
Andi dan Sarah akhirnya tiba di sebuah Toko sport yang besar dan mewah, Andi baru pertama kali datang ke toko sport mewah dan megah seperti ini.
Tentu saja Andi dibuat seperti orang bodoh yang terus menatap gedung toko sport, yang baru dari tampilan depan nya saja sudah begitu luar biasa.
"Ayo di,.. kita masuk jangan bengong saja."
ucap Sarah tersenyum melihat Andi yang terlihat melongo.
Andi pun menjadi tersadar, dia buru-buru mendorong kursi roda Sarah, untuk naik keatas melalui jalur datar.
Jalur itu memang khusus di sediakan untuk mendorong kereta barang untuk naik dan turun, gedung itu terletak di bagian yang agak tinggi, harus melalui beberapa undakan anak tangga.
Baru bisa masuk kedalam ruangan gedung.
Interior di dalam sangat mewah, gedung itu di dalamnya sangat besar dan luas, gedung yang terdiri dari 3 lantai, semuanya diisi berbagai macam peralatan olahraga, lengkap dengan pakaian dan sepatu olahraganya.
Di dalam gedung terlihat banyak pelayan toko yang melayani dan menemani pengunjung berkeliling.
Mereka menemani pelanggan berkeliling sambil memperkenalkan berbagai jenis barang, yang di cari oleh pengunjung yang mereka temani.
Seorang pelayan wanita sambil tersenyum ramah, membungkukkan badannya kearah Andi dan Sarah, lalu dengan sikap ramah dan sopan dia berkata,
"Tuan dan Nona, selamat datang berkunjung ke The One Sport Station, ada yang bisa saya bantu ?"
Sarah menoleh kearah Andi dan berkata,
"Kamu ingin berkeliling dan melihat-lihat dulu,. di,.. ?"
Andi mengangguk dengan cepat dan sedikit bersemangat, dia sebenarnya juga penggemar berbagai macam olahraga, tapi selama ini dia cuma bisa punya peralatan yang sederhana.
Dia tentu belum pernah lihat peralatan mewah dan banyak jenisnya seperti, yang ada di toko ini.
Meski tidak beli sekalipun, cuma melihat-lihat saja, dia sudah merasa cukup puas, untuk sekedar mencuci matanya yang lapar.
Pelayan itu dengan sikap ramah, mulai memperkenalkan berbagai macam barang, yang di jual dalam toko tersebut.
"Untuk lantai satu kami sediakan khusus untuk berbagai peralatan dan perlengkapan olahraga, yang berukuran kecil dan tidak makan tempat."
ucap pelayan itu mulai memperkenalkan pada Andi, yang kelihatannya baru pertama kali datang mengunjungi toko mereka.
"Seperti ini, bagian ini khusus berisi berbagai merk raket badminton, mulai dari yang merk terkenal, hingga yang biasa."
ucap gadis itu memberi penjelasan.
Dengan antusias Andi bertanya,
"Carbonex 21 ada ?"
Pelayan itu tersenyum dan mengangguk,
__ADS_1
"Ada pak, cuma itu merk sudah sedikit kuno, tapi kami tetap masih menyetoknya, ayo mari sini pak.."
"Yang ini carbonex 21 dan yang ini carbonex 21 SP."
"Di sebelahnya dan seterusnya diurut dari carbonex 21 hingga carbonex 8000 semuanya ada."
Andi dengan antusias mencobanya satu persatu, dia terlihat sangat antusias mencoba dan memeriksanya.
Terkadang dia mencoba mengayun-ayunkan nya, kemudian meletakkan nya kembali.
Sarah hanya tersenyum melihat tingkah Andi.
Pelayan itu kembali memperkenalkan raket jenis lainnya, setelah Andi mencoba hingga carbonex 8000.
"Pak bila mau yang tehnologi titanium dan nanoray ada di sebelah sini ."
"Yang sebelah kanan ini, berisi raket khusus untuk pemain yang menyukai permainan pukulan keras, yang sebelah kiri sini untuk pemain yang menyukai pukulan penempatan bola terarah."
"Di bagian tengah sini untuk yang menyukai permainan campuran berimbang, bisa keras, bisa rally terarah."
Andi diam-diam sangat salut dengan pengetahuan pelayan yang melayaninya.
Setelah puas berkeliling di bagian raket, shuttle cock, hingga net badminton, Andi pindah ke bagian bat bola pingpong dan bola pingpong.nya sendiri.
Andi juga melihat berbagai jenis kacamata renang, dengan berbagai macam merk yang semuanya di lapisi lapisan anti fog di bagian dalam kacamata.
Setelah puas berkeliling di lantai satu, Andi naik ke lantai dua.
Di lantai dua, khusus di isi dengan berbagai pakaian dan sepatu olahraga.
Andi cuma melihat-lihat sebentar, kemudian dia mendorong Sarah pindah ke lantai 3.
Mereka menggunakan lift, yang memang tersedia untuk pengunjung.
Juga bisa di gunakan sebagai alat, untuk menaik turunkan alat olahraga yang berat-berat.
Di lantai 3, Andi melihat berbagai macam alat fitness, mulai dari mesin treadmill, hingga ring untuk latihan tinju.
Samsak tinju, hingga patung kayu untuk latihan kungfu, seperti film IP Man juga tersedia di sana.
Ring arena untuk petarung MAA pun ada di pajang di sana.
Andi berkeliling di temani pelayan khusus di lantai tiga.
Sambil tersenyum Andi berkata,
"Sarah coba kamu lihat, menurut mu, aku mirip Ip Man gak ?"
Andi berlagak di depan patung kayu bergaya IP Man, melihat hal itu Sarah tertawa terpingkal-pingkal.
__ADS_1
Andi perlahan-lahan mulai bergerak memukul patung kayu itu dengan pelan...pelan..semakin lama..semakin cepat...cepat...dan cepat...
Hingga pelayan dan Sarah, yang tadinya tertawa-tawa, kini terbelalak mata mereka, saat melihat gerakan Andi, yang bukan hanya cepat seperti bayangan, tapi pukulan nya juga sangat mantab dan keras.
Patung kayu itu sampai bergetar hebat, di hantam kaki tangan Andi.
Pelayan itu terpesona, hingga lupa menghentikan Andi, gerakan Andi yang terlalu kuat itu, bisa saja menghancur leburkan patung kayu itu.
Untungnya patung kayu itu terbuat dari bahan yang sangat kuat dan tahan pukul.
Lagipula Andi yang sadar dari kegembiraannya, kini dia mengontrol tenaganya, agar tidak sampai merusak dan nantinya harus mengganti rugi kerusakan alat tersebut.
Andi akhirnya menghentikan pergerakannya, sambil tersenyum kearah Sarah dan pelayan penjaga itu Andi berkata,
"Bagaimana mirip gak..?"
Pelayan dan Sarah kompak memberikan tanda jempol kearah Andi.
Karena tidak enak hati, Andi sehabis mengantar Sarah mengambil raketnya, yang sudah selesai di pasang senarnya.
Andi belanja sebatang raket teknologi nanoray yang harganya hampir sejuta .
Andi menggunakan uang hasil kemenangannya di acara badminton kampus kemaren, untuk membeli raket tersebut.
Tak lama kemudian, mereka berdua pun pulang menggunakan mobil Sarah, Andi diantar sampai kedepan kostnya oleh mobil Sarah.
Kelompok Apek kengkeng CS, sampai keluar dari dalam kost, untuk melihat siapa yang turun dari mobil sedan Camry warna hitam tersebut.
Saat melihat yang turun adalah Andi, apek kengkeng CS sampai ber cuit cuit dengan keras, menggunakan sepasang jari yang ditempel kedalam mulut.
Melihat hal itu, Sarah sengaja menurunkan kaca jendela dan melambaikan tangannya kearah mereka semua, sambil tersenyum.
Melihat kecantikan Sarah, kelompok Apek kengkeng semakin histeris dan heboh, pak Larjo supir Sarah sampai menggelengkan kepalanya melihat aksi narsis mereka.
Sarah berusaha menahan tawa dengan menutupi mulutnya, saat melihat aksi konyol teman teman kost Andi..
Sebelum mobil melaju pergi, Sarah melongokkan kepalanya keluar dari jendela, lalu melambaikan tangan kearah Andi sambil berkata,
"Makasih ya di...!! lain kali jalan lagi ya..?!"
Andi hanya mengangguk kecil dan membalas lambaian tangan Sarah, sambil tersenyum.
"Wah di,.. kamu semakin hari semakin jadi, kamu pantas menyandang pangeran gigolo kost 26 Sekarang...!!"
teriak apek kengkeng.
Sehingga semua yang hadir di sana pun tertawa terbahak-bahak di buatnya.
__ADS_1
Foto Sarah