AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
JAMES MUNCUL MENENGAHI


__ADS_3

Santi ngerti banget sifat suaminya yang dingin terhadap siapapun dan tidak pandai bergaul.


Sehingga terkesan sombong dan angkuh.


Padahal orang nya aslinya sangat baik, seperti saat ini dia sengaja masak dan menyibukkan diri di dapur untuk membiarkan Santi bebas ngobrol dengan Viona.


Untuk menyambut Viona dia sengaja menyiapkan perjamuan kecil untuk nya.


Selesai masak, dia meminta mereka pergi makan dan dia sendiri memilih bersembunyi di kamar, orang yang tidak tahu tentu akan mengira dia sombong


Padahal dia memilih bersembunyi agar tamu yang datang, lebih bebas dari nyaman, dia juga tidak mau tingkahnya yang kaku malah menjadi perusak suasana.


Santi yang ngerti, dia pun gak maksa James untuk muncul menyambut Viona.


Dia membiarkan nya saja.


Berbeda dengan Viona, dia jadi merasa tidak enak hati.


Dia merasa kedatangan nya justru menganggu keharmonisan dan kemesraan pengantin baru itu.


"San aku pulang aja ya, ke kost.?"


"Tar malam aku baru share lokasinya.."


ucap Viona tidak enak hati.


Santi mengerti reaksi Viona, dia segera maju menggandeng tangan Viona menuju meja makan dan berkata,


"Kita makan dulu, sambil ngobrol.."


Viona tidak bisa menolak ajakan Santi, dia terpaksa mengikutinya.


Santi duduk di sebelah Viona , dia membuka penutup hidangan di atas meja dan berkata,


"Ayo kita cicipi masakan suami ku, berbeda dengan Andi, tapi tidak kalah lezat coba saja ini.."


ucap Santi sambil mengambilkan potongan kentang bakar ke piring Viona.


Dia juga mengambilkan beberapa macam steak dengan di lengkapi berbagai macam saosnya.


"Nah kamu cicip.. gimana rasanya..?"


tanya Santi sambil tersenyum.


Viona mencoba mencicipinya sepotong kentang bakar, kemudian matanya terbelalak, lalu dia mencicipi potong lain, dia kembali dan terus kembali mencicipinya sambil mengangkat jempolnya kearah Santi.


Viona tidak bisa berkata-kata,


Karena mulutnya terlalu penuh dan sibuk mengunyah masakan James yang sangat lezat itu..


Setelah selesai dan minum segelas air putih, sambil menghapus minyak dan saos yang menempel di bibirnya, Viona baru berkata,


"Wow luar biasa masakan James, kalah sudah koki restoran bintang 5.."


Santi tersenyum dan berkata,


"James di luar negeri dulu memang pernah jadi koki, sehingga dia sangat mahir memasak masakan Western.."

__ADS_1


"Ku katakan pada mu, dia tidak pandai bergaul, sehingga takut kehadirannya merusak suasana kita, jadi dia milih sembunyi di kamar.."


"Jadi kamu jangan tertipu oleh penampilan dan sikapnya yang cuek itu ."


Viona tertawa dan berkata,


"Ya ..ya..aku percaya, dia cuma dingin di luar hot didalam begitu kan maksud mu .?"


"Iss dah ngeres aja,..dasar.."


ucap Santi dengan wajah merah padam.


Tapi sesaat kemudian Santi kembali menyambung nya dengan serius.


"Dia sebenarnya sangat senang kamu datang, karena kamu adalah sahabat baik ku."


"Makanya kamu lihat, dia sengaja menyiapkan begitu banyak macam masakan hanya khusus untuk menyambut kedatangan mu.."


Viona menatap sahabatnya dalam dalam, lalu sambil tersenyum penuh rasa terimakasih, dia berkata,


"Makasih ya San,.. kalian berdua sungguh baik sekali.."


Santi tersenyum dan berkata,


"Kamu ini seperti orang asing saja.."


"Kukatakan padamu, kamu bebas di rumah ini, anggap saja rumah sendiri, kalau mau istirahat, di sebelah sana ada kamar kosong."


"Kamar mandinya juga ada di dalam jadi kamu bebas.."


"Ayo,.. ini di makan, ini scalop, lobster, kepiting ini sengaja James siapkan untuk mu.."


Viona menoleh menatap sahabatnya dengan heran dan berkata,


"Kamu gak suka Seafood tumben, bukannya dulu waktu kita ke peternakan udang Sarah, kamu yang makannya paling banyak..?"


Santi tiba-tiba tersenyum pahit, wajahnya menjadi sedikit muram kemudian dia berkata,


"Itu dulu Vi. sebelum aku hamil anak ini, kini bila aku cium yang amis amis pasti akan mual.."


"Hah yang benar San kamu sudah hamil secepat itu kah, kalian..?"


tanya Viona sedikit terkejut.


Santi menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Sayangnya ini bukan anaknya Vi.."


"Apa...apa ..maksud mu San..? kamu tidak sedang bercanda kan San ? lalu siapa ayah kandung anak ini San..?"


ucap Viona penasaran.


Santi tersenyum pahit dan berkata,


"Apa aku terlihat seperti orang sedang bercanda ? tidak Vi,..aku serius.. kok "


"Mengenai siapa ayah kandung anak ini, aku juga tidak tahu Vi..."

__ADS_1


ucap Santi dengan mata mulai berkaca-kaca.


Viona buru buru duduk mendekat ke Santi dan berkata,


"Ba... bagaimana bisa San ? .kapan kejadiannya,.. ? kenapa kamu bisa begitu ceroboh sampai tidak tahu,? apa pelakunya ramai ramai ?"


Santi menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Tidak Vi.. pelakunya kemungkinan besar cuma satu, tapi aku benar-benar tidak tahu siapa pelakunya."


"Semua ini bermula saat aku nginap di rumah Sarah, sehabis kita karaoke dan minum minum hingga mabuk baru pulang ."


"Saat itu aku tidur berpisah kamar dengan Sarah, karena dalam keadaan mabuk aku salah masuk ke kamar James dan tidur di sana hingga pagi.."


"Saat pagi aku terbangun, ternyata ada yang sudah melakukan hal itu pada ku.."


"Apa mungkin James sendiri pelakunya..?"


tanya Viona curiga..


Santi menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Tidak mungkin Vi,..James waktu itu belum pulang, kamarnya masih kosong."


"James baru tiba di rumah pagi harinya, sedangkan kejadian mabuknya saat malam hari, dan pelakunya pun melakukannya saat aku mabuk tidak sadarkan diri.."


ucap Santi menjelaskan dengan sedih.


Tiba-tiba James keluar dari kamarnya menghampiri mereka berdua dan berkata,


"Vi,.. bahas yang lain saja, dia akan murung dan sedih berhari-hari bila bahas hal ini.."


"Yang jelas kini, Santi istriku, anaknya tentu anak ku, ok.."


"Kalian teruskan, aku mau keluar lari sore.."


ucap James singkat sambil mencium lembut pipi Santi dan berkata,


" jangan sedih lagi dia anak ku.."


"Tidak perlu di ragukan lagi.."


Setelah itu James pun keluar dari rumah pergi lari sore , dia tidak pernah lari sore, ini cuma alasannya saja.


Agar tidak terlalu kentara, dia telah diam diam menguping pembicaraan mereka berdua, dan dia keluar dari kamar hanya khusus untuk mencoba menengahi pembicaraan yang hanya akan membuat Santi kembali bersedih.


Setelah James pergi, Viona pun berkata,


"Maaf ya San,..aku membangkitkan kenangan suram mu.."


Santi tersenyum pahit dan berkata,


"Tidak apa-apa sebenarnya aku sudah lama ingin bercerita dan berbagi dengan mu.


"Hanya saja kita masing-masing terlalu sibuk, dan belum menemukan waktu yang pas untuk bercerita.'


"Ohh ya Vi, ini sudah sore, cepat pastikan, kamu bertemu Rio di mana, aku mau mandi dan bersiap-siap untuk acara malam nanti."

__ADS_1


ucap Santi sambil berdiri dari tempat duduknya.


__ADS_2