
"Apa maksud mu Sar..?"
tanya Viona bingung.
"Semalam kedua gadis nakal itu mencoba memberikan racun perangsang ke Andi."
"Aku tidak tahu apa maksud mereka, ? Tapi aku berhasil mencegah aksi mereka, karena curiga dengan air mineral yang di berikan Maya ke Andi."
"Aku secara kebetulan sempat menyaksikan aksi Maya mengisi air mineralnya dengan cairan tertentu."
"Sehingga saat dia berikan air mineral ke Andi, aku langsung muncul mencegahnya."
"Untuk menghilangkan kecurigaan dan tuduhan ku, mereka membuktikannya dengan meminum air mineral itu sendiri."
"Akhirnya senjata makan tuan, tapi mereka berhasil tertolong setelah Andi dan Bobby serta panitia lain mencelupkan mereka ke air sungai yang dingin."
"Setelah aku interogasi dengan ancaman akan memberikan rekaman ku ke dekan kampus."
"Akhirnya mereka mengaku, mereka di suruh oleh Boy, karena Boy memegang rekaman video saat mereka tidur dengan Boy."
"Kini Boy sudah sedang di proses oleh Bobby, bila dia tidak mengakui dalang di balik aksi ini, boy akan di keluarkan dari kampus secara tidak hormat."
"Bahkan ada kemungkinan masuk penjara, karena kasus rekaman video pornonya bersama Maya dan Mimi."
ucap Sarah menutup penjelasannya.
"Aku curiga kasus ini ada hubungannya dengan Rio, kamu harus hati-hati dengan orang itu."
ucap Sarah sambil menatap Viona dengan serius.
"Tapi ini cuma dugaan ku saja, karena Boy adalah teman setia Rio, dia hampir mirip ajudannya Rio."
"Jadi masalah ini, Rio sulit membebaskan diri, tapi di mata hukum bila boy gak mau buka mulut."
"Maka Rio tetap akan lolos dari masalah ini.."
ucap Sarah curiga dan geram.
Viona mendengarkan semuanya sambil mengerutkan alisnya.
Bila Rio sampai terlibat dan memperdayakan, Mimi dan Maya dengan video mesum.
Dia benar-benar dalam bahaya, bila terus berdekatan dengan bajingan itu.
Tapi Viona tidak berdaya melepaskan diri dari nya,.dia harus extra lebih hati-hati, tidak sembarangan menerima makanan atau minuman dari Rio.
Viona sudah memutuskan tidak akan gampang percaya dengan mulut manis Rio.
Dia harus lebih waspada, apalagi mulai Senin pagi, baik Andi maupun Sarah mereka semua akan pergi dari sisinya.
Dia harus menjaga dengan hati-hati kepercayaan Andi, demi masa depan cinta mereka.
"Vi kamu kenapa ? kok melamun..?"
tanya Sarah cemas sambil memegang bahu Viona.
__ADS_1
"Ehh, maaf aku gak papa, cuma sedang berpikir harus lebih hati-hati dengan Rio."
"Apalagi mulai Senin baik kamu maupun Andi sudah akan pergi, aku sedikit tidak tenang.."
ucap Viona tertunduk lesu.
Santi memeluk Viona dan berkata,
"Kamu tenang saja, kan masih ada aku, aku yang akan menemani mu."
Viona menoleh kearah Santi dan berkata,
"Kamu... sepertinya susah deh, bisa sampai tamat atau keburu nikah aja masih tanda tanya."
"Apalagi mo temani aku.."
ucap Viona sambil tertawa.
Sarah pun ikut tertawa mendengar sindiran Viona.
"Aduh... aduh...ampun San...hi..hi...hi...hi...geli ampun San...aduh mampus gua...ha...ha..ha...ha...!"
jerit Viona menahan geli dari siksaan jari Santi yang menindih dan menggelitikinya dengan gemas.
Santi sangat malu dengan sindiran Viona tadi, yang jelas-jelas mengarahkan dirinya, untuk menjadi istri James, kakak nya Sarah.
Setelah beberapa saat ini, selalu berdekatan dengan James.
Santi memang mulai merasa nyaman berdekatan dengan James.
Bila James bisa menerimanya, tentu dia akan bersyukur sekali.
Tapi bila tidak, ya lebih baik saat ini.
Ketimbang nanti bila mereka semakin dekat, tentu akan lebih menyakitkan, bila harus berpisah.
"Hai kalian di dalam sedang apa? ayo siap-siap sebentar lagi kita semua akan bergerak ke pos terakhir..!"
teriak suara Mindy ketua panitia bagian wanita.
"Ya kak..! Siap..!"
teriak Sarah dari dalam, sambil menahan tawa.
Melihat sikap kedua sahabatnya itu.
Tak lama kemudian, Viona pun keluar dari tenda Sarah dan Santi.
Kembali ke tenda nya sendiri berberes beres.
Setelah para gadis itu sudah berkumpul ditengah lapang di komandoi oleh Mindy.
Maka para peserta pria, di kerahkan untuk membongkar dan merapikan tenda.
Setelah selesai mereka kini bergerak bersama-sama beramai-ramai menuju pos ketiga yang merupakan pos terakhir.
__ADS_1
Di mana bis sudah di siapkan di sana, sebagai mobil jemputan untuk mengantar mereka semua kembali ke kampus.
Saat mulai bergerak, Viona berjalan bergandengan tangan dengan Rio.
Sedangkan Andi memilih berjalan sedikit jauh di belakang mengikuti mereka.
Melihat Viona dan Rio berjalan bersama begitu dekat sambil mengobrol bercanda dan tertawa.
Hati Andi sangat pedih, seperti di sayat sayat pisau .
Dia hanya bisa berusaha mengalihkan pandangannya, agar tidak melihat kearah mereka.
Tapi hal itu bukanlah pekerjaan mudah, karena antara pikiran dan gerakannya sering tidak sinkron.
Berulang kali Andi mengingatkan dirinya, agar tidak melihat kearah mereka.
Tapi tetap saja kedua matanya, dengan bandel, akan tetap mencuri curi melihat kearah mereka tanpa dapat Andi bisa mencegahnya.
Sehingga kondisi hati Andi seperti di sayat dulu di biarkan berdarah, setelah luka mengering di sayat lagi, begitu terus di ulang ulang.
Diam-diam Andi menatap kearah langit dan bergumam dalam hati.
"Ya Tuhan apa dosa hamba mu, di masa lalu, kepada mereka berdua."
"Sehingga di kehidupan ini, kau biarkan hamba mu di siksa seperti ini.."
Kepedihan hati yang di rasakan oleh Andi hanya dia sendiri yang tahu.
mulutnya selalu tersenyum ramah ke siapapun padahal hatinya sedang menjerit dan menangis.
Terutama terhadap Sarah, Andi selalu berpura-pura dia sedang baik-baik saja.
Dia tidak mau menambah ke khawatiran dan kecemasan gadis yang dengan tulus mencintai nya itu.
Dia sudah sangat banyak berhutang terhadap Sarah, dia tidak boleh menambahnya lagi dengan menyakitinya.
Andi takut di kehidupan berikutnya sekalipun, dia tidak akan pernah bisa membayarnya.
Sementara itu Sarah sendiri berjalan bersama kakaknya dan Santi di belakang Andi.
Sarah terus menatap bayangan punggung Andi, dengan tatapan sedih.
Sarah sangat kasihan dengan Andi, dia dapat merasakan apa yang Andi rasakan.
Karena dia juga pernah alami hal yang sama, saat Andi masih bersama Viona dulu.
Tapi Saran tidak tahu bagaimana mendekati dan menghibur Andi.
Sarah sedikit takut, bila dia mendekati Andi, dia akan semakin terpuruk, dan terjebak dalam perasaan nya sendiri.
Perasaan cinta bertepuk sebelah tangan, yang hanya akan membuat dia semakin sulit untuk move on dari perasaan nya terhadap Andi.
Seandainya Viona benar memilih Rio, tentu semua akan lebih mudah baginya dan Andi.
Tapi kenyataannya saat ini, adalah tubuh Viona bersama Rio, sedangkan perasaan dan hati Viona jelas masih bersama Andi.
__ADS_1