AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
NASEHAT ORANG TUA


__ADS_3

"Sebaiknya hal itu tidak boleh main-main, bila kamu memang sudah ingin sudah yakin.."


"Siap melepas semua nya, termasuk karir mu, aku sih gak masalah.."


"Bagi ku yang penting kamu senang dan bahagia,.."


ucap Andi menatap Violin dengan serius.


Violin tertawa dan berkata,


"Aku hanya bercanda dengan mu, aku sudah minum kok tenang aja.."


"Biasanya pria yang antusias dengan anak kecil, kok kakak sepertinya beda."


Ucap Violin sambil bersandar dalam pelukan Andi.


"Aku bukannya tidak suka anak, aku suka malah sangat suka.."


"Tapi yang ku pertimbangkan adalah kamu, aku terlalu mengenal mu, meski nanti ada baby sister dan bisa di titipkan di rumah papa mama untuk bantu awasi.."


"Aku yakin kamu pasti tidak rela mempercayakan begitu saja, anak mu pada orang lain..'


"Kamu pasti ingin terlibat dalam segala hal, aku khawatir tubuh mu tidak siap.."


ucap Andi sambil meletakkan dagunya di bahu Violin.


Violin membalikkan badannya menatap Andi dan berkata,


"Terimakasih ya kak, kamu selalu berpikir untuk kepentingan ku.."


Andi tersenyum dan berkata,


"Tidak perlu berterimakasih, aku adalah suami mu, menjaga merawat menyayangi dan mencintai mu, itu sudah kewajiban ku.."


"Udah yuk jangan lama lama nanti kamu masuk angin.."


"Lebih baik kita berganti, lalu turun ke restoran cari sarapan Gimana ?"


"Kakak aja ya, yang ke restoran."


"Aku masih kurang bebas dan kurang nyaman bergerak gerak, biar aku sarapan di kamar aja.."


ucap Violin sambil menatap suaminya.


Andi tersenyum dan berkata,


"Kalau begitu kita sarapan sana sama di kamar aja.."


"Aku kini sudah gak terbiasa makan dan tidur tanpa kamu.."


ucap Andi sambil tersenyum menggoda.


Violin langsung tertawa dan berkata,


"Kakak semakin pintar menggombal, tapi aku suka itu.."


"Karena hati ku sedang senang, aku putuskan kita makan di restoran aja.."


"Hitung hitung ganti suasana.."

__ADS_1


ucap Violin sambil melompat kedalam pelukan Andi.


Dia melingkarkan kedua tangannya yang putih halus dibelakang Andi.


Sepasang kakinya melingkar di pinggang Andi.


Andi pun menggunakan kedua tangannya untuk menahan sepasang Bo kong Violin yang indah halus dan mon tok.


Dengan cara itu Andi menggendong Violin meninggalkan Shower room, hingga sampai kemeja wastafel dalam kamar mandi.


Andi mendudukkan nya di sana, lalu menggunakan handuk kering, membantu mengeringkan tubuh polos istrinya.


Violin terus tertawa gembira mendapatkan perlakuan manja dari Andi seperti sedang merawat anak kecil.


Andi menggunakan hairdryer membantu mengeringkan rambut Violin yang panjang lurus dan halus.


Setelah kering, Andi baru menggendong tubuh istrinya yang berbalut handuk meninggalkan kamar mandi.


Di sini mereka masing masing baru berganti sendiri sendiri.


Andi lebih praktis, sehingga sudah siap lebih dulu, duduk menunggu Violin di sofa ruang depan.


Violin sebenarnya juga tidak menghabiskan waktu lama, karena dia memilih memakai kaos dan celana pendek santai dan menggunakan sedikit pemerah bibir dan ukiran alis saja.


Yang bikin dia lebih lambat adalah dia sudah terbiasa menggunakan kream lotion setiap habis mandi.


"Ayo kak,.. kita jalan sekarang, "


ucap Violin yang sudah rapi memeluk leher suaminya dari arah belakang.


Andi mengangguk lalu dia menggendong Violin di punggungnya meninggalkan kamar mereka turun menggunakan lift Langsung menuju restoran.


Penumpang lainnya yang melihat aksi mereka berdua hanya bisa tersenyum saja.


Dia tetap menggendong Violin hingga masuk kedalam ruangan restoran, berkeliling melihat lihat menu yang di sukai oleh Violin.


Violin memilih milih sendiri, Andi mengingatnya.


Di dalam restoran tersebut, secara kebetulan kedua orang tua mereka juga ada di sana, begitupula dengan Dody dan Rina mereka berdua juga terlihat sedang asyik menikmati sarapan mereka.


Andi setelah menurunkan Violin duduk dekat mereka, Andi baru pergi mengambilkan makanan dan camilan yang di tunjuk oleh istrinya tadi.


"Lin, mama kasih tahu ya,.. kamu jangan mentang mentang Andi sangat menyayangi mu dan selalu menuruti mu.."


"Terus kamu menyusahkan nya, menindasnya, meminta ini itu yang tidak masuk akal.."


"Kalau nanti suami mu gak tahan kabur, kamu jangan nangis merengek-rengek pulang kerumah menyesalinya.."


ucap mama Violin menegur putrinya.


"Mama ini bicara apa sih,.. ? ini semua kemauan kak Andi lagi, bukan Lin yang minta kok.."


ucap Violin membela diri.


"Ya,.. mama cuma ingetin kamu aja, mau denger syukur, tidak ya resikonya tanggung sendiri.."


ucap mama violin tidak mau kalah.


"Ma udahlah Lin udah gede, biarkan dia putuskan sendiri baik buruknya.."

__ADS_1


"Ini buahnya manis cicipin.."


ucap papa Violin berusaha meredakan suasana.


Violin juga sudah hapal sifat namanya, jadi dia pun langsung menjawab,


"Ya ma Lin akan mengingatnya.."


Andi sudah kembali dengan setumpuk makan di tangan, dan meletakkan piring piring yang di bawanya satu persatu di meja.


Ternyata pesanan violin cukup banyak sehingga semua berjejer di hadapannya.


Setelah mengambilkan makanan buat Violin, Andi baru kembali ke meja makanan untuk mengambil menu masakan untuk dirinya sendiri.


Buat Violin Andi sengaja mengambil banyak macam dan jenis tapi porsinya cuma satu atau dua.


Karena Andi hapal Violin hanya keinginannya saja yang banyak, kemampuan makannya kecil.


Ini sedikit berbanding terbalik dengan Viona kakaknya, yang kalau makan porsinya jauh lebih banyak.


"Di,.. kalian jangan menunda nunda momongan, jangan pakai alat kontrasepsi pil atau segala macam tahu.."


"Itu sangat tidak baik buat kandungan, nanti takutnya saat kalian ingin malah sudah dapat nya.."


ucap mama Violin mengingatkan Andi.


Andi hampir saja keselek makanan,.dia melirik kearah Violin.


Tapi Violin menggelengkan kepalanya, seakan akan berkata,


"Ini bukan dari dia, dia gak ngomong apa apa.."


Andi setelah minum dan agak lega baru berkata,


"Gak kok ma,.. mama tenang aja, lagi pula Violin sendiri juga sudah tidak sabar untuk itu.."


Violin tidak berkata apa-apa, dia hanya menunduk menutup mulutnya sendiri menahan tawa.


"Benar itu di,.. bila kalian repot pada sibuk kerja, bayi nya titip aja di mama.."


ucap mama Andi ikut angkat bicara.


Andi dan Violin hanya bisa mengangguk dan berkata,


"Ya ma,.."


"Apa rencana kalian berdua hari ini,..?"


tanya mama Andi sambil menatap Andi dan Violin secara bergantian.


"Gak kemana mana ma, Lin masih capek kita hanya istirahat aja di hotel hingga besok.."


"Lusa kita baru main ke Singapura.."


ucap Andi menjelaskan.


"Baguslah,.. itu lebih baik, ibu muda gak boleh terlalu capek, kalian harus paham itu."


"Biar kalian bisa cepat dapat nya.."

__ADS_1


ucap mama Andi kembali mengingatkan.


Kelihatannya baik mama Andi dan mama Violin, kedua nya sudah gak sabar ingin jadi nenek.


__ADS_2