AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
TELPON DARI VIONA.


__ADS_3

Di tempat lain di sebuah batu gunung terlihat seorang pemuda duduk termenung sambil menatap HP di tangannya.


Dia terus melihat lihat file foto foto masa lalunya sambil tersenyum sedih.


Andi sudah dua bulan tinggal di tempat kakeknya, di tempat kakeknya yang sepi dan terpencil ini Andi lebih bisa mendapatkan suasana yang tenang.


Dengan banyaknya pekerjaan yang harus di lakukan secara rutin, Andi bisa lebih mengurangi pikirannya yang masih selalu terkenang dengan masa lalu nya bersama Viona.


Di tempat kakeknya ini, Andi biasanya hanya saat matahari terbenam dia punya waktu, untuk duduk seorang diri di tempat terpencil dan sepi ini.


Sebenarnya tempat duduk Andi saat ini, adalah posisi yang bisa menikmati pemandangan alam yang sangat indah, apalagi dalam kondisi menjelang matahari terbenam.


Langit yang berwarna lembayung, air laut yang berkilauan mengeluarkan pantulan cahaya keemasan, hembusan angin sore yang sejuk.


Semua ini adalah sesuatu yang sangat indah dan nyaman, sayangnya ini semua tidak berlaku bagi Andi, yang sedang terluka perasaannya sepeninggal Viona dari sisinya.


Andi hanya terlihat termenung menatap HP di tangannya, yang penuh dengan gambar kenangan dirinya dan Viona.


"Mengapa harus ada pertemuan bila akhirnya harus di pisahkan.."


"Viona,.. bagaimana keadaan mu saat ini ? bahagia kah kamu bersama nya ?"


ucap Andi seorang diri sambil menatap langit sore.


Setelah menghela nafas panjang Andi kembali menatap foto foto di hpnya, dengan jari gemetar, Andi menghapusnya satu persatu.


"Semua sudah berakhir, aku tahu dengan jelas, aku harus merelakan mu dan melepaskan semua kenangan tentang mu.."


"Tapi tidak tahu kenapa ? aku sangat sulit melakukan nya."


"Aku tahu ini salah, tapi aku tetap tidak bisa menghindarinya.."


"Siapa yang bisa katakan pada ku, bagaimana cara nya, agar aku bisa melupakan semua ini.."


Andi sambil berucap sambil menghapus satu persatu foto Viona dari HP-nya.


Hingga tinggal foto terakhir yang mereka ambil direstoran V, di foto itu baik Viona maupun dirinya, terlihat berpelukan dan tersenyum dengan penuh kebahagiaan.


Jari Andi terlihat gemetaran,.dia terlihat berat untuk menekan tombol delete.


Akhirnya Andi membatalkan jarinya, untuk menghapus foto terakhir itu dan berkata sambil tersenyum sedih.


"Belum sanggup,.. aku benar-benar belum sanggup.."


ucap Andi pelan dengan airmata jatuh menetes ke jarinya yang gemetaran.


"Vi,.. aku pernah berpikir asal aku gigih berusaha dan pantang menyerah, kita akan bisa bersama kekal hingga tua nanti.."


"Aku juga pernah sangat berharap kita bisa berjalan bersama hingga akhir nanti, tapi kelihatannya aku salah itu hanya mimpi aku seorang saja.."

__ADS_1


"Aku benar-benar tidak menyangka dan sulit menerima, cinta kita akan berakhir dengan cara seperti ini..'


Andi menghela nafas panjang penuh kesedihan, kemudian dia bangun dari duduknya dan berkata,


"Andi kamu adalah seekor ulat menyedihkan yang tak berguna, sehingga kamu pantas menerima hukuman ini.."


"Ini semua adalah kesalahan mu sendiri.."


Andi menghela nafas panjang, kemudian membalikkan tubuhnya ingin meninggalkan tempat itu.


Saat Andi membalikkan badannya Hp ditangan Andi tiba-tiba berbunyi.


Andi melihat ke HP nya sekilas, dan bergumam sendiri,


"Pasti dari Violin, mau apalagi anak itu.?"


Karena HP nya terus berbunyi Andi akhirnya melihat HP nya sekali lagi dengan wajah malas.


Tapi saat melihat dengan lebih jelas, siapa nama pemanggilnya, Andi langsung terbelalak kaget.


Andi mengucek ngucek matanya takut salah lihat, dia ingin memastikannya.


Ternyata hasilnya tetap sama, Andi bergumam sendiri dengan gembira.


"Ada apa ini ? apakah tuhan kasihan pada ku, setelah mendengar semua keluh kesah ku tadi."


"Sehingga dia mengirim mu untuk menghibur perasaan ku yang hancur ini ?"


Dengan buru buru Andi mengangkat telepon tersebut dan berkata,


"Halo Vi..apa kabar ? bagaimana keadaan mu sekarang..?"


Di sisi lain Viona begitu mendengar suara Andi, tanpa sadar airmata sudah membasahi pipinya.


Ada rasa bersalah yang sangat besar menghantui perasaannya.


Butuh beberapa waktu hingga akhirnya, Viona membuka suaranya menjawab,


"Aku sangat baik di.. bagaimana dengan mu..?"


"Kamu ada di mana sekarang ?"


tanya Viona dengan suara khasnya yang lembut dan merdu.


Mendengar suara ini, yang sudah 3 bulan tidak pernah dia dengar, hati Andi merasa sangat nyaman.


"Aku baik Vi,. saat ini aku ada di desa kampung halaman ku, tepatnya di rumah kakek ku.."


jawab Andi sambil tersenyum bahagia.

__ADS_1


"Di,.. boleh tidak kamu berikan aku alamat mu, aku ingin bertemu dan berbicara dengan mu..?"


"Boleh Vi,. nanti aku kirimkan alamat nya, bila sudah sampai telpon saja.."


"Tempat tinggal kakek ku sulit di jangkau dengan kendaraan, biar nanti aku yang turun kebawah sana menemui mu.."


ucap Andi gembira dan penuh semangat.


Di dalam hati Andi sudah membayangkan bagaimana senang dan bahagia nya dirinya nanti.


Bila bisa kembali bertemu dan melihat wajah wanita, yang selalu muncul baik dalam keadaan sadar maupun saat tidur.


Tiba-tiba muncul kekhawatiran Andi akan keadaan rumah tangga Viona dengan hati hati Andi bertanya,


"Vi,.. kamu rencananya mau kesini sama siapa ? apa rumah tangga mu dan Rio..?"


Viona tersenyum sedih, Andi tidak pernah berubah, setiap hal yang dia pikirkan tetap adalah kepentingan dan kebahagiaan nya.


"Aku kesana di antar Rio kok, kamu tenang saja keadaan rumah tangga kami baik baik saja.."


ucap Viona memotong pertanyaan Andi .


"Ohh baguslah.."


ucap Andi singkat.


Ada perasaan tenang, tapi di saat bersamaan juga ada rasa kecewa, karena bila Viona dan Rio baik baik saja, berarti harapan nya untuk kembali bisa bersama Viona tidak mungkin bisa terwujud.


"Baiklah sampai di sini dulu ya di.. bye.."


ucap Viona memutuskan sambungan nya.


Viona buru buru memutuskan sambungan nya, karena dia takut tidak bisa mengontrol perasaannya sendiri, bila terus berbicara dengan Andi.


Setelah telpon putus Andi pun bergumam mengutuki dirinya sendiri.


"Andi ..Andi. kenapa kamu jadi begitu egois ? kamu mau bersenang-senang sendiri diatas penderitaan nya."


"Kamu jadi begitu tega, ingin melihat rumah tangga nya yang baru seumur jagung itu rusak.."


"Kamu dengan senang hati ingin terlibat di dalamnya, kamu tidak punya otak dan sangat egois di.."


tegur Andi pada dirinya sendiri.


Lalu dia buru-buru mengirimkan alamat orang tuanya ke Viona..


Setelah mengirimkan pesan nya, Andi terduduk diam di tempat, dia sedang berpikir kira kira apa yang ingin Viona bicarakan dengan nya.


Mengajak dia balikan itu adalah hal mustahil, tapi selain hal itu Andi benar-benar tidak bisa menebak apa yang ingin Viona bicarakan dengan nya.

__ADS_1


Setelah berpikir bolak balik tanpa hasil, sambil menghela nafas panjang, Andi berjalan masuk kedalam pondok kakeknya.


__ADS_2