
Wang Lei buru buru ikut menjatuhkan diri ikut berlutut di depan Wang Jin dan berkata,
"Paman tidak perlu begini, Lei er tidak berani menerima nya, hayo paman berdirilah, ada sesuatu mari kita bicarakan baik baik.."
Wang Jin mengangguk kemudian dia bangkit dan membiarkan Wang Lei menuntunnya untuk duduk..di sisinya.
"Paman terus terang saja, dalam hal ini bukan aku seorang yang bisa memutuskan nya, karena ini menyangkut kepentingan orang banyak."
"Aku harap paman bisa mengerti posisi ku, meski aku menduduki posisi ketua karena memiliki porsi saham terbesar.."
"Itu tidak serta merta membuat ku menjadi pemutus keputusan tunggal.."
Wang Jin terdiam mendengar alasan Wang Lei, sesaat kemudian dia berkata,
"Lei er apa selain di putuskan lewat cara Voting tidak ada jalan lain."
Wang Lei menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Takutnya aku hanya bisa berkata tidak paman.."
"Baiklah kalau begitu kita lakukan voting saja, tapi berjanjilah pada paman kamu harus membantu berdiri di posisi paman,.."
ucap Wang Jin sambil menatap Wang Lei lekat lekat.
Wang Lei tak berdaya, sambil tersenyum pahit dia berkata,
"Baiklah paman aku berjanji akan memberikan dukungan ku untuk mu."
Wang Jin tersenyum gembira dan menepuk bahu Wang Lei sambil berkata,
"Kamu memang keponakan paman yang paling baik dan berhati lapang."
"Setelah masalah ini selesai, paman janji akan wariskan seluruh saham paman kepada kalian berdua secara adil.."
"Paman tidak perlu seperti itu, Lei er hanya menjalankan yang Lei er bisa saja.."
"Group masih membutuhkan paman.."
ucap Wang Lei serius dan sedikit terkejut.
"Tidak Lei er, paman sudah tua, emang sudah seharusnya paman pensiun, biar kalian yang muda muda yang mengurusnya.."
ucap Wang Jin sambil menepuk bahu Wang Lei dan tersenyum lembut.
Wang Lei mengangguk kecil dan berkata,
"Sebentar paman, saya akan pimpin sidang voting dahulu."
Wang Jin mengangguk dan berkata,
"Pergilah,.."
Wang Lei maju kedepan menghampiri Andi dan berkata,
__ADS_1
"Pak Andi terimakasih banyak atas bantuan nya, tapi sehubungan dengan rumitnya masalah ini.."
"Jadi aku sudah putuskan untuk melakukan Voting, untuk menentukan di hukum atau tidaknya Wang Xing dalam masalah ini.."
"Silahkan duduk pak Andi,. "
ucap Wang Lei sambil tersenyum tidak enak hati ke Andi.
Andi mengangguk kecil tidak membantah, dia langsung kembali duduk di samping Nicole.
Andi tahu ini masalah internal keluarga sulit di jelaskan, bagaimana pun Wang Lei tetap harus sedikit memberi muka pada Wang Jin yang lebih senior.
"Kenapa jadi begini ?"
tanya Berry kurang puas berbisik ke Andi
Andi mengangkat bahunya dan berkata,
"Tidak tahu, kita ikuti saja.."
Nicole pun berbisik,
"Ini sudah gak heran, dan bukan pertama kalinya Kakek Paman membela Wang Xing."
Andi menoleh kearah Nicole dan berkata,
"Aku tadi mendengar kakek Wang Jin, sempat menyebut nama Su Nio, siapa Su Nio..?"
Nicole terdiam sejenak kemudian berkata,
"Menurut cerita ayah, dulu Su Nio adalah kekasih dan calon istri Kakek Paman Wang Jin."
"Tapi saat malam pernikahan mereka, akibat ada kesalahan karena kakek ku Wang Ju mabuk."
"Malah Su Nio di tiduri oleh kakek Wang Ju, akibatnya Su Nio hamil.."
"Akhirnya terpaksa di ambil istri oleh kakek Wang Ju menjadi isteri kedua, dengan Wang Xing sebagai putra kakek dan Su Nio."
"Karena hidup dalam tekanan dan kesedihan dan rasa bersalah terhadap kekasihnya Wang Jin.."
"Setelah melahirkan Wang Xing, Su Nio pun meninggal dalam pelukan kakek Wang Jin.."
"Sejak saat itu Wang Xing pun dirawat dan di besarkan oleh kakek Wang Jin, yang memilih tidak menikah seumur hidupnya.."
"Begitulah cerita tragis dan rumit kehidupan masa lalu kakek ku Wang Ju, Kakek Paman Wang Jin, dan Su Nio."
Berry yang terlihat penasaran dengan cerita Nicole pun berkata,
"Mengapa Su Nio saat meninggal bisa ada dalam pelukan Wang Jin, bukan ada dalam pelukan kakek mu Wang Ju..?'
"Padahal kakek mu Wang Ju kan suaminya, dan putra yang di lahirkan Su Nio pun putranya.."
Nicole tanpa menoleh berkata pelan,
__ADS_1
"Kakek Wang Ju meski menikahi Su Nio tapi dia tidak pernah mendekati Su Nio.."
"Begitu pula dengan Su Nio, dia tidak pernah bersedia berdekatan dengan kakek Wang Ju, setelah kejadian naas itu.."
"Wooww,..luar biasa.."
ucap Berry kaget bercampur kagum dengan keteguhan perasaan Su Nio Wang Ju dan Wang Jin..
"Udah dulu ya, Voting udah di mulai tuh.."
ucap Nicole mengembalikan fokus Andi dan Berry.
Nicole menerima selembar kertas kecil, karena dia juga memegang 20% saham Group Wang.
Jadi dia berhak ikut dalam voting tersebut.
Nicole langsung menulis ketidak setujuannya untuk melepaskan Wang Xing dari hukuman.
Setelah itu dia pun melipat lipat kertas kecil itu, dan mengembalikan ke ayahnya..
Setelah semua Voting terkumpul,
Bos Wang Lei pun mulai membacakan hasil voting.
Karena di dukung oleh bos Wang Lei sendiri sebesar 20% Wang Jin 20% dan Wang Xing sendiri 20%.
Maka total dukungan untuk membebaskan Wang Xing dari hukuman adalah 60% suara.
Hal ini pun akhirnya membuat Wang Xing terlepas dari hukuman berat sesuai peraturan perusahaan.
Sebagai gantinya Wang Xing hanya menerima hukuman ringan, menjadi pemegang saham pasif, sama dengan Wang Jin.
Mereka tidak berhak mencampuri kegiatan operasional di Group Wang.
Mereka hanya bisa bersuara, saat rapat umum pemegang saham berlangsung.
Bila tidak semua keputusan strategis dan pertanggungjawaban seluruhnya menjadi wewenang Nicole dan ayahnya Wang Lei.
Meski sedikit kecewa, dengan keputusan tersebut, para pemegang saham minoritas tidak berdaya, mereka hanya bisa menyimpan rasa dongkol dan kecewa mereka di dalam hati saja.
Andi Berry dan Nicole juga sama meski kecewa, mereka pun hanya bisa menerima keputusan tersebut.
Setelah kejadian tersebut Andi pun di pulihkan kembali jabatannya dan mendapatkan kompensasi tambahan saham Andi Automotif Company sebesar 5 % dari Bos Wang Lei.
Peter Toni Doni dan Marco pun sudah di tarik kembali oleh Andi ke Nanjing.
Berry pun sudah kembali lagi ke New York setelah urusan Andi di Nanjing beres.
Berdasarkan pengalaman sebelumnya, kini Andi sudah mengangkat dua orang anak muda sebagai asistennya.
Untuk membantunya melakukan pemeriksaan dan penanganan awal sebelum berkas berkas laporan masuk kedirinya.
Setelah merasa mereka berdua cukup bisa di andalkan, Andi pun perlahan-lahan mulai melepaskan tanggung jawab yang lebih besar ke mereka berdua, saat Andi sedang sibuk dan berada di luar kantor.
__ADS_1
Setelah kejadian heboh terakhir, hampir setengah tahun berlalu,semua berjalan cukup lancar.