
Andi dan Viona menganggukkan kepala mereka menanggapi pesan Sarah sebelum pergi.
Setelah mobil Sarah sudah tidak terlihat lagi, Andi dan Viona pun bergandengan tangan masuk kedalam kost Andi.
Setelah masuk kedalam kamar kost, Andi segera menyiapkan handuk bersih dan perlengkapan mandi, serta pakaian ganti untuk Viona.
Meski celana pendek dan kaos ganti Viona sedikit kebesaran, tapi masih jauh lebih baik dari pakaian nya yang kini bau keringat.
Viona menerima semua itu dengan senang hati, dan membawanya untuk mandi di kamar mandi lantai bawah.
Andi mengantar Viona sampai di depan kamar mandi.
Sambil tersenyum Viona berkata,
"Kenapa mau mandi bareng ?"
"aduhh..!"
jerit Viona tertahan sambil mengelus jidatnya.
Andi baru saja mengetuk pelan jidat Viona, yang nakal dan suka menggoda nya.
Sambil menggelengkan kepalanya Andi berjalan meninggalkan kamar mandi, duduk diruang tamu, menunggu Viona selesai mandi, agar bisa bergantian mandinya.
Andi sambil menunggu bermain catur sendiri mengisi waktu.
Biasanya dia sering bermain catur mengisi waktu dengan teman-teman kostnya, tapi kini kostnya lagi sepi.
Semuanya pada pulang kampung, karena jurusan tehnik libur nya lebih duluan 2 bulan.
Tak lama Andi bermain, Viona pun sudah keluar dari kamar mandi berganti pakaian yang Andi pinjamkan padanya.
Meski terlihat agak sedikit kedodoran pakaian dari Andi, tapi tetap saja tidak bisa menutupi kecantikan yang terpancar dari wajah dan bentuk tubuh Viona yang putih dan mulus.
Andi sampai terpana melihat kecantikan kekasih nya, yang baru keluar dari kamar mandi dengan rambut sedikit basah.
Viona melihat reaksi kekasihnya, dia pun tertawa sambil menutup mulutnya, sebelum naik kelantai dua menuju kamar Andi Viona berkata,
"Awas tuh kemasukan lalat nanti mulutnya.."
Andi menjadi sadar setelah mendengar candaan Viona.
Dengan wajah merah dia buru-buru masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Sambil menunggu Andi selesai mandi, Viona bersantai duduk di dekat jendela kamar Andi, sambil mengeringkan rambut nya yang basah dengan sebuah hairdryer portabel milik Andi yang menggunakan baterai cas.
"Di,... cari makan yuk..aku agak lapar."
ucap Viona begitu melihat Andi masuk ke kamar.
__ADS_1
Andi tersenyum dan mengangguk kemudian berkata,
"Gara-gara si Marcel ***** makan semua orang jadi hilang, kini setelah mandi dan segar, aku pun juga merasa lapar.."
"Mau makan kemana ? mang Endut apa kantin Bu Jawi ?"
tanya Andi sambil mengambil alih hair dryer, membantu Viona mengeringkan rambut dari posisi belakang.
"Di,... selain dua kantin itu ada lagi gak yang lain ?"
tanya Viona iseng-iseng.
"Ada Vi cuma jaraknya sedikit jauh gak papa ?"
tanya Andi ragu.
Viona tersenyum dan berkata,
"Ya gakpapa hitung-hitung sambil jalan-jalan, cuaca juga sedang bagus gak panas.."
Andi mengangguk setuju dan berkata,
"Kalau begitu ayo jalan sekarang.."
Viona dengan gembira langsung menggandeng tangan Andi berjalan keluar dari kamar kost Andi.
Tak lama kemudian kedua sejoli itu, terlihat berjalan keluar dari kost-kostan Andi sambil bergandengan tangan.
Menuju sebuah jalan kecil yang berkelok-kelok melewati deretan kost yang berjejer berdekatan semua.
Di sini kost-kostan nya terlihat lebih bebas, antara laki-laki dan perempuan kebanyakan bercampur jadi satu dengan bebas.
Cewek-cewek di kost-kostan ini juga pakaiannya lebih berani dan Sexy.
Mereka tidak ambil pusing dengan kehadiran Viona di samping Andi, mereka tetap melemparkan senyum menggoda kearah Andi.
Andi jadi serba salah, menanggapinya takut Viona marah, tidak menanggapi tar di anggap sombong.
Sambil tersenyum canggung, Andi mengangguk kecil lalu memilih cepat-cepat berlalu dari sana.
Setelah berjalan agak jauh dari sana, Viona baru bertanya,
"Di,.. kenapa wanita-wanita di kost-kostan tadi terlihat agak nakal, kost-kostan mereka juga terlihat agak kumuh.?"
Andi melirik Viona dan berkata,
"Mereka berbeda kampus dengan kita, memang di kampus mereka sebagian besar mahasiswi di sana berprofesi ganda.."
"Pergaulan di sana juga lebih bebas.."
__ADS_1
ucap Andi menjelaskan.
"Kok kamu tahu di,... ? kamu sering ya gaul dengan mereka ?"
tanya Viona curiga.
Andi tersenyum dan menggeleng kan kepalanya, lalu berkata.
"Ya gak lah Vi, aku cuma sekedar tahu dari gosip-gosip apek kengkeng, yang punya pergaulan bebas yang lebih luas.aja "
Viona mengangguk dan tidak bertanya lebih jauh lagi.
Mereka berdua terus berjalan bergandengan tangan melewati beberapa jalan sempit.
Akhirnya Andi mengajak Viona membelok kesebuah kantin yang bernama kantin Ria.
Dari arah depan terlihat sempit dan kecil, tapi setelah masuk kedalam ternyata terdapat sederetan masakan prasmanan berbagai jenis.
Berderet-deret memanjang kedalam, semakin kedalam, semakin luas dan banyak tamu yang sedang duduk bergerombol makan di sana.
Andi mengajak Viona mengambil nasi dan memilih-milih berbagai jenis dan macam makanan yang sangat bervariasi.
Mulai dari ayam fillet yang di masak saos Angsio, ayam kukus, bola-bola daging berisi telur asin, ikan kakap fillet, ikan gurami fillet dengan berbagai macam pilihan saos, sampai ke b*bi kecap dan saos asam manis pun ada.
Untuk pilihan Sopnya juga beragam ada SOP buntut sampai soto Betawi pun ada.
Bahkan untuk pilihan nasinya pun beragam, ada nasi putih biasa, nasi goreng, nasi uduk, nasi kuning, nasi merah, sampai nasi Hainan chicken pun tersedia.
Viona sangat gembira, sampai terlihat bingung mau milih makan apa.
Andi membantunya memilih, sambil memberikan penjelasan berbagai jenis dan rasa masakan yang ada di sana.
Setelah mereka mendapatkan nasi dan lauk yang mereka inginkan, Andi membawa Viona terus masuk menuju bagian halaman belakang.
Yang ternyata di belakang sana sangat luas tersedia berbagai pilihan, ada yang pakai meja kursi sederhana, ada yang menggunakan meja kursi panjang yang muat banyak orang.
Andi mengajak Viona menuju deretan saung lesehan, di mana mereka bisa duduk makan dan ngobrol dengan santai.
Untuk ukuran harga juga tidak termasuk mahal, memang kalau di banding kantin Bu Jawi dan mang Endut, yang pilihan masakannya agak sederhana, di sini terhitung sedikit lebih mahal.
Tapi semua terasa layak, karena banyaknya menu pilihan makanan, rasa masakannya pun lebih enak dan berasa, ketimbang masakan di kantin Bu Jawi yang agak hambar dan cenderung manis.
Di bagian belakang ini ternyata punya gerbang pintu masuk, yang menghadap ke jalan besar.
Di depan gerbang banyak parkir mobil-mobil pengunjung kantin, yang datang hanya khusus untuk makan saja.
"Masakan di sini sangat enak dan ramai pengunjungnya."
"Kamu sering ya makan kemari ?"
__ADS_1
tanya Viona sambil makan.