
Violin hanya bisa menatap kearah mobil yang membunyikan klakson dengan keras itu, dengan tatapan mata kaget dan ketakutan.
Saking kagetnya dia diam terpaku ditempatnya.
Sedangkan pengendara mobil itu menekan rem mobilnya sekuat tenaga, hingga mengeluarkan suara berdecit ban yang keras bergesekan dengan aspal dan menimbulkan bau asap hangus.
Tapi mobil itu tetap sulit berhenti dan sulit di kendalikan oleh nya.
Akhirnya pengendara tersebut memilih membanting setir mobil nya kearah kiri.
"Brakkkk,...!!"
"Brakkkk,...!!"
Mobil tersebut langsung menabrak mesin digital scan sensor pagar otomatis rumah Andi, kemudian menghajar pagar besi hitam tebal rumah Andi.
Mobil tersebut terbalik dalam keadaan rusak parah,.pagar pintu rumah Andi juga agak miring kedalam tapi masih berdiri kokoh ditempatnya.
Andi yang sedang duduk termenung di lantai 3 di depan kolam renang.
Sangat kaget, saat mendengar keributan yang terjadi di halaman nya, di mana suara sirene alarm seluruh rumahnya berbunyi keras tak terkendali.
Akibat Pagar halamannya dibongkar paksa oleh tabrakan keras tersebut.
Andi langsung berlari ke bagian paling pinggir kolam renang, melihat apa yang terjadi di bawah sana.
Selain melihat mobil itu yang terbalik menabrak pagar rumah nya.
Andi juga melihat Violin yang wajahnya terlihat Shock.
Dimana Violin masih terlihat mengenakan pakaian pengantinnya berdiri bengong didepan rumahnya.
Andi langsung berlompatan lincah menuruni lantai 3 menuju lantai dasar.
Tiba di halaman rumah Andi langsung berlarian ringan melompati pagar, melewati mobil yang terbalik.
Mendarat dengan ringan di hadapan Violin, sambil tersenyum bahagia, Andi langsung memeluk Violin dan berkata,
"Kamu tidak apa-apa kan sayang ?"
"Syukurlah,.. syukurlah,.. kamu tidak apa-apa itu yang terpenting."
ucap Andi dengan lega.
"Kak Andi tolongin orang di dalam mobil kak, Violin baik baik saja.."
Mendengar ucapan Violin, Andi mengangguk cepat dia mendorong Violin mundur menjauh dari berkata,
"Kamu mundurlah yang jauh, biar aku yang mengurusnya.."
Violin sambil menggendong kedua tangannya di depan dada dengan wajah panik dia mengangguk cepat kemudian mundur menjauh.
Melihat violin sudah mundur menjauh, Andi segera membalikkan badannya.
Dia berlari menghampiri mobil tersebut, menarik.paksa pintu mobil hingga copot.
Lalu membantu membuka sabuk pengaman dengan buru-buru, menggendong keluar sosok pengendara mobil itu.
Andi terburu-buru menggendong pengendara mobil yang pingsan menjauhi mobilnya.
__ADS_1
Sesaat kemudian mobil itupun meledak hebat sambil mengeluarkan suara menggelegar yang sangat dahsyat.
" Boom...!"
Tanpa memperdulikan kejadian di belakangnya, Andi mencoba memeriksa kondisi orang tersebut dan berusaha menyadarkannya.
Violin yang sudah hilang rasa kagetnya, buru buru maju, memberikan bantuan medis kepada pengendara mobil yang pingsan tersebut.
Akhirnya pengendara itu sadar dan menatap Andi dan Violin dengan wajah linglung.
Andi dan Violin pun menghela nafas lega, setelah melihat kondisi pengendara itu baik baik saja.
"Terimakasih kalian telah menolong ku,.. kalian berdua siapa ?"
tanya pengemudi itu masih sedikit Ling Ling.
Andi tersenyum dan menunjuk kearah rumah yang pagarnya sedang jilat jilat oleh api.
"Aku pemilik rumah yang pagarnya kamu tabrak itu.."
"Maaf aku tidak sengaja, tadi ada orang yang menyeberang tiba tiba,.."
ucap pemuda itu panik kearah Andi.
Tapi dia tiba tiba teringat dan menunjuk kearah Violin dan berkata,
"Ya aku ingat, kamu,..! kamu,..! yang menyeberang tanpa melihat.."
"Kamulah penyebab kecelakaan ini, kamu harus tanggung jawab..!"
teriak pria itu sambil menunjuk kearah Violin.
"Kamu tenanglah,.dia ini istri ku kamu tidak menabraknya aku sudah sangat bersyukur.."
"Mobil mu pasti akan aku ganti, kamu tenang saja.,"
"Mengenai pagar dan tiang sensor, nanti aku akan perbaiki sendiri.."
ucap Andi sambil menurunkan tangan pria itu yang menunjuk nunjuk kearah Violin.
Sedangkan Violin hanya bisa terbelalak pucat tidak tahu mau bilang apa.
Pria itu setelah mendengar ucapan Andi dia mulai sedikit tenang.
Andi mengeluarkan dompetnya dan memberikan selembar kartu namanya dan berkata,
"Ini kartu nama ku, kapan pun kamu ingin membeli mobil hubungi saja aku, nanti aku akan urus semuanya.."
"Tapi sepertinya mobil canggih dan baru itu, ada asuransi nya ya ?"
tanya Andi sambil tersenyum ramah
"Pria itu menerima kartu nama Andi tanpa melihat, dia langsung mengantonginya dan berkata,
"Memang ada asuransinya, tapi tetap aja ada biaya yang harus di tanggung.."
Andi mengangguk dan berkata,
"Gak papa nanti selisihnya hitung ke aku saja.."
__ADS_1
"Itu bukan masalah,.. sekarang keadaan mu gimana ?"
"Apa perlu kami antar kerumah sakit..?"
tanya Andi penuh perhatian.
Melihat kebaikan Andi, pria itu menjadi tidak enak hati.
Dia langsung berkata,
"Aku tidak apa-apa, rumah ku tidak jauh dari sini, aku bisa pulang jalan kaki.. terimakasih banyak pak.."
Andi mengangguk dan berkata,
"Baiklah,.. kalau begitu kami tidak mengantar,..Hati hatilah,.."
Pria itu mengangguk setelah bersalaman bergantian dengan Andi dan Violin.
Dia pun melangkah pergi meninggalkan depan rumah Andi yang terlihat berantakan.
Violin sambil tersenyum penuh rasa bersalah berkata,
"Maaf ya di,.. begitu tiba langsung bikin masalah.."
Andi langsung menggendongnya dan berkata,
"Kamu baik baik saja itu yang terpenting, tidak ada yang perlu di maafkan.."
"Ayo kita masuk kedalam, nanti biar petugas derek aja yang urus.."
Violin mengangguk sambil tersenyum manja, dia melingkarkan tangannya di belakang leher Andi dan menyandarkan kepalanya di dada Andi yang bidang.
Andi menggendong Violin dengan gaya bridal style, melompati tembok pagar, dengan ringan mendarat di dalam halaman.
Dalam posisi yang sama, sia terus menggendong Violin hingga masuk kedalam kamar utama.
Andi mendudukkan Violin di atas kasur dengan hati hati, setelah itu dia sendiri duduk di lantai di hadapan Violin.
Andi memegangi dan menciumi sepasang tangan Violin dengan lembut dan berkata,
"Terimakasih Lin,.. terimakasih kamu sudah bersedia memaafkan aku dan memberi ku kesempatan sekali lagi untuk memperbaiki semuanya..."
Violin tersenyum bahagia, dia lalu ikut turun duduk di lantai, yang tertutup karpet bulu yang tebal dan lembut.
Sambil duduk bersimpuh di hadapan Andi, Violin mengembangkan sepasang tangan nya dan memeluk Andi dengan mesra dan berbisik,
"Siapa suruh aku begitu bodoh, telah terjerat begitu dalam, oleh jaring jaring cinta mu.."
"Aku seumur hidup ini, tidak akan pernah bisa lagi menjauhi mu."
"Selain kamu, aku tidak pernah bisa lagi mencintai dan menerima pria lain menjadi pendamping ku."
ucap Violin sambil menahan Isak tangis bahagia, dengan airmata bercucuran deras membasahi sepasang pipinya yang halus dan mulus.
Andi membalas memeluk Violin sambil membelai punggung Violin yang terbuka, menampilkan kulit punggungnya yang putih mulus dan sangat halus kulitnya.
"Lin kamu bersiap siap aku ingin kita ke catatan sipil sekarang juga,"
"Dalam Minggu ini kita akan adakan pemberkatan dan resepsi pernikahan, aku tidak ingin menundanya lagi ."
__ADS_1