
"Sama sama Tante..."
ucap Andi sambil menganggukkan kepalanya dan tersenyum sopan.
Mama Nicole melepaskan pelukan putrinya, lalu sambil menatap Nicole lekat lekat dia berbisik pelan.
"Nicole kamu semalaman kemana aja, .? kok sampai pagi gak pulang,? HP ditelpon juga gak aktif,..?"
Nicole dengan cerdik tidak langsung menjawabnya.
Karena di sana banyak orang, jadi Nicole memilih berbisik-bisik menceritakan semua nya ke ibunya.
Setelah Nicole selesai berbisik, mama Nicole menatap putrinya dan Andi secara bergantian dan berkata,
"Apakah kalian berdua telah..?"
Mendengar ucapan mama Nicole, Andi sangat terkejut dia buru-buru menggelengkan kepalanya dengan wajah kaget.
Nicole beraksi cepat, lalu buru-buru kembali berbisik pada mamanya.
Setelah mendengar cerita putrinya, mama Nicole pun menghela nafas lega, dan menegur putrinya lewat teguran matanya,
Lalu dia buru buru mengulurkan tangannya menyalami Andi dan berkata,
"Nak Andi terimakasih banyak ya, maaf Nicole telah merepotkan mu.."
Andi yang mendengar suara mama Nicole sudah normal kembali,.dia pun ikut menghela nafas lega dan berkata,
"Tante tak perlu begitu, menjaga Nicole adalah kewajiban ku, karena dia adalah sahabat baik ku.."
Mama Nicole mengangguk dan menatap Andi dengan penuh kagum,
"Sekarang Tante baru sadar, mengapa Om selalu memuji muji diri mu tiada henti.."
""Om mu benar, kamu memang pemuda yang sangat baik, sayang nya putri ku kurang beruntung..."
ucap mama Nicole sambil menghela nafas sedih..
"Gadis yang bernama Violin itu sungguh beruntung, Tante benar benar merasa iri dengan nya.."
ucap mama Nicole pelan, ada nada penyesalan dalam ucapan nya itu.
Andi terdiam dan menundukkan kepalanya dalam dalam dan berkata,
"Maafkan Andi Tante..Andi lah yang tidak tahu diri, dan tidak tahu di untung.."
"Sudahlah ma,.. jangan diteruskan lagi, lebih baik kita berdoa untuk kesembuhan papa.."
ucap Nicole pelan, ada suara kesedihan yang terkandung dalam ucapan pelannya itu.
Andi benar benar merasa tidak enak hati dan tidak nyaman, dia seperti seekor cacing yang sedang di panaskan dalam kuali.
Duduk salah tegak salah, pokoknya serba salah, selain diam dengan kepala tertunduk, Andi tidak berani bersuara.
Orang orang di sekitar sana yang diam diam mendengar namanya di sebut oleh mama Nicole, mulai berbisik bisik pelan.
Mereka mulai menggosipi Andi sebagai calon mantu Bos Wang Lei.
__ADS_1
Banyak orang mengatakan pantes aja, Bos Wang Lei, selalu memuji muji diri nya, saat rapat para pemegang saham.
Rupanya adalah calon mantu yang dipersiapkan untuk menggantikan posisi dirinya nanti.
Andi yang berpendengaran tajam, mendengar suara bisik bisik mereka, seketika panas kupingnya.
"Andi,..Andi,.. begitulah resiko mu, berani terlalu dekat dengan putri orang kaya ."
"Baru dekat saja, kamu sudah digosipkan hingga seperti itu, apalagi bila kamu sudah menjadi suaminya.."
"Tidak tahu apa yang akan mereka sematkan di belakang mu, mungkin kamu akan dapat julukan (makan nasi lembek)."
Batin Andi di dalam hati.
Untungnya mama Nicole dan Nicole tidak mendengar gosip yang sedang tersebar tersebut.
Bila tidak mereka berdua tentu akan semakin stress.
Dan berdasarkan sifat Nicole, ada kemungkinan dia akan keluar melabrak mereka semua, untuk melampiaskan emosinya.
Tak lama kemudian sekelompok dokter akhirnya berjalan keluar dari dalam ruangan ICU.
Nicole buru buru membantu mamanya untuk berdiri dan menghampiri rombongan dokter itu, untuk menanyakan kondisi papannya.
"Dokter bagaimana kondisi papa ku..?"
tanya Nicole cemas.
Salah satu dokter muda, melepaskan masker penutup wajahnya, sambil tersenyum ramah dia berkata.
"Operasi berjalan cukup lancar, Bos Wang saat ini dalam keadaan baik-baik saja.."
Nicole dan ibunya sama sama bernafas lega, lalu mereka secara bergantian menyalami dokter muda itu, dan mengucapkan terimakasih kepada dokter tersebut.
Dokter itu tersenyum ramah dan mengangguk kepalanya.
Sebelum berlalu dia berkata,
"Nona Wang boleh saya meminta nomer ponsel mu ?"
Wajah Nicole langsung merah padam, tapi dia tidak menolaknya dan langsung memberikan nomor ponselnya.
Nicole sempat melirik kearah Andi, tapi melihat Andi yang bersikap cuek, wajahnya sedikit kecewa.
Setelah mendapatkan nomer ponsel dari Nicole, dokter itu sambil tersenyum lebar berkata,
"Terimakasih nona Wang,.saya permisi dulu."
Setelah Dokter itu berlalu, mama Nicole pun menegur putrinya dan berkata,
"Nyawa papa mu masih bergantung pada mereka ? kenapa kamu masih saja memberikan nomer itu padanya.."
Nicole tersenyum nakal, sambil menggandeng tangan mama nya dia berkata,
"Sudahlah ma jangan perdulikan pria seperti itu, lebih baik kita masuk kedalam lihat keadaan papa.."
Mama Nicole menggelengkan kepalanya, lalu dia menoleh kearah Andi dan berkata,
__ADS_1
"Nak Andi juga pernah di kasih nomer itu..?"
Andi tersenyum canggung dan berkata,
"Nomer yang mana ya, Tante ? Andi gak tahu, Nicole sendiri yang memasukkan nomernya ke hp Andi.."
Mama Nicole sambil tersenyum berkata,
"Lalu,.. nak Andi bisa menghubungi nya..?"
Andi kembali tersenyum canggung dan berkata,
"Nicole yang selalu menghubungi ku dengan nomer itu.."
"Udah ahh mama ini selalu aja urus yang gak penting.."
"Nicole kan di suruh papa jadi asisten nya, bila gak kasih nomer yang benar gimana kami bekerja sama.."
"Mama ini ada ada aja deh,.. "
tegur Nicole sewot dengan wajah merah, lalu menarik mamanya masuk kedalam ruangan ICU.
Andi berdiri diam ditempat tidak berani ikut masuk, meski hatinya ingin.
Tapi sebelum masuk kedalam Nicole dan Mamanya menoleh ke Andi dan Nicole berkata,
"Ayo kak Andi, kok malah diam di sana.."
Andi sambil tersenyum canggung buru buru menghampiri mereka, lalu ikut masuk kedalam.
Saat mereka bertiga masuk kedalam, Bos Wang ternyata sudah siuman sambil tersenyum dia berkata,
"Gadis nakal semalam gak pulang pasti nginap di tempatnya kan ?"
Nicole mengangguk sambil tersenyum malu berkata,
"Ya pa, semalam Nicole mabuk berat, kak Andi yang membawa ku tidur di kantor nya.."
"Hp Nicole mati karena low bat, jadi Nicole tidak tahu papa masuk rumah sakit semalam, maaf ya pa.."
ucap Nicole sambil tersenyum manja memegang tangan papanya.
Bos Wang tersenyum dan berkata,
"Tidak apa-apa lupakan saja,.."
"Nak Andi bagaimana setelah berduaan dengan putri ku semalaman,? apa sudah berubah pikiran sekarang ? kalau berubah pikiran sekarang masih sempat.."
tanya Bos Wang sambil tersenyum.
"Papa ini apa apaan sih, kami gak berduaan, Nicole tidur di kamar, Kak Andi kerja di kantornya.."
ucap Nicole dengan wajah merah padam dan sedikit cemberut.
Andi tahu Bos Wang hanya bercanda dengan nya.
Untuk menghilangkan rasa kikuk, Andi pun berkata untuk mengalihkan topik pembicaraan,
__ADS_1
"Bos Wang bagaimana keadaan mu saat ini ?"