AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
KELUARGA SARAH


__ADS_3

Andi hanya membeli 3 gelas teh manis hangat, untuk ketiga gadis itu, dan 4 botol air mineral sebagai cadangan, untuk perjalanan mereka berikutnya.


Di sana mereka berempat duduk santai di sebuah tenda, menikmati berbagai camilan yang berada dalam tas yang di gendong Viona


Di sini semua di keluarkan kecuali kotak P3K.


"Jadi besok kalian berdua mau kepasar belanja jam berapa ? kalian mau belanja di pasar mana ?"


tanya Sarah


"Daripada besok pagi-pagi capek-capek pergi belanja, gimana kalau sepulang dari sini kita belanja di Supermarket aja ?"


"Di supermarket semua juga lengkap kok. "


ucap Sarah memberi usul.


Viona dan Andi saling pandang kemudian mereka berdua dengan kompak menggelengkan kepalanya dan Andi berkata,


"Di supermarket gak seru, momennya menjadi hilang."


"Lagipula supermarket harganya lebih mahal .."


ucap Viona mendukung Andi.


Sarah tertawa dan berkata,


"Kalian berdua ini semakin kompak saja, ya sudah terserah kalian deh."


"Lalu kami ke kost Andi jam berapa pas nya ?"


tanya Santi.


"Jam 11 an kelar deh semuanya.."


ucap Andi yakin.


"Wah gue bisa mati kebosanan di kost lama banget.."


ucap Santi melakukan protes..


"Gini aja, tar sore jam 5 an aku jemput kalian kita main ke mall jalan-jalan dan makan di sana."


"Setelah itu kita lanjut pergi karaoke nyanyi-nyanyi di room gimana ?"


"Wah boleh tuh.."


jawab Santi dan Viona kompak mereka berdua terlihat tertarik.


Andi hanya menanggapinya dengan tersenyum, dia tidak terlalu hoby, tapi agar ketiga gadis ini aman ditempat seperti itu, dia mau gak mau harus ikut.


Melihat mereka bertiga begitu Happy, Andi juga tidak menemukan alasan untuk menolaknya.


"Gimana Di ?"


tanya Sarah.


Andi tersenyum dan berkata,


"Asal kalian suka, aku pasti akan ambil bagian."


Santi dan Viona memandang Andi dengan penuh terimakasih, meski mereka berdua sangat pingin kesana.


Tapi bila tidak ada Andi, mereka juga tidak berani pergi, mereka bertiga cewek semua tidak mungkin pergi ketempat seperti itu.


Bila terjadi sesuatu, ditempat begituan masa depan mereka bisa menjadi taruhannya.


Mereka bertiga sama-sama tahu, Andi sangat mahir bela diri, jadi bersama Andi tentu mereka akan jauh lebih tenang.

__ADS_1


Sarah kemudian menatap Santi dan berkata,


"Nah loe San nginapnya di rumah gue aja ?"


"Rumah gue sepi dan banyak kamarnya, atau mau sekamar dengan gue juga boleh.."


ucap Sarah sambil tertawa.


"Besok pagi kita berdua bisa renang di rumah gue, jadi loe gak bakal ngerasa bosan."


"Jam 10 an kita baru ke kost -kostan Andi gimana sip gak ?"


tanya Sarah.


Santi tertawa senang dan memberikan tanda jempol Kearah Sarah.


"Sar kamu tadi bilang rumah mu sepi, emangnya kamu gak punya kakak beradik ? terus orang tua mu kemana ?"


tanya Santi heran.


Sarah menghela nafas panjang dan berkata,


"Ayah ku terlalu sibuk dengan bisnis warisan kakek ku, setiap hari terbang kesana-kemari."


"Kalaupun pulang ayah lebih sering nginap di kantornya.."


"Ibu mu dimana ? masa ayah mu gak pulang-pulang, ibu mu gak ngomel dan marah ?"


tanya Viona.


Andi sedikit berdehem dan menggunakan matanya, menegur Viona agar jangan terlalu over mencampuri urusan keluarga orang.


Viona pun tersadar, dia mengangguk kemudian berkata,


"Maaf ya Sar,.. aku terlalu ceplas-ceplos.."


"Tidak apa-apa aku sudah menganggap kalian semua sahabat dekat ku, jadi gak masalah, Santai aja.."


"Ibu ku dinas di kepolisian, waktunya dirumah juga gak tentu arah, kadang ayah pulang dia sibuk."


"Kadang dia santai dirumah, ayah ku yang sibuk sudah berangkat keluar kota lagi."


"Karena sering seperti itu, ayah ku lama-lama malas pulang, dia hanya pulang sesekali untuk menemui ku saja."


ucap Sarah muram.


"Jadi kamu anak tunggal ya Sar ?"


tanya Santi.


"Sarah kembali menghela nafas panjang dan berkata,


"Sebenarnya aku punya kakak tiri, dia anak dari ayah sebelum menikah dengan ibu ku."


"Tapi karena tidak cocok dengan ibu ku, akhirnya dia kabur pergi meninggalkan rumah, bertahun-tahun tidak tahu pergi kemana."


"Ibu sangat menyesal dan merasa bersalah atas kepergiannya, ibu selalu mencarinya kemana-mana."


"Bahkan sudah meminta bantuan detektip profesional mencarinya, tapi hasilnya tetap nihil."


"Karena masalah itulah, akhirnya ibu memutuskan bergabung dengan kepolisian."


"Agar memiliki akses yang lebih besar, untuk mencari tahu keberadaan kakak tiri ku itu.."


"Tapi sampai kini pun hasilnya tetap nihil."


"Mungkin kakak tiri mu pergi mencari ibu kandungnya.."

__ADS_1


ucap Viona.


Sarah menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Tidak mungkin, ibu kandungnya, yang juga merupakan istri pertama ayah, telah lama meninggal setelah melahirkan kakak tiri ku."


Mereka kini mulai memahami kerumitan keluarga Sarah.


Mereka tadinya sangat kagum dengan latar belakang keluarga Sarah, yang kaya raya dan memiliki kuasa besar.


Kini mereka baru tahu, ternyata di balik itu


Sarah juga memiliki masalah pelik sendiri di dalam keluarga nya.


"Sar apa ayah mu tidak pernah mencoba membujuk ibu mu agar merelakan kepergian kakak mu."


"Sehingga ayah ibu mu bisa kembali bersama sama lagi, tidak perlu sampai terpisah karena pekerjaan ibu mu itu ."


tanya Santi hati-hati.


Sarah menghela nafas panjang dan berkata,


"Tentu saja sering, tapi ibu ku sangat keras orangnya, kalau sudah ada maunya dia tidak akan berhenti ataupun menyerah, sebelum berhasil meraihnya..."


"Setiap kali mereka membicarakan hal itu, tapi bukan nya berhasil malah berakhir dengan pertengkaran hebat antara ayah dan ibu ."


"Lama-lama ayah pun kembali memilih tidak membicarakan hal itu lagi dengan ibu."


ucap Sarah menghela nafas sedih dan kecewa.


Andi dari tadi hanya mendengarkan saja dan tidak menyelanya dari awal hingga akhir.


Ketika cerita Sarah berakhir Andi baru berkata,


"Setiap kehidupan ada suka pasti ada duka, kita tidak perlu terlalu menyesalinya.."


"Hadapi saja semua dengan gembira, suatu hari nanti semua pasti ada jalan keluarnya."


"Ayo Sar jangan terlalu di pikirkan lagi, mari kita lanjutkan perjalanan kita.."


Sarah menatap kearah Andi dan mengangguk setuju.


Lalu mereka semua bangkit berdiri dan melanjutkan perjalanan mereka menuruni bukit D menuju kota L.


Sambil berjalan Andi menepuk bahu Sarah dan berkata,


"Ayo lupakan semua kesedihan mu, mari kita bergembira dan bersenang-senang menyongsong hari depan.."


"Aku yakin hari esok akan selalu lebih indah, hidup tidak mungkin mendung terus, habis mendung turun hujan kemudian akan terang kembali.."


"Begitulah siklus kehidupan, ayo semangat..!"


Sarah menatap kearah Andi dan berkata,


"Makasih ya di..kamu selalu adalah yang terbaik.."


Andi tersenyum lembut dan berkata,


"Yang baik masih banyak, asal kamu membuka hati mu dan berpikir positif."


"Semua akan datang dengan sendirinya.."


"Seperti cahaya matahari pagi ini, bila kita menikmatinya akan terasa hangat dan mengusir hawa udara dingin."


"Tapi bila kita tidak menikmatinya, kita akan merasa silau panas tidak nyaman,.dan takut kulit kita nanti jadi hitam, lalu mencari sesuatu untuk menutupi sinar matahari itu."


"Entah itu payung, baju lengan panjang topi atau dan lain sebagainya."

__ADS_1


ucap Andi sambil tersenyum lembut menatap Sarah.


__ADS_2