
Andi mengedarkan pandangannya sesaat lalu akhirnya matanya kembali jatuh di Tang Lung yang terlihat kecewa.
"Pak Tang Lung apakah masih ada tuntutan lainnya ?"
Tang Lung menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Untuk sementara hanya ketiga tuntutan itu saja, tidak tahu bila seiring berjalannya waktu akan ada tuntutan lainnya.."
Andi mengangguk dan berkata,
"Tidak apa apa, bila kelak ada permasalahan lainnya, kita boleh kembali berdialog.."
",Ok semuanya kalau begitu kita putuskan begitu saja, terimakasih atas waktunya.."
"Secepatnya nanti draft perjanjian akan di kirim untuk di tandatangani oleh masing masing pihak perwakilan.."
Satu persatu pihak perwakilan mulai meninggalkan lokasi pabrik, diantarkan oleh petugas keamanan pabrik.
Pengacara David Chiang dan Jimny Huang juga meninggalkan lokasi pabrik setelah berbasa-basi sejenak.
Setelah semua pihak luar pergi Andi dan rombongannya mengikuti pak Yang menuju lokasi yang akan di buat parit.
Sambil meninjau lokasi, Andi dan pak Yang membicarakan tehnis dan rencana pembuatan parit, jalan hingga pagar kawat besi beraliran listrik.
Untuk menekan biaya, Andi mutuskan menggunakan pagar kawat bekas.
Pak Yang juga setuju dengan ide Andi, setelah mereka berdua sepakat, Nicole pun menghubungi bagian pembelian perusahaan Bos Wang.
Untuk membantu mencarikan pagar kawat bekas yang berharga miring dengan kondisi masih layak pakai.
Selesai melakukan peninjauan Andi Nicole Peter Marco Toni dan Doni pun memutuskan meninggalkan lokasi pabrik.
Sedangkan pak Yang dia langsung kembali ke tugas pembangunan pabrik.
Semua truk pengiriman barang sudah bisa masuk ke lokasi pabrik, karena akses jalan sudah di buka kembali oleh warga.
Nicole mengantar Andi hingga depan kamar apartemen Andi.
"Hari untung ada kamu di,.. bila tidak entah akan jadi apa pembangunan pabrik kita."
ucap Nicole sambil menatap Andi dengan tatapan mata, penuh rasa terimakasih dan kagum.
Andi tersenyum dan berkata,
"Bukan masalah itu memang sudah tanggung jawab dan tugas ku dalam proyek ini."
Nicole mengangguk lalu berkata,
__ADS_1
"Lalu besok apa kira kira rencana kita ?"
Andi tersenyum dan berkata,
"Besok mungkin kita harus mengunjungi berbagai kampus dan biro pusat tenaga kerja."
"Kita harus mulai merekrut bakat bakat yang kita perlukan, untuk membantu kita mewujudkan apa yang sudah kita rencanakan."
Nicole mengangguk dan berkata,
"Baiklah kalau begitu selamat beristirahat, besok pagi aku baru kemari.."
Andi mengangguk dan berkata,
"Sampai besok bye,.."
Lalu Andi berdiri diam menatap bayangan punggung Nicole, hingga berlalu dari sana, Andi baru masuk kedalam kamar nya.
Setelah masuk kedalam kamar, tidak ada yang Andi lakukan selain mandi membersihkan diri, lalu duduk bersila berlatih tenaga sakti Fu Mo Se San Cang.
Hari hari berlalu dengan cepat semua hal berjalan sesuai dengan rencana Andi, tidak terasa sudah 3 tahun berlalu.
Perusahaan otomotif Andi berkembang pesat, orderan tidak pernah putus.
Pabrik juga selalu mampu memenuhi permintaan pasar dalam berproduksi.
Andi sudah menempati posisi direktur utama di perusahaan otomotif, yang di beri nama Andi otomotif company.
Manajemen di China terpisah dengan New York, masing masing punya manajemen dan nama perusahaan sendiri sendiri.
Berry juga sudah menempati posisi direktur utama di perusahaan otomotif mereka di New York.
Meski terpisah tapi Berry tidak pernah putus melakukan konferensi video call dan rapat bersama dengan Andi, dalam berbagai keputusan strategis.
Bos Wang Bos Chen dan Bos Mike sendiri hampir tidak pernah muncul, mereka mempercayakan semua hal ke Andi.
Mereka setahun hanya muncul sekali untuk mendengarkan laporan laba perusahaan dari Andi, dan menikmati bagian keuntungan perusahaan yang menjadi hak mereka.
Bos Wang sendiri kini berhasil menjadi pengusaha paling sukses nomer satu di seluruh Nanjing.
Dia juga berhasil membawa Group Wang menjadi Group nomer satu di seluruh Nanjing, berkat investasinya yang sukses di perusahaan Andi Automotif Company.
Semua pemegang saham sangat pro ke Bos Wang Lei, saudara tirinya kehilangan wewenang dan kepercayaan dari pendukungnya.
Sehingga dia hanya bisa menjadi pemegang saham pasif saja, tidak aktif lagi di Group Wang.
Sehingga Bos Wang kini lebih bebas mengendalikan Group Wang, yang menjadi Group nomer satu di kota Nanjing
__ADS_1
Bos Wang Lei sangat bersyukur menemukan talenta seperti Andi.
Bos Wang kini hanya punya satu harapan, dia sangat menginginkan Andi masuk bergabung kedalam keluarganya.
Dengan memiliki ikatan keluarga, dengan Andi, dia baru bisa merasa tenang dan tidak perlu khawatir suatu hari Andi akan pergi, meninggalkan kerajaan bisnis yang sudah dia bangun dengan susah payah.
Selain itu dia yakin Andi lah pria yang paling tepat, yang bisa dia serahkan tanggung jawab, untuk menggantikan dirinya, menjaga dan mencintai Putri nya dengan setulus hati.
Andi sendiri kini sudah sembuh total, dia tidak menggunakan kursi roda lagi.
Andi kini sedang sibuk dengan pembangunan lokasi pabrik kedua di wilayah Timur yang luas pabriknya dua kali lipat dari lokasi pabrik pertama di selatan.
Tapi di lokasi kedua ini, malah menghabiskan dana yang jauh lebih kecil.
Baik harga kepemilikan tanah, perkiraan biaya pembangunan dan pasokan mesin mesin, semua jauh lebih murah.
Karena setelah Andi tinggal selama 3 tahun di Nanjing, Andi menjadi memiliki relasi yang jauh lebih luas.
Apalagi kesuksesan di pabrik pertama, membuat nama Andi sangat terkenal.
Sehingga banyak orang yang menghubungi Andi menawarkan kerjasama.
Sehingga Andi punya banyak pilihan untuk membanding bandingkan harga mutu dan kualitas yang mereka tawarkan.
Andi berencana untuk go internasional bila pabrik kedua jadi, dia akan memperluas pangsa pasarnya hingga ke India dan seluruh wilayah Asia tenggara.
Andi kini kantornya menempati sebuah gedung pencakar langit yang terletak di puncak lantai 100.
Di satu lantai itu menjadi ruangan khusus buat Andi yang terbagi menjadi dua ruangan.
Ruangan pertama adalah ruang kerja, ruang meeting, dan ruang penerimaan tamu penting perusahaan.
Ruangan kedua adalah ruang kamar privasi, yang menjadi tempat tinggal Andi.
Satu lantai di atas ruangan tersebut adalah roof top yang menjadi tempat parkir helikopter, untuk mempermudah aktifitas kerja Andi.
Tapi kendaraan udara yang di sediakan oleh Bos Wang itu, hampir tidak pernah Andi gunakan.
Andi malah lebih sering menggunakan mobil inventaris perusahaan dan sopir perusahaan untuk mengantarnya menjalani berbagai aktivitas bisnis.
Pagi itu Andi terlihat sudah berpakaian rapi berdiri menghadap jendela melihat pemandangan di hadapannya sambil termenung.
Di tangannya terlihat sedang memegang sebuah patung ukir kayu yang halus
"Orang bilang berdiri di puncak tertinggi yang menanti kita adalah kesepian."
"Ucapan itu sangat tepat, kini aku mulai merasakan nya.."
__ADS_1
gumam Andi pelan.