AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
DI KERJAI MC ACARA


__ADS_3

"Ting,..! Tong,..!"


kembali terdengar bunyi bell dari arah pintu depan.


Andi pun terpaksa menghentikan makannya, lalu berjalan keluar dari dalam kamar untuk membuka pintu.


Begitu pintu kamar di buka oleh Andi 2 orang gadis muda yang membawa dua buah kotak ditangan, sambil tersenyum mereka menganggukkan kepalanya kepada Andi dan berkata,


"Maaf pak, kami di hubungi pak Kevin, untuk datang mengurus riasan nona Violin."


Andi sambil tersenyum berkata,


"Terimakasih sudah datang maaf merepotkan kalian."


"Ayo silahkan masuk, istriku ada di kamarnya.."


ucap Andi menyingkir kesamping, membiarkan kedua gadis itu lewat.


Dengan sopan dan sedikit membungkukkan badannya, kedua gadis itu berkata,


"Permisi pak.."


Andi mengangguk dan berkata,


"Silahkan,..."


Setelah mereka masuk Andi pun menutup pintu kamar.


Andi masuk kedalam kamar membenahi semua makanan kereta, lalu mendorongnya keluar dari dalam kamar.


Agar kedua gadis dari salon itu bisa bekerja bebas membantu Violin melepaskan sanggul di kepalanya yang ribet.


Andi memilih duduk santai di ruang tamu, sambil menghabiskan sisa makanan yang masih ada.


Setelah selesai Andi baru menelpon bell boy untuk datang membereskan kereta makanan tersebut.


"Kami permisi dulu pak,.."


"Nanti jam 5 sore kami baru kemari lagi.."


ucap kedua gadis salon itu, saat Andi sedang melakukan panggilan telepon ke ruangan bell boy.


Andi tersenyum dan menganggukkan kepalanya, sambil mengacungkan jempol nya kearah mereka.


"Mas kereta makanan nya sudah bisa diambil.."


ucap Andi begitu telponnya nyambung.


"Terimakasih.."


ucap Andi kemudian menutup telponnya.


Saat Andi kembali kedalam kamar, dia melihat Violin sudah tertidur pulas di kasur dengan rambut terurai bebas.


Melihat keadaan istrinya Andi pun tersenyum puas.


Andi keluar dari dalam kamar, dan menutup pintu kamar mereka dengan hati-hati.

__ADS_1


Dia tidak ingin menganggu waktu beristirahat Violin yang berharga.


Andi memilih duduk santai di balkon kamar sambil tersenyum dia berkata,


"Sayang kamu pasti sudah lihat semuanya dari atas sana, kamu tenanglah aku pasti akan menjaganya untuk mu.'


"Sesuai keinginan mu, aku akan mencoba untuk hidup bahagia.."


"Terimakasih sayang,.."


ucap Andi sambil termenung menatap awan yang terbang berarak melintasi awan biru.


Berbicara adalah mudah tapi menjalankan nya, sangatlah tidak mudah.


Andi selamanya, tidak akan pernah mungkin bisa melupakan Viona, istri pertamanya itu dari hidup nya.


Sebahagia apapun kehidupannya, kenangan indahnya dan perasaannya terhadap Viona, tidak akan pernah lekang oleh waktu.


Sekeras apapun usaha Andi, dia tetap tidak akan pernah bisa melupakan nya begitu saja.


Mungkin hanya lupa ingatan dan kematian lah yang bisa menghapus semua nya.


Andi tersenyum sendiri menghela nafas panjang, lalu dia pun kembali keruang tengah duduk bermeditasi memutihkan kondisinya.


Sama seperti yang biasa dia lakukan setiap harinya.


Menjelang sore, kedua gadis salon itu kembali datang untuk membantu Violin berias.


"Harap tunggu sebentar ya,.. silahkan duduk sebentar.."


ucap Andi setelah mempersilahkan kedua nya untuk masuk.


Dia terlalu asyik berlatih hingga lupa waktu, sehingga lupa membangunkan istrinya, yang masih asyik tidur.


"Lin sayang,..sayang,.. bangun,..sayang."


ucap Andi sambil menggoyang lengan istrinya dengan lembut.


Violin perlahan lahan membuka matanya menatap kearah suaminya dengan bingung dan berkata,


"Jam berapa sekarang sayang..?"


"Jam 5 sayang, itu orang dari salon sudah datang mereka ingin merias mu.."


ucap Andi menjelaskan.


Violin yang mendengar hal itu, buru buru bangun dan berkata,


"Ahh aku terlalu pulas hingga lupa waktu ."


Andi tersenyum dan berkata,


"Tenang saja mereka akan membantu mu mengurusnya, lagipula tempat resepsi juga cuma di lantai bawah, jadi kamu tenang aja.."


Violin mengangguk sambil tersenyum malu dia berkata,


"Makasih ya kak,.. aku selalu merepotkan kakak.."

__ADS_1


Andi tersenyum dan berkata,


"Semakin banyak permintaan mu, aku justru semakin gembira, itu berarti kamu masih membutuhkan ku.."


"Ingin di manja oleh ku, dan bila aku berhasil memenuhi permintaan mu, kamu akan semakin mencintai ku,.. benar tidak..?"


Violin tersenyum dan mengangguk kan kepalanya dengan cepat dan berkata,


"Kak Andi benar, aku benar benar sangat tergantung pada kakak, dan sangat sangat mencintai kakak.."


Andi mencium lembut kening Violin, kemudian dia keluar dari dalam kamar, mempersilahkan kedua orang dari salon itu untuk masuk kedalam.


Andi sendiri duduk santai di ruang tamu menonton TV sambil menunggu giliran untuk di rias .


Menjelang jam 7 malam Andi Violin diiringi oleh Dragon dan Sarah, mereka berjalan memasuki ruang resepsi yang sudah penuh dengan tamu undangan.


Lagu the wedding kembali di putar, saat Andi dan Violin berjalan memasuki ruangan pesta.


Semua tamu undangan, yang duduk di kiri kanan jalan, semuanya pada berdiri dan bertepuk tangan menyambut Andi dan Violin yang berjalan melintas di hadapan mereka.


Andi terlihat sangat tampan dalam balutan setelan jasnya, rambutnya di potong dan di tata dengan sangat rapi.


Andi yang usianya sudah diatas 30 tahun, sama sekali tidak terlihat berselisih jauh, dengan pasangan pengantin wanitanya.


Violin juga tampil sangat cantik dan elegan dalam balutan gaun pengantinnya yang indah.


Andi dan Violin tersenyum bahagia, bergandengan tangan melewati barisan tamu, berjalan menuju mimbar acara, yang sudah di persiapkan.


Rina Dody yang bertindak sebagai penabur bunga buat kedua pasangan tersebut, berjalan di bagian paling depan sebagai pembuka jalan buat kedua pasangan pengantin tersebut.


Saat tiba di mimbar, Andi dan Violin pun mengikuti pengaturan dari MC acara untuk melakukan kegiatan potong kue bersama.


Andi yang sebelumnya tidak diberitahu, dia mengira kue tart yang terdiri dari 3 tingkatan itu, dua lapis di bagian atasnya adalah palsu cuma hiasan.


Andi terus berusaha untuk memotong kue palsu yang tidak bisa kepotong.


Untungnya sebelum Andi sempat mengerahkan tenaga sakti Fu Mo Se San Cang yang akan memotong dan merobohkan seluruh kue tersebut.


Dia keburu di bisikkan oleh Violin,


"Sayang kue paling atas dan nomor dua ini palsu, kita hanya sekedar memotong formalitas saja ."


"Hanya kue tart lapis paling bawah lah, yang kue tart asli."


Violin berusaha menahan tawa, melihat sikap canggung pasangannya.


Andi memang jarang menghadiri acara keramaian seperti ini, dia tidak terlalu menyukai, kalaupun datang dia tidak terlalu memperhatikannya.


Andi sambil tersenyum malu, mengikuti arahan Violin, hingga mereka di minta saling menyuapi kue tart.


Tiba di giliran Andi di minta mengocok minuman botol wine merah.


Setelah mengocoknya berulang ulang tutup botol hanya terpental pelan dan isinya cuma meluber keluar sedikit saja.


MC sambil menertawai Andi berkata,


"Wah pengantin prianya kurang vitamin nih, pengantin wanita harus memberikan dukungan vitamin nih.."

__ADS_1


"Ayo berikan kiss mesra dulu, agar lebih strong pengantin prianya.."


__ADS_2