AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
KEJADIAN DI HALAMAN TEMPAT PEMBERKATAN


__ADS_3

Dengan wajah gusar Ronaldo berjalan menghampiri Andi bersama beberapa teman temannya langsung mengurung Andi.


"Kamu tidak di sambut di sini cepat pergilah, jangan merusak pemandangan di sini.."


ucap Ronaldo sambil menunjuk nunjuk wajah Andi dan mengusirnya.


Andi tidak mau melayani sikap kasar Ronaldo.


Dia kemari bukan untuk ribut, dia datang kemari untuk melihat Violin untuk yang terakhir kalinya, dia datang kemari ingin mengucapkan selamat dan perpisahan dengan gadis yang sangat dia cintai itu.


"Aku datang atas undangan Violin langsung ini undangannya, kamu tidak berhak mengusir ku dari sini.."


ucap Andi tenang, dia menatap wajah DoDo yang sedang emosi dengan tenang.


Situasi dan model wajah bagaimana yang tidak pernah di hadapi Andi di arena.


Bila cuma DoDo bagi Andi itu masalah kecil, dia tidak mungkin takut meski DoDo di bantu temannya mengeroyoknya.


Yang Andi takut cuma satu, bila dia ribut dengan DoDo dan berakhir dengan di usir oleh Violin, tanpa sempat dia mengucapkan kata selamat dan salam perpisahan.


Maka dia pasti akan menyesal seumur hidup, bahkan matipun dia akan tetap menyesal dan merasa bersalah pada gadis itu.


Sudah terlalu banyak hutangnya pada gadis itu,.dia sadar seumur hidup pun dia tidak bisa akan bisa membayar hutang budinya pada gadis itu.


Bila kedatangan hanya untuk mengacau dan merusak hari bahagianya, hutangnya akan semakin banyak.


Jadi apapun ceritanya, Andi sudah memutuskan, dia tidak akan pernah melawan dan ribut dengan DoDo.


Ronaldo dengan kasar merebut undangan Andi membantingnya ke lantai dan menginjak-injak undangan tersebut, lalu berkata dengan mata melotot,


"Pergi kamu,..!! Pergi dari sini,..!! Jangan pernah muncul lagi di hadapan ku..!!"


Andi hanya menanggapinya dengan tersenyum dingin.


Andi yang tadinya ingin mengalah demi kebahagiaan Violin, bila memang Violin sepenuh hati memilih Ronaldo.


Melihat sikap Ronaldo yang begitu arogan mengingatkan dirinya akan Rio.


Andi tiba-tiba menjadi ragu, dia takut mengulangi kesalahan yang sama untuk kedua kalinya.


Dia tahu dengan jelas Violin masih menyimpan perasaan terhadapnya, bila Ronaldo bersikap kekanak Kanakan dan tidak mau mengerti dan memahami bersabar terhadap Violin.


Tentu hidup Violin akan sengsara bersama pria tidak dewasa ini.


Berpikir sampai di sini Andi mulai merasa ragu untuk melepaskan Violin menikah dengan Ronaldo.


Sebaliknya Ronaldo yang melihat Andi masih tidak mau pergi juga.

__ADS_1


Dia menjadi semakin gusar, akhirnya dia menarik kerah baju Andi, dan langsung melayangkan tinjunya kearah wajah Andi.


"Bukkk,..!!"


Andi langsung terhuyung-huyung kesamping, dengan bibir robek berdarah.


Tapi Andi sambil tersenyum sinis, kembali berdiri tegak dan berkata,


"Kamu boleh pukul sepuas hati mu, kecuali aku mati,.aku tidak akan pernah pergi dari sini.."


"Kau,...! baik bila itu mau mu..!"


ucap Ronaldo kesal.


Ronaldo memegangi pundak Andi, lalu sekuat tenaga menyarangkan sikut kakinya keperut Andi.


"Bukkkk,..!!


"Huff,..!!"


Andi yang memang tidak berusaha melawan ataupun menggunakan tenaga saktinya untuk menahan serangan.


Dia langsung terbungkuk menahan mules di perut nya hingga terdengar suara Huff dari mulutnya.


Tidak cukup sampai di sana Ronaldo yang sedang dongkol, tanpa rasa kasihan


Dia kembali melayangkan tangannya meninju wajah Andi yang sedang membungkuk dari samping.


Di sana Andi kembali menerima tinju di wajahnya dari teman DoDo.


Selanjutnya mereka secara berganti gantian menghajar Andi hingga babak belur.


Tapi Andi dengan keras hati bertahan tidak mau jatuh keatas tanah.


Sehingga mereka semakin beringas melayang kan tinju mereka kearah wajah Andi yang sudah bersimbah darah.


Di saat mereka sedang menyiksa Andi, mobil pengantin kedua yang membawa Violin bersama pendampingnya, yang merupakan teman baik Violin di RS M tiba di lokasi pas di belakang mobil pengantin pertama


Violin yang melihat ramai ramai yang sedang di lakukan oleh DoDo calon suaminya dan beberapa temannya sedikit mengerutkan alis dan bertanya,


"Ehh itu apa yang sedang terjadi..!?"


"Nggak tahu non, sepertinya tuan DoDo sedang bertengkar dengan seseorang di sana.."


jawab supir yang mengantar jemput Violin dari apartemennya, menuju lokasi resepsi.


Violin bersama pendampingnya buru buru turun dari mobil dan bergegas menghampiri lokasi kejadian.

__ADS_1


Saat tiba di lokasi dan bisa melihat dengan jelas, siapa yang sedang di hajar dan di siksa oleh DoDo dan teman-temannya, di hari yang harusnya menjadi hari bahagia mereka.


Violin langsung berteriak histeris "DoDo hentikan,..!!"


"Apa yang sedang kalian lakukan..!?"


teriak Violin sambil maju mendorong satu persatu teman DoDo menjauhi Andi.


Termasuk DoDo Violin dengan kesal mendorongnya minggir, kemudian dia langsung berjongkok dan berlutut di samping Andi yang sedang menatapnya sambil berusaha untuk tersenyum dengan wajah yang sudah hampir sulit di kenali lagi..


Violin sering melihat Andi turun bertanding, kecuali saat turun menghadapi Rio atas permintaan kakaknya agar Andi mengalah.


Di luar itu Andi tidak pernah sekalipun mengalami cedera sampai seperti ini..


Violin sadar bila Andi menghendaki DoDo dan semuanya tidak mungkin bisa menyentuh satu helai pun ujung rambut Andi.


Andi seperti ini hanya ada satu alasannya, karena dirinya, Andi tidak ingin melukai atau melawan siapapun demi dirinya.


Semua ini Andi lakukan hanya untuk dirinya.


Kini dirinya dan kakaknya sudah hampir tiada bedanya, dulu dia sangat membenci kakaknya yang tega membuat Andi terluka sampai begitu rupa.


Tapi kini dirinya juga sama,.meski ini bukan kehendak nya, tapi semua ini terjadi karena dirinya.


Violin menatap Andi dengan penuh perasaan bersalah dan airmata sudah tidak dapat di tahan lagi, jatuh bercucuran membasahi wajahnya dan sedikit merusak makeup di bagian matanya.


"Mengapa kamu begitu bodoh, mengapa,..?"


tanya Violin dengan sedih.


Dengan tangan gemetaran Violin memegangi wajah Andi dengan lembut.


Andi sambil berusaha tersenyum berkata,


"Aku tidak apa-apa kamu tenang saja, jangan menangis lagi, riasan mu jadi luntur.."


Sambil menatap wajah Violin, Andi secara tidak sengaja melihat kalung cincin dan anting pemberian nya masih di kenakan oleh Violin.


Bahkan di hari pernikahan nya sekalipun, Violin masih tetap mengenakan nya.


Hal ini membuat Andi semakin bertekad ingin berjuang sampai titik terakhir, dia tidak akan membiarkan Violin yang masih sangat mencintainya pergi begitu saja dari sisinya.


Andi menjadi semakin bertekad, dengan nekad Andi balas menggenggam tangan Violin, tanpa memperdulikan reaksi Ronaldo yang sedang berdiri melotot menahan gusar melihat kearah dia dan Violin.


"Lin ku mohon jangan pernah tinggalkan aku, aku sangat membutuhkan mu.."


"Aku benar benar sangat mencintai mu, marilah ikut dengan ku.."

__ADS_1


"Kita tinggalkan tempat ini, aku bersumpah akan memberikan apapun yang kamu inginkan termasuk nyawa ku, yang dari awal memang adalah milik mu.."


"


__ADS_2