AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
KEDATANGAN SARAH


__ADS_3

"Apa pak Dion punya waktu dan berminat menemuinya ?"


tanya teller bank itu sopan.


Pak Dion menghentikan pekerjaannya, dia menatap kearah anak buahnya dan berkata,


"Di mana orangnya sekarang ?"


""Ada di ruang tunggu pak, tadi saya memintanya menunggu di sana."


"Apa mereka berdua datang kemari,?"


tanya pak Dion sambil menatap serius kearah bawahannya.


"Tidak pak, dia hanya sendirian bersama pacarnya."


ucap gadis teller bank itu hati-hati.


Pak Dion berdiri dari tempat duduknya, merapikan jas dan dasi nya kemudian dia berkata,


"Antarkan saya kesana, saya ingin bertemu dengan nya."


"Yang datang pemenang pria atau wanita ?"


tanya pak Dion sambil berjalan di sebelah gadis teller bank yang bernama Morin itu.


"Yang datang yang pria pak.."


jawab Morin singkat.


Andi dan Viona duduk di sofa yang tersedia, sambil melihat-lihat dekor sederhana ruangan itu tapi sangat rapi.


Ruangan tersebut menggunakan AC Central yang udara nya sangat dingin, Andi yang sedari masuk kedalam ruangan dan duduk di sofa.


Melihat Viona terus mengelus tangannya sendiri seolah-olah kedinginan.


Andi segera melepas jaketnya dan menyelimutkannya ke bahu Viona, sambil berkata.


"Pakailah ini, cuacanya agak dingin.."


"Kamu sendiri gimana ?"


tanya Viona sambil memakai jaket Andi, yang membuatnya kini merasa nyaman dan hangat .


Andi tersenyum dan berkata,


"Tenang saja aku masih sanggup bertahan."


Pintu tiba-tiba terbuka terlihat Pak Dion dan Morin melangkah masuk kedalam ruangan.


Mereka berdua tersenyum kearah Andi, Pak Dion berjalan di depan mengulurkan tangannya menyalami Andi dan Viona.


Andi dan Viona pun berdiri dan menerima salaman tangan dari pak Dion dengan sopan.


"Silahkan duduk..."


ucap pak Dion ramah.


Lalu dia pun ikut duduk dan berkata,


"Sebelumnya perkenalkan nama ku Dion.aku branch manager di bank ini.."


Andi mengangguk dan tersenyum sopan kemudian berkata,

__ADS_1


"Nama ku Andi dan disebelah ku ini pacar ku namanya Viona."


"Terimakasih pak Dion sudah bersedia meluangkan waktu nya yang sibuk, untuk bertemu dengan kami di sini."


"Kalau boleh tahu apa yang bisa kami lakukan buat pak Dion."


ucap Andi To The Points, tidak mau buang-buang waktu.


Pak Dion mengangguk dan berkata,


"Begini nak Andi, sebenarnya aku ingin menawarkan anda dan rekan anda dalam pertandingan kemaren untuk menjadi brand ambassador eksklusif kami.."


"Tapi sayang nya teman anda itu tidak hadir, kalau tidak kita bisa bicarakan mengenai kontrak nya."


Andi mengangguk dan berkata,


"Bila pak Dion tertarik, bagaimana kalau pak Dion menunggu sebentar, biar saya menghubunginya sekarang.."


"Ide yang bagus, sekarang jam 10 siang, bila teman mu itu bersedia datang kemari, aku bisa menunggunya samai jam 13.00."


ucap Pak Dion cepat sambil melihat jam tangannya yang berkilauan.


Sekilas lihat pun Andi sudah tahu, itu jam yang berlambang palang merah pasti jam mahal.


Andi segera mengeluarkan HP nya dari saku celana dan langsung menghubungi Sarah.


Tidak perlu menunggu lama langsung terdengar suara merdu dari seberang sana dengan gembira.


"Tumben kamu menelpon ku, gimana sudah berubah pikiran, mau aku transfer sekarang ?"


tanya Sarah santai.


Andi menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Tidak Sar bukan itu.."


tanya Sarah heran.


"Ini Sar sekarang aku sedang berada di bank X di jalan S, mereka barusan menawarkan kita kontrak untuk menjadi brand ambassador eksklusif nya."


"Tapi kamu harus datang kemari, kamu bisa datang kemari sekarang..?"


tanya Andi antusias.


Sarah tersenyum dan berkata,


"Bisa saja, tapi apa untungnya buat ku ?"


Terdengar suara tertawa Sarah diseberang sana ingin mempermainkan Andi.


Andi buru-buru berkata,


"Sar ini serius cepatlah kemari, kita bisa dapat uang dari kontrak ini.."


"No..no..no...! uang nomor kesekian bagi ku, bukan itu yang ku mau.."


ucap Sarah cepat, sambil tertawa misterius


"Sar please deh yang serius, ini sekarang saya sedang didepan pak Dion Branch manager cabang bank X."


"Jangan bercanda lagi, aku gak enak dengan pak Dion."


ucap Andi sedikit kesal.

__ADS_1


"Jadikan aku pacarmu, aku akan meluncur kesana sekarang juga, gimana setuju.."


ucap Sarah sambil tertawa kecil.


"Kalau itu gak ada rundingan nya, bye thank.."


ucap Andi langsung hendak mematikan HP nya.


Tunggu ..!! tunggu ..!! Tunggu..!!"


"Aku kan cuma bercanda, masa gitu aja langsung marah.."


ucap Sarah cepat sebelum Andi benar-benar mematikan HP nya.


"Dasar ni opa habis makan dinamit ya ? sama cewek kok gak sabar sedikit aja, ok..ok aku kesana sekarang.."


ngomel Sarah sebelum mematikan HP nya.


Pak Dion hanya menahan senyum melihat kelakuan para anak muda di depan nya.


Sedangkan Morin menatap dengan kagum kearah Andi


Sedangkan Viona bibir nya sedikit manyun, menanggapi sikap Sarah barusan, tapi dia memilih diam tidak bersuara.


Andi mengerti mengapa kekasihnya manyun, dia segera menarik Viona kedalam pelukannya dan berkata,


"Sabar ya sayang, Sarah cuma bercanda jangan terlalu di tanggapi, dia memang Tomboy kaya Santi."


Viona mengangguk dan bergumam kecil,


"Ya... yang tomboy pada suka padamu,.. jangan-jangan kamunya Gay lagi..?"


Pak Dion yang tersenyum melihat tingkah para pemuda itu, dia mengangkat cangkir didepan nya ingin minum.


Tapi baru masuk seteguk, mendengar Omelan Viona, dia langsung menyemburkan kembali teh di dalam mulutnya ke dalam cangkir.


Dia sampai terbatuk-batuk karena tersedak teh yang baru di minumnya.


Lalu dia buru-buru berkata,


"Maaf-maaf...maaf semuanya..aku permisi ke toilet sebentar."


Dengan wajah merah menahan malu dia segera meninggalkan ruangan tersebut pergi ke toilet.


Andi melirik ke arah kekasihnya sambil menggelengkan kepalanya, menegur Viona lewat tatapan matanya.


Viona meleletkan lidahnya sambil mengangkat kedua bahunya, kemudian tertunduk dengan wajah merah padam.


Morin berusaha menahan tawa dengan menutupi mulutnya.


Dia memalingkan wajahnya, saat pak Dion atasan nya yang selalu kaku dan menjaga image itu lewat di sampingnya.


Tidak sampai 15 menit Sarah sudah tiba di Bank X, dia segera memarkirkan mobilnya lalu bergegas naik ke lantai dua.


Semua karyawan bank yang berpapasan dengannya, selalu menganggukkan kepala mereka dengan hormat kearah Sarah.


Sarah tidak menanggapi sikap mereka, dia hanya buru-buru langsung naik ke lantai dua mencari Andi


Begitu tiba di lantai dua, Sarah langsung berjalan dengan terburu-buru masuk kedalam ruangan di mana Andi Viona pak Dion dan Morin sedang menunggunya di dalam sana.


Melihat ada Viona di sana, Sarah pun langsung paham kenapa Andi di telpon tadi begitu ketus.


Saat menyinggung soal hubungan perasaannya.

__ADS_1


Sarah hanya bisa nyengir Canggung melambaikan tangannya kearah Viona.


Viona tersenyum aneh dan menganggukkan kepalanya kearah Sarah.


__ADS_2