AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
MEMINTA FOTO KENANGAN BERSAMA


__ADS_3

Selesai dari kost Viona, Andi mengubah arah menuju Rumah makan Sari Jawi, yang merupakan tempat makan favoritnya.


Di sana Andi di sambut dengan gembira oleh ibu kantin, dan Ina pelayan di kantin tersebut.


Ina lah yang paling semangat.menyambut kedatangan Andi dan Violin.


"Waduh kak Andi hebat ya, beberapa waktu gak kelihatan kini sudah bawa mobil sendiri."


"Ina sampai pangling deh lihatnya.."


ucap Ina dengan gayanya yang nyenyes


Andi hanya tersenyum saja menanggapi sikap Ina, karena dia sudah biasa.


"Eh mas Andi ini siapa,.? waduh ganti pacar lagi ya, ? tapi kelihatannya yang ini muda amat..?"


Violin wajahnya langsung merah, di tembak Ina langsung secara terang-terangan.


Andi tersenyum tenang dan berkata,


"Sekali ini Mbak Ina salah deh, lihat baik-baik wajahnya, masa lupa..?"


Ina mencoba memperhatikan wajah Violin yang tertunduk malu.


Sesaat kemudian dia berkata,


"Ehh ini ya benar,.wajah ini tidak asing, cuma yang ini masih sangat muda.."


Andi sambil tersenyum berkata,


"Yang dulu itu kakaknya Viona, yang ini adiknya Violin.."


"Hahh..!!"


ucap Ina sambil menutup mulutnya yang terbuka dengan tangannya, matanya terbelalak kaget menatap kearah Violin.


Lalu sesaat kemudian dia menoleh kearah Andi dan berkata,


"Gila ya, mas Andi gak cukup apa kakaknya, kini adiknya diembat juga.."


"Ngawur ..! "


ucap Andi kaget.


"Ya nggaklah Ina...kamu ini selalu aja asal jeplak."


"Ini aku kebenaran sedang membawa adiknya Viona jalan jalan, Viona nya sendiri sedang magang gak bisa hadir.."


"Dia ini calon adik ipar ku, kamu jangan sembarangan bicara tar terdengar kakak nya bisa timbul fitnah itu.."


tegur Andi panik.


"Ina kamu ini ya, selalu aja ganggu Andi tuh lihat sana, orang orang udah pada keki nunggu pesanan jus, kamu malah nongkrong di sini.."


ucap Bu Jawi sambil menarik Telinga pelayan nya.


"Aduh ya,..ya... Bu ..aduh sakit..Bu...!"


jerit Ina kesakitan, kemudian buru-buru pergi kedapur.

__ADS_1


Setelah Ina pergi, Ibu kantin pun berkata,


"Nak Andi maaf ya, Ina itu memang suka begitu, terkadang emang suka over ."


Andi tersenyum dan berkata,


"Gak papa Bu santai aja, Andi dah biasa.."


Ibu kantin tersenyum dan berkata,


"Silahkan di teruskan nak Andi, ibu permisi dulu.."


Andi mengangguk kemudian dia mengajak Violin untuk mengambil makanan sendiri.


Setelah mereka berdua mulai makan, Andi berkata,


"Rasanya jangan bandingkan dengan masakan mama, tapi yang jelas di sini harga makanannya sangat bersahabat."


"Coba kamu tebak, berapa habisnya satu set makanan mu..komplit sama jus alpukat nya..?"


ucap Andi sambil tersenyum.


"30 ribu deh kayaknya..."


ucap Violin.


Andi menggoyangkan jarinya didepan wajahnya dan berkata,


"No...salah ni bill nya, semuanya 15 ribu sudah termasuk jus."


"Ahh yang benar,..sini lihat..."


ucap Violin kaget, dan mengambil bill nya untuk memastikan sendiri..


"Ini...ini..gak salah hitung di .?


tanya Violin ragu.


Andi tersenyum kemudian menceritakan masa lalunya, dimana dia dulu selalu makan di sini.


Karena Kantin ini adalah satu satunya kantin dengan harga yang sangat bersahabat.


Andi juga menceritakan di mana dia malam sering datang makan, demi mengejar makan dengan harga diskon hingga 50%.


Mendengar masa masa sulit Andi dulu, Violin matanya langsung berkaca kaca, dia tidak menyangka kehidupan masa kuliah Andi dulu begitu menyedihkan dan sederhana.


Andi menutup ceritanya sambil tersenyum dan berkata,


"Tapi semenjak mengenal kakak mu Santi dan Sarah teman ku satu lagi, yang sudah pindah ke London."


"Kehidupan ku mulai berubah menjadi lebih berwarna."


"Hingga akhirnya kami semua harus berpisah, aku kekota J, sedangkan Santi Dan kakak mu Viona tetap di sini, Sarah pindah ke London melanjutkan sekolah nya di sana."


ucap Andi sambil sedikit termenung.


Violin juga terdiam, dia juga sedang berpikir seandainya dia bisa seperti kakaknya, tentu hidupnya akan lebih berwarna.


Sesaat kemudian dalam keheningan Andi mengajak Violin mengunjungi kost lama nya,

__ADS_1


Kebetulan kamar Andi masih kosong, sehingga Violin bisa melihat bekas kamar kost Andi yang super sederhana itu


Andi masuk dan duduk di pinggir jendela, dia merasa seperti baru kemaren dia dan Viona tidur berpelukan di atas kasur, yang kini sedang di duduki Violin adiknya Viona.


Andi merasa waktu berlalu dengan sangat cepat, tidak terasa mereka berdua sudah melewati begitu banyak hal dan masalah.


Sebentar lagi, mereka berdua akan bisa kembali berkumpul dan bersama sama lagi.


mengingat hal itu, Andi pun tidak bisa menahan diri untuk tersenyum bahagia.


Violin hanya bisa duduk diam menatap Andi yang sedang melamun dan tersenyum bahagia.


Di satu sisi dia merasa turut berbahagia buat Andi dan kakaknya.


Tapi di sisi lain hatinya juga terasa perih dan ingin menangis rasanya, melihat pria selalu mengisi hari hari dan pikiran nya selama beberapa waktu ini.


Sebentar lagi akan menjadi milik kakaknya untuk selamanya, diam diam dia sedikit iri dengan keberuntungan kakaknya.


Andi sempat menemui Bapak dan Ibu kostnya, yang tinggal di sebelah kostnya.


Setelah berbincang sejenak Andi pun meninggalkan kost lamanya.


Andi mengajak Violin menuju kafe V di daerah DP tidak begitu jauh dari hotel nya menginap.


Setelah tiba di Cafe tersebut, Andi memesan tempat duduk yang sama persis dengan waktu itu, dia dan Viona duduk bersama dulu.


Sedangkan Violin menatap kagum dengan restoran dan cafe, yang menawarkan suasana sangat romantis itu


Violin tidak habis-habisnya mengagumi keindahan pemandangan alam terbuka yang di tawarkan oleh restoran mewah tersebut.


"Kak restoran dan kafe ini bagus banget ya..?"


ucap Violin saat sudah duduk berhadapan dengan Andi.


Andi tersenyum tidak enak dan berkata,


"Maafkan kakak ya, Lin bila hari ini kakak sangat egois."


"Hampir seharian hanya mengajak mu mengunjungi tempat tempat buat kakak bernostalgia saja."


Violin menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Tidak kak,.. Violin justru sangat senang bisa ikut dengan kakak, berjalan jalan sambil mengunjungi berbagai tempat."


"Tempat ini sangat menyenangkan, udaranya juga sangat segar dan sejuk.."


ucap Violin sambil tersenyum.


"Kak Violin ingin ambil beberapa foto untuk di abadikan boleh ?"


ucap Violin menatap Andi penuh permohonan.


Andi mengangguk dan berkata,


"Tentu saja boleh, kamu mau ambil gambar di mana ? biar kakak bantu..ayo.."


Violin menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Tapi Lin tak ingin berfoto sendirian, kita panggil saja kakak pelayan itu, untuk bantu kita.."

__ADS_1


Andi mengerti maksud dan keinginan Violin, sebenarnya Andi sangat tidak nyaman dengan permintaan Violin ini


Tapi dia juga tidak tega untuk menolaknya..


__ADS_2