ini..apa yang dia kerjain sih ?"
gumam Viona heran.
Dengan iseng dia membuka laci Andi,
Viona terbelalak menatap laci Andi.
Dia lalu mengulurkan tangannya, mengambil dua patung kayu yang diukir dengan sangat halus itu.
Viona membawanya keluar dengan hati-hati, dia memperhatikan nya berulangkali.
Dia sangat kagum dan terpesona dengan ukiran patung yang sangat halus itu, Yang satu adalah patung Andi, yang satunya lagi adalah patung dirinya sendiri.
Viona meletakkan patung Andi di atas meja, kemudian memutar balik patung dirinya, di bagian bawah nya Viona mengambil spidol
Membubuhkan tanda tangan nya dan ditulis untuk Andi.
Lalu dia kembali mengambil patung Andi dan patung dirinya mengamatinya sambil tersenyum.
Andi yang baru kembali dari kamar mandi hanya mengenakan celana pendek dan handuk tanpa mengenakan baju, berdiri di pintu sedikit terkejut melihat Viona sudah datang padahal baru jam 4 sore saat ini.
Viona menoleh menatap kearah Andi, yang baru datang, tapi Viona sedikit tertegun untuk kedua kalinya.
Saat menatap otot tubuh Andi yang atletis sempurna, Viona sangat penasaran dan ingin merabanya.
Tapi tentu saja itu hanya ada di dalam pikirannya,
dia tidak akan berani dan setidak tahu malu itu .
"Di.. patung ini sangat bagus..kamu yang buat ya ?"
tanya Viona menutupi rasa canggungnya.
Andi sambil tersenyum mengambil kaosnya dari lemari dan berkata,
"Ya, yang pria rencananya akan ku hadiahkan kepada mu, sedangkan aku akan menyimpan yang gadisnya.."
"Sungguh di..aku gak sungkan lagi ya, langsung ku bawa pulang ya ?.."
Andi mengangguk dan berkata,
"Tentu saja Vi, kalau mau bawa yang asli juga boleh.."
Viona tertawa lebar, mendengar guyonan Andi, dia segera memasukkan patung itu kedalam tasnya dengan hati-hati.
"Di jalan yuk.."
ucap Viona setelah memasukkan patung tersebut kedalam tasnya.
"Kemana ?"
tanya Andi sambil tersenyum.
"Kemana aja lah yang penting, jalan.."
__ADS_1
"Sebentar .."
ucap Andi mengambil HP nya.
Kemudian dia membuka beberapa filenya menunjukkan ke Viona dan berkata,
"Ini semua foto tempat main di daerah D, kalau sore-sore gini paling cocok main ke daerah ini."
"Coba kamu pilih mau nongki nya di mana ?"
"Nanti kita langsung meluncur kesana.."
ucap Andi sambil mengenakan celana jeans tanpa melepaskan celana pendek nya lagi..
Karena tidak enak dengan Viona yang berada di kamar nya.
Viona memperhatikan gambar-gambar di file Andi dan berkata,
"Wah tempat nya keren-keren ya di,. sampai bingung nih milihnya..."
"Tempat ini aja deh, kayanya ok.. tempat nya.."
Viona memperbesar gambar nya, lalu di berikan ke Andi.
Andi mengangguk dan berkata,
"Boleh ayo kita kesana sekarang.."
"Tunggu di,.. kita ambil foto berdua dulu, kita kan belum punya foto bersama.."
ucap Viona Kemudian berpose merangkul Andi dengan mesra, sambil tersenyum manis.
Lalu Viona mengambil fotonya sendiri, dengan HP nya. beberapa kali.
Setelah itu dia bertukar pose lain dan mengambil fotonya dengan HP Andi.
Setelah itu sambil tersenyum senang,
dia mengembalikan HP Andi.
Andi melihatnya sejenak sambil tersenyum,
dia memasukkan HP ke saku celana.
Lalu Andi mengambil jaketnya dan membantu memakaikan nya ke Viona, sambil berkata,
"Vi,... disana cuacanya sangat dingin, apalagi bila kabut turun."
"Kamu pakai jaket ini, ya ?"
"Kamu sendiri gimana ?"
tanya Viona sambil memakai jaket Andi, yang sedikit kedodoran tapi cukup nyaman.
Andi membuka lemarinya dan mengeluarkan sebuah sweater rajut dan memakai nya sambil berkata,
"Aku pakai ini saja.."
Viona menatap sweater Tersebut dengan alis berkerut dan berkata,
"Aku sepertinya pernah lihat deh sweater ini, tapi di mana ya ?"
Andi tersenyum dan berkata,
"Ayo kita jalan, nanti ku ceritakan sambil jalan Ok ?"
Viona merangkul tangan Andi dan berkata dengan manja,
__ADS_1
"Cerita dong jangan bikin penasaran.."
Andi menyentuh hidung Viona dengan lembut, dan berkata,
"Ya aku pasti cerita, tapi kita harus keluar dulu dari kamar, aku mau ngunci pintu kamar dulu."
"Setelah di motor aku pasti cerita, ok..?"
Viona menggelengkan kepalanya dengan manja berkata,
"Gak mau... sekarang..."
"Ok...ok... sekarang, tapi kita bakal habisin waktu di kamar berdua an, nanti kalau kelepasan.."
"Paling-paling kita pulang ngadain resepsi, baru lanjut kuliah lagi gimana ?"
ucap Andi sambil tertawa.
"Gak mau...dasar gila...!"
maki Viona keki, lalu dengan muka cemberut dia buru-buru keluar dari kamar.
Tapi dia gak langsung pergi, dia cuma pura-pura marah.
Dia berdiri di depan pintu, menunggu Andi mengunci pintu kamar.
Setelah selesai dia membiarkan Andi menggandengnya turun tangga.
Andi menyalakan motor, Viona duduk membonceng di belakang Andi sambil memeluk pinggang Andi.
"Vi kamu masih ingat tidak dengan acara Pramuka ke hutan X di gunung P, saat kamu kelas 1 SMP..?"
"Ahh kejadian menyeramkan itu, tentu aku masih ingat, .."
ucap Viona cepat.
Dia masih bergidik membayangkan kejadian waktu itu.
"Waktu kamu ikut acara Pramuka itu, aku juga mendaftar sebagai panitia pengawasnya Vi.."
"Saat kamu dan Santi berpencar dari rombongan dan tersesat di gunung P,. aku langsung bersama yang lain mencari kalian secara berpencar.."
ucap Andi bercerita sambil mengendarai motor nya dengan santai.
Mereka melalui komplek kost-kostan dan perumahan GG, yang sepi tapi udaranya sejuk.
"Beruntung aku menemukan kalian sedang di kelilingi oleh sekumpulan serigala Gunung.."
"Nah sekarang ingatkan ?"
"Ingat-ingat aku sekarang, orang yang memakai sweater ini lah yang datang menolong kami, jadi itu kamu di..?"
tanya Viona sambil menatap Andi.
Andi tersenyum dan mengangguk sambil berkata,
"Ya Vi.."
"Tapi kenapa setelah kamu berkelahi hebat seorang diri melawan sekumpulan serigala Gunung itu..aku tidak melihat mu lagi...?"
"Hingga akhirnya muncul para guru Pramuka dan anak-anak lain, membawa kami meninggalkan tempat itu dan kembali ke kemah.."
tanya Viona penasaran.
"Serigala itu sangat ganas dan kompak, juga cerdik... aku tidak punya cara lain selain memancing mereka menjauhi kalian."
"Bila aku melawan mereka di dekat kalian, aku takut mereka akan mengambil kesempatan selagi aku sedang sibuk, mereka mengincar dan menyerang kalian."
__ADS_1
"Aku akan lebih tenang dan fokus melawan mereka, bila mereka jauh dari kalian."