AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
VIOLIN MENCERITAKAN SEMUANYA


__ADS_3

Sepasang matanya terbelalak tak percaya menatap putri ke duanya, dengan penuh rasa bersalah yang menyesaki dadanya.


Tanpa bisa tertahankan lagi, airmata nya mengalir deras dari sepasang matanya yang indah, membasahi pipinya yang putih tapi sudah mulai banyak di hiasi kerutan.


Violin dengan kepala tertunduk melanjutkan ceritanya, dia sama sekali tidak berani mengangkat kepalanya menatap wajah ibunya.


Violin takut bila melihat ekspresi wajah ibunya, dia tidak akan sanggup melanjutkan ceritanya hingga tuntas.


Padahal violin sudah memutuskan hari ini, dia akan menceritakan semuanya sampai tuntas, dia tidak mau lagi menahan beban rahasia ini seorang diri.


Dia ingin membuka semua sejelas nya, apapun tanggapan ibunya nanti biarlah.


Yang jelas perasaannya terhadap Andi kekasih kakak nya, tidak akan pernah berubah sampai kapan pun juga.


Begitulah tekad pikiran Violin di dalam hati.


Violin dengan suara pelan kembali melanjutkan ceritanya.


"Malam itu violin kurang beruntung, penyamaran Violin terbongkar oleh para tukang ojek lain."


"Mereka lalu menangkap dan ingin memperkosa Lin, di saat genting itulah kak Andi yang waktu itu tidak saling kenal dengan Lin turun tangan untuk menolong Lin."


"Kak Andi menghajar mereka dan menolong Lin, sebagai imbalannya Lin menjadi tukang ojek buat mengantar kak Andi ketempat tujuan nya."


"Kak Andi memesan ojek Lin untuk pulang pergi dan bersedia bayar ongkos nunggu."


"Maka Lin terpaksa nunggu di sana, sampai kak Andi keluar dari Sasana."


"Mungkin karena wajah kakak dan Lin sangat mirip, kak Andi menjadi curiga aku adiknya kak Viona."


"Sehingga saat keluar dari Sasana kak Andi pun menyambungkan aku untuk berbicara dengan kakak.."


"Di sana lah Lin mulai mengenal kak Andi sebagai teman baik kak Viona."


"Saat kak Andi mengajak Lin makan, karena tahu perut Lin sedang kelaparan, di sanalah kak Andi tahu bahwa Lin bekerja ngojek karena tidak bisa bayar SPP."


Tanpa pikir Dua kali kak Andi langsung mentransfer uang nya sebesar 40 juta ke rekening Lin."


"Kak Andi ingin Lin mengurus biaya sekolah Lin Dan adik adik sampai tuntas dengan uang itu."


"Kak Andi minta Lin fokus sekolah jangan ngojek lagi, bila uang kurang kak Andi minta Lin memberitahukan kepada nya."

__ADS_1


"Tapi karena Lin yang punya pikiran negatif terhadap kebaikan kak Andi, setelah di traktir makan dan di belikan bungkusan buat Rina dan Dodi."


"Lin malah terlibat perdebatan dengan kak Andi, sehingga Lin meninggalkan kak Andi sendirian di sana."


"Tapi saat di jalan Lin kembali di hadang begal motor yang lagi lagi ingin mengganggu Lin dan merampas motor Lin."


"Saat Lin sudah tidak berdaya, kak Andi kembali muncul menghajar mereka, dan secara kebetulan karena kejadian itu, kak Andi malah memperoleh motor besar dari para begal itu."


"Motor Lin tidak bisa di nyalakan karena kunci motor Lin di bawa kabur oleh para begal itu


"Kemudian kak Andi mengendarai motor besar mengantar Lin pulang, dengan jalan membantu mendorong motor Lin dari belakang hingga tiba di rumah."


"Karena pertolongan yang berulang kali itu, akhirnya Lin mulai mengubah pandangan negatif Lin terhadap kak Andi."


"Sehingga saat mama menyuruh Lin menjemput adik adik, karena khawatir Dody dan Rina nunggu kelamaan dan di usir keluar dari sekolah.."


"Demi keamanan Doddy dan Rina Lin terpaksa merepotkan kak Andi menjemput dan mengantar Dody dan Rina kembali kerumah."


"Maka kemudian ada makanan Hok Ben itu, itu semua pemberian kak Andi yang khawatir Doddy dan Rina kelaparan di rumah.."


"Tapi saat Kak Andi mengantar Doddy dan Rina pulang, kak Dody di hadang ibu kompleks, sampai kini pun motor kak Andi masih di tahan ditempat Bu Norman sebagai jaminan hutang kita.."


ucap Violin menutup ceritanya dengan mata berkaca-kaca mengingat semua kebaikan Andi terhadap keluarganya.


"Kelihatannya justru Andi lah yang merupakan pria yang bisa di percaya dan bisa di andalkan.."


"Tapi mama malah memaksanya berdekatan dengan Rio dan meninggalkan Andi."


"Ahh Mama sungguh merasa bersalah pada kalian semua, mama telah gagal menjadi ibu yang baik buat kalian.."


ucap mama Viona sedih.


"Maafkan Mama nak.."


ucap mama Violin sedih sambil menelungkup kepalanya berbantalkan tangan, dan menangis tersedu-sedu merasa menyesal dan bersalah.


"Mama sudahlah mama tenang saja, jangan menangis lagi."


"Kak Viona baik baik saja, kak Viona dan kak Andi kelihatannya masih terus berhubungan kok.."


"Nanti siang sepulang sekolah, kak Andi janji akan datang mengajak Lin mengambil motornya kembali di rumah Bu norman.'

__ADS_1


"Tapi bagaimana caranya nak, mereka tidak bakal mengembalikan motor nak Andi, sebelum kita membereskan hutang kita..?"


ucap Mama Violin sesaat menghentikan tangisnya dan menatap violin dengan cemas.


"Mama tenang saja, di rekening Lin masih ada uang 30 jutaan, bila mereka maksa Lin bisa gunakan uang itu untuk menebus motor kak Andi."


ucap Violin menenangkan ibunya.


"Tapi uang itu, nak Andi berikan buat biaya sekolah kalian bertiga.."


"Kalau di gunakan bagaimana kalian punya uang untuk bayar SPP dan biaya sekolah kalian..?"


ucap mama Violin kurang setuju.


Violin tersenyum dan berkata,


"Itu hanya jalan terakhir ma, kak Andi kemaren bilang dia punya cara."


" Lin percaya kak Andi pasti punya cara, kak Andi tidak pernah berbohong ataupun ingkar janji selama Lin mengenalnya.."


"Lin kenapa ibu lihat kamu begitu perhatian dan mengenalnya dengan begitu baik, jangan jangan ahhh..!"


"Itu gak boleh Lin dia calon kakak mu...kamu tidak boleh.."


ucap mama Viona menatap Violin dengan cemas.


Violin tersenyum pahit dan berkata,


"Mama jangan ber khawatir berlebihan, Lin tahu kok posisi Lin."


"Lin tidak bakalan berebut dengan kak Viona, sekalipun Lin punya keinginan itu."


"Kak Andi juga tidak akan pernah menerima Lin, karena kak Andi bukan pria seperti itu, bila kak Andi pria seperti itu, bahkan Lin akan memandang rendah dirinya..."


ucap Violin seperti sedang bicara mengingatkan dirinya sendiri.


Mama Violin hanya tersenyum sedih dan menggelengkan kepalanya, melihat sikap yang ditunjukkan putri keduanya ini.


Sebagai orang tua yang membesarkan anak nya dari kecil, bagaimana dia bisa tidak tahu apa yang sedang di pikirkan dan di rasakan oleh putri ke 2 nya ini.


Cuma setelah mendengar ucapan putrinya barusan, hati ibu Viona kini jauh lebih tenang.

__ADS_1


Setidaknya Violin bisa bersikap dan berpikir secara dewasa.


Dan dari penjelasan Violin, dia yakin Andi juga adalah pria yang sangat bisa di percaya, dan tidak bakalan berpikir macam-macam terhadap putri ke 2 nya yang masih kecil ini.


__ADS_2