
"Selanjutnya aku ingin mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada istriku."
"Tanpa dia mungkin aku sudah lama tidak berada di dunia ini.."
"Bila bukan karena kesetiaan, ketulusan dan kebesaran hatinya, hari aku tidak mungkin bisa berdiri di tempat ini menikmati momen paling bahagia dalam hidup ku.."
"Terimakasih sayang, berkat kamu akhirnya aku bisa merasakan momen bahagia pesta pernikahan."
"Berkat kamu, aku tidak lagi menjadi pria yang datang ke pesta pernikahan, hanya untuk melihat orang lain bahagia.."
"Berkat kamu pula, kedepan nya hidup ku tidak akan pernah kesepian dan sendiri lagi.."
"Selain ucapan terimakasih, aku sudah tidak tahu mau berkata apalagi untuk mengungkapkan perasaan ku, terhadap semua yang telah kau berikan padaku.."
ucap Andi sambil maju berlutut dengan kaki sebelah dan memegangi telapak tangan istrinya dengan lembut, dan menciumi punggung telapak tangannya.
Apa yang Andi lakukan membuat semua pengunjung bertepuk tangan dengan meriah.
Sedangkan Violin hanya bisa menutupi mulutnya sendiri dengan tangannya, berusaha menahan suara Isak tangis harunya.
Violin menatap Andi dengan tatapan penuh rasa haru dan mesra.
Violin membantu Andi untuk berdiri, kemudian mereka berdua benar-benar berpelukan dengan mesra.
Hal ini membuat tepuk tangan pengunjung menjadi semakin meriah.
Mereka seperti sedang di suguhi drama theater, tapi yang ini beda, yang ini bukan drama tapi nyata.
Bagi yang kenal dekat dengan mereka berdua, mereka semua tahu bagaimana beratnya.
Perjuangan perjalanan kehidupan cinta kedua pasangan ini, hingga bisa tiba di hari ini.
Jadi wajar bila mereka berdua begitu mensyukurinya.
Beberapa saat berpelukan, Andi dan Violin akhirnya melepaskan pelukan mereka.
Andi kembali lagi ketengah panggung dan melanjutkan pidatonya,
"Selanjutnya aku ingin ucapkan terimakasih ku kepada beberapa sahabat baik ku, yang sudah sangat banyak membantu ku, ketika aku sedang dalam kesulitan."
"Terimakasih Berry, kamu adalah sahabat terbaik ku yang paling setia dan paling penting dalam hidup ku."
"Terimakasih kamu sudah menemani ku menjalani kehidupan yang lebih banyak dukanya, ketimbang sukanya.."
"Sekali lagi terimakasih Berry,"
ucap Andi sambil membungkukkan badannya kearah Berry.
__ADS_1
Berry hanya duduk di bangkunya bersama Davina istrinya, mereka dengan kompak sambil tersenyum bahagia, memberikan tanda jempol kearah Andi..
"Selanjutnya ucapan terimakasih ku adalah untuk ko Ahong, di saat aku berada di titik terendah dalam hidup ku, bila tidak ada ko Ahong.."
"Aku Andi tidak akan pernah bisa menjadi siapa siapa."
ucap Andi sambil membungkukkan badannya kearah ko Ahong yang datang bersama istrinya dan ke 3 anaknya.
Tapi di sana tidak terlihat Maria ikut hadir di dekatnya.
Ko Ahong bertepuk tangan sambil tersenyum bangga kepada Andi.
Dia sudah menganggap Andi seperti adik kandungnya sendiri.
"Selanjutnya aku akan mengucapkan rasa terimakasih ku kepada Santi Sarah James Dragon, kalian adalah sahabat sahabat terbaik ku, yang selalu memberikan dukungan dengan tulus pada ku."
"Terimakasih,.."
ucap Andi sambil membungkukkan badannya kearah mereka berempat yang duduk semeja bersama berry dan Davina.
Andi menatap kearah Marco Peter Toni dan Doni. lalu berkata,
"Terimakasih kepada kalian berempat yang telah banyak membantu ku, tanpa kalian aku tidak mungkin bisa mencapai kesuksesan hari ini.."
"Terimakasih kalian berempat sudah jauh jauh datang kemari menghadiri hari bahagia ku.."
"Sekali lagi terimakasih.."
Mereka berempat pun berdiri memberi hormat kearah Andi dan membalas menyulangi Andi balik.
Selanjutnya Andi kini turun dari mimbar menghampiri bos wang, bos Chen dan Bos Mike yang ditempatkan di satu meja.
Disana juga terlihat hadir putri Bos Wang, Nicole Wang, yang hampir tidak pernah melepaskan pandangannya dari Andi.
Andi menyalami mereka berempat secara bergantian, bersulang kepada mereka berempat dan berkata,
"Terimakasih sudah jauh jauh datang kemari.."
Terhadap Nicole Andi hanya bisa menganggukkan kepalanya dan tersenyum canggung.
Setelah menyapa ke meja tersebut, Andi pun kembali ke mimbar dan berkata,
"Para pengunjung sekalian pasti bertanya-tanya siapa mereka berempat yang hadir di meja tersebut."
"Baiklah aku akan bercerita sedikit siapa mereka, mereka adalah Bos Wang, Bos Chen dan Bos Mike.."
"Di saat aku masih bukan siapa siapa merantau ke negara asing yang jauh.."
__ADS_1
"Di saat aku sedang terpuruk berada di titik rendah hidupku, usaha bangkrut kaki lumpuh tak bisa berjalan.."
"Semua orang memandang remeh dan rendah terhadap ku, tidak ada satupun orang investor yang bersedia bertemu atau sekedar ngobrol dengan seorang lumpuh seperti ku.."
"Di saat itulah ketiga bintang penolong ku ini muncul, mereka bukan hanya memberi waktu mendengarkan cerita ku.
Mereka bahkan langsung menanamkan modal, berinvestasi dan mempercayakan modal mereka pada seorang yang bangkrut terpuruk dan lumpuh cacat seperti ku.."
"Tanpa mereka, aku bukanlah siapa siapa, aku hanya seorang lumpuh yang punya impian cita cita dan ide ide yang selama nya tidak mungkin pernah bisa terwujud.."
"Untuk itu Budi besar mereka, seumur hidup pun aku tidak akan pernah bisa membayar dan melupakannya.."
"Aku hanya bisa mengucapkan rasa terimakasih ku yang sebesar-besarnya kepada mereka bertiga.."
"Terimakasih Bos Wang, Bos Chen, Bos Mike,.."
ucap Andi sambil berulang kali membungkukkan badannya kearah mereka.
Ketiga bos itu sambil tertawa gembira, mengangkat gelas bersulang untuk Andi.
Andi bersulang balik, setelah itu dia baru kembali berkata,
"Selanjutnya aku akan mengucapkan rasa terimakasih spesial ku, buat putri tunggal Bos Wang, Nicole Wang, yang telah begitu banyak membantu dan menemaniku selama aku menjalankan proyek di Nanjing.."
"Tanpa dia, aku tidak mungkin bisa berdiri di sini, berkat ketulusan, kegigihan juga perhatian nya yang besar, akhirnya aku bisa sembuh dari lumpuh ku dan sukses menjalankan semua proyek ku di Nanjing.."
"Kepadanya aku hanya bisa berkata terima kasih, Budi besarnya mu selamanya hanya bisa ku simpan di sini.."
"Mungkin hanya di kehidupan berikutnya lah, aku baru bisa membayarnya.."
ucap Andi sambil tersenyum sedih dan bersulang kearah Nicole.
Nicole Wang menghapus dua butir airmata nya yang runtuh, dia membalas menyulangi Andi sambil berusaha tersenyum.
Tapi yang terlihat malah seperti sedang menangis.
Setelah bersulang, tak lama kemudian dia langsung berbisik ke ayahnya.
Setelah itu, gadis cantik itu langsung menggunakan sapu tangan, untuk menutupi sebagian wajahnya, dan berjalan pergi meninggalkan ruangan pesta seorang diri dengan kepala tertunduk.
Andi yang melihat hal itu hanya bisa menghela nafas panjang.
Kemudian melanjutkan berkata,
"Yang terakhir aku ingin mengucapkan rasa terimakasih ku, untuk semua tamu undangan yang hadir, mari kita bersulang...!"
Semua orang pun bersulang sambil meneriakkan kata
__ADS_1
"Gannnnnn,..! Peiiiiiii,.!"
Sekali ini Violin pun ikut bersulang.