
"Tapi mereka tidak ada yang sanggup melawan kak James..'
"Akhirnya mereka bertiga bekerja sama menjebak kak James di Afrika, dan melukainya dengan sangat parah.."
"Sehingga kak James harus melarikan diri kembali ke negara asalnya untuk bersembunyi.."
"Kak James juga terpaksa membubarkan organisasi untuk meredam anggota organisasi menjadi sasaran empuk ketiga raja perang itu..'
ucap Monica sambil menatap Santi.
Tiba-tiba terdengar suara ketukan di pintu kamar.
Monica pun berkata,
"Sebentar kak.."
Lalu dia berdiri dan pergi buka pintu, begitu pintu terbuka.
Monica pun berkata,
"Ada apa ?'
"Maaf Dokter,.. kapten meminta aku, untuk menjemput Dokter ke anjungan kapal, ada yang ingin di rundingkan.. dengan nona di sana.."
"Baik ayo kita kesana sekarang.."
ucap Monica cepat.
Lalu dia menoleh kearah Santi dan berkata,
"Kak saya tinggal dulu, kakak jangan lupa makan.."
"Setelah beres aku akan kembali menemani kakak ."
Santi tersenyum lembut dan berkata,
"Pergilah sibuk, aku tidak apa-apa kamu tenang saja.."
Monica mengangguk sambil tersenyum, lalu dia menutup kembali pintu kamar Santi.
Dia bergegas mengikuti anak buah kapal yang di tugaskan datang menjemputnya keanjungan kapal selam.
Tiba di anjungan kapal, dengan tidak sabar kapten kapal berkata,
"Dokter kemarilah, lihat di sana.."
"Radar kita menangkap ada sinyal rahasia yang di lepaskan oleh anggota grup kita."
ucap kapten kapal sambil menunjuk kearah layar monitor di hadapannya.
"Menurut dokter apa yang sebaiknya kita lakukan ?"
"Bila langsung kesana, ternyata itu jebakan musuh kita pasti celaka.."
"Tapi bila tidak kesana, ternyata itu datang dari anggota kita itu juga tidak bisa di biarkan begitu saja.."
ucap kapten kapal bingung.
Monica terlihat berpikir sejenak kemudian berkata,
"Kita punya kapal selam mini kan,..?"
Kapten kapal mengangguk cepat dan berkata,
"Ada,.."
__ADS_1
"Apa masih dalam kondisi baik..?"
tanya Monica sambil melihat kapten kapal.
"Masih dalam kondisi baik, Dokter.."
Jawab kapten kapal yakin.
"Apa ada di pasangi pelacak sinyal yang terhubung kemari..?"
tanya Dokter Monica kembali.
Kapten kapal mengangguk dan berkata,
"Tentu saja ada.."
"Baik siapkan kapal selam mini, aku sendiri yang akan melakukan pengecekan ke lokasi sinyal di radar.."
"Bila itu anggota kita, aku akan membawanya kembali.."
"Bila itu musuh, perhatikan sinyal dari ku, bila berkedip-kedip terus."
"Jangan ragu segera kirimkan torpedo ledakan saja..'
ucap Monica cepat dan tenang
"Ahh ini,.."
ucap kapten kapal terbelalak tak percaya dan agak ragu.
"Ini perintah,.. segera laksanakan, waktu kita tidak banyak.."
ucap Monica tegas.
Lalu dia menoleh kearah anak buah kapal tadi dan berkata,
Anak buah kapal terlihat ragu, dia menatap kearah kapten kapal menunggu persetujuan.
Kapten kapal dengan berat hati menganggukkan kepalanya.
Lalu dia sendiri mengangkat topi dan memberi hormat kearah Monica.
Seluruh kru di anjungan kapal, juga ikut berdiri dan memberi hormat mereka kearah Monica dengan penuh kagum.
Monica tersenyum dan berkata,
"Semuanya aku pergi dulu, ingat perhatikan sinyal dari ku.."
Setelah berpesan, dengan langkah tenang Monica berjalan meninggalkan tempat tersebut.
Mengikuti anak buah kapal yang langsung mengantarnya, menuju kapal selam mini.
Setelah Monica duduk di dalam kapal selam mini, dan sudah siap di berangkatkan.
Tak lama kemudian kapal selam mini itu pun bergerak meninggalkan kapal selam induk, menuju kearah sinyal yang di tunjukkan di layar monitor.
Beberapa saat kemudian kapal selam mini Monica akhirnya muncul tidak jauh dari tempat James, mendarat dan menemukan james kini sedang terombang ambing di atas permukaan laut.
Dengan gembira Monica, segera membawa kapal selamnya mendekati James.
James yang melihat kedatangan kapal selam kecil yang ada logo the Shadow nya,. dia sambil tersenyum senang berenang mendekati kapal selam mini yang sedang menghampirinya.
Begitu pintu kaca kapal selam mini itu terbuka, James pun bisa melihat Monica sedang melambaikan tangan, sambil tersenyum gembira kearahnya.
James membalas senyum dan lambaian tangannya, lalu dia mencoba memanjat untuk masuk kedalam Kapal selam mini yang bisa muat 4 orang itu..
__ADS_1
Setelah masuk kedalam kapal selam mini, dimana Monica sudah menutup jendela kacanya.
Dan bersiap menyelam untuk kembali ke kapal selam induk.
Terdengar James bertanya,
"Bagaimana keadaan Santi, kamu kemari bagaimana dengan nya..?"
Monica menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Kakak ini, yang di pikirkan cuma kakak ipar aja.."
"Tenang saja kakak ipar baik baik saja..dia aman di kamarnya, di kapal selam induk kita.."
James mengangguk dan tersenyum lega.
"Kakak,.. mana yang lainnya ? kenapa cuma ada kakak sendirian di sini..?"
tanya Monica agak cemas.
James memejamkan matanya dan berkata,
"Mereka semua sudah pergi mendahului kita.."
Monica terdiam di tempat, dia hanya bisa mengigit bibirnya menahan suara tangisnya.
Melanjutkan menyetir kapal selam mini nya, dengan airmata bercucuran membasahi kedua pipinya.
Monica tidak bisa menghentikan airmata nya yang terus mengalir, apalagi saat terkenang suasana canda tawa keenam saudaranya itu.
Rasanya Monica ingin berteriak sekuat tenaga, untuk melepaskan seluruh kesedihan yang menghimpit perasaannya.
Satu persatu kenangan indah dan kebaikan kekompakan kebersamaan mereka selama ini muncul di depan matanya.
"Kak,.. kak Rocky dia.. kapan perginya..apa yang terjadi.."
tanya Monica dengan suara tersendat menahan tangis.
Rocky adalah dari sekian saudaranya yang paling dekat, paling memperhatikan dan menyayanginya.
Karena Rocky diam diam sangat mencintai Monica, belum lama ini Rocky baru mengungkapkan perasaannya pada Monica.
Tapi Monica ragu ragu untuk menerimanya, karena hatinya keburu terpikat oleh Andi sejak pertemuan pertama itu.
Monica tidak pernah bisa melupakan Andi, sehingga sebelum bisa memastikan dirinya melupakan Andi.
Monica tidak berani menerima ungkapan perasaan Rocky padanya.
Tidak di sangka Rocky malah begitu cepat sudah pergi meninggalkan nya, untuk selama lamanya.
Monica masih teringat dengan jelas bagaimana Rocky melindunginya dari hukuman kakek nya.
Rocky menggantikan dirinya menanggung hukuman setrum listrik dari kakek nya.
Dan itu bukan hanya sekali saja, dan yang paling parah adalah hukuman cambuk hingga seluruh punggung Rocky tidak ada tempat yang tidak terluka.
Belum lagi demi melindunginya, Rocky pernah menggunakan tubuhnya untuk menahan peluru untuk nya.
Berpikir sampai di sini, Monica sudah tidak kuat, dia buru-buru menutupi mulutnya sendiri dengan tangannya.
Agar suara tangisnya tidak terdengar keluar.
James dengan perlahan lahan memberikan HP yang berisi rekaman detik detik terakhir Rocky, saat bersama dirinya di dalam pesawat.
"Ini adalah satu satunya peninggalan dari Rocky untuk kita, kurasa paling tepat kamu yang menyimpan nya."
__ADS_1
ucap James dengan sedih.
James juga menghapus dua butir air bening yang runtuh di sela sela pipinya.