
"Boleh siapa takut, tunjukkan kemampuan mu."
"Aku menantinya, bila kamu punya pesawat pribadi, aku bukan hanya akan jadi pelayan mu di pesawat, aku bahkan akan melayani mu sampai ke rumah mu.."
ucap Davina sambil tertawa menantang.
Berry mencabut daun disebelah nya dan membantingnya dengan keki, lalu berkata,
"Bagus aku akan pegang ucapan mu, kita lihat saja nanti.."
"Andi , Violin, mas Bagio kalian harus jadi saksi ku, bila hari itu tiba.."
ucap Berry penuh semangat.
Mereka semua hanya menanggapi ucapan Berry sambil tertawa, tidak ada yang menganggapnya dengan serius.
Siapapun tidak ada yang menduga, akibat ucapan Davina ini, kelak benar benar telah merubah seluruh jalan hidup Berry di masa depan.
"Kak Andi aku ada buku yang mau di cari di toko buku G, kak Andi bisa gak temani saya kesana."
Andi tersenyum menatap Violin dan berkata,
"Ronaldo mana,..? nanti dia marah lagi kamu gak ajak dia ?"
"Kak Andi...! Lin serius nih..! kok kakak malah bawa bawa dia sih.."
"Aku gak mau ditemani Dodo kalau bukan sedang ingin belajar ilmu kedokteran..."
"Kan aku udah pernah bilang, aku dan Dodo dekat hanya karena ingin belajar ilmu pengetahuan kedokteran darinya.."
"Agar kelak bisa jadi dokter terkenal, sesuai harapan kak Andi."
ucap Violin kesal, wajah nya cemberut bibirnya manyun.
Andi tersenyum dan berkata,
"Ya udah jangan ngambek lagi, kakak temanin deh kemana pun Lin ingin pergi, ok maafin kakak ya,..?"
Violin tersenyum gembira, dia segera merangkul lengan Andi tanpa malu-malu dan berkata,
"Kakak memang selalu yang terbaik, dan paling bisa di andalkan.."
Andi tersenyum dan membelai rambut Violin dengan penuh kasih sayang.
Lalu Andi menoleh ke arah Davina dan berkata,
"Vin kamu ada janji atau acara lain gak ? kalau gak ikut dengan kita gimana ?"
"Atau kamu mau jalan sama Berry ?"
tanya Andi sambil tersenyum dan menarik turunkan alisnya, menggoda Davina.
Davina tertawa menutupi mulutnya, dia tidak marah dengan candaan Andi.
Dia dengan gembira berkata,
"Berr udahan ngambek nya, aku minta maaf deh..yuk kita jalan jalan bareng Andi dan violin yuk.."
Berry tersenyum senang dan berkata,
__ADS_1
"Gimana kalau kita berdua, mereka berdua."
"Mereka ke toko buku, kita ke bioskop gimana ?"
Davina tertawa dan berkata,
"Kalau itu namanya bukan jalan bareng, itu namanya kamu ingin ngajak kencan.."
Berry tertawa dan berkata,
"Sesekali lah di beri kesempatan kencan dengan pramugari buat kenang kenangan.."
Davina mengerucutkan bibirnya dan berkata,
"Sory ya, kamu belum punya pesawat jadi aku gak mau...hi...hi...hi..."
Berry menghela nafas panjang dan berkata,
"Ya sudah kalau begitu, aku nurut aja deh yang penting ikut meramaikan."
"Daripada di kost sendirian tar kesambet lagi.."
Mendengar ucapan Berry yang lain pun tertawa.
Maka berangkatlah mereka ber 4 dengan menggunakan 2 motor, Andi sengaja memilih naik ke boncengan motor Berry.
Dengan demikian Violin terpaksa berboncengan dengan Davina.
Jadi diantara mereka berdua tidak ada yang perlu saling iri yang tidak perlu.
Karena terhadap Davina, Andi murni anggap dia teman baik seperti Santi Sarah dan Vero.
Perasaan Andi sepenuhnya hanya ada Viona seorang.
2 motor itu akhirnya tiba di mall TA yang besar dan lengkap, di sana semua ada termasuk Toko buku G juga ada di sana.
Mereka berempat langsung menuju Toko buku G menemani Violin mencari buku yang dia mau.
Sampai di sana, hanya Andi yang temanin Violin cari buku, sedangkan Davina memilih asyik sendiri membaca buku novel cinta.
Berry awalnya berdiri di samping Davina menemaninya, tapi karena bosan dan gak betah.
Akhirnya berry mulai berkeliling melihat lihat buku di sekitar sana.
Akhirnya dia sendiri juga larut membaca sebuah buku berjudul.
Cara menjadi sukses dan kaya lewat investasi saham.
Berry awalnya cuma iseng, tapi semakin lama dia semakin tertarik hingga akhirnya, dia malah memutuskan membeli buku tersebut yang harganya cukup mahal .
Berry membeli buku itu untuk dia baca baca di rumah, Berry juga membeli sebuah buku tentang pengetahuan internet dan komputer.
Sesuai dengan rekomendasi dari buku investasi yang dia beli.
Berry mulai tertarik dan ingin mencoba mencari tahu mendalami nya, agar dia bisa sukses seperti tokoh idola baru nya Warren Buffett.
Salah satu tokoh sukses di Wall Street, pusat perdagangan, saham perusahaan di Amerika.
"Berry kamu beli buku apa ? tumben.."
__ADS_1
tanya Andi heran.
Karena dia tahu persis Berry paling anti namanya baca buku, apalagi buku buku perkuliahan.
Padahal di kamar Andi banyak buku literatur, tapi Berry tidak pernah tertarik, tapi kini dia malah tertarik membeli buku.
Berry tersenyum dan berkata,
"Cuma komik anak aja.."
Berry malu berterus terang takut di ledekin sama Davina dan menjadi bahan olok-olok an mereka.
Andi yang sangat paham dengan Berry, dia pun tidak banyak bertanya lagi, dia tahu Berry sedang berbohong.
Mungkin Berry malu pikir Andi, bila dia terus bertanya malah akan membuat Berry canggung, jadi Andi milih diam dan tidak banyak bertanya lagi.
Malah Andi sengaja mengajak Violin bayar di kasir lain dengan alasan bisa lebih cepat.
Sedangkan Davina yang tidak belanja buku, dia sudah keluar dari antrian kasir, menunggu di depan toko buku.
Tak lama kemudian mereka berempat pun jalan dan berkeliling di mall tersebut, tapi mereka hanya lihat lihat saja.
Davina hanya lihat lihat saja, sebenarnya dia sempat tertarik untuk belanja tas sepatu dan pakaian.
Tapi melihat temannya yang lain gak ada yang belanja, jadi dia mutusin ikut gak belanja,
Lain kali saja saat bersama teman teman kerja nya dia baru belanja, pikir Davina dalam hati.
Akhirnya mereka berhenti di arena Ice skating, menonton orang bermain Ice skating.
Melihat Violin dan Davina sepertinya tertarik untuk bermain, Andi pun bertanya pada mereka.
"Kalian berdua mau mencobanya tidak..?"
Violin dan Davina menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Kami gak bisa main, pengen sih tapi agak takut."
ucap Davina, di ikutin anggukan kepala Violin yang setuju dengan ucapan Davina.
Andi tersenyum dan berkata,
"Aku juga belum pernah, bagaimana bila kita mencobanya kelihatannya cukup menarik.?"
Kedua gadis itu saling pandang kemudian mereka saling mengangguk dan tertawa.
lalu Davina pun berkata,
"Ya sudah yuk kita coba main di pinggiran saja dulu "
"Berr ikut main gak ?"
tanya Andi.
Berry langsung buru-buru menggoyangkan tangannya dan berkata,
"Kalian saja, aku jadi penonton saja."
"Udahlah di,.. dia mana punya keberanian... biarkan saja lah ."
__ADS_1
ucap Davina sambil menertawakan Berry.