
Setelah kembali duduk di meja mereka, Pelayan datang mengantarkan daftar menu, sekaligus menunggu pesanan dari mereka berdua.
Setelah bolak balik melihat menu, Viona memesan Steak Cordon blue dan juice Mango.
Andi memesan tenderloin steak Juice melon dan Supa sup.
Andi pesan Supa Sup di khususkan untuk Viona.
Agar tidak terlalu kedinginan, karena semakin malam cuaca semakin dingin.
"Di..."
panggil Viona sambil menatap Andi dengan serius.
"Aku merasa semakin lama, aku mulai semakin menyukai mu.."
"Berjanjilah kamu jangan pernah meninggalkan atau berpaling dari ku boleh..?"
Andi tersenyum lembut kemudian meraih tangan Viona dan berkata,
"Seharusnya kamu sudah tahu itu, tapi baiklah aku berjanji tidak akan pernah meninggalkan dan berpaling dari mu.."
Viona tersenyum senang dan berkata,
"Di aku malam ini bahagia sekali, ..makasih ya.."
"Vi aku juga sama sangat bahagia malam ini, Vi apakah aku sudah bisa di anggap sebagai kekasih mu mulai malam ini ?"
Viona menatap Andi sambil tersenyum dia berkata,
"Entahlah di..kalau soal itu, aku belum yakin dengan perasaan ku sendiri, tolong bersabarlah beri aku waktu ok ? bila tiba waktunya aku janji pasti akan memberitahukan nya pada mu."
Andi tersenyum pahit dan berkata,
"Baiklah Vi aku mengerti, mari kita lupakan saja hal tidak penting itu.."
"Kita nikmati saja malam yang indah ini."
Viona mengangguk sambil menyentuh tangan Andi dia berkata,
"Jangan kecewa dan menyerah ya di,.. percaya lah hari itu pasti akan tiba.."
Andi mengangguk pelan dan berkata,
"Tenang saja aku tidak apa-apa kok.."
Pihak Restoran ketika hari mulai gelap, mereka mulai menyalakan lampu-lampu yang terhias indah, tergantung di atas kepala para tamu yang sedang duduk menikmati pesanan makanan mereka.
Alunan musik yang sendu pun mulai terdengar mengalun sendu dari penyanyi, yang memang di sediakan oleh pihak Restoran sebagai live music.
Dan untuk menghibur para penonton, mereka menyediakan fasilitas setiap meja boleh memesan max 2 lagu.
Untuk di nyanyikan oleh penyanyi yang di datangkan oleh pihak Restoran.
Vi lagu ini bagus ya ? judulnya apa tahu gak ?"
Viona menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Aku juga kurang tahu, mungkin Mbak itu,
tahu kali.."
Suasana kembali hening masing-masing menikmati live music, yang sedang di nyanyikan oleh penyanyi tersebut.
Hingga tak terasa pesanan makanan Andi dan Viona tiba, Andi pun bertanya kepada pelayan itu.
"Mbak tahu tidak judul lagu yang sedang di nyanyikan oleh penyanyi itu.."
Pelayan sambil tersenyum menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Maaf kak aku tidak tahu, tapi bila kakak ingin tahu, aku boleh bantu tanyakan ke penyanyi nya, bila lagunya usai nanti.."
__ADS_1
"Boleh mbak, makasih banyak ya.."
ucap Andi sambil tersenyum.
"Sama-sama.."
ucap Pelayan itu sopan kemudian dia pun mengundurkan diri.
"Vi... Sup ini ku pesan khusus untuk mu, coba cicipi,.. hati-hati panas.."
"Sup ini cocok untuk cuaca di sini yang dingin.."
ucap Andi sambil mendorong pelan sup di hadapannya kearah Viona.
Viona tersenyum dan berkata,
"Sup apa ini di bentuknya lucu gini ? aku ambil fotonya dulu.."
Andi hanya tersenyum menanggapi sikap Viona yang menurutnya sangat lugu dan polos.
Setelah foto, Viona baru mencicipinya,
"Emmm..! enak di.."
Nih cicip..."
ucap Viona sambil menyendokkan sup tersebut untuk Andi, Viona meniup-niup nya dulu baru dia menyuapi Andi.
Andi membuka mulutnya dan menerima suapan dari Viona sambil berkata,
"Ya enak..makasih Vi.."
"Mau lagi..?"
tanya Viona..
Andi menggelengkan kepalanya dan berkata,
Viona menganggukkan kepalanya, tanpa banyak membantah, dia menikmati sup itu, yang menurutnya memang sangat lezat dan bikin ketagihan.
Di samping itu tubuhnya juga terasa jauh lebih hangat jadinya.
Andi memanggil pelayan,
memesan segelas teh manis panas buat Viona.
Sedangkan juice Viona diambil alih olehnya, karena menurut Andi dalam suhu cuaca seperti ini, tidak cocok buat Viona minum Juice itu.
Andi tersenyum senang saat melihat wajah Viona mulai merah merona, setelah minum sup dan teh panas pesanan nya.
"Makasih ya di,.. tubuh ku jadi lebih hangat dan enak sekarang.."
ucap Viona sambil tersenyum.
Andi mengangguk dan berkata,
"Baguslah kalau nyaman, aku takut nanti kamu masuk angin dan jatuh sakit, cuaca disini semakin malam memang semakin dingin."
"Di... aku mau ke toilet dulu,.."
"Aku temani..?"
tanya Andi menawarkan diri.
Viona tersenyum menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Gak usah, kamu di sini aja, aku sendiri bisa.."
Andi menganggukkan kepalanya, kemudian meneruskan minum sisa Juice Mango pesanan Viona tadi.
beberapa saat menunggu, Andi tiba-tiba merasa ingin pipis juga, Andi pun berdiri dan berpesan kepada pelayan di sana.
__ADS_1
"Mbak maaf, nanti bila lihat teman ku kembali, tolong katakan aku ke toilet sebentar."
Pelayan itu tersenyum ramah dan menjawab,
"Baik kak.."
Andi pun bergegas pergi ke toilet, setelah pipis dan cuci tangan, Andi buru-buru hendak kembali ke mejanya.
Tapi saat ingin pergi dari Toilet, Andi menghentikan langkah nya.
Dia mendengar suara Viona sedang asyik ngobrol dengan seseorang, sambil tertawa ceria.
Andi mencoba mengintip ternyata Viona terlihat sedang ngobrol dengan Rio.
"Vi malam Minggu ini ada pesta ulang tahun kakak sepupuku, kamu temani aku kesana ya ?"
terdengar suara Rio berbicara.
"Enggg..! jam berapa ?"
tanya Viona.
"Acara nya sendiri mulai jam 8 malam, tar aku jemput ke kost mu jam 7 gimana ?"
ucap Rio sambil menatap Viona penuh harap..
"Enngggg...! Aku gak janji nanti diusahakan.."
ucap Viona.
"Udah ya Rio, aku harus kembali kemeja ku, gak enak sama Andi kalau nunggu kelamaan di sana."
"Kamu dan Andi...?"
tanya Rio ragu.
Viona tertawa dan menepuk pundak Rio sambil berkata,
"Jangan berpikir terlalu jauh, aku dan Andi cuma teman saja kok..gak lebih.."
Rio langsung tersenyum senang dan berkata,
"Baiklah Vi sampe ketemu besok pagi ya, nanti aku jemput ke kost kita ke kampus bareng.."
Viona mengangguk dan berkata,
"Bye See You Tomorrow.."
Lalu dia bergegas kembali ke meja Andi. Viona melihat Andi duduk termenung menunggunya disana.
Viona tidak tahu sebelum dia kembali, Andi sudah mengambil jalan memutar kembali ke meja mereka duluan.
Kembali ke meja Viona pun berkata,
"Di.. pulang yuk udah malam.."
Andi mengangguk dan berkata,
"Ok..yuk kita pulang.."
Viona sambil tersenyum maju merangkul tangan Andi dengan mesra.
Mereka terlihat berjalan beriringan meninggalkan tempat itu.
"Vi.. tadi ke Toilet nya lumayan lama juga ya ? kesasar apa ketemu teman lama di sana ?"
tanya Andi sambil melirik kearah Viona
"Gak sih tadi toilet nya rada penuh, terpaksa ngantri."
jawab Viona berbohong.
__ADS_1