AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
MELAWAN BLACK KILLER


__ADS_3

"Akkhh,...! bajingan itu telah merusak semua nya."


desah Santi sedih.


Lalu dia menelungkup kan wajahnya di atas bantal dan menangis sedih seorang diri tanpa suara, di kamar nya di temani udara malam yang dingin dan sepi.


Sesaat kemudian dia bergumam sendiri,


"Andi James kalian adalah pria yang hebat dan baik, tapi maafkan aku.."


"Aku tidak layak mendampingi kalian, bajingan itu telah mengotori ku.."


"Aku...aku..wanita kotor dan hina, aku tidak layak.."


gumam Santi sedih, dengan airmata bercucuran menitik membasahi bantal nya.


Di tempat lain Andi yang mendengar namanya di panggil, dia pun bersiap siap untuk pergi menghadapi pertarungan ke tiganya.


Berry yang melihat Andi sudah siap, dia segera berkata.


"Di..hati hati.. lawan ketiga mu adalah seorang Ahli tinju profesional, pukulan nya sangat keras dan mematikan waspada lah.."


Andi mengangguk sambil tersenyum dan berkata,


"Terimakasih Berr.."


Andi dan Berry langsung bergegas menuju arena.


Setelah Andi pergi, HP Andi terus menyala dan berbunyi di dalam tasnya.


Andi sendiri tidak tahu, saat ini dia sudah berada di arena, siap menghadapi lawan ketiga nya.


Saat Andi tiba di tengah arena, lawan Andi belum muncul.


Setelah menanti beberapa waktu akhirnya lawan Andi muncul.


Dia berjalan memasuki arena sambil mengangkat kedua tangannya yang besar dan panjang keatas kepala.


Andi melihat lawan ketiganya ternyata memiliki bentuk wajah yang mirip dengan si Marcel, hanya saja, dia memiliki postur tubuh yang tinggi besar seperti James kakak Sarah.


Kulitnya yang hitam mengkilap memperlihatkan otot tubuhnya yang melingkar lingkar terlihat sangat keras dan kuat.


Tapi ada hal lain yang membuat Andi tersenyum melihatnya, otot yang terlalu besar itu malah membuat dirinya terlihat kaku dan kurang lincah.


Selain itu bentuk kakinya yang agak kecil membuat dia terlihat kurang imbang, antara atas dan bawah.


Bila bertarung dalam olahraga tinju mungkin Andi akan kesulitan, karena di batasi dengan berbagai peraturan.

__ADS_1


Tapi di sini adalah arena tarung bebas, sebebas bebasnya, tidak ada yang perlu Andi khawatirkan.


Berpikir seperti itu, Andi pun maju menghadapi nya dengan tenang dan penuh percaya diri.


Tapi di lihat dari pinggir arena, Andi seperti David melawan Goliath perbedaan mereka begitu besar dan sangat tidak seimbang.


Otomatis pasaran pertaruhan di seputar arena pun condong kearah si hitam yang berjuluk Black Killer.


Begitu bell di bunyikan, Black Killer dengan cepat merapat berusaha menekan Andi dengan melayang kan Jab Jab tinjunya yang besar dan kuat.


Andi memilih menghindar dengan cepat, sambil mewaspadai tinju kirinya, yang di simpan nya untuk melindungi perut rusuk dan dagunya.


Andi sambil menghindar, selalu memberikan serangan balasan dengan menendang sambungan lututnya.


Setiap kaki Andi bertemu dengan sambungan lutut Black Killer, wajahnya terlihat sedikit meringis menahan nyeri.


Beberapa kali dia bergerak mundur menghindari tendangan Andi yang keras.


Lalu kembali maju memberikan pukulan hook tangan kanannya kearah wajah Andi.


Tapi Andi dengan sigap bisa menghindarinya,


Tiba-tiba dia bergerak merapat, mencoba menabrak Andi dengan bahunya.


Lalu melepaskan pukulan tangan kiri yang dari awal selalu di simpan nya.


Andi sangat terkejut dengan pukulan tangan kiri, yang melakukan upper cut dengan sangat cepat dan kuat.


Tapi Black Killer, tidak berhenti sampai di sana, Sepasang tinjunya yang besar dan kuat, kini dengan gerakan cepat dan silih berganti melakukan serangkaian serangan hook kanan kiri atas bawah dengan sangat cepat.


Sambil menggoyangkan tubuhnya kekiri kekanan, membingungkan Andi agar tidak bisa mengincar kepalanya.


Andi sudah berusaha menghindari serangan tinju Black Killer yang besar dan kuat.


Tapi tetap saja ada satu atau dua pukulan yang tidak sempat di hindari, terpaksa Andi menggunakan lengannya untuk menangkis dan menahan serangan itu.


Tapi serangan pukulan Black Killer memang sangat bertenaga dan mematikan, Meski Andi berhasil menangkisnya.


Tubuh Andi sampai terpental dan jatuh keatas lantai yang keras.


Andi merasa dirinya seperti sedang ditabrak oleh sebuah truk kontainer.


Di saat Andi terjatuh, Black Killer buru-buru maju memberikan pukulan susulan mencegah Andi untuk bisa kembali bangkit.


Dengan membungkukkan badannya ke bawah, Black Killer mencoba menghantam wajah Andi dengan sepasang tinjunya, secara bergantian dari arah kiri dan kanan.


Melihat situasi ini para penonton bersorak dengan penuh semangat dan gembira, memberikan dukungan pada Black Killer jagoan andalan mereka.

__ADS_1


Sebaliknya Berry memilih memejamkan matanya, tidak berani melihat kearah arena, dia hanya bisa berkomat Kamit berdoa, agar Andi tidak sampai terkena pukulan mengerikan itu.


Andi mencoba menggulingkan tubuhnya kekiri dan ke kanan, untuk menghindari serangan Black Killer.


Kedua tangan Andi di angkat menutupi wajahnya, untuk melindungi wajahnya dari serangan yang di lepaskan oleh Black Killer.


Sambil menghindar kekiri dan kekanan, kedua kaki Andi bergerak mendorong tumbuhnya mundur menjauhi Black Killer, yang terus mengejar dan mencecarnya dengan pukulan kedua tinju besarnya.


Beberapa kali Black Killer menerkam ingin menindih dan menduduki tubuh Andi di bawah.


Agar dia bisa leluasa mengincar kepala Andi dengan kedua tinjunya yang besar dan kuat.


Tapi Andi selalu lebih cepat bergerak mundur, dan masih berhasil meloloskan diri.


Bahkan pada tubrukan Ketiga kalinya, Andi berhasil melenting kan tubuhnya kebelakang, sambil memberikan sebuah tendangan keras kearah dagu Black Killer yang membuat nya terjengkang kebelakang.


Andi sudah kembali berdiri ke posisi semula, menanti serangan berikutnya dari Black Killer.


Black killer sendiri terduduk sambil menggoyang goyangkan kepala nya, mengusir rasa pusing di kepala nya.


Setelah rasa pusing nya hilang, dengan sangat marah dia meninju lantai, sebelum bangun berdiri dan kembali menerjang ke arah Andi.


Melihat Black Killer menerjang kearahnya sambil melayang kan tinjunya secara bergantian.


Sambil menghindar Andi terus menendang sambungan lutut Black Killer.


Pergerakan Black Killer mulai terganggu, karena kakinya mulai terseok-seok.


Dia berusaha menahan nyeri di sambungan lutut kanannya yang mulai memar dan bengkak.


Dari jarak jauh tidak begitu terlihat, karena tertutup oleh warna kulitnya yang gelap.


Tapi dari posisi Andi, Andi bisa melihatnya dengan jelas.


Setiap pukulan Black Killer yang meleset,


Andi pasti akan menghadiahinya dengan sebuah tendangan keras ke lututnya.


"Kreekk..!!"


sambungan lutut Black Killer berbunyi.


"Argghh...!"


Dia melompat mundur dengan satu kakinya sambil menjerit kesakitan..


Setelah itu dengan kaki terpincang-pincang, Black Killer mencoba bertahan.

__ADS_1


Dan sesekali melepaskan pukulannya, saat Andi mendekati dirinya.


Melihat kondisi Black killer yang sudah seperti itu, Andi mulai bergerak mendekatinya, setiap Balck killer melayang kan tinjunya, Andi akan menghindar sambil menyerang sambungan siku nya.


__ADS_2