
Dengan ragu ragu dan takut takut, keempat satpam setelah saling pandang sejenak, akhirnya mereka mendatangi asal suara tangisan.
Saat tiba di lokasi keempat satpam saling pandang dengan terkejut, saat menemukan Andi yang sedang berlutut menutupi wajahnya dengan kedua tangannya sambil menangis pilu seorang diri.
Mereka menyorotkan lampu senter mereka kearah Andi.
Salah satu dari mereka yang bernyali besar.
Mendekati Andi menyentuh pundak Andi dengan lembut dan berkata,
"Anak muda, apa yang sedang kamu lakukan di sini..?"
Pertanyaan lembut dari satpam itu seperti air dingin yang mengguyur kepala Andi.
Sehingga dia pun tertarik kembali ke dunia nyata, Andi menghentikan tangisannya, menghapus sisa airmatanya dengan kedua tangannya.
Lalu perlahan-lahan dia berdiri menghadap kearah ke 4 satpam
yang berdiri mengelilinginya, dengan sikap waspada.
"Maaf,.. perbuatan ku, menganggu ketenangan bapak-bapak sekalian."
"Ini sedikit rejeki untuk beli kopi dan rokok menghilangkan rasa kaget bapak-bapak."
ucap Andi sambil memberikan selembar pecahan uang 50.000 kepada Satpam yang menepuk bahunya tadi.
"Keempat satpam itu saling pandang kemudian mereka menerima uang tersebut dan berkata,
"Ya sudah terimakasih dik, kalau kamu baik-baik saja syukurlah."
"Ngomong ngomong kalau boleh tahu, kamu kenapa bisa ada di sini ?"
tanya salah satu satpam yang bertubuh pendek dengan tatapan curiga.
Andi tersenyum tenang dan berkata,
"Aku peserta hiking kampus, karena hujan deras terjebak tidak bisa pulang."
"Sambil berteduh, malah teringat urusan cinta gagal anak muda, jadinya..He...He..He..!"
"Maaf aku jadi menganggu bapak bapak.."
"Ohh begitu, ya sudahlah sekarang hujan sudah hampir berhenti, sebaiknya kamu cepat pulang saja."
ucap satpam yang menerima uang Andi dengan ramah, sambil memberi kode keteman-temannya agar tidak mempersulit Andi.
Andi mengangguk sambil memberi hormat kearah mereka, lalu buru-buru berlalu dari sana.
Andi menerobos hujan untuk kembali ke kostnya.
Setiba di kost, Andi langsung mandi berganti pakaian, merapikan semua barang-barang nya.
Lalu Andi berpamit dengan ibu dan bapak pemilik kost.
Menyampaikan bahwa, mulai besok, dia akan pindah, tidak akan meneruskan kostnya lagi.
Setelah menyampaikan pamitnya, Andi pun kembali ke kamarnya, berbaring di kasur sambil melihat foto-foto kenangannya bersama Viona.
Andi sekarang sudah lebih tenang, setelah tadi mengeluarkan semua beban di hatinya.
Setelah mengirimkan pesan singkat perpisahan ke Viona Sarah dan Santi, Andi iseng-iseng menghubungi Davina dan Vero, Andi menyampaikan permohonan maaf dan pamit ke mereka.
Pesan Andi langsung di balas kontan oleh Vero.
__ADS_1
"Di..kamu dimana sekarang ? besok berangkat jam berapa ? naik apa ?'
Andi tersenyum melihat pertanyaan Vero yang berderet, Andi yang terbayang wajah polosnya Vero, Andi tidak tahan untuk tidak tersenyum.
"Aku di kost.."
"Besok berangkat jam 9 pagi, dengan bis.."
Setelah pesan Andi terkirim, cukup lama Andi menunggu, tidak menerima balasan dari Vero.
Hingga saat Andi hendak meletakkan HP nya.
Masuk pesan singkat dari Vero.
"Di..aku di depan kost mu.."
Membaca pesan tersebut Andi terlonjak kaget, dan segera bangun duduk, lalu dia buru-buru pergi ke halaman depan kost.
Udara habis hujan begitu dingin, buat apa gadis lugu itu malam-malam begini nekad datang kemari, pikir Andi dalam hati.
Begitu turun ke lantai satu, benar saja didepan kost terlihat Vero berdiri kedinginan sambil memeluk kedua tangannya sendiri.
Andi buru-buru keluar dari dalam kostnya, menghampiri Vero dan berkata,
"Ayo masuk kedalam Vero, di luar udaranya dingin.."
"Ayo duduk dulu di sini, aku akan bikinkan teh hangat untuk mu.."
ucap Andi kemudian buru-buru kembali ke kamarnya.
Tak lama kemudian Andi kembali lagi keruang tamu, memberikan segelas teh panas ke Vero sambil berkata,
"Awas masih panas, tapi bila di minum pelan pelan, bisa menghangatkan tubuh mu yang kedinginan.."
"Makasih ya di...kamu memang selalu yang terbaik."
"Kemarin aku ada datang kemari, tapi menurut ibu kost mu, kamu sedang ikut acara karya wisata, Hiking bersama ke gunung L."
"Gimana acara nya, pasti seru ya ?"
tanya Vero sambil meniup dan meminum sedikit demi sedikit teh panas yang Andi buatkan untuknya.
Andi tersenyum dan berkata,
"Lumayanlah..ini kita-kita baru pulang."
"Pacar mu, pasti kelelahan dan sudah pulang istirahat ya...?"
Andi hanya menanggapinya dengan senyum pahit. dan berkata,
"Aku tidak ingin berbohong pada mu, sebelum aku pergi."
"Aku akan meluruskan semuanya, yang kemaren datang itu namanya Sarah."
"Dia bukan pacar ku, kami hanya berteman saja."
"Sama seperti aku berteman dengan mu dan Davina."
"Ohh ya,.. Davina kemana? , aku ingin berpamit dengan nya, tapi dia tidak membalas pesan dari ku."
"Davina berangkat ke Tibet."
"Loh kok bisa ? bukan nya dia Minggu ini off terbang."
__ADS_1
"Minggu depan baru dia ke Paris ?"
tanya Andi heran.
Vero tersenyum dan berkata,
"Awalnya memang gitu jadwalnya, tapi setelah kejadian kemaren dengan munculnya Sarah."
"Dia memutuskan menerima tawaran menggantikan temannya yang berhalangan berangkat, jadi berangkat lah dia gantikan temannya ke Tibet."
Tibet dataran tinggi, mungkin sinyal di sana buruk, jadi dia tidak bisa terima chat dari mu."
"Makanya belum balas balas."
ucap vero.sambil menyeruput teh hangat di tangannya.
Setelah itu sambil menatap Andi Vero bertanya,
"Berarti kemaren kita-kita dikibulin mentah mentah sama Sarah teman mu itu ya.?"
Andi tersenyum Canggung dan menganggukkan kepalanya.
"Aku sih gak masalah, tapi bila Davina tahu, dia pasti akan sangat marah pada teman mu itu."
ucap Vero sambil tersenyum.
Andi hanya bisa menggaruk-garuk kepalanya dan berkata,
"Dia sebenarnya hanya ingin membantu ku keluar dari situasi, menemani kalian lari sore bersama."
"Dia tahu aku kesulitan menolak ajakan kalian, padahal aku sudah janji dengan pacar ku, yang juga teman dia."
"Tidak akan pergi-pergi dengan gadis lain, setelah kejadian kita pergi ke pesta Om Tomy di ketahui oleh pacar ku, yang kebetulan juga hadir di sana."
"Ohh begitu,...."
ucap Vero mengangguk mencoba mengerti.
"Kenapa kak Andi baru cerita sekarang ?"
tanya Vero heran.
Andi menghela nafas panjang dan berkata,
"Sebentar lagi kita akan berpisah, tidak tahu kapan lagi kita akan bertemu kembali."
"Kalian adalah sahabat ku, aku tidak ingin ada dusta diantara kita.."
"Jadi pacar kak Andi juga ikut berangkat pindah ke kota J ?'
tanya Vero.
Andi menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Tidak Vero, dia tetap kuliah di sini."
"Cuma aku saja yang berangkat sendirian ke kota J..."
ucap Andi singkat.
Kenapa kak ? kenapa dia gak ikut ?"
tanya Vero heran.
__ADS_1