AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
MENUNTUT HAK KEMENANGAN


__ADS_3

Tidak ada satupun di antara mereka yang bersedia mengalah.


Mereka berempat kemudian serempak masuk kedalam arena ice skating.


Baru saja masuk masuk kedalam Arena, Berry sudah mulai menunjukkan leluconnya.


Karena kurang berhati-hati, dia langsung terpeleset dan jatuh terbanting dengan pantat mendarat keras di atas lantai es yang keras.


Berry berusaha menahan rasa sakit di pantatnya, kemudian dia berulang kali mencoba berdiri, tapi selalu gagal dia selalu jatuh dan terjatuh lagi.


Dia bahkan sampai terguling, dan tidur di atas lantai es.


Gadis cantik yang dari tadi bermain Ice skating dengan indah berseliweran kesana kemari, dia merasa kasihan dengan Berry.


Dia segera mendekati Berry, lalu dia pun mengulurkan tangannya kearah Berry sambil tersenyum dia menatap Berry dengan kasihan.


Berry menerima uluran tangan gadis itu, yang pelan-pelan membantu Berry untuk bangun berdiri, kemudian dia membantu membimbing Berry kepinggir arena yang ada pagar pegangan nya.


"Pemula sebaiknya di sini saja mainnya, agar tidak cedera.."


ucap gadis itu sambil tersenyum


"Terimakasih banyak dek Nelly.."


ucap Berry sambil tersenyum.


Gadis itu awalnya sedikit terkejut, kemudian dia menyadari Berry tahu namanya pasti dari name tag yang ada di dadanya.


Gadis itu kemudian mengulurkan tangannya dan berkata,


"Kenalkan Nelly, aku guru privat Ice skating junior di arena ini.."


Berry menyambut uluran tangannya dan berkata,


"Berry, aku kebetulan sedang mencari orang yang bisa mengajari ku bermain Ice skating ."


"Berr...!!"


teriak Davina kesal sambil menunjuk jam tangannya.


Dia bermaksud mengingatkan Berry, agar tidak buang buang waktu.


Melihat Berry malah asyik ngobrol dengan gadis itu, Davina tentu gak terima.


Beery melototi Davina kembali lalu menatap ke arah Nelly dan berkata,


"Maaf.."


Gadis itu tersenyum dan berkata,


"Gak papa, aku yang harus nya minta maaf membuat mu di tegur pacar mu.."


Nelly setelah berkata, dia hendak berlalu dari sana.


Tapi Berry buru buru menahan tangan nya dan berkata,


"Dia bukan kekasihku, dia teman yang sedang bertaruh dengan ku.."


Kemudian berry buru-buru melepaskan tangan Nelly dan berkata,

__ADS_1


"Maaf aku tidak sengaja,...aku hanya ingin privat dengan mu."


"Meniru mu bermain Ice skating sebanyak 3 putaran, untuk memenuhi pertaruhan ku dengan nya."


Nelly tersenyum dan berkata,


"Kalian bertaruh apa emangnya..?"


Berry sambil tersenyum canggung berkata,


"Yang kalah harus menuruti apapun perkataan yang menang, selama dia masih sanggup melakukan nya."


"Yang ingkar janji, selanjutnya akan menjadi kura kura bangsat."


Nelly tertawa sambil menutupi mulutnya sendiri, mendengar penjelasan Berry.


Sejenak kemudian dia berkata,


"Lalu apa yang dia minta bila kamu kalah ?"


Berry kembali tersenyum canggung dan berkata,


"Dia meminta ku berkeliling arena tanpa busana sebanyak 3 kali.."


Sejenak Nelly menatap berry dengan sepasang mata terbelalak tak percaya.


Tapi sesaat kemudian dia kembali tertawa sambil kembali menutupi mulutnya.


Lalu berkata,


"Dan kamu menerimanya padahal kamu dari awal sudah tahu kamu tidak bisa bermain Ice skating,?"


tanya Nelly mengingatkan.


Berry tersenyum tak berdaya dan berkata,


"Aku tentu tahu, tapi pertaruhan sudah berjalan, aku tidak bisa apa-apa selain berharap bisa melakukannya semampu ku.."


Nelly menatap Berry dengan kasihan dan berkata,


"Begini saja. aku akan mengajari mu sebisa ku, hitung hitung kalau kamu berhasil menang taruhan."


"Setidaknya kamu tidak buat onar di arena ini, yang sebagian besar pengunjungnya adalah wanita."


Tapi bila tidak bisa menang, ya,... itu mungkin nasib mu, aku akan menghubungi security agar cepat mengurus mu.."


"Sebelum terjadi keonaran.."


ucap Nelly sambil menahan tawa.


Berry menatap Nelly dan berkata dengan serius,


"Makasih ya Nell, untung aku bertemu denganmu, setidaknya aku masih diberi kesempatan.."


Nelly mengangguk kemudian berkata,


"Ayo kita mulai, aku akan menuntun mu, berkeliling keliling untuk melancarkan gerakan mu dulu."


Nelly mulai menuntun Berry berkeliling, sambil memberikan petunjuk cara bermain dan bergerak di atas lantai es yang licin.

__ADS_1


Setelah berkeliling dua kali Nelly mulai mencoba melepaskan berry bergerak sendiri, awalnya agak kaku tapi akhirnya berry berhasil bermain dengan lancar.


Davina di pinggir lapangan mulai pucat, melihat perkembangan permainan Berry yang sangat cepat.


Davina yang mulai khawatir,. akhirnya mulai meneriaki Berry, agar cepat bergerak sendirian, menjalankan pertaruhan mereka.


Sebenarnya Berry juga belum begitu.lancar, tapi karena Davina sudah terus memaksa, tidak ada pilihan lain bagi Berry selain untuk mencoba bermain seorang diri...


Nelly sebenarnya, ingin mencegah nya, karena dia belum mengajarkan Berry cara untuk berhenti.


Tapi Berry keburu sudah mulai bergerak berkeliling lapangan. Berry mulai bergerak semakin lama semakin cepat mengelilingi lapangan Ice skating sebanyak 3 kali.


Setelah berhasil menyelesaikan 3 kali putaran, Berry menatap kearah Davina penuh kemenangan.


Sedangkan Davina terlihat pucat, tidak bisa berkata-kata lagi, dia benar-benar di buat syok dan tidak menyangka Berry bisa menyelesaikan pertaruhan mereka dengan baik.


Tapi sesaat kemudian Berry mulai terlihat panik karena tidak tahu cara menghentikan laju tubuhnya.


Tubuhnya terus meluncur dengan sangat cepat, padahal dia sebenarnya ingin berhenti.


beberapa kali Berry melihat kearah Nelly meminta petunjuk.


Nelly berusaha memberi petunjuk secara lisan sebisa mungkin.


Akhirnya Berry dengan nekad meniru gerakan yang ditunjukkan oleh Nelly secara otodidak.


Berry tidak berhasil menghentikan laju tubuhnya, setelah meniru gerakan sesuai petunjuk Nelly.


Tubuhnya tidak berhenti, tapi dirinya malah terguling, lalu dia meluncur diatas es dengan sangat cepat lalu menabrak kaca pembatas dengan sangat keras.


"Brakkkk,...!!"


Wajah Berry membentur kaca dengan sangat keras, tubuh Berry menempel di kaca pembatas seperti seekor cicak.


Kemudian perlahan lahan melorot ke bawah, dengan mata mendelik keatas dan lidah sedikit menjulur keluar.


Pandangan mata Berry melihat banyak bintang bintang sedang menari nari di hadapannya.


Nelly buru buru menghampiri berry, menepuk-nepuk pipi nya sambil memangku Berry berusaha menyadarkan nya.


Sedangkan Davina Andi dan Violin hanya bisa menatap dengan mata terbelalak kaget tidak tahu harus bagaimana.


Tapi setelah memejamkan matanya sejenak, dan membuka nya kembali.


Berry mulai sadar dan bisa melihat dengan jelas wajah Nelly yang sedang memangku nya.


"Kamu tidak apa-apa Berry..?"


tanya Nelly khawatir.


Sambil tersenyum berry berkata,


"Tidak apa-apa, Nell makasih banyak.."


Lalu Berry pun perlahan lahan bangun untuk duduk sejenak menenangkan diri.


Setelah itu dia baru berusaha untuk bangun, dengan bantuan Nelly akhirnya Berry bisa kembali berdiri


Nelly kemudian membantu menuntun Berry kepinggir dan bergerak pelan menghampiri teman teman Berry yang lain.

__ADS_1


__ADS_2