AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
PERTANDINGAN FINAL


__ADS_3

Andi ikut tersenyum mendengar ucapan bercanda dari Santi.


"Kamu ini terlalu banyak nonton film silat dan action, harusnya kamu lebih perbanyak nonton film Drakor.."


ucap Andi sambil tersenyum,


kemudian memberi kode agar Santi ikut dengan nya maju ke lapangan.


Setelah mereka berempat maju di ambil foto bersama, sambil saling berjabat tangan.


Mereka berempat kemudian berjalan memasuki lapangan badminton, menempati posisi masing-masing.


Pertandingan di mulai dengan servis yang di lakukan oleh Andi, berhubung lawannya sudah mengenali dan bersikap waspada terhadap servis Andi yang aneh-aneh.


Maka kesempatan Andi mencuri angka, dengan servis menjadi hilang.


Tapi Andi tidak masalah, begitu servisnya bisa di kembalikan oleh musuh, Andi melayani lop dari lawannya sebanyak dua kali kiri dan kanan.


Andi tidak khawatir bagian depan karena ada Santi yang menjaganya.


Untuk yang ketiga kalinya Andi memberikan Smash keras kearah Sani.


Sani sangat terkejut ketika bola tiba-tiba sudah berada didepan wajahnya.


Dengan panik dia mengembalikan bola tersebut secara reflek saja.


Bola yang di kembalikan dengan terburu-buru menjadi tanggung, Santi dengan cepat menyambarnya.


Bola menukik deras diarea lawan tanpa bisa dicegah lagi.


Point' pun bertambah untuk Andi dan Santi.


Joni dan Sani bukan lawan Andi, dalam waktu tidak sampai 1/2 jam.


Andi dan Santi sudah memenangkan babak pertama dengan skor 15 5.


Pertandingan di lanjutkan ke babak kedua, di babak kedua pun permainan tetap di dominasi oleh Andi dan Santi yang menguasai permainan.


Hingga akhirnya Permainan berakhir Andi dan Santi kembali menang dengan Skor 15 8.


Maka Andi dan Santi pun di nyatakan lolos ke babak berikutnya.


Setelah Rio dan Viona keluar sebagai pemenang menghadapi Tomy dan Sarah.


Di pertandingan selanjutnya, baik Rio maupun Andi tidak menemukan lawan yang berarti.


Hingga akhirnya di hari ke tiga pertandingan badminton, Rio Viona Andi Santi.


Mereka berempat berhasil masuk ke final dan berhadapan langsung memperebutkan juara 1 dan 2.


Sarah terlihat datang menonton, dia duduk di bagian depan menggunakan kursi roda.

__ADS_1


Sarah tidak berhenti berteriak memberi semangat ke Andi dan Santi.


Hal ini membuat Rio menjadi senewen dan kesal, sehingga Permainan nya sedikit terganggu.


Andi tidak melepaskan kesempatan ini, untuk mencari point' mengejar ketertinggalannya dari Rio dan Viona yang unggul 5 point' di banding Andi dan Santi.


Skor saat ini adalah 10 5 dimana Rio dan Viona 10 Andi dan Santi 5.


Hal ini terjadi karena Rio dengan ganas dan tanpa ampun sejak pertandingan di mulai selalu mengincar Santi.


Santi sangat tertekan dan kuwalahan menghadapi tekanan bertubi-tubi dari Rio.


Sehingga banyak terjadi kesalahan gagal mengembalikan bola melewati net.


Untungnya Andi sangat sabar dan selalu mendukung nya, tidak memberikan tekanan beban mental pada nya sama sekali.


Kini Andi memanfaatkan pecahnya konsentrasi Rio untuk mengejar ketertinggalan.


Tidak butuh waktu lama, Skor mereka pun berimbang kini.


Andi berhasil memaksa skor imbang sehingga Rio semakin marah dan kesal.


Ketika Viona gagal mengembalikan dengan baik, Permainan bola depan Santi.


Andi dengan cepat menyambarnya sehingga skor Andi kini memimpin 11 10.


Rio yang sudah tidak bisa mengendalikan diri memukulkan raketnya ke lantai hingga patah.


Hal ini membuat sepasang mata indah Viona menjadi berkaca-kaca.


Andi yang melihat hal ini, menjadi tidak tega.


Dia hampir menyerah memberikan kemenangan kepada Viona dan Rio saja.


Agar Viona tidak perlu di marahi oleh Rio dan menjadi sedih dan tertekan.


Tapi Santi tidak setuju,. dan membujuk Andi untuk bermain dengan serius dan mengalahkan Viona dan Rio.


"Di kalau kamu mengalah terus dan mereka menang, yakinlah mereka tidak akan berterima kasih padamu."


"Yang ada mereka akan meremehkan mu dan merendahkan mu."


"Apa kamu rela melihat orang yang memarahi gadis yang paling kamu kagumi, menang dan tertawa gembira diatas penderitaan kita bertiga ?"


"Kamu harus berjuang semakin kita berhasil memenangkan pertandingan ini, dia akan semakin kesal dan menyalahkan Viona."


"Bila mereka bertengkar, dan Viona tidak menyukainya lagi, siapa yang untung coba.?"


Ucapan Santi yang penuh semangat, akhirnya berhasil merubah jalan pikiran dan keputusan Andi.


Karena mental Viona yang terganggu oleh kemarahan Rio tadi, Permainan nya menjadi kacau dan tidak fokus.

__ADS_1


Akhirnya babak pertama berhasil di menangkan oleh Andi dan Santi dengan Skor 15 12.


Kemenangan yang termasuk tipis.


Di babak kedua Rio yang menyadari kesalahannya, dia meminta maaf kepada Viona, dan memberikan kata-kata dukungan kepada Viona.


Sehingga semangat Viona kembali bangkit, mereka pun kembali melesat memimpin dengan Skor 10 2.


10 untuk Rio Viona dan 2 untuk Andi Santi, hal ini terjadi karena Rio dan Viona kini dengan kompak mengincar Santi.


Kemampuan Santi yang di bawah Viona, membuat Santi menjadi bulan-bulanan Rio dan Viona.


Andi mencari akal sambil bermain, saat di beri waktu ngelap keringat dan minum.


Andi memanfaatkan waktu tersebut, untuk berbisik kepada Santi.


Santi mengangguk mengerti dengan wajah merah, tidak tahu kenapa setiap Andi berbisik di telinganya, jantungnya berdebar-debar dengan sangat kuat.


Seakan-akan mau meledak, perasaan ini selalu membuat wajahnya menjadi semburat merah.


Andi tentu tidak menyadarinya, dia hanya menganggap Santi terlalu memforsir tenaganya, sehingga wajah nya menjadi merah.


Begitu pertandingan kembali di lanjutkan, kini setiap Rio mengarahkan bola ke Santi yang berdiri di posisi depan.


Santi dengan sekuat tenaga akan mengangkat nya kebelakang secara lurus.


Hal ini membuat Rio harus mengejar dan terpaksa harus mengembalikan nya kearah Andi.


Dengan demikian Andi Berkesempatan melakukan Smash ataupun memotong bola di udara yang akan sangat menyulitkan pergerakan Rio.


Perlahan-lahan Point' Andi dan Santi kembali merangkak naik menyusul, bahkan akhirnya kembali mengimbangi Point' Rio dan Viona.


Rio kembali mengubah cara bermain, dia sengaja terus mengembalikan bola ke depan.


Mengincar Santi, meski Santi mengembalikan lurus ke belakang.


Dia tetap akan mengembalikan kedepan secara menyilang, sehingga Santi harus mengikutinya berlari pontang panting ke kiri dan ke kanan.


Nafas Santi mulai memburu, langkahnya pun semakin berat.


Melihat hal ini Andi maju membisiki Santi, wajah Santi kembali merah.


Tapi dia seperti mendapatkan suntikan tenaga baru dari Andi.


Kini begitu bola di kembalikan oleh Santi lurus kebelakang, dan Rio mengembalikannya dengan cara menyilang kedepan.


Santi tidak lagi mengejarnya, adalah Andi yang muncul menyambut bola silang didepan net tersebut.


Andi mencopnya dengan ringan bola menukik tajam lurus dibelakang Viona.


Dengan cara ini perlahan-lahan point' Santi dan Andi kembali mengungguli Rio dan Viona.

__ADS_1


__ADS_2