
"Aduhhh...!"
teriak preman yang memegang senjata gear.
Bahunya tertusuk oleh pisau kecil temannya sendiri, rantai dan gear ditangannya pun terlepas dari pegangannya.
Sambil menahan sakit memegangi bahunya yang tertancap pisau temannya sendiri, preman itu langsung membalikkan badannya berlari terhuyung-huyung meninggalkan tempat itu.
Sambil berlari dia berteriak-teriak memaki temannya sendiri.
Temannya yang salah tikam dan teman yang mukanya terhantam gear hingga bonyok.
Mereka segera memapah teman mereka yang pingsan, terseok-seok meninggalkan tempat itu.
Melihat orang-orang itu telah pergi, Andi menghampiri Viona yang masih ketakutan memunggunginya, sambil menutup wajahnya dengan sepasang tangan.
"Vi jangan takut, mereka sudah pergi sekarang sudah aman.."
ucap Andi sambil menyentuh bahu Viona dengan lembut.
Mendengar suar Andi Viona sangat lega, dia segera membalikkan badannya langsung memeluk Andi dengan kuat dan erat sambil berbisik,
"Di..aku takut..."
Andi menepuk dan mengelus rambut Viona sambil berkata,
"Tidak usah takut Vi, aku sudah mengusir mereka.."
Santi menatap Andi dengan cemas dan berkata,
"Di .. kamu tidak apa-apa..?"
"Apa ada yang terluka ?"
Andi Tersenyum tenang dan berkata,
"Tenang saja San, aku baik-baik saja, ayo kita kembali ke motor kita saja..."
Andi langsung menggendong Viona seperti orang gendong bayi.
Viona meringkuk manja dalam pelukan Andi sambil melingkarkan tangannya di leher Andi.
Andi tidak menolaknya, dia justru merasa sangat bahagia, bisa berdekatan dengan gadis yang sangat dia cintai ini.
Santi berjalan merendengi Andi dari samping.
Tak lama mereka bertiga pun kembali ke tempat mereka memarkir motor, mereka melihat tempat makan itu mulai sepi.
Rupanya lauknya sudah pada habis, tinggal sisa beberapa potong tempe tahu dan nasi putih saja.
Andi menurunkan Viona duduk diatas motor, Lalu dia naik keatas motor menyusulnya, diikuti oleh Santi.
Andi menstarter motornya, kemudian bergerak meninggalkan tempat tersebut.
Mereka kembali mulai bisa ngobrol bercanda dan tertawa, dalam sekejap mereka sudah melupakan kejadian mengerikan di sana.
Andi membawa Viona dan Santi berkeliling-keliling melihat lampu kota yang bergemerlap indah.
Di depan sebuah plaza yang ada MC Donald nya, Andi memarkirkan motornya.
__ADS_1
Kemudian dia mengajak Viona dan Santi duduk di kursi santai, yang di sediakan untuk para pengunjung.
Andi membeli 3 buah Ice Cone, dari MC Donald Satu untuk Viona satu untuk Santi dan satu lagi untuk dirinya sendiri.
Mereka bertiga duduk santai sambil makan es krim murah meriah.
Sebenarnya perut Viona dan Santi masih kenyang, tapi melihat Ice Cone yang di berikan oleh Andi, mereka pun tergiur untuk menikmatinya.
Sekali makan mereka pun ketagihan dan terus menjilati Ice Cone ditangan mereka dengan nikmat.
Melihat hal ini Andi pun tersenyum bahagia.
Sebenarnya ada banyak kata-kata yang ingin Andi sampaikan, tapi Andi tidak mau merusak suasana, jadi dia memilih diam mengamati kedua gadis cantik yang duduk di hadapannya.
Andi ingin menyimpan momen-momen indah ini di dalam Kepalanya, agar kelak saat dia pergi meninggalkan mereka berdua.
Dia bisa menggunakan kenangan ini, untuk menghibur dirinya bila sedang kesepian nanti.
Andi mengambil beberapa foto momen kebersamaan mereka bertiga, yang sedang tertawa gembira.
Andi melihat jam sudah menunjukkan pukul 9 malam, dia pun berkata,
"Vi...San...kita pulang yuk udah jam 9 sekarang."
"Bentar lagi lah Di.. tanggung es nya belum habis.."
ucap Santi manja.
Andi mengangguk tak berdaya dan berkata,
"Ya udah gak papa gue cuma ngingetin aja, dari sini sampe ke kost mungkin hampir jam 10 malam."
"Belum mandi dan lain-lain paling cepat jam 11 malam kalian baru bisa tidur.."
"Ya elah di,... ,kamu lebih-lebih dari nyokap gue deh gaya nya."
Andi hanya tersenyum nanggapi candaan Viona.
"Kalau kost sudah tutup kami tidur di kost mu aja deh.."
ucap Santi sambil tertawa menggoda Andi.
Andi kembali hanya bisa tersenyum tak berdaya menanggapi godaan Santi.
Selesai kedua gadis itu menghabiskan Ice Cone mereka, mereka bertiga baru bergerak kembali ke kost.
Sampai di kost Viona dan Santi,
sesuai perkiraan Andi sudah jam 10 malam.
Terlambat 5 menit aja, pagar dan pintu utama kost pasti akan di kunci oleh penunggu kost yang galak.
Viona dan Santi tertawa-tawa berlari masuk kedalam kost, sambil melambaikan tangannya kearah Andi.
Pintu garasi sudah di kunci sama penjaga kost, sehingga Andi terpaksa membawa motor itu pulang ke kostnya.
Keesokan paginya jam 6.30 Andi sudah bersiap didepan kost Viona.
"Vi aku di depan .."
__ADS_1
ucap Andi mengirim pesan ke HP Viona.
Tak lama kemudian HP Andi berbunyi, pesan balasan Viona masuk,
"Ok di... Otw.."
Tak lama kemudian terlihat kedua gadis itu keluar dari dalam kost sambil tertawa, dan bercanda berjalan menghampiri Andi.
Seperti semalam mereka kini juga tarik tiga menuju kampus, sampai di depan kampus mereka baru pisah.
Viona dan Santi langsung menuju kelas mereka, sedangkan Andi harus membawa motor ke area parkir dulu.
Setelah itu dia baru berlarian menuju kelasnya, baru saja Andi duduk di bangku, dosen pengajar pun tiba.
Andi mengelus dada selamat-selamat, kalau tidak dia bisa di usir sama ini dosen.
Selesai perkuliahan Viona buru-buru keluar dari kelasnya, tapi baru keluar dari pintu kelas.
Rio sudah menantinya di depan pintu kelas, sambil tersenyum dia membawa sebuah map di tangan.
Viona sekali lihat juga sudah tahu, itu pasti surat perjanjian tertulis mereka.
"San kamu duluan aja ketempat Andi, tar saya nyusul.."
bisik Viona ke Santi.
Santi mengangguk kemudian dia berjalan pergi melewati Rio, tanpa menoleh atau menyapa nya, Santi menganggap Rio seperti angin lalu.
Rio yang tersenyum kearah Santi tidak mendapat balasan, dia pun membuang muka dan memaki Santi dalam hati.
"Dasar Tomboy Selamat menjomblo deh loe..."
batin Rio mengutuki Santi.
"Ada apa Rio..?"
tanya Viona dingin.
"Ini...ini draft perjanjian yang kamu minta kemarin.."
ucap Rio sambil tersenyum menyerahkan map di tangannya ke Viona.
Viona menerimanya melihatnya sekilas kemudian berkata,
"Kamu sudah tanda tangan. ?"
Rio mengangguk.
"Nanti kalau sudah ku baca isinya, aku akan menghubungimu.."
ucap Viona tanpa banyak basa-basi.
Rio kembali mengangguk dan berkata,
"Malam ini aku ada acara pertandingan badminton, mau ikut gak nonton kesana ?"
Viona tersenyum dingin sambil menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Maaf aku sudah punya janji ..next time deh.."
__ADS_1
"Aku permisi dulu ya, lagi buru-buru..bye..!"
Lalu Viona buru-buru bergegas meninggalkan Rio yang berdiri seorang diri didepan kelas.