AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
MENGAJAK SANTI IKUT


__ADS_3

Marcel dengan sikap tidak tahu malu, dia maju menghadang di depan Andi dan Santi,


dia mengulurkan tangannya dan berkata,


"Kenalkan Marcel kekasih Santi..."


Santi di belakangnya marah hingga ke ubun-ubun, mendengar ucapan Marcel yang tidak tahu malu, apalagi di lakukan di depan Andi.


Santi akhirnya tidak bisa lagi menahan emosinya, dia muncul dari samping Marcel, menginjak kaki Marcel dengan sekeras-kerasnya, lalu menendang tulang keringnya.


"Aduhhh...! Aduhhh...! aduh...!"


jerit Marcel melompat-lompat kesakitan, tidak tahu mau ngurus jempol kakinya, yang di injak, atau tulang keringnya yang ditendang


"Kenapa kamu tega sama aku sayang ?"


tanya Marcel sambil meringis kesakitan


"Plakkk...! Plakkk...!"


terdengar suara tamparan Santi yang keras, mendarat tepat di wajah Marcel dengan sangat keras.


"Bajingan tidak tahu malu, enyah dari sini cepat..!!"


teriak Santi sangat marah bercampur malu.


Selama ini dia selalu menahan sabar, menyingkapi sikap Marcel, tapi hari ini dia tidak bisa tahan lagi.


Semua ini karena Marcel berulah di hadapan Andi, yang justru merupakan Pria yang paling dia sukai selama ini.


Setelah Marcel pergi, Santi menutupi wajahnya dengan kedua tangannya, dia terlihat sangat sedih dan hendak berlalu dari sana.


Tapi Andi menahan bahu Santi dengan lembut dan berkata,


"Tidak apa-apa San, kami mengerti, yang lalu biarlah berlalu, jangan terlalu di ambil hati."


"Bila ingin menangis menangis lah, jangan di tahan.."


ucap Andi lembut menenangkan Santi.


Santi bagaikan kapal yang menemukan tempat berlabuh, dia tanpa malu-malu langsung menubruk kedalam pelukan Andi, menangis pilu di sana sejadi-jadinya, melampiaskan semua kemarahan, kekecewaan, dan kesedihan di hatinya.


Andi hanya bisa berdiri diam menatap kearah Viona, dengan tatapan minta maaf dan tak berdaya.


Viona hanya memainkan bibirnya, mengangkat bahunya, seolah-olah hal ini bukan urusannya


Melihat Viona tidak cemburu atau pun marah, Andi pun tersenyum lega dan berkata,


"San sabar ya...sudah ya...kalau begini terus .. orang-orang akan mengira aku lah biang kerok masalah ini.."


Santi mengangguk, lalu menghapus airmatanya, Viona maju memberikan tissue kepada Santi dan berkata,


"Aku tidak menyangka, perasaan mu terhadap si kribo itu segitu dalamnya, hingga menangis sesedih ini untuk nya..."


Santi menampar lengan Viona dengan keras, sambil mempelototi nya.


"Plakkk...!"


"Aduhhh...! sakit...!"


jerit Viona sambil meringis, lalu dia malah terlihat tertawa terbahak bahak.


Melihat tingkah sahabatnya, Santi akhirnya ikut tertawa, sambil menghapus airmata dan ingusnya.


"Bagi dong..."


ucap Viona sambil tertawa menggoda Santi.


Santi benar-benar melempar tisuenya, yang penuh ingus kearah Viona.

__ADS_1


Viona sambil tertawa menghindar sehingga tissue tersebut, justru mendarat di kening Andi dan nempel di sana.


"Aduh maaf..."


ucap Santi buru-buru maju, ingin membantu membersihkan dahi Andi.


"Eittss...! tunggu dulu...! ini tugas ku..."


Potong Viona cepat, dia langsung mengambil tissue di dahi Andi, dan melemparnya ke Tempat Sampah.


Lalu dengan lemah lembut, dia menggunakan tissue bersih lainnya, membersihkan dahi Andi dari sisa kotoran ingus Santi.


Santi hanya bisa berdiri mematung, menatap


kemesraan yang Viona tunjukkan di depan nya.


Tapi dia tidak bisa apa-apa, karena itu memang hak Viona, yang menjadi gadis yang paling di cintai oleh Andi.


Andi tersenyum bahagia dan berkata,


"Makasih ya Vi.."


"Aduh maaf di aku...aku..."


ucap Santi gugup menatap Andi.


Andi tersenyum lembut dan berkata,


"Tidak apa-apa, aku malah harus berterimakasih pada mu San..."


ucap Andi sambil melirik kearah Viona dengan mesra.


Viona tersenyum dengan wajah merah, dia mengerti kata-kata Andi barusan.


Santi tersenyum canggung, menanggapi kata-kata Andi barusan.


"Kalian berdua muncul mencari ku ada apa ?"


tanya Santi heran.


"Kita ngobrol di kantin yuk, sambil makan siomay.."


ucap Andi sambil menunggu respon dari Viona dan Santi.


Viona menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Gak usah di... makanan kantin mahal, gak kenyang, kita ke tempat mang Endut aja yuk."


"Ngebakso di sana murah meriah kenyang lagi.."


Andi menatap kearah Santi dan berkata,


"Gimana San..?"


Santi tersenyum dan mengangguk sambil berkata,


"Aku ikut saja..."


"Ya sudah yuk kita berangkat,"


ucap Viona sambil merangkul lengan Andi dengan mesra.


Andi hanya tersenyum bahagia menanggapi sikap Viona.


Mereka bertiga berjalan santai meninggalkan kampus, menuju warung mang Endut, yang letaknya tidak jauh dari tempat kost Andi.


Tiba di sana, mereka bertiga makan dengan asyik, Andi pesan nasi goreng jumbo, Viona dan Santi pesan bakso.


Selesai makan bakso Viona dan Santi, mencicipi nasi goreng Andi.

__ADS_1


Karena ketagihan, akhirnya Andi sambil tersenyum menonton Viona dan Santi, menghabiskan nasgornya.


Andi sudah sering makan, jadi bukan masalah, bila Viona dan Santi tertarik dan ingin menghabiskan nasgornya.


Dia malah tersenyum senang membantu mengambilkan tambahan teh botol, untuk kedua gadis itu.


Agar kedua gadis itu jangan tersedak dan kehausan.


Selesai makan, Andi ingin membayar, tapi Viona melarang nya dan berkata,


"Di.. jangan sekali ini giliran ku.."


"Setelah pertandingan nanti, baru giliran mu, ok.."


Andi mengangguk dan berkata,


"Baiklah Vi atur aja.."


Di dalam hati Andi berkata, kalau bersama Sarah, mana ada giliran kita buat bayar.


Kalaupun mau maksa diri buat bayar, juga belum tentu sanggup.


"Pertandingan apa di.. ?"


tanya Santi bingung.


Andi pun menjelaskan pada Santi.


"Begini San, beberapa hari yang lalu, kami ketemu secara kebetulan dengan Sarah, di toko One Sports Station.."


"Dia mengajak aku ikut pertandingan ganda campuran di klubnya.."


"Hadiahnya 30 juta.. acaranya Kamis malam ini."


"Nah aku ingin kamu ikut bisa gak San...? hitung-hitung kamu membantu ku menjaga konsentrasi ."


"Terus terang, aku tidak bisa tenang dan berkonsentrasi, bila ada pria lain, yang mengganggu atau mendekati Viona.."


"Kalau ada kamu kan Viona ada teman, jadi aku tidak perlu terlalu khawatir lagi.."


Sambil tertawa nakal Santi berkata,


"Kalau begitu, kamu pergi berdua saja dengan Sarah, bukankah dengan begitu, kamu bisa lebih fokus dan konsen.."


"Aku juga gak yakin bisa menjaga pacar mu yang super cantik ini.."


ucap Santi sambil tersenyum.


Viona langsung mengacungkan tinjunya yang kecil kearah Santi dan berkata,


"Awas kamu ya, pulang kost nanti..! berani ngasih ide ngawur.."


"Ampun-ampun tuan putri... baiklah aku ikut, aku ikut,.. begitu,.. bolehkan..?"


ucap Santi sambil tertawa menjauhi Viona.


Dia takut Viona akan kembali mencubitnya. atau malah menggelitikinya, karena dia paling takut dan tidak kuat menahan gelitikan dari Viona.


terkadang-kadang dia sampai ngompol di buatnya.


Andi hanya tersenyum, dia tahu Santi cuma bercanda, Santi pasti akan ikut bila di ajak.


"Begini...!"


ucap Andi menengahi.


"Nanti jam 4 kalian berdua naik motor ke kost ku, nanti motor nya, parkir di kost ku saja."


"Kita berangkat pakai mobil Sarah saja, hitung-hitung hemat bensin, aman dan nyaman lagi, gimana setuju ?"

__ADS_1


__ADS_2