AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
JAMES KAKAK SARAH


__ADS_3

Sementara itu Santi yang ikut main ke rumah Sarah, terkagum-kagum melihat kemewahan rumah Sarah.


Hanya satu yang kurang di rumah yang sangat besar dan mewah ini.


Santi tidak merasakan kehangatan sebuah keluarga di sini, rumah yang begitu besar dan mewah terasa sepi dan lenggang.


Sarah seolah-olah bisa merasakan apa yang di pikirkan oleh sahabat nya.


"Kenapa sepi dan lenggang ya ? seperti tidak ada tanda-tanda kehidupan nya ?"


ucap Sarah sambil tersenyum melihat sahabatnya.


Kemudian dia melanjutkan berkata,


"Seperti inilah aku melewatkan hari-hari selama belasan tahun, sejak kepergian kakak ku dari rumah.."


Santi tersenyum kemudian berkata,


"Sekarang ada aku yang temanin kamu, sebelum kamu benar-benar berangkat ke London.."


"Tidak perlu khawatir aku akan membuat mu tidak pernah merasa kesepian lagi.."


"Ayo antar aku keliling-keliling, melihat-lihat agar aku tidak tersesat di rumah besar ini.."


ucap Santi sambil tertawa.


Sarah pun ikut tertawa sehingga suara tawa mereka berdua bergema dirumah tersebut.


Sarah mengajak Santi melihat kamar tidurnya, kamar tidur kakaknya dan kedua orang tua nya.


Juga ruang olahraga dan ruang Sarah berlatih badminton.


Setelah berkeliling melihat bagian dalam rumah, Sarah mengajak Santi melihat taman di belakang dan samping rumah, serta kolam renang yang terletak di halaman samping rumah.


Melihat kolam renang yang berair jernih dan biru, Santi pun menjadi tertarik dan berkata,


"Sar kita renang yuk..! biar aku pinjam pakaian renang mu ada kan ?"


Sarah mengangguk dan berkata,


"Boleh, yuk ke kamar ku, berganti.."


Kedua orang gadis itu sambil tertawa gembira , naik ke lantai dua menuju kamar Sarah.


Sarah mengajak Santi menuju ruang pakaian olahraga nya dan berkata,


"San kamu pilih aja sendiri mana yang cocok, di sini pakaian renangnya, disini penutup kepala dan kaca mata renang.."


"Pilih aja mana yang nurut loe cocok.."


"Oh ya untuk pakaian ganti dan handuk ada disebelah sini, kamu pilih aja mana yang kamu suka.."


"Aku mau kebawah dulu mesan jus ke bik Ratih."


ucap Sarah santai, lalu dia mengambil satu set pakaian renang dan meninggalkan kamarnya.


Santi memandang dengan takjub isi lemari Sarah yang begitu komplit, semua pakaian nya juga keren-keren, semua berbahan lembut dan halus sangat nyaman saat di kenakan.

__ADS_1


Setelah berganti pakaian renang, Santi menggunakan sebuah handuk kimono merah.


Langsung keluar dari kamar Sarah, turun kelantai dasar menuju halaman samping.


Saat Santi tiba di sana, Sarah terlihat sudah sedang berendam, day duduk di dekat sebuah minibar kecil.


Di hadapan Sarah ada dua gelas besar Juice jeruk segar, yang menanti Santi untuk menikmatinya.


Santi setelah melepaskan handuk yang melilit tubuhnya dan menaruhnya di kursi santai.


Dia pun terjun kedalam kolam dan berenang mendekati Sarah, yang duduk di dekat mini bar yang letaknya agak sedikit ditengah kolam renang.


Setelah sampai di mini bar, Santi pun duduk di sebelah Sarah, kemudian meraih gelas berisi Juice jeruk dingin dan seger.


Santi menyeruputnya kemudian berkata,


"Wah mantab seger banget juice ini, sangat cocok dengan udara yang sedang panas ini."


Sarah tersenyum dan berkata,


"Kamu benar San, cuma biasanya aku minum biasa saja, tapi hari ini justru terasa beda.."


"Mungkin yang beda adalah kehadiran sahabat seperti kamu di sini.."


"Sayang nya kalian munculnya sedikit telat, kalau dari belasan tahun lalu, tentu akan lebih sempurna lagi.."


ucap Sarah sambil merangkul bahu Santi.


Santi tertawa dan berkata,


Sarah pun ikut tertawa dan berkata,


"Siapa pun juga tahu kita berdua ini adalah pasangan korban cinta bertepuk sebelah tangan.."


"Di saat mereka berdua sedang berbahagia bersama, kita di sini bisa apalagi selain saling menghibur diri seperti ini.."


ucap Sarah dengan nada tak berdaya.


Santi menghela nafas panjang dan berkata,


"Kamu masih mending lah, aku sudah menjadi saksi hidup kisah mereka berdua hampir 8 tahun lebih."


"Tapi aku benar-benar salut dengan Andi, dia adalah pria yang beda lain dari lain."


"Bila pria lain dalam kurun waktu begitu lama, pasti hati dan perasaan nya sudah berubah.."


"Tapi Andi sangat berbeda dan sangat spesial.."


Sarah mengangguk dan berkata,


"Kamu benar Andi sungguh spesial, semoga saja Viona bisa mensyukuri apa yang sudah dia dapatkan dan tidak menyia-nyiakan nya.."


Santi menganggukkan kepalanya membenarkan pendapat Sarah.


Sesaat mereka berdua larut dalam jalan pikiran masing-masing.


Tiba-tiba Santi bertanya,

__ADS_1


"Sar siapa nama kakak mu yang minggat dari rumah itu ? ganteng tidak kakak mu itu ?"


Sarah tersenyum menatap Santi dan berkata,


"Emangnya kalau ganteng kenapa ? kamu mau jadi kakak ipar ku..?"


"Hushh.. sembarangan kenal aja kagak,.aku cuma iseng pengen tahu aja."


ucap Santi dengan wajah merah, sambil menusuk pinggang Sarah.


Sarah terkejut dan tertawa cekikikan, lalu dia membalas Santi mereka berdua pun tertawa cekikikan.


Setelah agak mereda bercandanya, dengan serius Santi kembali berkata,


"Soalnya adiknya saja cantik gini, pasti kakak nya juga ganteng.."


Sarah tersenyum dan berkata,


"Nama kakak ku James...ini fotonya belasan tahun yang lalu, aku tidak tahu bagaimana bentuknya saat ini.."


Di foto yang Sarah tunjukkan terlihat seorang anak laki-laki berwajah cukup tampan, tapi agak dingin dan tatapan matanya sangat galak dan menyeramkan.


Terutama sepasang alisnya yang tebal seolah-olah melindungi sepasang matanya yang bersinar tajam.


"Kakak mu terlihat galak dan menyeramkan.."


ucap Santi memberi penilaian, setelah melihat foto kakak Sarah yang tersimpan di HP Sarah.


Sarah mengangguk dan berkata,


"Wajah nya memang galak, tapi hatinya sangat lembut baik dan penyayang.."


"Percaya tidak, sejak kami tumbuh bersama, tidak sekalipun dia pernah memarahiku.."


"Dia selalu mengalah dengan ku, apapun yang ku inginkan dia pasti membantu ku mendapatkan nya."


"Bila aku di hukum ibu, dia pasti berdiri keluar membela ku.."


"Terus terang saja aku sungguh merindukan nya, dan sangat merasa kehilangan sejak dia pergi ninggalin rumah.."


ucap Sarah sedikit sedih.


Santi merangkul sahabat nya dan berkata,


"Sudahlah Sar jangan bersedih, percayalah suatu hari nanti kalian pasti akan bisa berkumpul kembali."


Sarah tiba-tiba memandangi Santi dari atas hingga kebawah kemudian berkata,


"San kamu kalau di lihat-lihat saat sedang berbikini begini, ternyata sangat cantik dan menarik.."


"Kalau kakak ku pulang melihat mu dalam keadaan begini, aku jamin dia bakal betah dirumah, dan tidak akan pergi-pergi lagi.."


ucap Sarah sambil tertawa.


"Hushh ngaco..!"


ucap Santi dengan wajah merah padam..

__ADS_1


__ADS_2