AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
MENDATANGI PRAKTEK DOKTER ILEGAL


__ADS_3

Pagi pagi sekali Santi sudah bangun, dia buru-buru menuju kamar mandi , sambil membawa alat tes kehamilan yang di belinya kemaren.


Santi menunggu hasil pengecekan alat tes kehamilan, yang dia celupkan di sebuah wadah kecil yang menampung air seninya, dengan jantung berdebar-debar.


Saking takut dan cemas nya, Santi sampai menutup matanya dan terus berdoa dengan mulut berkomat Kamit seorang diri di dalam kamar mandi.


Setelah menunggu beberapa waktu, Santi baru berani' mengeluarkan alat tersebut, membersihkan dan melihat hasilnya.


Begitu melihat hasilnya, Santi terbelalak tidak percaya, dia buru-buru mengambil dan membaca ulang petunjuk yang tertera di bungkusan alat tes itu.


Ternyata benar dirinya di nyatakan hamil, karena masih kurang percaya, Santi melakukan tes ulang dengan alat baru hingga 3 kali.


Tapi hasilnya tetap sama, dia akhirnya terduduk lesu di atas lantai kamar mandi.


Dia tidak tahu apa yang harus di lakukan nya saat ini.


Otaknya terasa kosong, dia hanya bisa menatap ketiga alat tes yang tergeletak tidak jauh darinya, dengan perasaan jijik kecewa marah tapi tidak berdaya.


Hingga pintu kamar mandi di ketuk dari luar oleh teman satu kostnya.


Santi baru buru buru membereskan semua alat tes itu, lalu keluar dari kamar mandi.


Dan langsung kembali ke kamarnya, dia terbaring lemas di kasurnya tidak tahu harus berbuat apa.


Santi hari itu terus berbaring di kasurnya hampir seharian, bahkan dia memilih melewatkan dua mata kuliahnya hari ini.


Dia benar-benar tidak punya semangat untuk pergi kuliah lagi.


Santi berpikir dia bisa apalagi, pergi kuliah juga percuma.


Dia mau kuliah sampai kapan paling paling 3 sampai 4 bulan lagi, setelah perutnya semakin besar, dia mana bisa pergi kuliah.


"Aku harus bagaimana ?"


gumam Santi sedih sambil bercucuran air mata, perasaan nya kini benar-benar hancur.


"Ya Tuhan apa yang harus ku lakukan, mengugurkan nya ? atau melahirkan dan membesarkannya seorang diri..?"


"Tapi bagaimana caranya ?"


gumam Santi seorang diri.

__ADS_1


Santi membuka laptopnya mencari cari informasi tentang seputar single parents, hingga berbagai cara menggugurkan kandungan nya.


Santi setelah berpikir dan menimbang nimbang baik dan buruknya, akhirnya malam itu dia memutuskan.


Dia tidak akan mempertahankan anak yang datang di saat waktu yang tidak tepat, dan tidak di harapkan ini.


Hari hari selanjutnya di habiskan oleh Santi dengan mengkonsumsi segala macam makanan, yang bisa mengugurkan kandungan nya tersebut.


Tapi setelah dua Minggu berlalu, Santi harus menerima kenyataan semua usahanya gagal dan sia sia.


Padahal mulai dari nanas nangka durian pepaya muda hingga pare yang super pahit, tidak ada yang tidak dia konsumsi.


Tapi hasilnya tetap nihil, setelah berpikir bolak balik, akhirnya Santi kembali lagi ke Apotik kemaren, membeli beberapa macam obat keras yang bisa mengugurkan kandungan.


Tapi setelah mengkonsumsinya, Santi tetap tidak berhasil mengugurkan kandungan nya.


Dia cuma menerima akibatnya saja yaitu perutnya mengalami sakit luar biasa, hingga dia tidak kuat menahannya dan pingsan di dalam kamar kostnya seorang diri.


Tapi setelah siuman dia tidak menemukan ada perubahan apapun pada dirinya, selain seluruh tubuhnya bermandikan keringat, hingga daster yang dia kenakan basah kuyup semua.


Dan tubuhnya terasa sangat lemas dengan kepala terasa pusing dan berputar-putar.


Santi mencoba memejamkan matanya, untuk menghilangkan rasa pusing di kepala nya.


Santi dengan pelan pelan berjalan keluar dari kamar nya pergi ke kamar mandi, untuk membersihkan diri nya yang bau keringat.


Setelah mandi dan tubuhnya terasa jauh lebih segar, Santi yang merasa perutnya mulai terasa lapar.


Dia pun memesan makanan lewat delivered order, sambil menunggu pesanan nya tiba, Santi mengganjal perutnya dengan roti kering dan Susu yang selalu dia stok untuk sarapan pagi.


Begitu delivered order nya datang , Santi langsung menghabiskan semua pesanan nya seperti orang kelaparan yang tidak makan 3 hari.


Setelah perutnya terisi kenyang, pikiran cemasnya pun kembali muncul.


Janin di perutnya ini ternyata sangat bandel, tiada cara lain pikir Santi di dalam hati.


Besok dia harus pergi ke dokter praktek ilegal itu pikir Santi di dalam hati, sambil menatap wajahnya sendiri yang dalam beberapa Minggu ini terlihat sangat kusut dan stress.


Keesokan paginya, Santi yang hampir sebulan ini sudah tidak mengikuti perkuliahan.


Pagi-pagi sudah mengendarai motor nya meninggalkan kost nya.

__ADS_1


Sementara itu James sendiri yang semalam baru tiba dari luar negeri, karena di minta ayahnya untuk menemui klien ayahnya di London dan Eropa secara estafet, yang menghabiskan waktunya selama 3 Minggu di sana.


Pagi pagi itu dia sudah kembali diam diam datang ke kost Santi dan mengawasi gadis tersebut.


Melihat Santi meninggalkan kost menggunakan motornya, dan Santi terlihat baik baik saja.


Hanya saja wajah nya terlihat sedikit kurus dan pucat, yang lainnya dia terlihat normal.


Hati James pun menjadi jauh lebih lega.


Selama berada di luar negeri, setiap dirinya tidak sedang bersama kliennya berbicara bisnis, James pasti akan selalu teringat dengan Santi dan sangat mengkhawatirkan nya.


Selain itu James juga selalu bertanya tanya dalam hati, apakah Santi benar sedang hamil atau tidak ? itu masih suatu tanda tanya besar yang dia tidak tahu jawabannya.


James terus mengikuti Santi hingga Santi berbelok masuk kesebuah rumah besar yang terlihat sepi.


Santi setelah memarkirkan motornya, dia terlihat ragu dan terus menatap secarik kertas di tangan nya.


Tapi akhirnya dia berjalan menghampiri pintu kayu yang tertutup dengan rapat.


Santi mencoba mengetuk dan memangil beberapa kali.


Tapi tidak ada sahutan dari dalam, Santi mencoba mengintip kedalam rumah lewat kaca jendelanya.


Tapi Santi tidak melihat ada siapapun di sana, hati Santi menjadi ragu.


Santi kemudian mencoba berjalan ke halaman samping, ternyata di halaman samping inilah Santi menemukan, tempat antri para pasien.


Santi segera menghampiri seorang petugas pengurus pendaftaran pasien, yang ingin bertemu dengan Dokter ilegal tersebut.


"Mbak saya mau daftar, "


ucap Santi saat berdiri di hadapan petugas tersebut.


Petugas tersebut pun mencatat data diri Santi, setelah itu dia melakukan tensi darah Santi dan mencatatnya di kartu pasien Santi.


Setelah itu dia memberi sebuah nomer antri ke Santi yang bernomor 13.


Melihat nomor yang di terimanya, Santi sedikit ragu, tapi dia tetap menyimpannya dan bertanya,


"Mbak sekarang sudah pasien ke berapa ?"

__ADS_1


Petugas itu menatap Santi sejenak kemudian dengan dingin dia menjawab,


"Dokter belum datang, kalau mau tunggu silahkan duduk di sana, bila tidak kembalikan saja nomor antriannya."


__ADS_2