AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
DILEMA PERASAAN RIO


__ADS_3

Setelah berucap Rio menciumi kepala Viona dengan lembut.


Setelah itu Rio pun berlalu dari sana meninggalkan Viona seorang diri.


Tak lama kemudian, Rio kembali lagi membawa sebuah nampan berisi makanan.


Kemudian dia berkata,


"Vi kamu saya suapin atau makan sendiri, kamu pasti lapar karena dari semalam belum makan..?"


Viona perlahan lahan bangun dari tidurnya, dia menatap Rio dengan heran.


Di dalam pikiran Viona benar'benar bingung dengan sikap Rio.


Kemarin dia begitu kejam jahat kasar dan mengerikan.


Kenapa tiba-tiba sikapnya berubah menjadi begitu lembut dan penuh perhatian.


Viona sedikit bergidik, merasa Rio seperti mengidap gangguan jiwa kepribadian ganda.


"Aku makan sendiri saja .. mulutku masih sakit, akan lebih nyaman aku makan sendiri.."


ucap Viona beralasan tanpa berani menolak keinginan Rio yang menyuruhnya untuk makan.


Padahal dia sebenarnya sama sekali tidak memiliki nafsu untuk makan.


Dengan kondisinya yang babak belur menyedihkan seperti ini, mana mungkin dia memiliki nafsu untuk makan.


Rio mengangguk kemudian meletakkan nampan berisi makanan di hadapan Viona dan berkata,


"Baiklah kamu makan sendiri dengan hati-hati, aku mau pergi kerja dulu.."


"Nanti siang aku baru kembali lagi, untuk menjenguk mu.."


ucap Rio kemudian mencium kening Viona yang tidak bengkak dengan lembut.


Setelah itu dia pun pergi meninggalkan Viona, saat keluar dari dalam kamar,.dia kembali mengunci pintu Viona dari luar.


Baru sambil bersiul siul dengan riang, Rio berangkat ke kantor ayahnya untuk bekerja.


Rio sebenarnya tidak pernah bermasalah dengan ayahnya, jabatannya pun aman aman saja.


Semua kejadian kemarin adalah sandiwara antara Rio dan Ayahnya, untuk menjatuhkan Andi lewat tangan Viona.


Rio pergi setiap malam pulang pagi , karena dia memang berselingkuh di belakang Viona dengan Vivian Lim.


Dia dan Vivian Lim memang bertunangan secara sukarela, tidak ada paksaan dari kedua orang tua mereka.


Ayah Rio lah yang dengan cerdik memanfaat kelemahan Rio, menjadi kekuatan buat Rio menjatuhkan Andi.


Dengan membuat sebuah skenario cantik, mereka berdua sukses bersandiwara menipu Viona .

__ADS_1


Dengan merebut gelar Andi, hal itu sangat lah bermanfaat bagi perkembangan bisnis periklanan dan pendistribusian barang consumer good keluarga Chu.


Dalam hal ini ayah Rio jadi sukses meraup keuntungan besar lewat iklan iklan yang menampilkan Rio sang juara, sebagai ikon iklan dan produknya.


Atas anjuran ayahnya juga, Rio bersandiwara pura pura gila, bersikap baik pagi dan siang, bila malam tiba dia akan menyiksa Viona dengan sadis.


Setelah itu dia baru pergi menginap di apartemen mewah kekasihnya Vivian Lim.


Rio menjalankan rencana ini untuk menyiksa psikis Viona, untuk membalas dendam.


Sekaligus berusaha menyingkirkan Viona yang sudah tidak bermanfaat dari sisinya.


Bila kejiwaan Viona terganggu, dia akan punya alasan mengirim Viona kerumah sakit jiwa.


Setelah itu dia akan menikah lagi secara resmi dengan Vivian tunangannya itu.


Begitulah sandiwara cantik yang sudah di rancang dengan baik oleh Ferdinand Chu, untuk putra semata wayangnya.


Sementara itu, dia sendiri dengan memanfaatkan raupan kekayaan tambahan itu.


Kini sedang berusaha melobi beberapa partai politik kuat di negeri ini.


Dalam rencana diam diamnya menjatuhkan kakeknya Sarah dan James dengan tuduhan korupsi.


Sekaligus menjatuhkan tuduhan makar dan pencopotan jabatan secara tidak hormat pada kedua paman dan ibu tiri James.


Lalu dia akan merampas seluruh kekayaan group KL, yang di bekukan oleh negara aktivitasnya akibat masalah korupsi dari kakek Sarah dan James.


Untuk muncul menghadapi James,


Ketiga orang ini lah yang telah bekerja sama sebelumnya, hingga James terluka parah dan harus bersembunyi di kota B menghindari kejaran ketiga orang itu.


Semua ini sudah di rencanakan dengan matang, tinggal menunggu waktunya saja, satu persatu rencana mereka akan di eksekusi.


Kini semua sudah berjalan sesuai tracknya, tinggal menunggu hari eksekusinya saja.


Tapi Rio tidak sampai hati dan sekejam ayahnya, dia sedikit membelokkan rencana nya.


Dia memutuskan tidak menyiksa Viona setiap malam, dia berencana menyiksanya, setiap Viona sudah sembuh dari lukanya.


Seperti siang ini, Rio benar benar memenuhi janjinya pulang untuk menjenguk Viona.


Memanfaatkan jam istirahat makan siang, Rio kembali kerumah.


Viona yang sedang duduk termenung seorang diri, sambil menatap wajahnya yang sangat menyedihkan di cermin.


Sangat terkejut, saat mendengar pintu kamar nya di buka dari luar.


Dia menatap dengan wajah pucat ketakutan kearah pintu, yang perlahan lahan di buka dari luar.


Begitu pintu di buka melihat Rio melangkah masuk kedalam kamar.

__ADS_1


Viona langsung menatap kearah Rio dengan wajah pucat dan tubuh gemetaran ketakutan.


"Jangan takut Vi,.. aku datang untuk mengantar makan siang untuk mu.."


"Kamu makanlah dengan tenang, aku akan mengobati luka luka di wajah mu.."


ucap Rio lembut.


Melihat sikap yang Rio tunjukkan, Viona pun menjadi jauh lebih tenang.


Demi anak di dalam kandungan nya, dia harus sehat dan rutin minum obat dengan teratur, pikir Viona di dalam hati.


Viona menerima makanan dari Rio, lalu dia memakan semua nya hingga habis, membiarkan Rio mengoleskan obat luka di wajahnya.


Saat Rio sedang mengobati luka luka di wajahnya, hati Viona sedikit tersentuh dan terharu.


Viona sambil menatap Rio dengan lembut berkata


"Alangkah baiknya bila kamu terus seperti ini Rio, bolehkah kita berbaikan kembali, jangan pernah bertengkar lagi demi anak kita.."


"Anggap saja kemarin semua adalah salah ku, aku rela menerima hukuman mu.."


"Kamu mau kan maafkan aku Rio..?"


tanya Viona dengan lembut dan airmata bercucuran.


Rio memejamkan matanya, membiarkan Viona menyentuh tangan nya dengan lembut.


Entah mengapa hatinya sangat tersentuh oleh sikap yang di tunjukkan oleh Viona .


Rio memejamkan matanya, ada pertentangan batin yang sangat kuat di dalam nya.


Akhirnya Rio membuka kembali matanya dan menganggukkan kepalanya, lalu dia meletakkan obat obatan di hadapan Viona.


Kemudian berkata,


"Baiklah Vi,.. maafkan sikap ku kemarin yang sangat kelewatan itu.."


Lalu Rio bangun berdiri menciumi kepala Viona dengan lembut kemudian berkata,


"Kamu ingat makan obat kandungan mu dan teruskan oles obatnya, aku harus kembali ke kantor.."


Lalu Rio buru buru meninggalkan kamar Viona dan langsung kembali ke kantor.


Saking terburu-buru nya, karena perasaan nya yang tersentuh dan kacau balau di buat Viona.


Rio bahkan lupa mengunci pintu kamar Viona, dia langsung pergi begitu saja.


Viona menatap bayangan punggung Rio yang pergi dengan terburu-buru sambil tersenyum bahagia.


Viona yakin dengan kelembutan dan kasih sayang nya, dia akan berhasil menarik Rio kembali lagi ke sisinya.

__ADS_1


__ADS_2