AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
TELPON DARI SANTI DAN JAMES


__ADS_3

"Mungkin ini adalah takdir dan nasib kami.."


ucap Andi sambil menghela nafas pelan


Kemudian sambil berusaha tersenyum dia kembali berkata,


"Sudah lupakan saja tentang masalah ku, ngomong ngomong kamu sekarang masih jadi instruktur senam ?"


Vero dan Richard saling pandang, mereka merasa bersimpati dengan kondisi Andi, tapi mereka juga tidak tahu harus bantu apa.


karena masalah dalam hubungan adalah masalah mereka berdua, orang lain tidak bisa ikut campur hanya mereka berdua yang bisa menyelesaikannya.


Orang luar makin bantu, bukannya menyelesaikannya, malah akan membuat nya menjadi semakin repot.


Vero tersenyum dan berkata,


"Aku masihlah jadi instruktur senam, cuma kini tidak di gym lagi, aku ngelatihnya sekarang di lapangan olahraga di komplek perumahan kami.."


"Anggota nya para Mak Mak kompleks, cuma biar sehat dan bugar aja.."


Andi mengangguk sambil tersenyum, kemudian dia menoleh kearah Richard dan berkata,


"Pak Richard bisnis di bidang apa ?"


"Aku bisnis rempah-rempah.."


"Maksudnya ?"


tanya Andi sedikit heran.


Vero tertawa dan berkata,


"Bukan jual rempah rempah di pasar di.."


"Maksud Richard tuh dia menampung rempah rempah sesuai pesanan dari negara nya, di Turki sana, kemudian diekspor dari sini kesana."


"Selain itu juga mengimport buah buah kurma dan minyak Zaitun yang di gemari di sini, untuk di pasarkan.."


"Ohh..!!"


Andi pun tersenyum lebar dan berkata,


"Mungkin lebih tepatnya eksport import, gitu ya..?"


Vero tersenyum dan mengangguk, Richard pun ikut mengangguk sambil tersenyum.


"Itu prospek yang sangat bagus, sekali lagi selamat untuk kalian berdua.."


ucap Andi sambil mengangkat gelas kopinya sebagai tanda ucapan selamat.


Lalu dia meminum kopinya yang mulai dingin hingga habis'.


Andi kemudian berdiri dan berkata,


"Ok sampai di sini saja, aku tidak akan menganggu acara pengantin baru kalian..sampai jumpa..."


Andi mengulurkan tangannya menyalami Vero dan Richard secara bergantian..


Setelah itu dia pun berjalan keluar dari dalam Cafe menuju mobilnya.


Vero tidak bisa mencegah kepergian Andi, dia hanya bisa menatap bayangan punggung Andi dengan sedih dan bersimpati.

__ADS_1


Kini dia sudah ada Richard, dia tidak bebas lagi seperti dulu, bisa mendekati Andi dan menjadi teman curhat dan teman berbagi perasaan.


Andi masuk kedalam mobilnya, sambil menghela nafas panjang dia bergumam,


"Paling duluan pacaran adalah kamu, yang pacarannya penuh warna juga kamu.."


"Tapi pada akhirnya yang paling sepi dan tinggal sendiri juga tetap kamu.."


"Andi ..Andi..kamu seperti sedang melakukan perjalanan mengelilingi benda bulat.."


"Setelah mutar begitu jauh, akhirnya kamu tetap kembali ketitik awal lagi.."


Setelah berucap sendiri, menghela nafas panjang, Andi pun membawa mobilnya meninggalkan parkiran di seberang cafe dengan hati di liputi perasaan penuh kesepian..


Andi akhirnya kembali ke kostnya, selesai mandi membersihkan diri dan berganti pakaian santai


Andi berbaring sambil bersandaran di tembok, melihat foto-foto lamanya bersama Viona.


Untuk mengenang semua masa lalu dan masa masa berbahagia mereka berdua, mulai dari awal perjumpaan hingga saat ini.


Kenangan semalam di mana Viona mengikuti Rio masuk ke apartemen adalah kenangan terakhir hubungan mereka.


Andi memejamkan matanya, tanpa sadar dua butir air bergulir di kedua sudut matanya.


Andi terus termenung, menatap kearah jendela di mana awan putih berarak terbawa angin.


"Tahun baru sudah lewat, sebentar lagi hari kasih sayang akan tiba."


"Tapi hari kasih sayang tahun ini tidak ada kejelasan nasibnya..'


gumam Andi sambil tersenyum pahit.


Andi melihat jam di tangannya kemudian berkata,


"Tapi apakah saat ini kamu masih ada mengingat ku..?"


Andi kemudian menegakkan punggungnya, dia menatap kearah patung Viona di tangannya dan berkata,


"Katakan pada ku apakah perjuangan kita akhirnya akan berbuah kekosongan dan hanya menjadi sebuah mimpi kosong.."


"Ahh..!"


keluh Andi kemudian meletakkan patung itu ditempelkan di dadanya..


Beberapa saat kemudian Andi membuka kembali matanya yang terpejam yang kini terlihat sedikit basah.


Andi berkata pada diri sendiri..


"Rabu malam aku harus bertemu dan berbicara dengan Viona dan harus siap menerima semua konsekwensinya.."


"Aku tidak bisa menundanya hingga Minggu..tidak bisa.."


gumam Andi, lalu dia kembali membaringkan dirinya diatas kasur dengan sepasang mata terbuka menatap langit langit kamar.


Sedangkan di tempat lain, di kantor kepolisian wilayah BU.


Di dalam kantor kepala kepolisian wilayah, terlihat pak Guntur sedang menelpon seseorang.


"Halo pak Rio, maaf kami sudah berusaha tapi bukti tidak kuat sehingga tidak bisa di naikkan statusnya.."


"Untuk itu kami minta maaf, mengenai uang itu aku akan transfer balik ke pak Rio saja gimana ?"

__ADS_1


Terdengar jawaban Rio dari seberang sana berkata,


"Tidak apa-apa pak, mengenai uang itu tidak perlu di kembalikan aku ikhlas."


"Terimakasih banyak bantuan nya, sampai jumpa.."


Sambungan pun terputus,sambil menghela nafas panjang pak Guntur juga menutup sambungan telponnya.


Andi setelah tertidur beberapa saat, melupakan semua perasaan nya yang galau, akhirnya dia terbangun dari tidurnya.


Karena HP nya berbunyi, Andi melihat kearah HP nya di layar HP tertulis nama Santi.


Andi pun buru-buru mengagkat panggilan tersebut.


"Halo di,.. kamu dimana ? ganggu tidak..?"


terdengar suara Santi yang lembut dari seberang sana.


"Aku di kost lama, lagi tiduran...rencana tar sore baru mau main ke rumah mu, panjang umur belum di telpon dah nelpon.."


ucap Andi sambil tersenyum.


"Sehati dong.."


ucap Santi sambil tertawa.


"Dulu boleh bilang gitu, sekarang jangan macam macam, tar kalau naga itu dengar."


"Bisa gawat gua.."


ucap Andi sambil tertawa.


"Gue denger kok, ini gue di sampingnya.."


ucap suara yang berat dan dingin itu.


Andi sangat terkejut dengan gugup dia buru-buru berkata,


"Maaf James..maaf..aku tidak bilang apa-apa, aku gak terlibat.."


James tertawa dan berkata,


"Gakpapa di, kalau dia yang bicara mah bebas, karena dia ratunya di sini, aku cuma pelayan nya."


"Tapi kalau kamu yang bicara seperti itu awas..ha..ha..ha..Sory aku cuma bercanda.."


"Di.. segeralah kemari, Santi masak banyak nih , mau jamu kamu.."


ucap James ramah.


Santi tersenyum malu, wajahnya menjadi merah mendengar ucapan suaminya barusan.


dengan gemas dia mencubit pinggang suaminya dan berkata,


"Suka asal deh kalau bicara.."


James meringis sambil tersenyum lalu menarik Santi kedalam pelukannya, dan memeluknya dengan lembut.


"Baik siap bos nyonya ratu, aku mandi dulu, setelah itu segera meluncur kesana, ohh ya alamatnya tolong share ya..Thnx bye.."


ucap Andi kemudian menutup teleponnya

__ADS_1


Teringat Santi dan James Andi pun tersenyum gembira, untuk sesaat kegalauan hatinya karena kesepian sedikit terobati.


__ADS_2