AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
TERLAMBAT MASUK PESAWAT


__ADS_3

Tanpa memperdulikan keterkejutan Andi, yang berdiri mematung dengan sepasang mata terbelalak kaget.


Nicole langsung mendaratkan bibirnya dengan lembut menyentuh bibir Andi.


Sepasang bibir mereka menempel dan melekat dengan erat.


Nicole sambil memejamkan matanya, meski sedikit kaku karena ini adalah pertama kalinya.


Tapi dia terlihat sangat menikmatinya, Andi yang awalnya kaget akhirnya terbawa suasana.


Di balas memeluk Nicole dengan lembut dan membalas Nicole dengan sepenuh hati.


Andi tahu ini mungkin adalah kenangan terakhir buat Nicole, Andi tidak mau setitik kenangan manis ini pun tidak dia berikan kepada Nicole.


Andi berharap setitik kebahagiaan ini, bisa menghibur perasaan Nicole.


Nicole telah begitu banyak berjasa pada dirinya selama dia ada di Nan Jing.


Terlepas dari perasaan nya, setidak dengan cara ini..


Anggaplah ini sebagai sedikit cicilan kecil, untuk membayar Budi baik ayah dan anak itu pada dirinya.


Hingga kembali terdengar panggilan dari pengeras suara agar penumpang segera naik ke pesawat.


Andi pun pelan pelan menjauhkan Nicole darinya, dengan lembut Andi menghapus dua butir air bening yang menggantung di pipi Nicole yang halus.


Lalu membantu menaikkan anak rambut Nicole yang jatuh menutupi wajahnya.


Andi pun berkata,


"Aku pergi dulu, jaga diri.."


Setelah itu Andi pun membuka pintu menyeret tasnya berjalan cepat meninggalkan tempat tersebut.


Nicole hanya bisa berdiri termenung sedih, melihat bayangan punggung Andi yang perlahan-lahan menghilang dari penglihatannya.


Setelah Andi sudah benar benar menghilang, Nicole sambil menghela nafas panjang, dengan lesu dia menghampiri meja, di mana Andi ada meletakkan sebatang kunci kecil untuknya.


Nicole mengambilnya melihatnya sekilas, kemudian menyimpannya kedalam saku jas yang di kenakannya.


Setelah itu dengan kepala tertunduk lesu, Nicole melangkah meninggalkan tempat yang penuh kenangan indah manis sekaligus menyedihkan itu.


Nicole kembali ke mobilnya, langsung menuju gedung kantor Andi.


Saat tiba di lantai 100 di gedung kantor tersebut, Nicole menghampiri sekretaris Yang dan berkata.


"Pak Andi sudah resign, surat resmi dan pengangkatan CEO baru akan menyusul.."


"Mulai hari ini, kosongkan tempat ini, kamu pindah ke lantai 99.."

__ADS_1


"Tolong ingatkan Ke OB agar tetap rutin di bersihkan dan di rawat dengan baik.."


"Sewaktu waktu aku akan kembali kemari untuk menggunakannya.."


ucap Nicole tegas.


Sekretaris Yang meski kaget, tapi dia tidak berani membantah dan banyak bertanya.


Dia buru buru menganggukkan kepalanya dan berkata,


"Baik Ibu Nicole,.."


Setelah menyampaikan pesan nya, Nicole langsung masuk kedalam kantor Andi mengunci pintu.


Lalu dia berjalan dengan lesu, memperhatikan meja dan kursi di mana Andi sering duduk.


Nicole seolah olah melihat bayangan Andi sedang bekerja dengan serius, juga ada bayangan dirinya sedang membantu Andi dan duduk disampingnya.


Perlahan-lahan bayangan tersebut hilang, hanya tertinggal meja kursi yang kosong melompong.


Nicole tiba-tiba merasa dirinya kini hidupnya terasa hampa dan kesempitan.


Sambil memeluk lengannya sendiri Nicole menghela nafas panjang dan meneruskan langkahnya, menghampiri brankas kecil yang terletak di bawah rak buku.


Nicole berjongkok kebawah, menggunakan kunci yang Andi berikan, untuk membuka lapis pertama pintu besi brangkas tersebut .


Di pintu lapis kedua Nicole memutar angka tanggal lahirnya, terbukalah brangkas tersebut.


Nicole yakin pasti inilah yang Andi maksud dengan kenang kenangan untuk dirinya.


Nicole langsung mengambilnya, kemudian menutup pintu brangkas itu kembali.


Lalu dia membawa amplop kuning besar itu berjalan menuju kamar pribadi Andi selama ini.


Nicole menghampiri kasur tempat tidur duduk sebentar di sana, lalu dia menjatuhkan diri nya berbaring terlentang di sana.


Berguling kekiri ke kanan seolah-olah dia ingin merasakan kehangatan yang di tinggalkan oleh Andi untuknya.


Sesaat kemudian dengan rambut sedikit awut awutan yang justru membuatnya terlihat lebih cantik dan seksi.


Nicole bangkit duduk di bagian tengah kasur Andi, lalu dia menuang keluar seluruh isi amplop tersebut.


Di atas kasur kini terlihat setumpuk surat berharga saham ke pemilikan Group Wang yang terdiri dari dua lembar yang satu saham kepemilikan 20% yang terpecah pecah menjadi persentase kecil kecil, yang satu lembar lagi adalah 15% bulat milik satu orang pemegang saham.


Barang kedua adalah sebuah Amplop kecil yang di dalamnya ada selembar surat kecil.


Di mana disurat itu ada sederet tulisan Andi yang rapi.


"Nicole aku sudah tidak tahu bagaimana membalas hutang perasaan ku pada mu.."

__ADS_1


"Anggaplah saham kepemilikan group Wang, yang akan bisa menjamin kekokohan kedudukan mu disana ini, sebagai sedikit ungkapan rasa terimakasih ku pada mu.."


"Pulpen ini untuk mu, pergunakan lah dengan baik untuk membantu pekerjaan mu.."


"Ini adalah foto-foto kebersamaan kita, kamu saja yang membantu ku menyimpan nya.."


"Bunga ini untuk mu, sebagai ucapan hari kasih sayang ku, di tahun depan dan seterusnya.."


"Kalung ini pantas sekali untuk mu, ini juga kenang kenangan dari ku.."


"Kamu suka minum kopi gelas ini cocok untuk mu, bila terkena air panas, dia akan menunjukkan wujud asli ku pada mu, ha,..ha,..ha..!"


bercanda jangan terlalu serius.


Sekian dulu, terima kasih Nicole.


tertanda Andi Huo.


Nicole sambil membaca, dia memperhatikan satu persatu barang yang Andi tinggalkan untuknya.


Nicole menyimpan dengan hati hati satu persatu barang Andi untuk di masukkan kembali kedalam amplop besar itu.


Kecuali kalung, Nicole sambil tersenyum gembira, langsung mengenakannya.


Kalung tersebut bukan kalung berlian permata mutiara atau batu safir yang berharga.


Tapi cuma sebuah kalung mas tipis dengan liontin berbentuk love kecil saja.


Meski bukan termasuk barang mewah, tapi Nicole terlihat sangat gembira saat mengenakannya.


Dia bolak balik bercermin setelah mengenakan kalung tersebut.


Dan terus memegang dan menciumi liontin tersebut akan lembut.


Barang lainnya yang tidak di masukkan kedalam amplop adalah


pulpen dari Andi, Nicole menyelipkan di saku baju kemeja di dalam jas yang dia kenakan.


Setelah itu Nicole pun melangkah meninggalkan kamar, sekaligus ruang kantor Andi seorang diri.


Sambil memeluk erat erat amplop kuning besar yang Andi berikan untuknya.


Di tempat lain Andi yang tiba di dalam pesawat paling terakhir, langsung menjadi pusat perhatian semua orang.


Untungnya Andi duduk di kelas bisnis, sehingga penumpang tidak terlalu banyak.


Bila Andi duduk di kelas ekonomi, pasti sudah habis dirinya di soraki oleh seluruh penumpang di sana.


Andi setelah duduk di bangku nya, dia segera memasang sabuk pengaman, menegakkan sandaran kursi, dan membuka penutup jendela.

__ADS_1


Setelah pesawat take off dan telah berada di ketinggian udara dalam posisi aman, dimana terlihat lampu sabuk pengaman di padamkan.


Andi baru bisa bernafas lega.


__ADS_2